
Setelah kepergian Kevin dan Eva masuk kedalam rumah dua pasang sejoli itu menyusul masuk juga,disana cuma ada Kevin yang lagi menunggu Eva siap siap,Kevin sudah izin pada keluarga Eva akan membawa Eva keluar jalan jalan menikmati hari libur.
"Eva mana?kok Kevin sendirian."
Heran Efi mendapati Kevin duduk sendiri padahal masuk berdua tadi.
"Eva ganti baju sayang,dia mau jalan sama Kevin.Kalian di rumah saja hari libur gini? kalau David di rumah wajar dia jomblo kalau kalian yang punya pasangan mending menikmati masa muda."
Saran Marta kepada pasangan yang baru masuk itu sekali gus menyindir anak sendiri.
"Kayaknya fiks gue anak pungut."
Kesal David masuk dalam kamarnya makin malas berkumpul jika dia lagi yang akan jadi bahan olokan.
"Ya udah kita jalan juga honey kamu siap siap sana,mengganti waktu semalam yang kamu ngilang."
Nyuruh Efi siap siap juga sekalian mengingatkan Efi jika semalam dia gagal pergi bareng Efi.
Jika mengingat hal semalam Renal masih kesal saja,dia pusing sendiri sedangkan Efi enakan ngumpl bareng keluarga.
Jika bukan sayang mungkin sudah akan marah besar pada orang yang berani sama dia.
"Kita pergi juga,siap siap sana."
Bisik Bastian pada Sisi hingga beranjak dari duduknya melangkah keluar menuju rumahnya."
"Ok urus SIM Sisi ya."
Teriak Sisi pada Bastian membuat Bastian heran,SIM apa mungkin itu fikir Bastian belum sempat menjawab Sisi teriak lagi.
"SIM,surat izin mengencani."
Teriak Sisi sudah sampai di luar tapi masih terdengar sampai dalam.
Semua orang yang mendengar teriakan Sisi geleng geleng kepala.
Para lelaki mengurus SIM masing masing untuk membawa sang pujaan keluar.
Selesai urusan izin mereka pamitan untuk pergi,lebih cepat pergi cepat pula nanti baliknya.
Mereka menggunakan mobil masing masing dengan tujuan berbeda tidak ada usulan kencan bersama karena bagi mereka quality time sama pasangan masing masing.
Hingga mobil melaju bersama hingga di persimpangan jalan mobil mereka berpisah.
"Kita mau kemana sayang?."
Tanya Eva saat mobil sudah lama melaju belum berhenti juga pada suatu tempat membuat Eva ingin tau.
"Aku akan bawa kamu ke tempat yang indah sayang,ngak jauh kok bentar lagi sampai."
Jelas Kevin fokus sama jalanan yang sedikit ramai di hari libur gini.
Kevin melirik sekilas pada Eva di samping duduk tenang bahkan menikmati perjalanan mereka terlihat jelas saat senyum manis itu terbit dari bibir mungilnya.
"Kapan kamu kesana sayang kok ngak ngabarin aku sih?untung aku telfon tadi kalau ngak sia sia kesana kamunya ngak ada."
Mungkin untuk selanjutnya Kevin akan menghubungi Eva dulu jika untuk bertemu takut lagi jika dia kesana Eva nya tidak ada.
"Kemarin Ibu ngajakin,kami juga belum pernah bertemu yang lain makanya setuju aja.Maaf aku lupa ngabarin kebawa suasana kak Efi yang ngerjain bang Renal."
Jelas Eva mereka dari awal sudah sepakat akan saling bertukar kabar walau hanya nanti sekedar chat singkat.
"Lain kali jangan lupa ngabarin aku ya,kalau kamu hilang kontak tunggu aja berita kamu di tv dengan judul orang hilang."
Kevin terkekeh sendiri mengucapkan itu,entah dari mana dia mendapatkan kata kata itu yang jelas spontan dia ucapkan.
"Ih kok gitu sih,aku bukan anak kecil yang bisa hilang tanpa sebab."
Lucu saja jika membayangkan wajah Eva berkeliaran di tv mau bilang apa nanti dia sama teman kampusnya.
"Memang bukan anak kecil tapi jika bersama mu tingkah ku yang bisa seperti anak kecil ingin selalu di manja kamu sayang."
Gombal Kevin yang entah sejak kapan di bisa ngegombal mungkin karena sahabatan sama Bastian.
"Wah indah sekali."
Eva takjub melihat pemandangan yang dia lihat,sekarang dia lagi berada di sebuah bukit yang menyajikan pemandangan yang sangat indah.
Eva langsung turun meninggalkan Kevin yang masib memakirkan mobil lalu menyusul Eva,Kevin tersenyum melihat Eva yang bahagia dia bawa kesana.
