
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dua minggu berlu
Pagi ini di rumah pak Karim di hebohkan dengan teriakan Cahaya yang mengaduh kesakitan. Cahaya membuat seisi rumah kaget dan berlarian menghampiri Cahaya yang ada di dapur membantu ibu Rahayu menyiapkan sarapan.
" Adduuhhh... Sakittt. Aduhhh."Seru Cahaya tiba-tiba mengagetkan ibu Rahayu yang sedang mencuci ayam.
Ibu Rahayu pun langsung mematikan kran dan menghampiri Cahaya yang sedang menumis bbu untuk membuat sop ayam.
" Cahaya kamu kenapa nak? Apa yang sakit?." Tanya ibu Rahayu panik dan langsung mematikan kompor Cahaya.
" Aduhhh perut ku sakit banget bu. Ini sakit !!."Cahaya berteriak kesakitan dan terdengar sampai teras depan dimana pak Karim, Reno dan Joni sedang beraktifitas disana.
" Kamu mau melahirkan? Ya Allah, itu ketuban kamu sudah pecah Cahaya?." Seru ibu Rahayu melihat lantai yang di injak Cahaya sudah basah.
Reno, pak Karim dan Joni pun berlari menghampiri Cahaya. Mereka khawatir jika terjadi sesuatu dengan Cahaya. Ditambah lagi mereka juga mendengar suara ibu Rahayu yang terdengar panik.
" Ada apa bu?."Seru Reno khawatir.
" Reno !! Cahaya mau melahirkan, cepat kamu siapkan mobil nya. Lihat itu air ketubannya sudah pecah."Seru ibu Rahayu dengan panik.
" Tapi mobilnya belum selesai di cuci bu, masih banyak sabunnya."Seru Reno dengan polosnya.
Pllakkk
Pak Karim memukul kening Reno, betapa bodohnya Reno. Sudah tahu isttinya kesakitan mau melahirkan malah mikirin mobil yang belum selesai di cuci. Pak Karim di buat geram dengan kelakuan Reno yang terlalu polos itu.
" Sudah pakai saja mobil itu, mau banyak sabun atau tidak yang penting Cahaya bawa kerumah sakit. "Seru pak Karim.
" Siap pak."Seru Reno.
Reno mengangkat Cahaya dan membawanya keluar menuju dimana mobil berada. Ibu Rahayu masuk ke kamar Reno mengambilkan celana ganti untuk Reno, mana mungkin Reno ke rumah sakit dengan memakai celana pendek saja. Ibu Rahayu juga mengambil tas yang berisi perlengkapan bayi yang sudah disiapkan Cahaya jauh-jauh hari.
" Sakit mas."Seru Cahaya meringis kesakitan.
" Sabar ya sayang, kita sebentar lagi kerumah sakit."Seru Reno sambil mengusap peluh yang membasahi wajah Cahaya.
Terlihat ibu Rahayu yang berlari dari arah dalam rumah, dengan menenteng tas dan celana untuk Reno.
" Reno cepat kamu pakai dulu celana ini. Masa iya kamu mau pakai celana seperti itu ke rumah sakit, yang ada kamu akan diketawain orang. Cepat pakai dan langsung kerumah sakit."Seru ibu Rahayu.
Reno menerima celana panjang di ulurkan ibunya dan dengan buru-buru dia memakainya rangkap langsung dengan celana pendeknya. Setelah itu dia langsung melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Jalanan masih terlihat lenggang karena memang masih terlalu pagi.
__ADS_1
" Tahan ya, Cahaya. Orang melahirkan memang seperti itu, tapi nanti jika anak itu sudah lahir rasa sakitnya akan hilang dan terganti dengan rasa bahagia yang teramat dalam."Ucap ibu Rahayu sambil mengusap perut Cahaya.
" Iya bu. Maaf ya bu, Cahaya sudah merepotkan ibu dan semuanya. Gara-gara Cahaya ibu tidak jadi memasak."Ucap Cahaya.
" Sudah, jangan mikirin hal itu. Sekarang ini yang terpenting fikirin kamu saja. Ibu yakin pasti kamu bakalan bisa dan kuat, Cahaya calon ibu yang kuat."Ucap ibu Rahayu dengan tulus.
Cahaya sangat senang dan bahagia mempunyai ibu mertua sebaik dan sesigap ibu Rahayu. Selama Cahaya menjadi menantu nya, Cahaya belum pernah mendapatkan perlakuan buruk dari mertuanya. Ibu Rahayu memperlakukan Cahaya seperti anak kandungnya sendiri.
