Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Tempat wisata


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sarah jalan-jalan ke salah satu tempat wisata, dia jalan seorang diri tanpa di temani oleh Ira. Perutnya pun sudah membuncit, saat di sedang duduk di pondokan tiba-tiba ada seorang pria kurus kering dengan wajah sayu menghampirinya.


"Sarah! Kamu Sarah kan?." Tanya pria itu dengan wajah lusuhnya.


" Kamu siapa? Jangan dekat-dekat denganku, kamu itu kotor."Seru Sarah sambil mengibaskan tangannya.


Pria itu terus mendekati Sarah, meskipun Sarah sudah menjauh dari sang pria. Pria itu terlihat seperti pengemis sebab badannya sama sekali tidak terawat.


" Sarah, apa kamu tidak mengenaliku? Gara-gara kamu hidupku jadi hancur dan berantakan seperti ini. Kamu sudah membawa lari uang ku ! Kembalikan uang ku, Sarah ! Kamu juga sudah menularkan penyakit kelamin, dasar wanita pembawa sial !!."Ucap pria itu yang sebenarnya adalah Hakim.


Deegghhh


Sarah langsung memandang wajah pria itu lekat, dan benar ternyata pria itu adalah Hakim. Pria yang dulu pernah dia tipu. Dan dia sudah mendapatkan uang banyak dari Hakim.


"Hakim."Seru Sarah pelan namun masih bisa didengar oleh Hakim.


" Iya aku Hakim. Pria yang sudah kamu curangi, sekarang kembalikan uang ku ! Setidaknya kembalikan setengahnya. Yang setengah lagi anggap saja itu bayaran untuk jasa mu selama ini."Ucap Hakim sangat percaya diri sekali.


" Heeehhh !! Siapa yang mau mengembalikan uang itu? Bukannya kamu sendiri yang memberikannya secara suka rela kepadaku? Jangan mimpi kamu, dasar pria miskin!!."Seru Sarah sambil memandang sinis Hakim.


Sarah tidak pernah menyangka akan ketemu Hakim dengan keadaan Hakim memprihatinkan seperti itu. Dimana Hakim benar-benar kurus dan kumuh. Hidup Hakim berubah total, kini dia memang hanya hidup di jalanan. Uangnya sudah habis untuk berjudi, dan kini dia hanya bertahan hidup dengan mengemis.


"Si4l4n kamu, Sarah ! Kamu yang sudah membuat aku seperti ini, jadi kamu harus bertanggung jawab. Setidaknya ajak aku tinggal bersamamu."Ucap Hakim meminta ikut tinggal dengan Sarah.


"Aku tidak mau, ini uang untuk kamu. Sekarang kamu pergi dan jangan lagi mendekari aku. Aku jijik, kamu kotor dan bau sekali. Sudah berapa minggu kamu tidak mandi."Ucap Sarah mengusir Hakim.


" Sudah 2 minggu aku tidak mandi. Cuma 100 ribu dapat apa? Aku tidak akan pergi sebelum kamu memberikan uang 10 juta. Masih untung aku minta 10juta, bukan 100 juta."Ucap Hakim lagi.


Sarah benar-benar kesal, dia mengedarkan pandangannya untuk mencari penjaga atau satpam untuk mengusir Hakim. Saat Sarah melihat satpam yang sedang berkeliling, Sarah langaung melambaikan tangannya dan memanggil satpam dengan keras. Kedua satpam itupun bergegas menghampiri Sarah.


" Ada apa bu?." Tanya Satpam itu.

__ADS_1


" Kalian ini bagaimana sih? Masa iya di tempat wisata yang ramai dan bersih begini ada pengemis. Mana bau dan sangat mengganggu kenyamanan, aku minta segera usir pengemis ini sebelum aku berikan rate buruk tempat wisata ini dan akan aku viralkan. Biar tempat wisata ini sepi pengunjung."Ucap Sarah mengancam kedua satpam itu.


"Maaf bu, maaf. Kami akan membawa pengemis ini keluar dari tempat wisata ini."Ucap salah satu satpam.


" Sarah !! Kamu benar-benar wanita tidak tahu diri , tidak tahu terima kasih. Seharusnya kamu itu baik-baik dengan ku, agar aku tidak menuntutmu atas kasus penipuan."Ucap Hakim dengan marah.


" Maaf ya pak, untuk kenyamanan pengunjung. Saya minta bapak pergi dari sini, jika bapak masih saja bersikeras kami akan mengusirnya secara paksa."Ucap satpam itu dengan sopan.


Hakim tidak terima karena Sarah sudah memperlakukannya dengan tidak baik. Dia tidak mau pergi sebelum Sarah memberinya uang lebih.


" Saya tidak mau pergi sebelum dia memberi saya uang lebih. Sebab dulu dia sudah banyak memakan uang saya."Ucap Hakim dengan menunjuk tepat di wajah Sarah.


" Apa sebelumnya kalian itu saling kenal?." Tanya Satpam membuat Sarah kesal dan mengepalkan kedua tangannya.


" Dulu kami memang kenal. Tapi tidak dengan sekarang karena sekarang aku dan dia berbeda kasta. Dia miskin, bau dan hanya seorang pengemis. Mungkin dia juga tinggal di jalanan atau di rumah yang kumuh. Ciihhh gak level kenal sama dia."Seru Sarah sangat merendahkan Hakim.


Tidak mau mengganggu kenyamanan pengunjung yang lain. Dengan terpaksa satpam itupun menarik Hakim dengan paksa. Segala macam umpatan dan cacian dia keluarkan untuk Sarah. Sedangkan Sarah hanya menganggapnya angin lalu saja, tanpa memperdulikan Hakim yang terus memakinya.


