
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Jam 1 malam Joni terbangun dan kepalanya terasa sangat sakit, Joni bangun sembari memegangi kepalanya dan memperhatikan kesekitaran kamar nya. Joni heran kenapa dia ada dikamar, padahal seingatnya tadi dia sedang makan siang dengan Sarah.
"Kenapa aku ada dikamar dan ini kamar siapa? Bukannya aku tadi sedang makan siang sama mama dan kenapa sudah sampai sini?." Seru Joni sambil mengingat-ingat apa yang sudah terjadi namun dia tidak ingat yang lainnya selain saat dia makan siang dengan sang mama.
Joni melirik jam yang tergantung di dinding kamar, dia kaget saat melihat jam itu sudah menunjukan jam 1 malam. Joni melihat pakaiannya masih mengenakan pakain sekolahnya, dia semakin bingung ada dimana dia saat ini.
"Ini dimana? Sebenarnya apa yang terjadi dengan ku?." Seru Joni terus bertanya pada dirinya sendiri.
"Kemana ponselku?." Tanya Joni sembari mencari ponselnya namun tidak dia temukan juga.
Ceklekkk
Pintu kamar terbuka dan masuklah Sarah ke kamar yang ditempati Joni. Sarah mendekati Joni yang masih saja terlihat kebingungan sembari memegangi kepalanya.
"Kamu sudah bangun, Joni?." Tanya Sarah menghampiri Joni yang sedang duduk di pinggir ranjang.
"Mama sekarang ini aku ada dimana? Kenapa aku bisa ada disini juga ma?." Tanya Joni dengan jebingungan.
"Sudahlah Joni kamu jangan banyak tanya. Yang penting sekarang kamu ada sama mama, wajar dong mama ini juga orang tua kandung kamu jadi kalau kamu tinggal sama mama ya tidak ada salahnya. Sudahlah jangan banyak tanya lagi, lebih baik kamu istirahat dan tidur lagi karena ini masih tengah malam."Seru Sarah memaksa Joni untuk kembali tidur.
"Mama mana ponsel, Joni? Joni mau menghubungi papa sebab papa pasti akan mencari keberadaan Joni. Dan mereka semua akan khawatir, sebab Joni tadi tidak pamit sama papa dan Bunda Cahaya terlebih dulu.
Brraaakkkk
Sarah memukul lemari yang ada dikamar itu, dia tidak suka Joni menyebut nama wanita yang menjadi rivalnya untuk mendapatkan hati Reno kembali. Pandangan Sarah tajam kearah Joni, seakan ingin menguliti Joni.
"Sekali lagi kamu sebut nama wanita murahan itu, mama pastikan kamu tidak akan bisa pulang. Mama tidak suka jika kamu menyebut nama wanita itu. Mama ini orang yang sudah melahirkan kamu, ingat Joni !! Surga mu ada sama ku Joni ! Jadi patuhlah sama Mama, mama hanya ingin kamu patuh dengan kata-kata mama. "Seru Sarah dengan kesal.
"Sebenarnya apa mau mama?." Tanya Joni dengan suara melemah.
__ADS_1
Joni cukup tahu diri dan punya rasa malu jika harus bicara dengan kuat. Suasana memang sudah tengah malam, dan Joni tidak tahu situasi ditempat dia berada saat ini.
"Kamu akan pulang saat papa kamu sudah setuju menikah kembali dengan mama. Tidak peduli dia sudah istri, yang penting kita bisa hidup bersama-sama lagi seperti dulu."Seru Sarah dengan suara terdengar tegas dan berambisius.
"Jadi mama menjadikan Joni sebagai alat untuk mendapatkan papa lagi? Dasar licik sekali kamu Ma, mama tega melakukan ini dengan Joni. Joni benci mama, sampai kapanpun Joni akan membenci mama."Seru Joni sambil mencobenahan amarahnya.
