
Maaf para reader tercinta yang nungguin kelanjutan cerita ini tapi maafππmaaf banget buat kemarin author ngak bisa up karena author drop bukan karena sakit atau mentok idea tapi di karenakan view nya yang menurun drastis banget banget banget pake banget malahanπ°π°βΉοΈβΉοΈππππ
Pokoknya turun banget ampe author lemes liatnyaπ₯π₯ jadi ngak semangat nulis kemarin tapi udah author usahain up lagi.
Biasanya author akan up setelah liat view yang kemarin tapi hari ini sungguh di luar dugaan author jadi lemes bawaannya.
Biasanya ngak sampe turun jauh gini palingan cuma sampai beberapa view aja tapi kemarin ampe ribuan yang bikin down.
Maaf buat semuanya kecewa kemarin.,author usahain.
Padahal lagi nyari idea buat munculin Evan lagi tapi kini drop malas buat ngetik.
Sekali maaf ya,, πππ
βββββββββββββββ
Suasana libur pasti sangat di nantikan bagi semua orang tapi libur lama juga akan terasa membosankan juga apa lagi tidak ada kegiatan buat mengisi waktu luang.
Jika waktu libur di gunakan seperti bekerja atau melakukan kegiatan yang bermanfaat pasti tidak akan kerasan seberapa lama akan libur.
Jika waktu libur sangat di nantikan semua orang begitu juga akan masuk lagi karena akan bertemu teman serta guru atau dosen.
Jika seorang pelajar atau mahasiswa itu sedang merantau di kota pasti kalau datang waktu libur pasti pulang kampung buat berkumpul lagi bersama keluarga tapi kalau keluarga mereka ada di sana semua palingan akan mencari tempat buat menghabiskan masa liburan dengan mengunjungi tempat hiburan atau arena bermain.
Begitu juga dengan Eva dia hanya menghabiskan sisa liburan dengan keluarga disana saja andai belum bertemu keluarga di sana pasti akan pulang kampung juga berkunjung ke makam orang tuanya.
Dan lepas dari rumah orang tua Kevin serta saling bertukar no hp mama Kevin sering menghubungi Eva hanya untuk menanyakan kabar Eva atau menanyakan kapan Eva akan berkunjung lagi.
Setiap jawaban yang Eva berikan tidak ada satu pun yang menyinggung atau menyakiti perasaan mama Kevin.
Eva sangat menjaga tutur kata yang akan dia ucapkan bukan karena ingin mencari muka sama mama Kevin tapi menghargai orang yang lebih tua dari dia tanpa pandang siapa orangnya.
"Kak waktu aku tersesat di hutan itu aku udah janji kalau aku keluar dari sana maka aku mau tinggal bersama keluarga yang lain."
Eva baru ingat janji waktu dia tersesat bahwa akan mau tinggal bersama keluarga yang lain.
Eva tidak mungkin mengingkari janji yang sudah dia buat sendiri sama saja dengan berkhianat.
"Kamu yakin sama keputusan ini dek?."
Efi akan setuju saja jika itu yang terbaik tidak ada salahnya juga menyetujui permintaan keluarga dia dulu.
"Iya aku sudah yakin kak,aku bukan orang yang suka ingkar janji."
Segala sesuatu yang sudah di ucapkan tidak boleh di ingkari jika sekali saja kita ingkar maka akan terus melakukannya dengan berbagai alasan.
"Ya sudah jika itu yang jadi keputusan mu nanti kakak bilang dulu sama yang lain."
Tidak masalah bagi Efi harus pindah cepat sebelum masa kontrakan itu habis dari pada mengajarkan adiknya ingkar janji secara tidak langsung.
Tinggal dimana saja tidak apa asal mereka selalu bersama.
"Kak aku jadi kangen Ayah Bunda."
Malam ini Eva lagi bersantai dengan Efi di dalam kos setelah shalat isya tadi dan juga sudah makan malam serta Sisi sudah balik kos sendiri buat menyiapkan peralatan buat kuliah besok.
"Kakak juga udah kangen Ayah Bunda dek,gimana sebelum kamu magang kita pulang dulu sebentar,kita naik pesawat aja biar ngak buang waktu."
Efi juga sudah lama tidak mengunjungi makam orang tuanya sejak pulang dulu bersama Renal.
"Tapi kita tinggal di mana kak kalau pulang?."
Efi terdiam mendengar pertanyaan Eva barusan,benar juga kata Eva dimana akan tinggal jika pulang nanti tidak mungkin numpang sama tetangga.
Tetangga tidak ada yang mau dekat sama mereka dari dulu jadi dimana mereka akan tidur jika pulang kampung.
Semua itu cukup mengingatkan mereka pada perbuatan Sarah dulu tapi tidak bisa marah pada Sarah apa lagi sekarang mereka semua sudah baikan.
