Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Membawa Joni pergi


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Bagaimana ini mas? Sudah mau maghrib begini Joni belum pulang juga. Aku takut mbak Sarah melakukan yang tidak-tidak sama Joni, Mas."Seru Cahaya masih sangat menghkawatirkan Joni.


Pak Karim dan Ibu Rahayu juga tidak kalah panik dan khawatir dengan cucunya itu. Beni dan Rena juga saat ini ada di rumah pak Karim, ikut mengkhawatirkan keberadaan Joni.


"Aku yakin mbak Sarah tidak akan menyakiti Joni, bagaimanapun dia mama kandungnya. Sepertinya mbak Sarah sengaja membawa Joni agar mas Reno mau menuruti permintaan Sarah."Seru Beni ikut mengeluarkan pendapatnya.


"Bagaimana kalau kita lapor polisi saja, Mas?." Seru Cahaya.


"Belum bida dek. Joni belum 1 × 24 jam menghilang, apalagi Joni pergi sama mama kandungnya sendiri. Kita tunggu sampai sehabis maghrib, kalau sampai dia tidak mengantarkan Joni pulang, Mas sendiri yang akan mendatangi rumah Sinta dan tempat usaha Sinta. Pasti Sarah bersembunyi disana, sebab dirumahnya juga tadi mas sudah kesana dan rumah Sarah dalqm keadaan kosong."Ucap Reno dengan sungguh-sungguh.


Dalam hati Reno sebenarnya dia sangat mrngkhawatirkan Joni namun, Reno tidak mau menunjukan semua itu di depan Cahaya. Reno takut justru Cahaya akan semakin mengkhawatirkan Joni dn terjadi sesuatu dengan kesehatan Cahaya.


Reno maupun pak Karim sampai sekarang belum menghubungi Satria dan Dinda. Sengaja tidak mau mrnghubungi mereka atau memang mereka lupa memberitahu Satria dab Dinda. Adzan maghribpun berkumandang, namun Sarah belum juga mengantarkan Joni pulang.


"Mas lebih baik kita sholat maghrib dulu agar kita lebih tenang. Selesai sholat nanti kita datangi tempatnya Sinta untuk mencari keberadaa Sarah."Seru Beni mengajak mereka sholat.


"Iya kita sholat saja dulu. Cahaya kita sholat dulu yuk, kita doakan semoga Joni tidak kenapa-kenapa dan dia cepat pulang."Seru Rena lalu menuntun Cahaya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Sementara itu saat ini disalah satu rumah kontrakan yang jaraknya cukup jauh dari rumah pak Karim. Sarah membawa Joni menginap di kontrakan yang memang sudah dia siapkan. Joni masih saja tertidur sebab dosis obat tidur yang Sarah masukkan kedalam minuman Joni tadi dosisnya tinggi.


"Tidurlah anakku sayang, semoga kamu bisa membantu mama untuk bisa rujuk dengan papa kamu. Mama tidak pernah rela dan ikhlas jika papa kamu mempunyai istri lagi, sekarang ini hanya papa kamu yang bisa nenjamin hidup mama. Papamu sudah punya mobil, punya toko yang besar dan tentunya uangnya pun banyak. Jadi mama tidak perlu repot-repot untuk bekerja dengan Sinta lagi, aku capek menjadi wanita pemuas nafsu para hidung belang diluaran sana."Ucap Sarah sembari memandangi Joni yang terlelap tidur di atas kasur.


Sarah memeriksa ponselnya banyak sekali panggilan dan pesan masuk dari Reno. Namun satupun tidak ada yang dia angkat dan tidak ada yang dia balas. Sarah bangkit dan dia menuju kamarnya sendiri, didalam kamar nya Sarah merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.


Drreett Dreeettt Dreeett


Ponsel Sarah berdering, dari nada deringnya Sarah sudah tahu siapa yang menghubunginya. Dengan malas Sarah mengambil ponselnya dan menekan tombol Ok.


[Hallo, ada apa?] Tanya Sarah kepada orang yang ada diseberang telepon sana.


[Kamu ada dimana? Kenapa kamu tidak datang kesini, ingat jam 8 ada orang yang mau memakaimu. ] Ternyata Sinta yang menghubungi Sarah.