"Maaf kan mama Joni. Hanya dengan cara ini papamu bisa mama dapatkan lagi, tolong bantu mama untuk bisa rujuk lagi dengan papa mu, Joni. Hanya papa mu yang bisa membebaskan mama dari jeratan tante Sinta. Apa kamu tidak kasihan dengan mama, Joni?." Tanya Sarah dengan suara yang memelas.
Sarah sudah berlinangan air matanya, dia sengaja berakting sedih dan menangis. Air mata yang dia keluarkan adalah air mata kepalsuan. Joni hanya terdiam mendengarkan isakan tangis Sarah. Dia tidak tahu harus berbuat apa, dalam hatinya dia sangat kasihan dengan Sarah. Namun kenyataannya dia juga tidak mau jika Sarah dan Reno rujuk, ada Cahaya yang saat ini sudah menjadi mama sambungnya.
"Papa tidak akan mau rujuk dengan mama, karena dia sudah mendapatkan wanita yang lebih baik dari mama. Dan sangat-sangat mustahil mama bisa menaklukkan hati papa. Sudahlah ma, percuma juga kita berdebat karena memang papa dan mama sudah tidak bisa hidup bersama lagi seperti dulu. Kalau mama memaksa dan menjadikan Joni alat seperti ini justru mama sendiri yang akan rugi. Papa pasti akan murka dan melaporkan mama kepolisi, apalagi ada om Satria."Seru Joni dengan cukup jelas di pendengaran Sarah.
Sarah tidak peduli apapun yang dikatakan oleh Joni. Sebab tujuannya hanya satu, yaitu bersatu kembali dengan Reno dan terlepas dari Sinta. Sarah meninggalkan kamar Joni dan menguncinya dari luar, dia masuk kekamarnya sendiri dan sampai sekarang pun dia belum menghidupkan ponselnya.
************
"Kenapa mas Reno tidak bilang dari semalam? Kalau dari semalam mas Reno bilang pasti aku dan Indra sudah mencari keberadaan Sarah dan Joni. Aku akan meminta Indra untuk mengerahkan teman-teman si Bone, Mas."Seru Satria.
Saat ini Satria ada di rumah pak Karim, saat perjalanan ke kantor Reno menghubunginya untuk datang terlebih dahulu ke rumah pak Karim. Dan ternyata Reno memberitahu jika Joni di bawa Sarah.
"Maaf, aku awalnya tidak mau memberitahu kamu karena aku tidak mengganggu kamu dan Dinda. Apalagi kalian 3 hari lagi mau ke Jerman, tentunya kalian juga sibuk mempersiapkan semuanya. Aku dan Beni sudah melacak ponsel Sarah dan Joni tetapi tidak terdeteksi."Seru Reno menjelaskan.
Belum sempat Satria menanggapi ucapan Reno, ponsel Reno sudah berdering ada panggilan masuk. Reno terbelalak saat mengetahui jika Sarah lah yang menghubunginya.
"Sarah."Seru Reno kaget.
"Angkat dan loudspekernya mas, biar kita semua ikut mendengarnya."Ucap Satria memberi usul.
"Iya."Jawab Reno dengan cepat.
Reno tidak membuang-buang waktu lagi, dengan segera dia menganggkat sambungan telepon dari Sarah.
[Hallo Sarah, kamu bawa kemana Joni? Jangan macam-macam kamu Sarah !.] Reno langsung memberondong Sarah dengan banyak pertanyaan sehingga membuat Satria menggelengkan kepalanya.
[Tenang dulu dong mas, aku tidak mungkin menyakiti Joni. Joni itu abak kandungku sendiri loh Mas, jadi jangan khawatir Joni baik-baik saja sama aku.] Jawab Sarah dengan suara manjanya.
[Mana Joni? Aku ingin bicara dengan Joni.]
__ADS_1
[Joni sedang makan, oh iya bagaimana semalaman tidak bersama Joni? Apa tidur mu dan istri barumu itu nyenyak, Mas Reno ku sayang.]
