Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Balasan satria


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Satria sudah kembali lagi keperusahaan , selama 10 hari dia off untuk pemulihan cidera dikakinya. Dan hari ini juga dia akan mulai memberikan pelajaran kepada rudi. Rudi harus menerima akibatnya, tidak ada kata ampun lagi untuk rudi.


" Apa kamu mau memberi pelajaran kakak iparmu itu sekarang ?" Tanya indra ingin tahu.


" Lebih cepat lebih baik, aku tidak mau menunggu lama - lama. Selama 10 hari ini dia sudah melenggang dengan bebas, menikmati keberhasilannya mencelakaiku. Kamu siapkan semua bukti - bukti yang ada. Aku ingin dia merasakan dinginnya lantai dalam penjara " Ucap satria sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Kamu tenang saja, semua bukti - bukti sudah ada ditangan ku. Sekarang tinggal hubungi polisi saja, biar dia yang bergerak dan kamu cukup diam duduk menerima hasilnya. " Ucap indra memberikan ide.


Satria diam dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Indra. Apa yang dikatakan indra ada benarnya juga, jika satria ikut kerumah mertuanya untuk melakukan penangkapan yang ada satria akan mendapat cacian langsung dari ibu mertuanya dan sinta, sebab rudi dan keluarga kecilnya sudah kembali tinggak dirumah orang tuanya.


" Baiklah, aku menunggu dikantor polisi saja. Jujir saja Ndra, seandainya tidak memandang bapak mertua ku yang begitu baik denganku. Aku akan menghajar dan melukai rudi terlebih dahulu baru aku seret kepenjara " Ucap satria dengan tegas.


" Itu soal nudah, kamu tinggal suruh orang - orang kita untuk menghajar dia terlebih dahulu sebelum kita gelandang kekantor polisi " Ucap indra dengan santainya.


" Tidak ! Aku tidak mau melibatkan orang lain untuk menghajarnya, biarkan saja penjara yang menjadi pelajaran untuk dia " Jawab satria dengan tegas.


Indra paham apa yang dikatakan oleh Satria, kini satria dan Indra pergi kekantor polisi utuk melaporkan rudi. Kali ini satria tidak main - main, sebab sudah menyangkut nyawa seseorang.


" Laporan bapak akan segera kami proses, dan siang ini juga kami akan memanggil dan menangkap saudara rudi dikediamannya. Kenapa Tuan satria tidak dari kemarin - kemarin melaporkannya ?" Tanya pak polisi.


" Ada alasan tersendiri yang tidak perlu saya kasih tahu pak. Oh iya tolong jangan panggil saya Tuan, panggil saja saya satria " Jawab satria tegas.


" Baiklah Satria. Nanti saat pelaku sudah ada dikantor polisi akan saya kabari. " Ucap pak polisi dengan ramah.


Selesai melaporkan rudi, satria dan indra kembali lagi keperusahaan. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Satria sudah tidak sabar melihat rudi meronta - ronta saat dibawa kekantor polisi. Satria sudah menyuruh orang untuk memvideo saat polisi menggelandang rudi.


Tringgg... Tringgg....


Ponsel satria berdering ada panggilan masuk dari sang nenek tercinta. Satria meletakkan penanya dan beralih mengambil ponselnya.


* Heemm.. Ada apa ya nenek menghubungi aku * Gumam satria.

__ADS_1


[ Hallo...Asalamualaikum nek ] Seru satria


[ Waalaikumsallam satria. Kamu sudah masuk kekantor lagi ? Nenek mau ketemu kamu, sekarang nenek sudah ada dijalan menuju perusahaan. Tunggu nenek disana , jangan pergi sebelum nenek datang ]


[ Baik nek ]


Sambungan telepon terputus , satria sangat heran ada perlu apa sampai neneknya datang menemuinya keperusahaan.


Setelah 30 menit menunggu nenek murni datang keperusahaan. Dan saat ini sudah berada di ruangan satria.


" Ada apa nek ? Sampai nenek harus datang menemui ku langsung keperusuhaan. ?" Tanya satria.


" Apa benar kamu sudah melaporkan orang yang menyabotase kendaraan mu ? Dan apa benar orang itu adalah kakak ipar kamu sendiri ? Apa kamu sudah memikirkan semua ini, karena sudah pasti merka akan semakin membencimu satria ?" Tanya nenek dengan beruntun.


Nenek murni hanya takut jika saudara - saudara iparnya akan semakin membencinya dan hubungannya dengan dinda akan terganggu. Nenek tidak mau rumah tangga mereka ikut goyah karena ulah kakak iparnya.


" Nenek tidak perlu khawatir. Insya allah satria sudah memikirkan semuanya. Dinda tidak akan marah karena aku sudah memenjarakam kakak kandungnya. Sebab dinda dan bapak mertua memang mendukungku untuk mengusut masalah ini tanpa pandang bulu. " Ucap satria menyakinkan sang nenek.


" Baiklah, apapun yang kamu lakukan nenek akan mendukungmu. " Ucap nenek murni terlihat mengalah.


Sementara itu saat ini dirumah orang tua dinda sedang terjadi perdebatan antara rudi dan pak karim. Rudi berniat untuk menggadaikan rumah yang saat ini ditinggali oleh pak karim. Pak karim tidak akan setuju karena rumah itu adalah milik dinda dan haknya dinda.


