
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Keadaan di kantor polisi semakin tak terkendali saat Rudi dimasukkan kedalam sel tahanan. Ibu rahayu dan sinta mengamuk tidak terima kareba rudi dipenjara. Dengan terpaksa polisi mengancam mereka berdua , akan dimasukkan kedalam sel tahanan juga sebab sudah mengganggu ketenangan dikantor polisi.
Ibu rahayu dan dan sinta akhirnya diam dan memilih segera pergi dari kantor polisi. Kali ini tujuan mereka adalah rumah dinda dan satria. Sinta ingin membuat perhitungan dengan kedua adiknya itu. Dengan mengendarai motor pinjamannya, sinta melaju dengan kencang menuju rumah satria.
* Aku tidak akan membiarkan satria dan dinda hidup tenang, mereka harus bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi. Seenknya saja mereka memasukkan mas rudi kepenjara. * Gumam sinta dalam hatinya.
Motor Sinta sudah sampai di depan gerbang rumah mewah dinda dan satria. Namun saat namun saat sinta dan ibu rahayu hendak masuk ternyata pagarnya terkunci dari dalam.
" Dinda .. Satria.. !! Keluar kamu ! Jangan beraninya cuma main belakang saja. Keluar dan hadapi aku. " Seru sinta berteriak dari depan gerbang.
" Sinta lebih baik kita langsung masuk saja , kita beri perhitungan langsung dinda dan satria " Ucap ibu rahayu.
" Mau masuk bagaimana bu. Pintu gerbang ini terkunci dari dalam. Mau dipanjat ? Tinggi bu, lihat tingginya 2 meter lebih. " Seru sinta sambil menunjuk kearah atas gerbang.
Dari dalam pak satpam berlarian menghampiri kegaduhan yang terjadi di depan pintu gerbang. Namun saat tahu orang yang membuat gaduh adalah mereka berdua pak satpam langsung nenghubungi satria selaku tuan rumah. Sebab sinta dan rahayu adalah keluarga dari tuannya, mau langsung menginzinkan masuk juga tetap harus izin sang Tuan.
[ Jangan biarkan mereka masuk pak. Karena mereka akan berbuat onar ]
[ Baik Tuan ]
Klik panggilan telepon terputus dan pak satpampun menghampiri orang yag sedang mengamuk diluar gerbang.
" Haaii... Satpam sialan ! Kemana saja kamu, cepat buka pintunya kami mau masuk!" Bentak sinta dengan lantang.
" Iya cepat buka pintunya. Kamu itu disini cuma satpam, dan aku adalah orang tua dari pemilik rumah mewah ini. Cepat buka, kalau tidak aku akan meminta satria untuk memecatmu. " Ibu rahayu ikut mengancam.
" Maaf ya mbak, bu. Saya tidak bisa membuka pintu gerbang ini dan membiarkan kalian berdua masuk. Karena kedua majikan saya sedang tidak ada dirumah, beliau alias pak satria yang memerintahkan saya untuk tidak membuka pintu gerbang untuk kalian. Sebab kalian hanya akan membuat onar " Ucap satpam dengan tegas.
Selesai bicara seperti itu pak satpam meninggalkan mereka dan berjaga di post satpam yang tidak jauh daei pintu gerbang. Sinta dan ibu rahayu marah - marah dan terus memaki satria dan dinda yang tega memenjarakan rudi. Padahal dinda saja tidak tahu soal penangkapan rudi, sebab satria juga belum menceritakan jika rudilah pelaku utama yang menyebabkan satria kecelakaan.
__ADS_1
" Satria.. Dinda ! Kalian kurangajar, cepat keluarkan mas rudi dari penjara. Jangan mentang - mentang kalian orang kaya lalu mau seenaknya saja memenjarakan orang ! Satria keluar .. !" Sinta terus berteriak dan memaki satria.
Pak satpam yang telinganya merasa terganggupun menghampiri mereka lagi dan mengancam mereka akan memenjarakan juga karena sudah mengganggu ketenangan komplek.
" Bisa diam tidak ? Aku bisa juga memenjarakan kamu karena sudah mengganggu ketenangan komplek perumahan ini. Banyak yang terganggu dengan teriakanmu itu, tunggu saja pasti sebentar lagi para satpam diperumahan ini akan datang dan mengusirmu. Jadi lebih baik sekarang mending kalian pergi " Ucap pak satpam menakut - nakuti sinta dan ibu rahayu.
Sinta dan ibu rahayu saling pandang, mereka tidak mau diamuk oleh para satpam komplek yang ada pasti akan viral dan tambah malu. Akhirnya setelah perdebatan panjang dengan satpam , ibu rahayu dan sinta pergi meninggalkan rumah dinda.
" Dasar orang gila ! Ganggu ketenangan orang saja, ada-ada saja kelakun iparnya bu dinda ini " Ucap pak satpam.
[ Hallo Tuan , mereka sudah meninggalkan rumah ]
[ Iya pak, nanti kalau mereka datang lagi tetap jangan diizinkan masuk ]
[ Iya Tuan siap laksanakan ]
Sementara itu saat ini satria dan indra akan menemui rudi di kantor polisi. Sengaja menemui rudi disaat suasana lebih tenang agar tidak ada keributan dengan iparnya, Sinta. Jam 3 sore satria sudah sampai dikantor polisi dan langsung diarahkan keruang sel tahanan rudi.