Dan juga Efi dan Eva belum tau kalau rumah orang tua mereka lagi di bangun lagi sama Sarah menjadi lebih baik lagi tanpa ada yang tau satu pun.
"Gimana kita pulang berangkat subuh dan sore kita balik lagi jadi ngak perlu takut mau tidur dimana."
Efi tidak mau menghalangi keinginan adiknya,Eva sudah lama tidak mengunjungi makam orang tuanya di bandingkan Efi yang belum lama ini.
"Iya kak ide bagus,nanti sebelum pergi kita pamit dulu biar yang lain ngak cemas nyariin kita."
Eva setuju sama usul kakaknya setidaknya dia bisa pulang kampung tidak apa tidak menginap dan konsekwensinya pasti capek harus bolak balik tanpa istirahat.
"Sekarang kami tidur ya dek besok kan udah masuk kuliah lagi."
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh sudah waktunya buat tidur.
"Iya kak selamat malam."
Eva beranjak masuk kamar meninggalkan Efi sendiri masih duduk di ruang tamu.
"Maafin kakak dek belum bisa bangun lagi rumah peninggalan orang tua kita,kakak janji akan cari uang buat mendirikan lagi rumah itu.
Karena kalau rumah itu ngak ada kakak merasa bersalah sama Ayah Bunda maka sebisa mungkin kakak akan usahakan.
Bunda Ayah maafin kakak yang ngak bisa jaga amanah kalian."
Efi menunduk menahan tangis apa dia bisa mewujudkan impian itu sedangkan sekarang dia tidak bekerja lagi karena semua orang mendukung dia berhenti kerja jadi dari mana dia bisa mengumpulkan uang yang tidak sedikit itu jika tidak bekerja.
"Kamu ngak perlu sedih gitu sayang sekarang Bunda udah bisa pergi dengan tenang karena anak anak Bunda udah berkumpul sama saudara Bunda jadi kalian sudah ada yang melindungi dan juga Bunda bahagia sebab anak gadis Bunda udah nemuin pasangan yang begitu menyayangi kalian berdua.
Bahagia selalu sayang jaga diri baik baik jangan nangis lagi sudah saatnya anak Bunda bahagia.
Maafin Ayah dan Bunda yang ninggalin kalian dulu begitu cepat tapi Bunda percaya anak Bunda bisa melewati semuanya dan terbukti sekarang anak Bunda udah bahagia di sini.
Bunda akan selalu menjaga kalian dari jauh,Bunda akan memastikan kalau ngak akan ada yang bisa nyakiti anak gadis Bunda ini."
__ADS_1
Tanpa Efi sadari sosok Bunda yang mereka bicarakan sedari tadi ada di sisi mereka hanya saja tidak menampakkan diri takut Eva akan dapat melihat.
Terasa menyayat hatinya anak yang begitu dia sayangi harus banyak mengalami cobaan hidup yang silih berganti.
Sosok yang Kevin temui di hutan waktu mencari Eva ya Bunda Efi dan Eva hanya saja Kevin tidak tau dan Bunda mereka juga yang menjaga Eva berada di dalam sana.
Waktu itu bisa saja Bunda Eva membawa Eva keluar dari sana tapi ingin melihat seberapa besar rasa sayang Kevin pada Eva hingga membiarkan Kevin mencari Eva dengan cara dia sendiri.
Saat Efi mengangkat kepala sosok itu juga menghilang merasa sudah bisa pergi dengan tenang tanpa ada beban.
Efi masuk kamar buat istirahat juga sebab rasa kantuk itu sudah mulai terasa hingga setelah membersihkan diri Efi berbaring di atas kasur tidak butuh waktu lama Efi sudah masuk ke alam mimpi.
βββββ
Mentari sudah mulai menampakkan sinarnya selesai shalat subuh Eva ke dapur membantu membuat sarapan tidak lama sesudah itu Sisi datang sudah rapi dengan pakaian lengkap juga membawa tas.
"Assalamu'alaikum."
Sisi menghampiri dua saudara itu lalu duduk di kursi biasa Sisi duduk sambil menunggu sarapan siap.
"Waalaikumsalam.Enak banget hidup mu Si,datang pagi nunggu sarapan jadi ngak bantuin lagi."
Canda Eva membawa piring serta gelas dan sendok.
Sisi hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Eva sama sekali tidak tersinggung atau marah karena tau Eva hanya becanda dan berniat buat membalas juga.
"Iya lah enak tiap pagi di masakin sama chef cantik dan ngak perlu ngotorin tangan lagi."
Balas Sisi tidak mau kalah Efi hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat tingkah keduanya.
"Habis ini bayar ya jangan gratis terus."
Eva memasang wajah serius seolah yang dia katakan tidak lagi becanda.