" Bapak tidak akan pernah setuju rumah ini kamu gadaikan ataupun kami jual. Karena rumah ini adalah milik dinda ! Bukannya kamu dulu sudah pergi dari rumah ini dan tidak sudi lagi tinggal disini. Lantas sekarang kenapa kamu justru menginginkan rumah ini. !" Bentak pak karim dengan kesal.


Perdebatan semakin memanas karena ibu rahayu ikut campur dan mendukung rudi untuk menggadaikan rumah. Dengan alasan untuk membuka usaha, jika belum apa-apa saja rumah yang sudah dikorbankan ? Bagaiman usaha akan lancar ?


" Sudahlah pak serahkan saja sama rudi, tah cuma digadaikan. Ibu yakin rudi bisa membayae cicilannya sampai selesai. Sama anak sendiri jangan pelit- pelit pak. Benar kata rudi kalau dinda itu sudah tidak mungkin mau sama rumah ini. " Ucap ibu rahayu membela rudi anak kesayangannya itu.


" Jika rudi tidak bisa membayar cicilannya rumah kita bakal disita buk. Terus kita mau tinggal dimana ?" Tanya pak karim serius.


" Kita masih punya sawah, meskipun tidak seberapa nanti bisa kita jual untuk membayar cicilan atau menebit sertifikat yang tergadaikan. " Ucap ibu rahayu dengan santainya.


Pak karim mengepalkan kedua tangannya, tidak menyangka istrinya akan membela rudi sampai segitunya. Bahkan sampai memberikan apa yang sudah menjadi haknya dinda.


" Peemisi " Seru seseorang dari luar pintu.


Semua pasang mata mengarah kearah pintu, disana sudah ada 2 orang polisi yang berseragam lengkap. Semua terheran - heran ada apa sampai polisi datang kerumah mereka. Rudi sendiri juga terlihat tenang karena dia merasa tidak punya masalah.


Pak karim bangkit dan menemui dua polisi itu dan menanyakan maksud dan tujuan mereka datang.

__ADS_1


" Iya pak, ada yang perlu saya bantu pak ?" Tanya pak karim dengan ramah.


" Maaf apa ini rumah bapak karim ?" Tanya seorang polisi dengan tegas.


" Benar pak, dan saya pak karim. Ada apa ya pak ?" Tanya pak karim yang masih saja tidak tahu tujuan polisi datang kerumahnya.


" Bagini pak, kami datang kemari membawa surat penangkapan untuk saudara Rudi irawanto, dan dimana beliau sekarang tinggal dirumah bapak " Ucap polisi dengan tegas menyampaikan tujuan dia datang.


Jderrrr....


Pak karim dan semua yang ada diruang tamu sangat syok mengetahui polisi itu datang karena ingin menangkap. Rudi sendiri hampir tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


Semu pasang mata melihat kearah rudi , rudi sendiri hanya menggelengkan kepalanya seban dia belum sadar apa yang sudah dia lakukan terhadap satrialah yang nenggiring dirinya ditangkap polisi.


" Saya Rudi pak? Saya salah apa sampai saya harus ditangkap ? Bapak jangan macam - macam, bisa saya tuntut bapak kalau sampai salah tangkap. Apalagi saya ini punya adik ipar kaya raya yang kapanpun akan membantu saya dan menuntut balik kalian " Ucap rudi dengan sombong.


" Maaf pak, kami hanya menjalankan tugas kami saja. Lebih baik sekarang bapak ikut kami kekantor polisi dan jelaskan semuanya disana. " Ucap pak polisi.


" Tidak mau! Memangnya siapa yang melaporkan saya dan atas dasar kesalahan apa saya dilaporkan ?" Tanya rudi ingin tahu siapa yang sudah lancar melaporkannya, sebab dia merasa tidak pernah ada masalah.


" Bapak Satria yang melaporkan anda atas kasus kecelakaan yang menimpa pak satria. " Ucap polisi dengan tegas.


Deg....


Kini jantung rudi benar - benar tidak aman, rudi tidak pernah menyangka jika adik iparnya sendiri yang sudah melaporkannya. Bahkan atas tuduhan kecelakaan yang dialami satria.


* Apa satria sudah tahu jika aku yang sudah merusak ren mobil dia. Sialan ! Kalau seperti ini aku bisa dihukum berat. Ini tidak bis dibiarkan, aku tidak mau masuk penjara * Gumam rudi dalam hatinya.


Plakk plakk


Pak karim menampar rudi dengan penuh amarah, ternyata anaknya sendiri yang sudah mencelakai satria.


" Bapak !" Teriak ibu rahayu dan sinta bersamaan.


" Apa ? Ibu masih saja mau membela anak tidak tahu diri ini. Yang bisanya bikin masalah saja, sudah pak bawa saja dia dan hukum seberat - beratnya " Ucap pak karim dengan kesal.


" Mas ini semua tidak benar kan ?" Tanya sinta ingin tahu jawaban rudi secara langsung.


Rudi tidak menjawab, dia hanya menunduk malu karena kejahatannya sudah diketahui oleh semuanya. Sekarang dia terima nasibnya saja, polisipun membawa rudi kekantor polisi.

__ADS_1


Ibu rahayu dan sinta ikut kekantor polisi dengan mengendarai motor yang dia pinjam dari tetangga. Rudi dan sinta sudah benar - benar miskin, sampai motor saja tidak punya.


**********


__ADS_2