TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Mencari Eva.


__ADS_3

Kevin terus melajukan mobilnya menuju tempat di feeling dia mengatakan bahwa Eva berada di tempat itu,walau belum yakin sepenuhnya tidak ada salah jika mengecek langsung buat memastikan kebenarannya.


Dalam mobil Efi dan Kevin sama sama larut dalam fikiran masing masing hingga keheningan tercipta di antara mereka berdua.


Efi cemas jika kejadian dulu terulang lagi menimpa adik satu satunya itu,kejadian yang masih ingat jelas di fikirannya hingga membuat dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


*Apa teman beda alam Eva kembali ya dan mengajak Eva pergi karna mereka sudah lama ngak bertemu.


Menurut cerita kakak tadi Eva pergi dengan aku dan wajahnya yang mirip aku cuma Evan itu tapi apa iya ya.


Kalau iya bagaimana dan Eva betah bersama dia lalu kembali lagi sama dia.


Ah tapi ngak mungkin juga ,alam mereka saja berbeda dan mereka hanya sebatas teman tidak lebih.


Sayang kamu dimana sekarang?jangan membuat aku cemas begini.


Kamu tau kan aku ngak bisa kalau ngak ada kabar dari kamu apa lagi sekarang kamu ngak tau berada dimana sekarang.


Beri aku petunjuk dimana keberadaan mu saat ini.


Apa kamu ngak kasihan sama kak Efi dia terlihat cemas sekali*.


Fikiran jelek sempat Kevin fikirkan tentang Eva dan Evan yang kembali lagi.


Bisa saja saat ini Eva bersama dia hanya sebagai bentuk melepas rindu karena Evan pergi tiada kabar sampai sekarang dan kini sudah kembali.


Segala hal mungkin bisa saja terjadi,tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika sang Pencipta sudah bertindak.


"Vin kita mau kemana ini?perjalanan kita udah lumayan jauh lo udah hampir satu jam?."


Efi tersadar kalau mereka sudah jauh dari tempat tadi dan kini jalanan itu sudah mulai tampak sepi dari bangunan.


"Aku juga ngak tau kak! apa Eva punya teman yang biasa diajak keluar gitu kak?."


Kevin tidak tau juga Eva biasa keluar sama siapa tapi yang jelas setiap kali dia mengajak Eva jalan selalu bisa.


"Kalau ngak sama kamu ya sama kedua sahabatnya itu.Dia biasa keluar sama kita kita aja.


Dia ngak mau keluar sama orang lain walau itu teman kampus dia sendiri sebab dari dulu dia sudah seperti itu dan juga dia ngak gampang dekat sama orang."


Jelas Efi sambil memperhatikan jalan siapa tau melihat Eva ada di sepanjang jalan.


"Apa Eva pernah cerita kak tentang dia pernah hilang dulu?."


Kevin ingin tau apa benar Eva tidak pernah cerita tentang Evan atau kejadian yang dulu dia alami saat hilang dulu.


"Ngak ada dia cerita sebab saat dia di temukan dia seperti orang bingung gitu dan kami menemukan dia di tepi hutan dekat camping dia dulu tapi anehnya padahal itu tempat sudah sering kami lewati saat mencari dia namun dia ngak ada,dua harinya dia di temukan berada disana."


Efi membayangkan kejadian dulu saat menemukan Eva yang seperti orang bingung.


"Sekarang kita kemana Vin?udah jauh ini."


Pertanyaan Efi tadi merasa kurang puas sama jawaban Kevin dan kini pertanyaan yang sama Efi lontarkan lagi.


"Aku juga kurang tau kak tapi falling aku membawa kesini,aku seperti mendengar Eva memanggil aku gitu."


Suara Eva seperti dekat di telinga Kevin yang seakan minta tolong tapi wujudnya tidak ada.


Suara itu terdengar lemah seolah lelah sudah berjalan jauh.


"Tapi udah jauh lo Vin.Atau kita cari ke tempat lain aja.


Gimana tanya sama teman kampus dia aja ajak Sisi sama Sandra sekalian."


Usul Efi siapa tau Eva pergi sama teman kampusnya dan kebetulan nama dia sama dengan Kevin.

__ADS_1


"Tapi perasaan aku mengatakan Eva berada di daerah ini kak atau kita pisah aja aku antar kakak pulang aja mencari dengan yang lain biar cepat bertemu juga.Kalau bisa sebelum malam sudah bertemu."


Perasaan Kevin semakin kuat kalau mengatakan Eva berada di daerah sekitar sana arah yang sama Eva pergi tadi tapi bentuk tempatnya berbeda dengan Eva berada sekarang.


"Ide bagus Vin mending gitu biar cepat bertemu."


Efi setuju dari pada mencari bersama dan banyak menghabiskan waktu maka lebih baik berpisah.


Kevin memutar lagi mobilnya mengantar Efi balik kos dan dia akan kembali lagi ke tempat tadi.


Lebih baik dia mencari Eva mengikuti kata hatinya sekarang dan mudah mudahan saja tidak salah.


"Kamu hati hati yang Vin,nanti kita bertukar kabar kalau sudah bertemu Eva."


Efi turun dari mobil Kevin saat sudah sampai kos.


"Iya kak,aku pergi dulu."


Melajukan lagi mobilnya ke tempat tadi,saat mau balik tadi Kevin mendengar seperti suara Eva memanggil dia melarang buat pergi meninggalkan tempat itu.


"Kenapa semua ini bisa terjadi,apa yang akan aku katakan pada mama jika Eva belum bertemu.


