Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Meminta uang dinda


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Bagaimana ini ma ? Baru juga dua minggu uang bulanan dari satria sudah habis. Terus selama dua minggu ini kita bagaimana mau makan ? " Tanya kandar dengan kesal.


Padahal satria sudah berbaik hati memberikan uang bulanan 10 juta untuk mereka bertiga. Tidak jadi 5 juta karena ada tambahan hakim juga yang ikut tinggal dengan kedua orang tuanya. Dan untuk uang listrik dan lainnya satria tidak mau menanggungnya , sebab uang 10 juta lebih dari cukup untuk mereka.


" Mana mama tahu ? Kalau mau minta satria mama malas ! Anak itu makin hari makin kurangajar , sama orang tuanya sendiri saja pelit banget. Apa mungkin ini pengaruh buruk dari istri miskinnya itu ya pa?" Seru rahma menyalahkan dinda atas sikap satria.


Seharusnya mereka bisa berkaca dari sikap mereka dimasalalu , kenapa sampai satria bersikap seperti itu dengan mereka. Satria tidak akan seperti itu jika mereka tidak mempunyai salah.


Dari arah pintu depan hakim yang dari semalam pergi baru saja pulang disiang hari bolong. Padahal mereka sudah berjanji akan bisa sukses tanpa bantuan satria atau nenek murni.


" Darimana kamu ? Pergi dalam malam baru pulang sianh bolong begini ? Apa kamu ini tidak ada keinginan untuk bekerja, bagaimana mau jadi orang sukses bekerja saja malas " Seru rahma memarahi hakim anak kesayangannya.


" Dari menikmati hidup dong ma. Buat apa aku harus capek - capek bekerja kalau aku punya kakak seorang sultan yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan ma. Bikin badan capek saja, mau uang tinggal minta nanti juga bakal dikirim sama satria " Seru hakim seenaknya.


Plakk.


Rahma memukul kepala hakim, agar kepalanya tidak korslet. Bagaimana mau minta uang sama satria jika satria akan memberi sebulan sekali saja. Apalagi waktu itu dia dan hakim sudah adu mulut dengan nenek murni.


Rahma pusing melihat kedua pria yang saat ini ada didekatnya yang bisanya hanya makan, tidur dan main judi saja. Sudah tahu sekarang miskin masih saja judi tidak bisa ditinggalkan.


" Mama ini apa - apaan sih main pukul kepala ku saja. Kalau aku gagar otak bagaimana ? Memangnya mama tidak sedih " Seru hakim dengan kesal.


" Dasar anak bodoh ! Kalau bicara itu dipikir dulu, kamu bilang tidak mau bekerja ? Lantas kenapa saat itu kamu bilang sama nenek kalau akan sukses tanpa bantuan mereka ? Sukses darimana ?" Sentak rahma yang akhirnya bisa marah juga kepada hakim sang anak tersayangnya.


Hakim hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sendiri tidak tahu bisa sukses darimana, main judipun bukannya menang tapi justru kalah dan kalah sampai modal habis dan ujungnya meninggalkan hutang.


" Kamu pasti dari judi kan ? Mana hasil judi kamu ? Sini bagi sama papa!" Seru kandar meminta uang kepada hakim.


" Uang darimana pa ? Aku tidak punya uang, aku kalah pa. Bahkan aku punya hutang 1 juta sama bang Bondan " Jawab hakim dengan santainya.


" Haaakkiiiimmmm !!" Teriak rahma dengan kencang dan kesal.


Rahma tidak habis fikir dengan pikiran anaknya, bagaimana dia bisa berhutang dengan bondan lagi. Bondan pasti akan menagih dan memberikan bunga yang cukup tinggi. Bondan itu seorang lintah darat yang sangat kejam dan tidak pandang bulu, mau laki atau perempuan yang berhutang pasti akan dihakarnya jika telat bayar.


" Kamu mau bayar pakai apa ? Uang 10 juta dari satria saja sudah habis dalam dua minggu, dan dia akan memberinya dua minggu lagi. Pusing mama hakim ! Kamu tahukan kalau bondan itu lintah darat , dasar bodoh kamu !" Bentak rahma dengan kesal.


" Aku janji bulan depan ma bayarnya, dan aku harus bayar 2 juta. Kalau tidak tepat waktu aku akan dihajarnya " Ucap hakim dengan suara yang terdengar memelas namun tidak ada rasa penyesalan.

__ADS_1


" Makanya kalau punya uang itu jangan judi terus. Usaha apa gitu yang menghasilkan uang " Ucap kandar dengan mudahnya sembari menghembuskan asap rokoknya tinggi - tinggi.


