
Hari berlalu hubungan Efi dan kekuarga Bundanya makin dekat saja,Marta menepati janji untuk mengunjungi Efi disana, kadang juga membawakan makanan buat mereka berdua.
Karena tidak tega melihat Eva yang bekerja pulang kuliah Marta selalu membujuk Eva agar berhenti kerja dan fokus pada kuliahnya saja tentu semua itu tidak akan langsung Eva turuti, akan ada perdebatan di antara mereka hingga Eva mengalah untuk berhenti kerja dan lebih fokus sama kuliahnya.
"Ah bosan kalau ngak kerja gini, biasanya kalau pulang kuliah langsung pergi kerja, ini sekarang malah santai di rumah membosankan juga."
Keluh Eva masuk ke dalam kamar mengambilkan laptopnya lalu membawa keluar untuk membuat tugas mengisi waktu luang.
Segala kebutuhan mereka sudah terpenuhi dari mulai makanan hingga kebutuhan palin kecil pun semua sudah tersedia bahkan kulkas mereka penuh berisi bahan makanan dan cemilan.
"Assalamu'alaikum sayang kenapa di luar sendirian?. "
Sapa Marta baru datang menghampiri Eva lagi sibuk sama tugas kuliah hingga tidak tau ada yang datang.
"Wa'alaikum salam,bosan di dalam Bu ngak ada kegiatan, biasanya kan kalau pulang kuliah kerja ini malah santai jadi bosan. "
Eva mengeluarkan unek unek yang dia pendam ini baru beberapa hari dia tidak bekerja bagaimana jika seterusnya.
"Anak Ibu harusnya senang bisa santai dan nikmati masa muda mu sayang dengan pergi bersenang senang bersama teman, jangan habiskan masa muda dengan bekerja itu tidak baik sayang dan juga sedah waktunya kamu merasakan hidup seperti gadis lainnya."
Marta membelai kepala Eva pelan penuh kasih sayang, dia tidak mau masa muda Eva terenggut lebih jauh lagi tidak menikmati masa mudanya.
"Tapi Bu Eva,,."
Bantah Eva langsung di potong Marta .
"Tidak ada tapian sayang hanya masa mudalah yang tidak boleh di lewatkan jika sudah menikah nanti waktu mu akan habis mengurus suami dan anak anak mu kelak tidak akan ada waktu buat bersenang senang jadi sekarang nikmati saja. "
Sudah cukup mereka selama ini melewati masa sulit dan sekarang sudah waktunya merasakan indahnya dunia masa muda.
Masa dimana kita akan mengukir begitu banyak kenangan baik yang indah atau tidak.
Masa muda adalah masa dimana kita akan mendapat pengalaman banyak dan itu akan dapat kita ceritakan pada anak cucu kita nanti.
"Gimana sekarang kita jalan jalan saja supaya tidak bosan."
Usul Marta mengajak Eva jalan jalan akan mengganti masa lalu yang kelam dengan mengukir cerita indah.
"Lain waktu aja Bu, aku lagi ada tugas juga."
Eva masih fokus sama tugasnya , bukan tidak mau dia tidak biasa keluar kalau tidak ada perlu maka dia memilih di rumah saja.
"Assalamu'alaikum."
Sapa seseorang baru datang menghampiri Eva dan Marta lalu menyalami Marta.
"Waalaikumsalam, ini siapa sayang?tampan sekali."
Balas Marta melihat Kevin datang yang dengan sopan menyalami dia.
__ADS_1
"Teman Bu. "
Jawab Eva menganggap Kevin sebagai teman di depan Marta membuat wajah Kevin berubah masam.
"Sayang kamu bilang apa tadi? . "
Sengaja Kevin memanggil sayang pada Eva supaya dia di akui sebagai kekasih Eva.
"Sayang kamu ngak boleh gitu sama pacar sendiri, nanti di ambil orang nangis loh."
Goda Marta pada Eva membuat Eva malu malu.
"Lagian kamu ngapain kesini ngak bilang dulu!."
Nada suara Eva terdengar malas mengucapkan itu.