__ADS_1


[Ceeekk... Aku kan sudah bilang, malam ini aku mau free. Soalnya aku sedang tidak enak badan, tubuhku panas dingin dan aku tidak kemana-mana.]


[Tidak perlu alasan, Sarah !! Jika kamu tidak bisa datang, biar Mas Hakim yang jemput kamu.]


[Aku tidak dirumah, aku ada diluar. Aku hanya ingin istirahat dan tidak mau diganggu, kamu ini bodoh atau bagaimanasih Sinta. Sudah aku bilang aku tidak bisa ya tidak bisa, kamu mau kalau pelangganku tidak puas dengan pelayanannku. Aku capek dan ingin istirahat.]


[Sarah kamu mengatai aku bodoh? Awas saja kalau sampai ketemu, ingat Sarah kamu itu masih punya hutang dengan ku. ]


[Sudahlah, jangan ganggu aku dulu !! Aku mau istirahat .]


Klik


Sarah dengan sengaja langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia sudah malas mendengarkan cacian dari Sinta yang justru akan membuat mood nya tidak membaik.


*Lebih baik aku matikan saja ponselku, agar mas Reno dan keluarganya semakin kalang kabut. Dengan begitu mereka akan semakin mengkhawatirkan keadaan Joni. Hemm besok saja aku hubungi mereka, malam ini biar mereka cemas.l dulu, kalau mereka cemas biasanya langsung mengiyakan apa yang aku minta.*Gumam Sarah dalam hatinya.


Sarah mengambil handuk dalam koper kecil yang dia bawa dan segera dia bawa masuk kekamar mandi. Dia ingin mandi untuk menyegarkan badannya, seharian ini dia sangat lelah. Apalagi tadi dia harus mengangkat Joni sendirian.


*********


Reno dan Beni mendatangi tempat usaha Sinta dan Hakim. Reno sangat yakin jika Sarah pasti bersembunyi disana, dengan mengendarai mobilnya Reno dan Beni kini dalam perjalanan menuju rumah Sinta.


"Mas juga tidak tahu, Beni. Namun tidak ada salahnya kita cari dulu disana, jika memang tidak ada pasti Saraj dan Hakim tahu Sarah ada dimana. Jika mereka tidak mau memberitahu keberadaan Sarah, kita ancam mereka jika kita akan melaporkan usaha mereka."Seru Reno.


Beni hanya mengangguk, mobil yang dikendarai Reno sudah sampai didepan rumah yang dijadikan usaha oleh Sinta. Disamping rumah itu ada rumah yang Reno yakini itu rumah pribadi Sinta, sebab disana ada mobil Sinta yang terparkir.


"Tempatnya memang jauh dari pemukiman warga dan letaknya memang agak kedalam. Jadi tidak ada warga yang kepo dengan urusan orang-orang disini."Seru Beni mengamati keadaan sekitar dari dalam mobil.


"Kamu benar, Beni. Lihat saja mobil dan motor sudah berjejer rapi disana, pasti itu juga para pelanggan Sinta. Sepertinya daerah ini memang daerah yang tidak sehat, lihat tuh di rumah sebelah sana nampak seperti diskotik."Seru Reno menunjuk rumah yang tidak jauh dari rumah Sinta.


"Benar mas. Ya sudah, yuk kita turun mas. Biar urusan cepat selesai dan kita cepat pergi dari tempat maksiat ini."Seru Beni turun dari mobil lebih dulu.


Reno juga mengikuti apa yang dikatakan oleh Beni, dia turun dan melangkah mendekati rumah yang dijadikan tempat usaha oleh Sinta. Kedatangan Beni dan Reno disambut oleh tiga wanita yang memakai baju yang kekurangan bahan.


"Hallo mas-mas ganteng. Selamat datang di kediaman para wanita cantik dan seksi. Mas ganteng yang ini sama aku saja yuk, dijamin puas dan ketagihan. Murah kok cuma 500 ribu saja untuk satu jam."Seru seorang wanita sembari mengusap lengan Beni.


Beni dan Reno sangat risih berada ditempat seperti itu, jika bukan karena ingin bertemu dengan Sinta dan Sarah mereka tidak akan pernah mau datang ketempat maksiat seperti itu.


"Lepaskan !!."Sentak Beni dengan kasar.

