Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Penagih hutang


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tok Tok Tok


" Permisi "


Seru seseorang mengetuk pintu rumah ibu ratri, namun cukup lama menunggu pintu tetap belum dibuka oleh sang pemilik rumah. Orang itu tidak menyerah dia terus mengetuk pintu sampai akhirnya pintu terbuka dan nampak jelas sang empunya rumah berdiri di ambang pintu.


" Maaf cari siapa ya bu?" Tanya pak karim pada tamunya yang dia sama sekali tidak mengenalnya.


" Apa benar ini rumahnya ibu rahayu ?" Tanya orang itu dengan ramah dan sopan.


" Iya benar. Dan ibu ini siapa ya dan ada perlu apa dengan istri saya ?" Tanya pak karim lagi mencari tahu .


Melihat tamunya merasa tidak nyaman bicara sambil berdiri, akhirnya pak karim mempersilahkan tamunya untuk masuk terlebih dahulu. Lagipula sang istri juga ada dirumah. Setelah tamunya duduk pak karim memanggil istrinya, lebih tepatnya membangunkan istrinya yang sedang tidur siang.


" Bu , bangun ada teman ibu datang mencari ibu" Seru pak karim membangunkan istrinya.


" Eeemm... Siapa sih pak ? Apa tidak ada pekerjaan sih dia itu siang - siang begini bertamu. Ganggu orang tidur siang saja. Siapa sih pak ?" Tanya ibu rahayusambil turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Selesai mencuci muka ibu rahayu merapikan rambutnya yang berantakan. Maklum orang baru bangun tidur pasti wajah kusut dan rambut berantakan.


" Bapak mana tahu teman ibu itu siapa saja. Kalau seputaran tetangga bapak pasti tahu. " Ucap pak karim.


Hhhuuufff...

__ADS_1


Dengan malas ibu ratri keluar kamar untuk menemui tamunya. Dia sendiri penasaran siapa yang datang mencarinya sampai harus mendatangi rumahnya. Pak karim memilih diam dikamar saja sambil mencari tahu dengan cara mendengarkan pembicaraan antara istrinya dan tamunya.


Saat mengetahui tamunya adalah ibu Susi, ibu ratri langsung bengong sambil menelan salivanya sendiri. Dia lupa jika punya hutang dengan ibu Susi sebesar 15 juta dan waktu jatuh tempo pembayaran sudah seminggu yang lalu. Uang itu dia pinjam untuk rudi, saat rudi ingin berbisnis dengan temannya ternyata gagal dan uangnyapun tidak rudi kembalikan.


Saat itu rudi butuh modal 50 juta dan dia ada 35 juta, kurang 15 juta dan meminta ibunya untuk mencarikan uang itu. Ibu rahayu meminjam kepada ibu susi 15 juta dan dalam 3 bulan harus dikembalikan dengan bunga 15% sebulan.


" Hai ibu rahayu apa kabar ? Kaget ya saya datang kerumah ibu ? Kalau ibu bayar tepat waktu pasti aku tidak akan datang kemari bu. Ingatloh perjanjian tidak boleh mangkir saat pembayaran. Aku sudah memberikan keringanan selama seminggu tapi tetap saja tidak ada kabar kapan mau bayarnya. Jadi kapan nih mau bayar ? Tapi sayangnya aku sudah tidak mau memberi keringanan lagi. Aku mau hutang itu dibayar hari ini juga berikut dengan bunganya. " Ucap ibu susi dengan tegas tanpa ada bantahan.


* Ini gara - gara aku sibuk dengan masalahnya rudi sampai aku lupa soal hutangku sama ibu susi. Lintah darat ini pasti akan mencekikku jika aku tidak membayarnya sekarang juga . Huuhhh dapat uang darimana ini. Uang itu cukup banyak, apalagi sekarang aku sudah tidak ada uang, ada juga untuk belnja kebutuhan sehari - hari " Gumam ibu rahayu dalam hatinya.


" Jadi hutangku semua ada berapa ?" Tanya ibu ratri pura - pura ingin membayar padahal uang saja dia tidak punya.


" Hutang ibu rahayu 15 juta dan bunga 15% perbulan. Jadi bunga untuk sebulan itu 2.250.000 kalikan saja 3 bulan jadi total hutangnya 21.750.000 genapin 22 juta karena ibu sudah telat seminggu. Jadi bagaimana apa bisa dilakukan pembayaran sekarang ?" Tanya ibu susi dengan senyum mengembang .


Apa ?


Pak karim tiba - tiba keluar kamar dan langsung menghampiri istrinya. Pak karim tidak tahu jika istrinya punya hutang sebanyak itu. Untuk apa uang itu dan mau bayar pakai apa? Apalagi dia berhutang dengan rentenir kampung sebelah.


" Iya pak istri bapak ini berhutang kepada saya 15 juta dengan bunga 15 % perbulan. Ini sudah lebih jatuh tempo tapi istri bapak belum juga membayar hutangnya" Ucap ibu susi dengan gamblang.