******
Di rumah sakit lain, dari kemarin Sarah kembali masuk rumah sakit karena imun tubuhnya semakin menurun dan tubuhnya pun jauh lebih kurus. Penyakit yang di derita Sarah sepertinya sudah menyebar dan menyerang imunnya. Sarah sama sekali tidak pernah memeriksakan kesehatannya dan juga tidak mengkonsumsi obat yang sudah pernah disarankan dokter.
Kehamilan Sarah juga sudah 8 bulan, namun beruntungnya anak dalam kandungan Sarah tidak kekurangan suatu apapun. Anak itu tumbuh sehat dalam kandungan.
" Ini kejadian yang tidak biasa. Maaf, biasanya orang yang menderita penyakit kelamin sangat berpengaruh dengan perkembangan janin dan bisa juga janin terlahir cacat. Tapi anak dalam kandungan ibu Sarah ini semua organ-organnya lengkap. Semoga dia terlahir dengan baik."Ucap dokter menjelaskan semuanya kepada Sarah dan Ira.
Sarah mendengarkan semua yang sudah di jelaskan oleh Dokter. Tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menagis dan meneteskan air matanya. Dia merasa berdosa dulu pernah mengharapkan anak dalam kandungannya mati. Dan dia juga jarang memeriksakan kandungannya dan meminum vitamin.
" Terima kasih, Dokter."Ucap Sarah dengan pelan.
" Sama-sama ibu, Sarah. Kalau begitu saya tinggal ya. Ibu Sarah istirahat yang cukup dan jangan lupa minum obatnya."Ucap Dokter wanita itu dengan ramah.
Sarah hanya mengangguk pelan, setelah dokter itu keluar, Ira mendekati Sarah dan menggenggam tangan Sarah erat untuk menguatkan hati Sarah.
" Mbak Sarah harus optimis, mbak pasti bisa sembuh dan merawat anak mbak dengan baik. Mbak semangat, ini demi anak dalam sini."Ucap Ira mengusap lembut perut Sarah.
* Aku tidak tahu bagaimana nasib anak ini jika aku sudah tiada nanti. Aku merasa jika penyakit ini tidak akan sembuh. Bahkan tubuhku semakin hari semakin kurus dan lemas, untuk bangun dari tempat tidurpun aku terkadang tidak kuat. Siapa yang akan merawat anakku nanti? Ira? Sepertinya tidak mungkin,dia saja seorang janda yang hidupnya serba pas-pasan. Dia ada anak dan orang tuanya yang harus dia nafkahi. Labtas siapa?.*Gumam Sarah dalam hati.
" Mbak Sarah kok melamun? Mbak mau makan?." Tanya Ira dengan pelan.
" Tidak Ira, aku tidak lapar. Oh iya, bagaimana soal mobil ku? Apa sudah ada orang yang menawarnya?." Tanya Sarah ingat jika dia memang akan menjual mobilnya untuk kebutuhab hidupnya.
Sarah sudah tidak punya tabungan lagi, uang yang dia dapat dari hasil jual rumah dan morotin Hakim juga semakin menipis, dia butuh uang untuk biaya hidupnya dan untuk biaya rumah sakitnya yang tidak sedikit. Belum lagi jika dia melahirkan nanti.
" Oh nanti sore orangnya akan datang untuk melihat kondisi mobilnya mbak. Aku minta bantuan pak Rt untuk urusan ini, soalnya aku juga tidak seberapa paham dengan urusan jual beli mobil."Ucap Ira berterus terang.
" Iya tidak apa-apa mbak. Untuk surat-suratnya kemarin sudah sama mbak Ira semua kan? Aku pokoknya percaya saja sama mbak Ira. Terima kasih ya mbak sudah mau menolong saya, selama ini mbak Ira sudah banyak membantu saya. Maaf jika saya pernah marah atau berkata ketus sama mbak."Ucap Sarah sepertinya dia sudah mulai menyadari kesalahan dan kekeliruannya.
" Mbak Sarah jangan bicara seperti itu, sesama manusia memang harus tolong menolong. Mbak Sarah tidak perlu mikir yang aneh-aneh, yang penting sekarang mbak Sarah istirahat agar biar cepat sembuh."Seru Ira memberikan suportnya untuk Sarah.
" Aku tidak akan bisa sembuh mbak. Tapi aku ingin melahirkan anak ini dulu sebelum aku pergi." Ucapan Sarah sudah melantur kemana-mana.