__ADS_1


"Panggil Boss kalian, kami datang kesini karena ada perlu sama Bos kalian, Sinta. Cepat panggil dia dan kalian menjauh dari kami, menjijikan !!."Bentak Reno dengan kasar.


"Sombong."Seru ketiga wanita itu secara bersamaan.


Ketiga wanita itu masuk untuk memanggil Sinta, Reno dan Beni tetap menunggu di luar. Mereka sama sekali tidak mau masuk kerumah itu, didalam sana pasti keadaannya lebih menjijikan. Setelah 5 menit menunggu akhirnya Sintapun keluar menemui Reno dan Beni.


"Oh kalian ? Hemm mau apa kalian datang kesini? Mau cari hiburan ya?." Tanya Sinta sambil terkekeh.


"Sudah tidak perlu berbasa-basi, aku datang kesini ingin mencari Sarah. Dimana Sarah? Pasti kamu tahukan dimana Sarah membawa Joni !!."Seru Reno dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"Ohh jadi Joni dibawa kabur sama Sarah? ."Seru Sinta yang juga baru tahu jika Sarah membawa Joni sehingga malam ini dia tidak datang dan beralasan sakit.


Sinta masih saja diam, dia mencerna semua kata-kata Sarah di telepon tadi. Dia beralasan sakit dan saat ini tidak ada dirumah.


"Sarah malam ini tidak ada disini."Jawab Sinta dengan santainya.


"Jangan bohong !! Pasti kalian bersekongkol kan, jika kamu tidak mau memberitahu dimana Sarah membawa Joni aku pastikan malam ini juga usahamu akan aku hancurkan !! Aku akan memanggil polisi untuk menyegel tempat usaha maksiatmu ini !!."Bentak Reno dengan lantang.


"Haii Reno !! Ada hak apa kamu mau menghancurkan usahaku ini? Aku merugikan kamu juga tidak, kenapa kamu harus menghancurkan usaha ku? Soal Sarah malam ini dia memang tidak datang dan aku tidak tahu dia ada dimana. Sekitar tiga puluh menit yang lalu aku menghubunginya dia bilang sakit dan dia bilang juga tidak dirumah !! Jangan sembarangan menghancurkan usaha orang kamu, lebih baik sekarang kalian pergi saja dari sini !!."Bentak Sinta dengan kesal.


Hakim yang sedari tadi ada di dalam pun akhirnya ikut keluar, dia ingin tahu siapa pria yang mencari Sinta dan hanya menunggu di luar tidak mau masuk.


"Ada apa ini Sayang? Dan kamu ngapain datang kesini?."Tanya Hakim menunjuk kearah Reno.


"Mereka datang mencari Sarah, Sarah membawa anaknya pergi sampai sekarang belum juga pulang."Sinta menjawab pertanyaan Hakim.


"Jadi benar Sarah tidak ada disini dan kamu tidak tahu keberadaan Sarah. Kalau begitu sekarang tolong kamu hubungi Sarah, dan tanyakan dia ada dimana."Ucap Reno yang sudah memelankan suaranya.


Sinta tidak menjawab namun dia langsung mengambil ponsel dalam kantong celana pendek yang dia kenakan. Dengan segera Sinta menghubungi nomor Sarah, namun nihil ponsel Sarah sudah tidak aktif. Sepertinya Sarah memang sengaja mematikan ponselnya.


"Tidak aktif ." Ucap Sinta dengan ketus.


"Coba lagi."Seru Reno yang memang sangar khawatir dengan Joni.


"Apa nya yang dicoba lagi. Sudah 3 kali aku coba, tapi memang ponselnya tidak aktif. Sudah sana kalian pergi, sebentar lagi tempat ini akan semakin ramai. Dan mobil kamu akan susah untuk keluar. Nanti kalau aku tahu dimana Sarah aku pasti akan menghubungi kamu."Seru Sinta mengusir Reno dan Beni.


Tidak ada pilihan lain bagi Reno dan Beni selain meninggalkan tempat maksiat itu. Akhirnya Reno dan Beni pun meninggalkan temat itu, kali ini Beni yang mengendarai mobil, Beni tidak mau terjadi seseuatu saat dijalan jika Reno yang mengendarai. Terlebih Reno saat ini sedang tidak baik-baik saja.


************

__ADS_1


__ADS_2