"Tenang bayarannya udah ada kok yaitu bang Re buat kak Efi."
Sisi tersenyum sama ucapan sendiri masa menjadikan abang sendiri sebagai alat pembayaran.
"Kalau bang Re tau kamu bakal di jitak Si,ah iya nanti kan ada jam bang Re selesai kuliah aku aduin kamu sama bang Re."
Ancam Eva lalu memakan sarapannya tanpa melihat ekpresi wajah Sisi yang memasang wajah kesal.
"Kak aku berangkat dulu assalamu'alaikum."
Menyalami Efi di ikuti Sisi juga lalu melangkah keluar kos.
"Wa'alaikumsalam, hati hati dek Si."
Teriak Efi masih berada di dapur sambil membereskan piring bekas mereka sarapan tadi.
Di luar kos dua cowok tampan itu sudah menunggu sang pujaan hati keluar walau harus sabar dari pada mengganggu ektifitas pagi orang dengan bertamu.
Sisi tidak peduli sama tatapan keduanya yang seperti ingin menerkam karena di bilang satpam.
"Iya Si padahal ngak di bayar lo tapi mereka mau ya."
Tambah Eva ikut mengompori juga hingga wajah keduanya sudah jelas sangat kesal.
Apa tidak ada nama panggillan yang lebih bagus lagi dari kata satpam.
Jika mereka tidak sayang sama dua orang itu ingin rasanya marah marah lalu pergi tapi rasa sayang itu mengalahkan semuanya.
Dua wanita cantik itu terus berjalan tidak peduli sama dua wajah yang masih terlihat kesal itu.
"Sayang kok aku di cuekin sih?."
Kevin berjalan sejajar sama Eva tapi masih belum mendapat tanggapan dari yang punya nama.
"Sweety kok aku di bilang satpam,masa ganteng gini jadi satpam sih."
Sisi melakukan hal yang sama dengan Eva hanya diam menghiraukan suara yang ada di samping mereka berdua.
Hingga dengan masih kesal mereka masing masing menarik tangan kekasihnya menjauh satu sama lain.
"Sayang kamu kenapa main tarik aja kalau aku jatuh gimana?."
Eva kaget saat Kevin menarik tangannya tiba tiba hingga hampir saja jatuh kalau tidak bisa menjaga keseimbangan.
"Kamu yang kenapa?kenapa diam aja dari tadi?."
Padahal ini bukan yang pertama kali Eva diamin Kevin,biasanya Kevin tidak akan marah atau kesal.
"Aku ngak apa,biasanya aku diam kamu ngak apa sayang tapi kenapa jadi sensi gini kayak cewek mau datang bulan."
Eva tidak marah di tarik Kevin tadi hanya saja heran kenapa kekasihnya itu sedikit kesal dia diamin lagi ada masalah atau apa.
"Tapi aku ngak suka di diamin sayang."
Boleh tidak sih Eva teriak dan bilang jangan lebay Kevin tapi dia malu takut orang orang pada liatin ke arah mereka.
"Iya aku ngak akan diamin kamu lagi,lagian aneh dulu aku diamin aja ngak apa malah tetap ngejar aku sampai dapat."
Sindir Eva melirik Kevin sekilas lalu tersenyum manis hingga Kevin tidak bisa marah lama lama sama Kevin.
"Senyuman mu itu mengalihkan dunia ku sayang,jangan pernah tersenyum pada orang lain selain aku dan keluarga kamu ok."
Memperingati Eva bahwa senyuman dia bisa membuat orang tetarik padanya makanya jangan pernah senyuman sembarangan pada orang.
"Iya iya sayang,ada lagi ngak?."
Sejak kapan kekasih tampannya itu suka ngatur ngatur dia gitu tapi Eva tetap mengikuti sebenarnya tanpa di minta Eva tidak pernah senyum pada sembarangan orang.
__ADS_1
"Nanti aku kasih tau lagi kalau ada."
Dengan entengnya Kevin bilang itu tapi bagi Eva tidak masalah selagi masih di batas wajar jadi masih bisa di ikuti.
"Sayang aku mau ngomong sesuatu sama kamu!."
Eva memasang wajah serius seolah mengatakan kalau sekarang dia tidak lagi becanda.
"Mau bilang apa sayang?bilang aja aku akan dengar."
Iyalah akan dengar tidak mungkin akan ngomong juga kalau ikutan ngomong juga jadi suara siapa yang akan di dengar.
"Iya aku mau ngomong sekarang diam,sebelum kita magang aku mau pulang kampung sama kakak buat ngunjungi makam Ayah Bunda udah lama aku ngak jenguk sejak tiba di sini.
Kamu ngak apa aku tinggalkan cuma sehari kok ngak lebih sebab kami ngak nginap juga."