[Apa maksud kamu Sarah? Awas saja kalau kamu melukai Joni !!.]
[Tidak ada maksud apa-apa. Hemm aku akan mengembalikan Joni jika kamu bersedia menikah atau rujuk denganku. Jika kamu tidak mau rujuk, jangan harap Joni akan kembali bersamamu. Jangan takut, untuk sementara Joni tidak akan aku sakiti, tapi tidak tahu dengan nanti.]
[Kurangajar !! Kamu sudah gila, Sarah ! Aku ini sudah menikah dan tidak mungkin aku menikah lagi denganmu. Sarah, Joni itu anak kandung kamu tetapi kenapa kamu perlakukan seperti ini. Sampai kamu macam-macam, aku tidak segan-segan menghancurkanmu, Sarah !!.]
[Permintaan ku cukup mudah, kita rujuk dan Joni akan kembali. Jika kamu tidak mau jangan salahkan aku jika aku akan menjual Joni dan Joni akan dijadikan anak jalanan. Pilihan kamu cuma satu mas, kamu harus menikah lagi dengan ku dan Joni akan aman. Jika kamu menolak, jangan salah kan aku jika aku nekat. Aku tidak peduli meskipun Joni itu darah dagingku sendiri.]
[Brengsek, dasar manusia tidak punya hati. Ibu macam apa kamu, Sarah.]
[Aku tidak peduli, aku berikan kamu waktu berfikir sampai besok siang. Dan aku harap kamu bisa mengambil keputusan dengan bijak.]
Tut Tut Tut
Panggilan telepon secara sepihak dimatikan oleh Sarah. Dan berhasil membuat Reno mengeram dengan kesal, Sarah sepertinya sudah tidak bisa terus dibiarkan lagi. Meskipun Joni itu anak kandungnya, Sarah sudah melakukan tindak kejahatan terhadap Joni. Dengan ancaman ingin menjual Joni jika Reno tidak mau rujuk dengannya.
"Sarah benar-benar sudah tidak waras."Ucap pak Karim ikut geram dengan kelakuan Sarah.
"Bagaimana ini Satria? Aku takut Sarah benar-benar menjual Joni, Sarah itu orangnya nekat."Ucap Reno dengan khawatir.
"Tenang mas, aku sudah merekam semua obrolan kalian tadi. Dengan rekaman ini bisa menjadi bukti kejahatan yang dilakukan oleh Sarah. Dengan begitu, kita akan mudah menjebloskan Sarah kepenjara."Seru Satria dengan Santainya.
Satria memang tadi sudah merekam semua obrolan Sarah dan Reno. Satria lupa untuk melacak ponsel Sarah, namun Satria tidak putus asa. Dia pasti bisa menemukan keberadaan Sarah.
[Lacak nomor ponsel yang aku kirimkan itu] Seru Satria dengan tegas.
[Baik Boss] Jawab orang diseberang sana dengan patuh.
"Kita pasti akan bisa menemukan Sarah. Mas Reno dan semuanya jangan khawatir, setelah ini aku pastikan Sarah pasti akan kembali mendekam dipenjara dengan lama."Ucap Satria dengan yakin.
"Iya Satria, terimakasih atas bantuan mu. Maaf aku sudah merepotkan kamu dan mengganggu waktu kamu."Ucap Reno merasa tidak enak sudah mengganggu waktu Satria.
"Sudah tidak apa-apa mas. Kita inikan keluarga jadi kita harus tolong menolong. Kalau begitu aku lanjut berangkat ke kantor ya."Seru Satria sekalian berpamitan.
Semua yang ada di ruangan itu mengangguk dan memgiyakan pamitan Satria. Setelah berpamitan Satriapun keluar rumah dan menghampiri mobilnya yang terparkir di halaman rumah mertuanya. Satria melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah mertuanya.
__ADS_1
***********