" Kamu juga itu !! Sudah tua tapi pemalas,seharusnya kamu itu bekerja dan menafkahi anak istrimu ! . " Ucap rahma dengan kasar.


Kandar dan hakim hanya bisa terdiam , mereka tahu betul jika rahma sudah marah. Tidak bisa diganggu dan dibantah, jika sampai dibantah bisa saja hancur semua barang yang ada didalam rumah. Kandar memilih pergi dan masuk kamarnya, begitupun dengan hakim. Kini tinggal rahma saja yang duduk sendirian dan sedang berfikir bagaimana caranya dapat uang untuk menutupi kebutuhan dua minggu kedepan.


* Aku harus menemui istrinya satria dan aku akan meminta uang sama dia. Enak saja dia menikmati uang anakku begitu saja , sedangkan kami sebagai orang tua dan keluarga inti satria sama sekali tidak bisa bebas menikmati uang satria. * Gumam rahma dalam hatinya.


Rahmapun masuk kamar dan bersiap untuk menemui dinda. Dia tahu dimana cafe dinda berada, selesai bersiap tanpa pamit pada anak dan suaminya rahma langsung pergi begitu saja padahal ada suaminya dikamar yang sedang fokus main ponsel.


Setelah menempuh perjalan 40 menit dengan menaiki ojek online. Rahma sudah sampai di cafe milik dinda, rahma sangat kagum melihat bangunan cafe dua lantai yang menjadi usaha dinda. Cafe dinda benar - benar besar dan ada dua lantai.


" Selamat datang " Sapa karyawan cafe.


Rahma hanya meliriknya saja tanpa mau membalas sapaan karyawan tadi. Dia terus berjalan menghampiri meja kasir dan menanyakan keberadaan dinda sang pemilik cafe.


" Mana pemilik cafe ini ? Aku ingin bertemu ." Seru rahma dengan gaya bicara yang terdengar sombong.


" Maaf apa sebelumnya ibu sudah membuat janji. " Ucap karyawan cafe.


" Apa mertua datang harus buat janji dulu dengan anak menantunya. Sudah cepat antarkan saya keruangan dinda sekarang !" Bentak rahma lantang sampai ada beberapa pengunjung yang melihat kearahnya .


Daripada terjadi keributan akhirnya karyawan itupun mengantarkan rahma keruangan dinda. Dengan gaya sombongnya rahma melangkahkan kaki mengikut karyawan yang ada didepannya.


Karyawan itu lebih dulu mengetuk pintu untuk mendapatkan izin masuk dari sang pemilik ruangan.


" Masuk saja tidak dikunci " Seru dinda dari dalam.


Ceklekk.... Pintu terbuka dan masuklah rahma dan karyawan cafe tadi.


" Maaf bu , ibu ini memaksa untuk menemui ibu. Jadi saya antarkan saja karena tadi ibu ini marah - marah didekat meja kasir " Ucap karyawan cafe dengan sopan dan ramah.


Dindapun mendongakkan kepalanya melihat siapa yang ingin menemuinya sebab dia tidak merasa punya janji dengan siapapun.


" Mama " Seru dinda kaget.


" Kenapa kaget ? " Tanya rahma dengan ketus.


" Ira, kamu lagi kedepan. Dan tolong bilang sama pelayan antarkan minuman kesini. " Ucap dinda .


" Jangan lupa sama makanan juga , menu spesial yang ada di cafe ini !" Perintah rahma seenaknya.


Ira menatap kearah dinda dan dinda menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan apa yang diminta oleh mama mertuanya. Ira pun keluar dan menyiapkan apa yang diminta oleh rahma.


" Tumben mama datang kesini ? Ada perlu apa ma ?" Tanya dinda dengan sopan.

__ADS_1


Dinda tetap bersikap sopan dan ramah terhadap mama mertuanya meskipun mama mertuanya itu terlihat membencinya. Bahkan bicarapun terdengar sangat ketus , seakan menganggap dinda itu musuhnya.


" Aku mau minta uang, kami sudah kehabisan uang. Jangan pelit-pelit kamu. Lagipula kamu bisa seperti ini juga karena anakku kan jadi aku berhak juga meminta uang sama kamu " Ucap rahma dengan mudahnya meminta uang kepada dinda.


* Bukannya mas satria bilang setiap bulannya mama dapat jatah 10 juta untuk kebutuhan mereka bertiga. Ini baru juga dua minggu kenapa uang sudah habis. Aku harus bagaimana ? Kalau aku tidak memberinya uang pasti dia akan marah dan bikin onar disini * Gumam dinda dalam hatinya.