Mama bisa marah sebab tadi aku menceritakan Eva aja dia sangat senang,belum bertemu aja mama udah suka kayaknya sama Eva.


Begitu besar pesona mu sayang,cepatlah kembali jangan membuat ku seperti orang gila tapi kalau kamu ngak bertemu juga mungkin aku bisa jadi gila beneran."


Kevin mengacak rambut dengan kasar,merasa bodoh karena bisa kecolongan seperti ini.


Rindu yang dua hari belum bertemu belum terlepaskan kini di tambah dengan hilangnya Eva.


Apa yang harus dia lakukan buat bisa menemukan Eva secepatnya.


\=\=


Sedangkan di dunia mereka Eva terus mencari jalan keluar dari alam yang semestinya Eva tidak berada disana.


Selama kita tidak mengusik, dia tidak akan menggangu kita tapi ada juga yang tertarik sama manusia dan ingin menjadikan manusia bagian dari hidupnya.


Kadang tanpa kita sadari ada juga perbuatan atau perkataan kita yang menyinggung ketenangan mereka.


"Sekarang harus kemana lagi aku berjalan, rasanya kaki ini udah lelah buat berjalan.


Hhuufftt kenapa bisa terjebak lagi di dunia ini,padahal aku ngak pernah menggangu mereka juga."


Eva lelah terus berjalan di dalam hutan yang pohonnya hampir sama tidak ada yang beda sama sekali.


"Tuhan jika aku boleh meminta bantu hamba keluar dari sini,ini bukan dunia ku.


Masih banyak tugas yang kau berikan pada ku yang belum aku laksanakan maka izinkan aku buat menyelesaikan itu.


Masih ada keluarga ku menunggu di rumah dengan cemas.


Masih banyak dosa yang belum aku tebus pada mu."


Hanya berdoa yang bisa Eva lakukan,sejauh kaki melangkah maka lelah itu kian mendera dan rasanya kaki Eva sudah berat buat di gerakkan.


"Kak!."


Eva terduduk sebentar ingin mengurangi rasa lelah dia tapi suara yang sudah lama tidak Eva dengar kini terdengar lagi.


"Kamu."


Kaget Eva melihat siapa yang menghampiri dia,anak kecil yang dulu pernah mendatangi dia dan sekarang ada di sana juga.


"Kamu ngapain di sini?."

__ADS_1


Pertanyaan konyol Eva keluarkan,kalau berada disana berarti itu dunia dia juga sekarang.


"Ini dunia ku sekarang."


Jawab dia singkat tanpa mau melihat Eva barang sekilas saja.


"Hah kok bisa? tapi kamu bisa bantu kakak keluar dari sini."


Pinta Eva pada anak kecil itu dengan dengan nada memohon supaya dia mau membantu Eva keluar dari sana.


"Semua hal pasti bisa terjadi walau sebenarnya kita ngak mau.


Dan untuk membantu aku ngak bisa."


Tolak dia mentah mentah bukan karena tidak bisa tapi tidak mau membantu.


"Kenapa?."


Mungkin ada satu hal yang Eva lupakan hingga anak itu tidak mau membantu Eva.


"Kalau kakak bisa lupa tapi aku ngak bisa lupa sama apa yang kakak lakukan dulu.


Dulu aku minta tolong sama kakak buat membantu ku tapi apa nyatanya dengan mudah kakak melupakan janji buat membantu ku dan sibuk dengan dunia kakak sendiri.


Maka kini berusahalah buat bisa keluar dari sini dengan selamat."


Dia tidak bisa melupakan kejadian dulu yang mengharuskan merelakan semuanya termasuk berpisah untuk selamanya dengan keluarga yang begitu dia sayangi.


"Bukan gitu tapi waktu itu kamu ngak datang lagi setelah hari itu."


Entah itu alasan Eva atau memang benar adanya hanya dia yang tau.


"Huh alasan yang ngak masuk akal sekali,aku liat sendiri kakak hanya mementingkan diri sendiri kala itu.


Gara gara kakak yang ngak menolong ku waktu itu aku harus pergi untuk selamanya dan apa kakak tau gimana sedihnya keluarga ku.


Aku hanya bisa melihat air mata mereka jatuh tanpa bisa membersihkan.


Dan dan sampai sekarang mereka belum menemukan jasad ku."


Di akhir ceritanya tergambar kesedihan yang mendalam sekali.


Hati Eva tersentak mendengar cerita itu seolah dia sendiri yang mengalami itu.


Sebagai manusia biasa tentu tidak akan jauh dari kata khilaf dan salah,mungkin itu yang dulu pernah Eva lewati tanpa dia sadari.


"Maaf."


Satu kata berjuta makna dan juga tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula dan Eva hanya bisa menundukkan kepala mendengar cerita itu.


"Sudah terlambat."


Setelah itu dia menghilang dari pandangan Eva tanpa permisi,kini tinggal Eva sendiri lagi tidak tau harus berbuat apa.


"Kenapa di saat seperti ini aku merasa berada di ujung hidup ku ya,ada apa dengan ku ini.


Apa akan terjadi sesuatu atau,, sudahlah berfikir positif aja tuhan ngak suka pada hambanya yang mudah putus asa."


Menyemangati diri sendiri itu lebih baik dari pada harus mengalah pada keadaan.


Berjuang selagi kita masih bisa,kadang keberhasilan itu kita dapat saat berada di ujung usaha kita itu.


Suatu keberhasilan tidak akan mudah kita dapat,keberhasilan akan berpihak pada orang yang berusaha dengan giat dan pantang menyerah.


Keberhasilan tidak akan datang menemui kita tapi kita lah yang akan menjemput keberhasilan itu sendiri.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2