Ira menahan air matanya agar tidak terjatuh, dia tidak mau menangis di depan Sarah. Ira tahu betul bagaimana keadaan Sarah, sehingga sedari tadi dia mencoba menghibur Sarah agar tidak banyak fikiran.
" Mbak Sarah pasti sembuh. Jangan berfikir seperti itu, hidup dan mati manusia itu ada di tangan Allah bukan kita yang menentukan." Ucap Ira menasehati Sarah.
" Iya mbak." Jawab Sarah terdengar pasrah.
******
__ADS_1
Kembali lagi ke rumah sakit dimana saat ini Cahaya sedang menjalani proses melahirkan anak pertama nya.
Oooeekk Oooeekk Oooeekk
Suara tangisan bayi terdengar dari ruang bersalin. Reno dengan reflek menciumi istrinya yang sudah berkorban dan berjuang melahirkan babby Girl mereka.
" Terima kasih sayang, terima kasih." Seru Reno penuh rasa syukur.
" Pak, anaknya mau di adzanin sekarang apa tinggu dia dibersihkan dulu?." Tanya suster sambil menggendong bayi Reno.
" Dibersihkan saja dulu, Sus."Jawab Reno dengan cepat.
Sebenarnya langsung di adzani juga tidak masalah, namun Reno ingin saat dia mengadzani anaknya, anaknya dalam keadaan bersih dengan alasan agar anak tidak kedinginan.
" Mas, aku sudah menjadi seorang ibu yang sesungguhnya."Ucap Cahaya haru campur bahagia menjadi satu.
" Iya sayang."Jawab Reno sambil membelai pipi Cahaya dengan lembut.
Eehhemm eheemm
Dokter sengaja berdehem untuk mengingatkan mereka jika disana masih ada dokter. Seketika Reno dan Cahaya memandang kearah dokter yang berdiri di belakang Reno.
" Ehh masih ada bu dokter."Seru Reno malu-malu.
" Iya pak saya masih disini. Selamat ya pak atas kelahiran anaknya. Setelah ini ibu Cahaya akan di pindahkan keruang perawatan, nanti bayi bapak dan ibu akan diantarkan. Kalau begitu saya permisi ya pak, buk. Sebentar lagi ada perawat yang membawa ibu ke ruang rawat." Ucap Dokter itu dengan ramah.
" Iya dokter terima kasih."Jawab Cahaya dan Reno bersamaan.
Dua perawat masuk keruangan itu dan membawa Cahaya untuk pindah ke kamar rawat inap. Dari belakan Reno mengikut dua perawat itu, Reno sampai melupakan jika ibunya sedari tadi sendirian didepan ruang bersalin.
" Haahh ibu? Ibu masih ada di sini? Reno lupa bu, maaf." Seru Reno yang benar-benar lupa.
" Bocah semprol, ibunya sendiri di lupakan. Ini kamu mau kemana?." Tanya ibu Rahayu.
" Mau ke kamar rawat inap Cahaya bu. Ya sudah yuk kita kesana saja, sini tasnya biar Vito yang bawa. Kita ikutin dua perawat yang ada didepan itu bu."Ucap Reno.
" Hemm.. Ren, jangan lupa hubungi ibu mertua kamu, kasih tahu kalau Cahaya sudah melahirkan."Ucap ibu Rahayu mengingatkan.
Plaakk
Reno memukul keningnya sendiri, dia lupa memberitahu ibu Nusri sang mertua jika Cahaya sudah melahirkan. Dan yang parah lagi, dia sendiri lupa membawa ponselnya yang tadi pagi dia cas di dekat Televisi.
" Tapi Reno lupa bawa ponsel bu? Ibu bawa ponsel apa tidak?." Tanya Reno.
" Ini ponsel kamu sudah ada di dalam tas ini, tadi saat mau keluar rumah ibu lihat ponsel kamu masih kamu cas. Ya sudah ibu ambil dan langsung masuk tas ini."Seru ibu Rahayu memberitahu.
" Terima kasih bu. Ibu memang ibu paling sigap dan ibu terthebest deh."Seru Reno sambil merangkul pundak ibu Rahayu dari samping.
Langkah kaki mereka berhenti tepat di kamar Mawar nomor 53. Kamar rawat yang saat ini di tempati oleh Cahaya. Setelah 3 menit mereka ada didalam, ada satu perawat datang membawa masuk anak Reno dan menyerahkannya kepada Reno untuk di adzanin terlebih dahulu.
__ADS_1
*********