"Kamu suka sayang?."
__ADS_1
Kevin duduk di samping Eva yang tanpa tikar itu hanya ada rumput hijau di sekeliling sana.
"Iya suka banget,ini indah sekali."
Takjub Eva melihat jauh ke depan yang tidak ada ujungnya itu.
"Kalau kamu suka,aku akan ssering mengajak kamu kesini."
Bahagia sederhana yang Kevin berikan membuat senyum Eva tidak luntur dari wajah cantik itu.
Jika di lihat kilas balik tentang hidup Eva yang dulu maka ini yang di namakan akan ada pelangi setelah hujan.
Kebahagian mulai mendekati dia berawal dari Eva mengenal kevin,kedatangan keluarga yang belum pernah dia temukan sejak lahir dan sekarang sang kakak yang sudah menemukan kebahagian dia,perjuangan sang kakak yang tidak ada duanya bagi Eva.
\=\=
Mobil yang Renal kendarai melaju kian menjauh hingga mobil itu berhenti di sebuah danau yang terlihat sangat asri serta banyak di tumbuhi pepohonan yang sangat hijau.
Suasana danau sangat tenang enak buat bersantai pengunjung rame jika hari libur.
"Yuk turun honey."
Ajak Renal saat sudah memakirkan mobilnya mereka turun mecari tempat duduk yang masih kosong.
Sebelum itu Renal membeli minuman dan cemilan tidak mungkin bolak balik lagi dan sangat tidak mungkin lagi jika dia makan angin mengajak pujaan hati jalan.
"Kita duduk disana aja Re."
Tunjuk Efi pada sebuah kursi kosong di bawah pohon yang rindang.Mereka duduk di sana sambil mengedarkan pandangan kesegala arah.
Kebanyakan pengunjung disana pasangan muda yang lagi bersantai cuma sedikit yang datang bersama anak anaknya.
"Kenapa kemarin hp mu ngak aktif honey?."
Tanya Renal tidak melihat Efi menandakan kalau dia marah jika mengingat hal kemarin,tidak bisa di pungkiri jika dia sangat marah,marah bukan Efi tidak bisa di hubungi tapi akan marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga dia dengan baik.
" Maaf Re aku ngak maksud buat kamu cemas atau marah."
Sesal Efi lirih bicara pelan menandakan kalau dia menyesal melakukan itu.
Dari pagi Renal diam karena mereka lagi ngumpul keluarga tapi jika sekarang dia butuh penjelasan.
"Ngak maksud tapi sengaja kan?."
"Maaf Re aku cuma ikutin saran Ibu ngak tau akan jadi begini."
Sesal Efi memejamkan mata,selama ini mereka selalu ngasih kabar kalau ingin pergi ke suatu tempat maka wajar Renal marah sekarang.
"Kamu belum kenal dekat sama tante Marta,dia itu kalau lagi on mode jahilnya siapa saja akan kena imbas kejahilan dia."
Jelas Renal yang sudah tau gimana jahilnya tetangga dia itu dan sialnya akan jadi calon mertuanya yang berarti Renal harus siap menunggu giliran lagi kena kejahilan Marta.
Efi terdiam tidak tau mau jawab apa lagi,tau dia salah telah mengerjai Renal kemarin dan berakibat pada perdebatan mereka sekarang.
Efi memejamkan mata mulai terisak pelan dia tidak sanggup melihat Renal sekarang yang lagi marah sama dia,selama ini Renal bertutur kata pelan dan penuh kasih sayang tapi ini beda membuat sesuatu di dada Efi terasa sesak.
Renal melirik Efi di lihatnya Efi terisak lalu mengambil nafas dalam dan mengeluarkan pelan.
"Sudah jangan nangis nanti aku di bilang ngapain kamu honey,lagian kali jangan ulangi lagi."
Renal merangkul Efi menenangkan dalam dekapannya,bukan maksud untuk membuat sedih hanya ingin jelas suatu masalah.
Perasaan perempuan itu paling sensitive jika mendengar kata yang berbeda dari biasa.
"Aku aku."
Efi terbata ingin bicara.
"Ssstttt sudah ngak apa yang penting jangan di ulangi lagi,kamu tau jika sampai hari ini kamu belum bertemu mungkin wajah cantik ini sudah banyak bertebaran di sosmed."
Gombal Renal tidak ingin Efi sedih lagi,dia kesini ingin liburan bukan untuk bersedih.
"Nih minum dulu,nangis juga butuh tenaga."
Menyodorkan air minum yang sudah di buka pada Efi lalu membantu meminumkan langsung.
"Kenapa tiba tiba setuju saja perihal yang di bahas tadi padahal aku belum nanya kamu loh?."