Setelah Hakim menjauh dan berhasil di keluarkan dari tempat wisata. Sarah segera mungkin pulang dan meninggalkan tempat wisata itu. Dia tidak mau bertemu dengan Hakim lagi dan tidak mau sampai Hakim tahu tempat tinggalnya yang sekarang.


" Duh mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan Hakim. Mana dekil, kurus, kumuh ihh pokoknya jorok banget deh. Jangan sampai ketemu dia lagi, bisa-bisa aku apes tujuh turunan kalau ketemu dengan dia lagi."Ucap Sarah yang kini sudah berada si dalam mobil nya.


Ccciiiiiitttttt


Suara decitan ban mobil Sarah terdengar memekakan telinga.


"Si4l ! Hampir saja aku celaka. Ini semua gara-gara Hakim sialan itu."Seru Sarah sambil memukul kemudi setirnya.


Orang yang ada didalam mobil itupun keluar dan menghampiri Sarah. Dia ingin memastikan jika orang yang ada di dalam mobil tidak apa-apa.


Tok Tok Tok


Pria itu kini mengetuk pintu mobil Sarah, dan Sarah terpana dengan pria yang saat ini ada di luar mobilnya.


" Wah ganteng banget ! Kelihatannya dia orang berduit, semoga saja dia single dan bisa aku dapatkan."Ucap Sarah pada dirinya sendiri.


Sarah tersadar dari lamunannya lalu dia membuka pintu mobil dan segera turun menghampiri pria itu.


" Maaf mbak tidak apa-apa kan?." Tanya pria itu dengan ramah dan sopan.

__ADS_1


" Aku tidak apa-apa. Mas sendiri bagaimana? Apa ada yang terluka? Maaf ya, tadi aku berkendara sambil melamun jadi hilang kendali dan konsentrasi sesaat."Ucap Sarah mencoba bicara dengan ramah dan anggun.


" Oh alhamdulillah kalau mbak tidak apa-apa. Alhamdulillah saya juga tidak apa-apa mbak. Lain kali kalau berkendara jangan melamun ya mbak, apalagi dalam keadaan hamil seperti ini mana mbak tadi juga ngebut kan?."Seru pria itu dengan ramah.


" Iya mas. Maaf, soalnya saya tadi buru ingin cepat sampai rumah. Maaf ya mas." Seru Sarah lagi.


Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum manis kearah Sarah. Hati Sarah tiba-tiba seperti di siram bongkahan es batu, hatinya terasa dingin saat pria itu tersenyum. Senyum pria itu memang sangat manis, dan akan membuat wanita manapun terpikat saat melihatnya tersenyum.


" Maaf mbak, saya duluan ya. Soalnya anak saya ada dimobil dan sedang tertidur. Mbak nya hati-hati ya, jangan melamun dan jangan ngebut lagi."Ucap sang pria dengan sangat sopan mengingatkan Sarah.


Haaahhh?


Anak ? Hati Sarah sedikit melengos saat tahu pria yang dia kagumi sudah mempunyai anak. Dan tentunya pria itu juga sudah mempunyai istri. Seakan pupus sudah harapan Sarah untuk mendekati pria itu.


**********


" Apa? Pak Ardi menyatakan cintanya untuk mbak Sinta?." Tanya Dinda kaget.


Ternyata pak Ardi gerak cepat juga, padahal baru beberapa hari yang lalu dia meminta pendapat Satria untuk mengungkapkan isi hatinya. Dan ternyata saat ini dia sudah menyatakannya secara langsung.


" Iya. Tapi aku belum jawab apa-apa, Dinda. Semalam aku juga sudah membicarakan masalah ini kepada Hana dan Hana menyerahkannya semua kepadaku. Menurutmu aku harus jawab apa?."Tanya Sinta bingung.


" Nah kok tanya sama saya sih, mbak. Kan yang mau menjalani hidup itu mbak Sinta jadi ya bagaimana hati mbak Sinta saja. Jangan tanya sama saya dong mbak. Nanti kalau tanya sama Dinda, sama saja Dinda yang suka dengan pak Ardi dong. Hahaaa."Ucap Dinda sambil terkekeh lebar.


Haahhhh


Niat hati ingin minta solusi tapi malah ditertawakan dan di becandain. Sinta hanya menggelengkan kepalanya, rasanya ingin menjitak kepala Dinda agar dia berhenti tertawa.


" Aku kan cuma ingin minta solusi, Din. Kok malah di tertawakan sih. Awas kamu ya, aku getok nih kepala kamu biar diem tidak tertawa lagi."Seru Sinta.


" Hehehee... Becanda kali mbak, serius amat sih. Calon pengantin tidak boleh marah-marah loh nanti pengantin prianya takut."Ucap Dinda semakin senang menggoda Sinta.


" Dasar kamu ini Din. Paling suka kalau suruh becandain orang, lihat nih nek cucu menantumu bikin aku marah saja."Seru Sinta mengadu kepada nenek Murni.


" Semenjak hamil, Dinda sepertinya semakin jahil seh Sin. Sepertinya nenek mau dapat cicit perempuan nih."Seru nenek Murni.


" Aamiin."Ucap Dinda dan Sinta secara bersamaan.


Dinda pun berharap jika jenis kelamin anaknya kali ini perempuan. Dengan begitu lengkap sepasang anaknya, Raja bisa membantu mengurus perusahaan dan anak perempuan nanti bisa mengurus usaha-usaha Dinda. Seperti cafe, butik dan salon.

__ADS_1


*********


__ADS_2