" Rudi, ini ada yang mencarimu" Seru polisi memanggil rudi yang meringkuk dipojok sel tahanan.
Rudi mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang datang begitu melihat satria dan indra yang mendatanginya, rudi langsung bangkit dan memarahi satria karena sudah memenjarakan kakak iparnya sendiri.
" Apa belum jelas bukti - bukti yang sudah pak polisi tunjukan kepadamu kakak iparku yang pintar. Hahahaa... Kamu belum tahu berhadapan dengan siapa mas, kamu baik aku bisa baik dan kamu jagat aku bisa lebih dari jahat. Ingat ! Kamu sudah berusaha menghilangkan nyawaku dan tunggu saja hukuman mu" Ucap Satria penuh penekanan.
" Maaf, maafkan aku satria. Saat itu aku khilaf, aku marah karena kamu sudah mempermalukan aku dihadapan teman - temanku. Tolong maafkan aku dan kasihan anakku jika aku dipenjara , siapa yang akan menafkahi anak dan istriku " Ucap rudi akhirnya dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
Satria tidak percaya begitu saja dengan penyesalan rudi. Rudi itu pria yang licik , mungkin penjara saat ini yang akan membuatnya jera. Tangisan rudi terlihat dibuat - buat untuk menarik simpati dan rasa kasihan satria.
" Perbuatanmu sudah tidak bisa aku maafkan karena aku hampir saja kehilangan kakiku. Sekarang nikmati saja semua hasil dari perbuatanmu " Ucap satria sedikitpun tidak berubah fikiran untuk memenjarakan kakak iparnya.
Braaakkkk...
Rudi marah dan memukul jeruji sel tahanan dengan kuat sehingga menimbulkan suara yang sangat kuat sampai beberapa polisi mendatangi sel tahanan rudi.
" Kamu !! Lihat saja aku akan meminta dinda untuk menceraikanmu, aku akan meminta ibu mempengaruhi dinda agar pria sepertimu tidak lagi menjadi suami adikku, Dind. Kamu tidak akan pernah hidup bahagia satria,kamu akan menderita ! Kamu akan menderita !" Teriak rudi dengan kuat.
Hahahhhaaaa
__ADS_1
Tiba - tiba rudi tertawa dengan cukup kencang seperti orang yang sudah kehilangan akal. Polisipun meminta satria untuk segera meninggalkan sel tahanan rudi agar rudi tidak semakin orang yang tidak waras. Indra menemui polisi dan mengatakan jika satria tetap akan menuntut rudi tanpa terkecuali. Satria sendiri masih menyelesaikan pembicaraanya dengan Rudi.
" Baik pak indra, kami akan memproses semuanya sesuai prosedur yang berlaku. " Ucap pak polisi.
" Bagaimana Ndra?" Tanya satria yang menyusul indra keruangan polisi yang menangani kasusnya.
" Semuanya akan diurus, bagaimana kakak iparmu ? Apa masih saja seperti orang gila? " Tanya indra.
" Dia hanya pura - pura menyesal, dia kira aku bakal kasihan dan mencabut laporanku. Tidak semudah itu, dia harus merasakan dinginnya lantai penjara terlebih dahulu. " Ucap satria dengan tegas.
Indra mengangguk dan dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Satria. Rudi memang harus diberi pelajaran agar tidak semena - mena terhadap orang lain. Selesai urusan dikantor polisi , satria dan indra kembali keperusahaan tetapi saat ditengah perjalanan tiba - tiba ponsel satria berdering.
Satria mengambil ponsel dalam saku jasnya dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata dinda yang menghubunginya.
[ Hallo assalamualaikum istriku sayang ] Seru satria menjawab telepon dari istrinya.
[ Waalaikumsalam mas satria. Mas kamu bisa kerumah bapak sekarang ? Tadi mbak sinta marah - marah di cafe karena mas rudi ditangkap polisi, apa benar begitu mas ?] Tanya dinda ingin memastikan.
[ Iya, mas yang sudah melalporkan mas rudi kepolisi]
[ Aku tidak tahu persis bagaimana masalahnya. Jika mas sudah sampai bawa - bawa polisi pasti mas rudi memang bersalah. Aku sekarang dirumah bapak, mas tolong kesini dan jelaskan semuanya dirumah bapak agar tidak ada yang salah paham. ]
Hhhaaahhhh.... Satria terdengar menghela nafas dengan berat. Bukan tidak mau menjelaskan kepada keluarga istrinya, pak karim pasti tidak akan marah. Tetapi bagaimana dengan ibu mertuanya dan sinta ? Belum kakak dinda yang lainnya.
[ Baiklah mas , mas akan kesana sekarang. ] Jawab satria.
[ Baik mas , kami tunggu ]
Klikk...
Sambungan telepon terputus, satria mengantarkan indra terlebih dahulu keperusahaan baru dia akan kerumah mertuanya.
" Siapkan mentalmu pak boss " Ucap indra meledek satria saat turun dari mobil.
" Heemm... Baiklah " Jawab satria dengan singkat.
Setelah indra turun, satri beralih mengambil kemudi setir dan melajukan mobilnya kerumah mertuanya. Satria sudah sangat yakin jika saat ini istrinya disana sedang menerima amarah dari para kakak dan iparnya.
__ADS_1
* Lihat saja kalau ada yang menyakiti dinda , aku pastikan semua akan mendekam dipenjara * Gumam satria dalam hatinya.
************