Renal memang belum membahas tentang kelanjutan hubungan mereka walau sudah ada niat kesana kenapa keluarga mereka yang tidak sabaran.
"Aku juga kaget mereka bahas itu,tapi aku juga ngak mau buat mereka kecewa lagian mereka sudah sama sama kenal dan aku setuju saja asal aku tidak jauhan sama Eva."
__ADS_1
Jelas Efi baginya apa saja asal adik kesayangannya masih dekat sama dia dan untuk keputusan itu Efi berikan keputusan pada keluarga mereka serta nanti mereka yang akan jadi wali nikah Efi.
"Syukur kalau kamu ngak nolak usulan mereka tapi kalau nolak terpaksa kejadian balik dari Kampung aku gunakan lagi."
Ingat Renal bahwa hubungan mereka berawal dari Renal yang sedikit memaksa Efi menerima dia dan juga Efi tidak salah pilih.
"Ngak ada cara lain selain memaksa,masa dosen gini taunya maksa jika tidak dapat yang di inginkan."
Cibir Efi melihat Renal sekilas lalu memandang lagi ke arah depan.
\=\=
Sedangkan dalam mobil yang di kendarai Bastian tangan lelaki itu tidak lepas memegang yang Sisi padahal dia lagi nyetir.
"Tian lepas ih,kamu kira kita mau nyebrang apa gandengan gini."
Kesal Sisi pada Bastian yang tidak mau melepas genggaman yang mereka padahal hanya dalam mobil.
"Kenapa sayang kamu ngak suka?kalau ngak suka pun tetap aku pegang."
Balas Bastian santai dan ingin sekali Sisi mengetok kepala kekasih dia yang baru jadian kemarin itu.
"Kita di dalam mobil bukan di luar jadi ngak perlu gandengan gini."
Sisi berusaha melepas pegangan itu hingga terlepas membuat Bastian memberengut kesal.
"Kok di lepas,nanti kalau aku di ambil orang gimana."
Keluh Bastian berusaha meraih tangan Sisi lagi tapi sisi menghindari.
"Kalau kamu ngak serius ya udah aku kasih aja masih banyak yang lain suka sama Sisi.
Balas cuek Sisi mendapatkan tatapan tajam dari Bastian.
Tidak semudah itu aku bee paling setelah berjuang mendapatkan kamu begitu fikir Bastian.
" Kamu makin lama ingin aku kurung di rumah aja tau."
Kesal Bastian mendengar jawaban Sisi,semudah itu dia melepaskan Bastian apa perlu bukti lain mungkin.
"Kamu kira Sisi pembantu di rumah saja,terus kamu bisa bebas di luar gitu mau kamu."
Sisi membuang muka ke jendela malas melihat Bastian yang bicara seenak udelnya.
Jika bukan karena sudah suka dari dulu tidak mungkin juga Sisi akan menerima dia di tambah perubahan Bastian demi dia,membuat Sisi yakin akan menerima Bastian.
"Sudah sampai,yuk turun."
Ajak Bastian saat mobil sudah berhenti di parkiran sebuah mall.
Hari ini Bastian akan memulai kencan pertama mereka dengan hal kecil .
"Kita ngapain disini?."
Pertanyaan ambigu yang Sisi lontarkan menjadikan Bastian tersenyum kecil.
"Mulung sayang buat modal kawin kita."
Balas asal Bastian membuat beberapa orang yang baru datang menoleh ke arah mereka.
"Kamu kita aku ayam main di kawinin aja."
Kesal Sisi berjalan duluan masuk mall di susul Bastian hingga langkah Sisi berhenti lalu menoleh dan melihat adegan yang membuat dia sesak.
"Bastian sayang kamu kemana aja,kok ngak pernah ngabarin aku lagi?."
Seorang cewek datang menghampiri Bastian lalu bergelayut manja di tangan Bastian menjadikan sang empu diam mematung lalu menoleh ke arah Sisi.
******. Batin Bastian melihat aura berbeda dari Sisi.
"Minggir kita ngak ada hubungan apa apa lagi,jangan pernah ganggu gue lagi."
Peringat Bastian pada cewek itu lalu menyusul Sisi yang mulai jauh sambil membawa amarah yang siap ia lepaskan jika Bastian tiba.
Play boy kalau sudah insyaf akan masih ada rintangan buat dia benar benar lepas dari jeratan masa lalu.
Ini yang Bastian rasakan sekarang mau berubah saja tidak semudah yang dia bayangkan,dia fikir dengan menjauhi para mantan akan selesai begitu saja tapi nyatanya tidak malah para mantan yang mendekati dia.
\=\=\=\=\=
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.