Jelas Eva bahwa sudah ada rencana sama kakaknya semalam lebih baik mengasih tau jauh jauh hari begini biar Kevin tidak kaget saat Eva akan berangkat nanti.
"Pastinya aku ngak apa sayang,aku kan bisa ikut kamu juga sekalian minta restu langsung sama orang tua mu."
Padahal bukan jawaban itu yang Eva harapkan Eva sempat berfikir kalau Kevin akan menjawab seperti ini sayang kalau kamu pergi terus jika aku rindu kamu gimana.
Ini malah bilang akan ikut juga tanpa berfikir panjang.
"Kamu yakin ikut sayang nanti kamu capek lo kampung aku jauh dan jalanannya jelek lagi."
Secara tidak langsung Eva melarang Kevin ikut bersama dia pergi.
"Kamu melarang aku ikut sayang atau disana ada hati yang lagi kamu jaga juga makanya melarang aku ikut bersama mu."
Kevin memasang wajah kecewa di larang Eva ikut bersama padahal dia hanya ingin minta restu langsung sama orang tua Eva supaya hubungan mereka lancar sampai akhir.
"Jangan ngak kalo bicara sayang,hati siapa sih yang aku jaga di sana kalau kamu sudah mencuri hati ku semua."
Eva tidak sadar apa yang dia ucapkan barusan yang terpenting bagi dia Kevin tidak marah dan salah paham.
"Uuhh kesayangan ku udah bisa ngegombal ya sekarang dia ajarin siapa sih."
Ucapan Eva membuat Kevin terasa melayang ternyata kekasihnya itu bisa juga gombal biasanya Kevin yang gombalin dia kini kebalik.
"Itu itu aku ngak sadar saat ngucapinnya."
Malu malu buat menjelaskan tapi lebih baik membiarkan saja kan menggombal sama pacar sendiri jadi tidak ada yang salah.
"Jadi deal ya aku ikut,kita ajak yang lain biar rame."
Apa Kevin tidak ingat bahwa Eva bilang tadi cuma satu hari dan tidak menginap ini malah mengajak pasukan yang lain.
"Ngak usah sayang,aku ngak nginap jadi hari itu juga langsung balik.
Kasihan yang lain capek bolak balik kalau ikut juga,kalau rumah bunda masih ada ngak apa ikut kita bisa tidur di sana bareng."
Lirih Eva di ujung kalimat tergambar kesedihan yang belum bisa dia hilangka dengan cepat.
"Ngak apa ngak nginap anggap aja kita lagi mencari pengalaman."
Tetap kekeh ingin ikut walau Eva sudah tolak dengan berbagai macam alasan.
"Terserah lah tapi jangan salahkan aku kalau kalian capek nanti ngak dapat istirahat."
Eva mengalah membiarkan Kevin mengajak yang lain ikut bersamanya.
Memang kadang berdebat sama Kevin ada masanya Eva akan kalah dan Kevin tidak mau mengalah.
Apa untungnya juga ikut sama dia kalau tidak bisa menginap disana yang ada hanya rasa capek di dapat.
Dan juga waktunya juga singkat karena bukan lagi libur panjang.
"Ya udah semua bereskan aku mau kuliah dulu takut telat."
Eva melangkah menuju masuk kampus,Kevin mengantar sama garbang tempat biasa mengantar Eva.
Disana sudah ada Sisi dan Sandra yang menunggu Eva datang bersama satpam yang kata Sisi tadi ya siapa lagi kalau bukan Bastian dan David.
"Masuk sana sayang,yang rajin kuliahnya kanan kiri."
Menyuruh Eva masuk setelah mereka berkumpul di gerbang kampus.
"Kamu kira aku mau nyebrang liat kanan kiri,bye assalamu'alaikum."
Ketiga cewek cantik itu masuk beriringan setelah pamitan sama pacar masing masing.
Setelah memastikan ketiganya tidak kelihatan lagi,tiga cowok itu membubarkan diri juga menuju kampus dan kantor.
Tiap pagi mereka terus melakukan itu seperti orang tua yang lagi mengantarkan anaknya Sekolah.
Rasa sayang mereka mengabaikan ucapan orang sekitar kadang ada yang mengatakan apa tidak bosan tiap pagi ngantar terus terus pulang di tungguin juga,lebay banget sih mereka,kayak anak Sekolah an yang lagi kasmaran,tidak ada juga yang mau ambil pacar kalian.
Masih banyak lagi yang mereka dengar tapi tetap di abaikan selagi tidak mengganggu orang atau merugikan orang jadi sah sah saja.
\=\=\=\=\=
*Jangan lupa klik like, rate, komen and vote
Tetap komen walau hanya sekedar bilang up atau next ok
Makasih.
I LOVE YOU ALL ππππππππππ€*
Tbc.
__ADS_1