"Kamu lupa sayang kalau aku kesini ngak pernah ngasih kabar. "
Mengingatkan Eva bahwa Kevin tidak perlu mengabari jika ingin mengunjungi Eva dan itu sudah lama Kevin lakukan kenapa baru sekarang di permasalahkan.
"Iya terserah kamu saja, tunggu sebentar aku bikin minum dulu. "
Eva beranjak masuk ke dalam membuatkan minuman buat Kevin dan Marta .
"Perkenalkan tante nama saya Kevin sekaligus pacar Eva. "
"Panggil tante Marta saja,tante kakak ipar Bundanya Eva kami baru bertemu lagi setelah belasan tahun. Tante harap kamu selalu jaga Eva dan jangan sakiti dia ya, sudah cukup selama ini dia menderita. "
Jelas Marta pada Kevin agar menjaga Eva berharap pilihan Eva tidak salah.
"Insyaallah tante, saya akan selalu menjaga Eva. "
Mantap Kevin dia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga Eva dan tidak akan menyakiti Eva karena untuk mendapatkan Eva sungguh sulit dan butuh perjuangan.
"Lagi ngomongin apa sih serius amat,ngomongin aku ya "
Eva datang membawa tiga gelas minuman dan cemilan sebagai pelengkap.
"Percaya sekali kamu sayang, kita lagi bahas yang lain kok."
Elak Kevin tidak mungkin jujur juga lagian yang mereka bicarakan bukan hal jelek juga.
"Silahkan di minum. "
Menyuguhkan satu persatu minuman itu pada Kevin dan Marta.
"Aku lanjut buat tugas dulu tinggal dikit lagi. "
Eva duduk memangku laptopnya menyelesaikan kerjaan yang tertunda tadi hingga beberapa saat selesai juga.
__ADS_1
"Tante tinggal ke dalam dulu ya,kalian ngobrol aja. "
Marta beranjak ke dalam meninggalkan Eva berdua sama Kevin.
"Jalan yuk. "
Ajak Kevin pada Eva saat di lihatnya Eva sudah mematikan laptop tanda sudah selesai.
"Ngak ah malas. "
Tolak Eva memang lagi tidak mau keluar tadi saja di ajak juga menolak.
"Kok gitu sih kita kan belum pernah jalan jalan berdua, selama ini kamu sibuk kerja terus giliran ada waktu malah ngak mau. "
Keluh Kevin pada Eva, memang selama mereka menjalin hubungan belum pernah jalan jalan berdua seperti orang pacaran pada umunya dan Kevin bisa maklum tapi kalau sekarang dia tidak bisa menerima alasan lagi.
"Iya udah aku ganti baju dulu, habiskan minumannya dulu. "
Eva masuk ke dalam membawa laptop dan buku ke kamar dan ganti baju.
"Bu aku keluar dulu sama Kevin ya, Ibu ngak apa sendiri di rumah? . "
Izin Eva pada Marta sebab Efi belum pulang kerja yang biasa sore jadi rumah sepi tidak ada orang.
"Ngak apa sayang pergilah, pantesan tadi Ibu ajak ngak mau ternyata sudah janjian. "
Goda Ibu membuat Eva malu padahal mereka tidak ada janjian hanya rencana dadakan dari Kevin.
"Mana ada janjian Bu dia emang gitu orangnya sesuka hati saja,aku pergi dulu Bu assalamu'alaikum."
Pamit Eva menyalami Marta lalu beranjak keluar.
"Hati hati sayang, waalaikumsalam."
Marta tersenyum melihat Eva pergi setidaknya dia bisa nikmati masa muda dengan baik.
"Yuk Vin berangkat. "
Ajak Eva sudah tapi dengan tas kecil di tentengnya tempat meletakkan dompet dan hp.
"Yuk."
Kevin mengikuti Eva menuju mobilnya dan segera pergi menuju sebuah mall.
Jika bisa di bilang Kevin cowok yang pengertian sama pasangan tidak banyak menuntut atau memaksa kehendak jika Eva tidak bisa.
\=\=\=\=\=\=
Tbc.
__ADS_1