" Untuk apa uang itu bu. Kalau untuk makan kebutuhan kita sehari - hari sudah ada jatah bulanan dari dinda dan satria itu lebih dari cukup. Beras kita tidak beli karena kita dapat bagian dari orang yang menggarap sawah kita. Untuk apa uang itu bu ? Jangan bilang uang itu untuk rudi.?" Seru pak karim dengan tegas.


Mendengar suara ribut - ribut dan nama suaminya disebut - sebut membuat sinta yang sedang tidur terbangun dan keluar kamar untuk mencari tahu ada apa diluar kamar sampai pak karim bicara dengan keras.


" Ada apa sih ini ? Ribut terus" Seru sinta dengan wajah khas orang bangun tidur.


" Loh inikan ibu rentenir itu ? Kok dia ada disini bu ? Apa ibu belum membayarkan uang 15 juta yang waktu itu kita pinjam untuk usaha mas rudi ?" Tanya sinta dengan polosnya tanpa tahu jika saat ini bapak mertuanya sedang marah karena hutang itu.


" Jadi benar uang itu ibu pinjam untuk rudi anakmu yang tidak tahu diri itu ! Mau sampai kapan bu kamu selalu memprioritaskan rudi, sampai kapan ?" Bentak pak karim dengan lantang.


Ibu susi sampai terlonjak kaget dengan teriakan pak karim. Sinta menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal , dia tidak tahu jika bapak mertuanya sedang marah jadi dia bicara asal ceplos saja. Dia juga mengira jika bapak mertuanya sudah tahu semuanya.

__ADS_1


Lirikan tajam ibu ratri berikan kepada sinta, sinta hanya nyegir kuda.


" Emmm.. Maafkan ibu pak. Waktu itu rudi mau join bisnis dengan temannya. Tetapi modal rudi kurang 15 juta dan dia minta tolong ibu untuk mencarikan pinjaman dan akhirnya ibu pinjam sama ibu susi ini. " Ucap ibu ratri menjelaskan.


" Terus mana hasil dari bisnis itu ?" Tanya pak karim .


" Bisnisnya gagal karena teman rudi sudah dapat patner bisnis lain. " Seru ibu ratri menjelaskan.


" Lalu uang yang 15 juta itu tidak rudi kembalikan, tetap masuk kantong rudi atau sinta ? Dasar anak benalu !Terus kalian bagaimana mau bayar hutang sama ibu susi ini. Bapak tidak mau tahu kalian urus sendiri masalah hutang itu. Jangan pernah melibatkan bapak dalam masalah hutang kalian " Ucap pak karim dengan tegas.


Pak karim pergi keluar rumah karena tidak mau dilibatkan urusan hutang istrinya. Sepeninggalan pak karim, sinta dan ibu rahayu berdebat masalah pembayaran hutang dan membuat ibu susi geram dan dia mengancam akan menyegel rumah jika hari ini hutang itu tidak dibayarkan.


" Hutang saya itu cuma 15 juta berikut bunganya sekitar 22 juta. Jadi kalau kamu menyegel rumah saya ini itu sangat jauh dari hitungan. Enak saja main segel rumah, memangnya ini rumah tidak laku dijual. Tenang saja pasti hari ini juga akan saya bayar. Sinta cepat serahksn kalung yang kamu pakai itu untuk membayar hutang suami kamu. Lagipula uang itu kamu juva yang memakai untuk beli kalung itukan ?" Seru ibu rahayu.


" Tidak bisa bilang begitu dong bu. Inikan kalung aku dan aku beli juga beli sendiri tanpa minta dari ibu. " Seru sinta menolak dengan tegas.


" Tapi itu uang dari hutang kan ? Cepat kamu serahkan atau kamu aku usir dari rumahku dan kamu tidur dikolong jembatan. Cepat serahkan kalung dan gelang kamu, ibu tahu itu semua lebih dari 20 juta" Ucap ibu rahayu lagi.


Hhhuuuffffttt...


Sinta tidal bisa berbuat apa-apa, akhirnya kalung dan gelang itu harus dia relakan untuk mrmbayar hutang. Apadahal kalung dan gelang itu sinta beli dengan total harga 25 juta. Ibu susi juga meminta surat perhiasan itu agar dia tahu kadar dan berat perhiasan itu.


" Nah beginikan mudah tidak perlu aku marah - marah dulu. Lain kali kalau mau bergaya itu lihat - lihat isi dompetnya dulu dong, sesuaikan sama keuangan " Ucap ibu susi menasehati.


" Baiklah kalau begitu aku pamit dulu. Bye..." Ibu susi pulang sambil melambaikan tangannya.


Sinta dan ibu rahayu memandang jengah kearah ibu susi. Wanita paruh baya itupun pulang dengan mengendarai mobil seorang diri tanpa ditemani oleh sopir pribadinya.


* Pokoknya aku akan meminta ibu untuk mengganti perhiasan ku yang tadi sudah diserahkan untuk bayar hutang * Gumam sinta dalam hatinya.


Dia juga pergi masuk kamar dengan kaki yang dihentak - hentakkan dengan kuat. Mulut terus menggerutu tidak jelas, sangat - sangat menyayangkan perhiasan yang dia bangga - banggakan yang dia pamerkan harus raib untuk bayar hutang.

__ADS_1


***********


__ADS_2