" Bukannya baru dua minggu yang lalu ibu dapat uang bulanan 10 juta dari mas satria ?" Tanya dinda pelan agar rahma tidak tersinggung.


" Heeehhh.... Tidak perlu banyak tanya, mau berapa puluh juta yang diberikan anakku itu bukan urusan kamu. Lagipula uang 10 juta itu bisa sampai mana ? Apa dikira bisa untuk sebulan, kami ini bertiga. Butuh makan, beli kuota internet, beli dan itu. Sekarang aku minta uang 10 juta dari kamu. Setiap awal bulan satria memberikan 10 juta dan kamu 10 juta jadi adilkan ?" Seru rahma semakin seenaknya dia meminta uang.


Saat dinda ingin menjawabnya, tiba - tiba ira dan satu temannya datang dan membawaka dua gelas jus alpukat dan 3 macam menu andalan yang dijual dicafe dinda. Makanan dan minuman itu ira susun diatas meja yang ada diruangan dinda.


" Makan saja dulu ma. Nanti kita lanjutkan pembicaraan kita. " Ucap dinda dengan sopan.


Tanpa menunggu lama rahma berpindah tempat , kini dia sudah duduk disofa menikmati makanan dan minuman yang sudah terhidang dimeja. Dari meja kerjanya dinda bisa melihat betapa rakusnya rahma saat makan, seperti orang seminggu tidak makan.


Baru juga 10 menit dua jus mangga dan 3 piring makanan sudah berpindah tempat kedalam perut rahma. Dinda yang melihat nya saja merasa mual sendiri bagaimana dengan rahma menghabiskan makanan 3 piring langsung tanpa tersisa.


" Kita lanjut bicaranya. Oh iya bilang sama pelayanmu siapkan menu yang seperti aku makan tadi masing - masing 3 untuk aku bawa pulang. " Seru rahma.


Dinda hanya mengangguk saja, tidak mau banyak berdebat dengan mama mertuanya .


" Memangnya anak mama dan papa tidak bekerja ? Kalau mau uang ya suruh mereka bekerja ma " Ucap dinda .


" Siapa kamu mau mengatur keluarga ku ? Kamu itu cuma orang luar jadi jangan ikut campur, sekarang mana uang 10 juta itu, cepat aku mau pulang." Seru rahma semakin seenaknya saja.


Hhuuuufffff... Dinda membuang nafas dengan berat. Kali ini dinda mau memberikan uang untuk mama mertuanya. Tidak untuk besok - besok, jika terus dituruti akan membuat mereka semakin malas bekerja dan akan mengandalkan satria dan dinda terus menerus.


" Ini uang 10 juta. Kali ini saja aku memberi mama uang. Tidak untuk besok - besok, seharusnya kalian itu tahu diri dan jangan asal meminta seenaknya begitu tanpa mau bekerja. Kalau hakim mau bekerja bisa di cafe ini, kebetulan sekarang cafe lagi butuh karyawan baru " Ucap dinda menawarkan pekerjaan untuk hakim.


" Aku tidak sudi anakku bekerja di cafe ini sebagai pelayan. Kalau ada lowongan menejer baru hakim aku perbolehkan bekerja disini. Ya sudahlah aku mau pulang, kasihan suami dan anakku yang belum makan. Padahal sudah lewat jam makan siang " Ucap rahmat bangkit dan berjalan menuju pintu hendak keluar.


Saat rahma memegang gagang pintu , tiba - tiba dinda memanggilnya.


" Jangan lupa makanan yang mau bawa pulang di bayar dulu. Untuk yang mama makan tadi gratis, anggap saja itu jamuan makan siang dari saya karena mama disini bertamu. Beda sama yang mama bawa pulang. Bisnis tetaplah bisnis. " Ucap dinda tegas.


" Ini cafe kamu kenapa harus bayar ? Pelit banget kamu " Sentak rahma ketus.


" Pilih bayar atau tidak bawa pulang makanan sama sekali ?" Tanya dinda tegas.


Rahma tidak menjawab, dia keluar ruangan dinda tanpa menjawab pertanyaan dinda. Namu dinda tidak ambil pusing sebab dinda sudah menghubungi pihak kasir untuk meminta uang bayaran untuk makanam yang dibawa pulang rahma.


Setelah berdebat panjang akhirnya rahma mau membayar makanan yang dia bawa pulang meskipun tidak dibayar full. Sebenarnya dinda tidak meminta uang bayaranpun tidak masalah, hanya saja dinda ingin memberikan sedikit pelajaran untuk mama mertuanya.


*********

__ADS_1


__ADS_2