TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Titip Cucu.


__ADS_3

Pagi hari selesai sarapan pagi pasangan suami istri baru itu membereskan barangnya dan siap buat pulang.


Dirasa sudah cukup beberes mereka berjalan keluar kamar tempat mereka menginap dua malam ini.


Istirahat sudah cukup dan siap melakukan perjalanan jauh lagi tapi tidak tau mau kemana karena mama Kevin tidak memberi tau kemarin akan kemana hanya bilang akan pergi bulan madu saja.


"Silahkan tuan putri,"


Kevin membukakan pintu mobil agar Eva bebas masuk lalu di susul sama Kevin yang duduk di kursi kemudi sebab tidak mau memakai supir.


"Makasih sayang,"


Balas Eva tersenyum yang mana Kevin melihat sekarang malah tambah cantik di matanya.


Mobil melaju ke rumah mama Kevin sebelum ke rumah keluarga besar Eva buat pamitan juga.


Cukup lama berkendara akhirnya sampai rumah mertua Eva dengan selamat.


"Assalamu'alaikum,'


Ucap keduanya berjalan masuk ke dalam rumah.


" Wa'alaikumsalam, sini sayang mama rindu,"


Merangkul bahu Eva dan duduk bersama.


"Mama apa kabar?"


Tanya Eva kini hanya ada mama di rumah sebab papa lagi pergi ke kantor ada meeting yang tidak bisa di ganti kan.


Rencana mereka Kevin akan segera menggantikan posisi papa setelah melakukan pelatihan yang cukup baru setelah itu baru bisa di lepas memimpin sendiri perusahaan keluarga mereka.


Andai kakak Kevin laki laki pasti dia tidak perlu repot repot mengurus perusahaan dan pasti akan memilih mengembangkan usaha sendiri ya walau bisa di bilang masih kecil kecil an.


"Mama baik sayang, gimana mama pasti bakal dapat cucu segera kan?"


Lah mama ucapannya membuat menantu nya tersipu malu.


Kata kata itu masih tabu di telinga Eva dan harus terbiasa mulai sekarang.


"Doain aja ma,"


Hanya itu yang bisa Eva jawab, ya mau jawab apa lagi selain usaha kan doa.


"Jangan di tunda ya,'


Pinta mama sebab dia juga ingin menggendong cucu dari Kevin.


Dan pernikahan mereka terbilang cukup muda sebab selesai kuliah langsung menikah tentu saja setelah melakukan pembicaraan yang serius.


" Iya ma,"


"Kevin beres beres dulu ya ma,"


Pamit Kevin mau pergi ke kamar.


"Iya, sana sayang bantu suami kamu beres beres.


Kalian disana selama seminggu ya,"


Keduanya berjalan menuju kamar Kevin yang mana ini pertama kali Eva masuk kamar Kevin selama ini.


"Yuk masuk sayang,"


Mereka berdua masuk kamar Kevin yang cukup rapi seukuran anak laki laki.


"Koper nya mana biar aku yang beresin baju kamu,"


Kevin menyerahkan kopernya pada Eva dan Eva menata baju Kevin ke dalam sana.


Kevin hanya memperhatikan setiap gerak gerik Eva yang membereskan beberapa pakaian Kevin ke dalam koper.


Ada sedikit rasa canggung dihatinya saat melakukan itu untuk pertama kali.


"Enak ya kalau udah nikah, apa apa ada yang urus,"


Masih fokus melihat Eva yang berdiri di depan lemari pakaian Kevin.

__ADS_1


"Jadi maksudnya apa?"


Bingung sama ucapan Kevin, enak karena udah nikah ada yang mengurus atau nikah itu emang enak.


Masih terdengar ambigu di telinga Eva harus mulai membiasakan diri.


"Ya nikah kan emang enak, tidur ada teman, makan ada yang masakin , mandi ada teman juga gimana ngak enak coba,"


Eva hanya menggeleng kepala saja, ada ada saja fikir Eva.


"Ya ya terserah sayang,"


Ngalah dah sama yang di sayang.


"Kok gitu jawab nya sih,"


Berjalan mendekat ke Eva lalu mendekap dari belakang.


"Ini apa maksudnya peluk peluk,"


Sedikit kaget merasakan tangan Kevin melingkar erat di pinggangnya, harus banyak yang akan Eva mulai biasakan.


"Sama istri sendiri juga,"


Malah makin mendekap Eva erat dan menarok dagunya di bahu Eva.


Sabar Va ingat dan maklumi aja kan selama pacaran ngak pernah lebih dari pegangan tangan.


"Tuh kan tau sayang,"


Jawab Kevin.


Selesai beberes mereka keluar kamar dengan Kevin menyeret koper yang tidak terlalu besar kan laki laki jadi tidak perlu banyak barang bawaan.


"Ma kami pamit ya, mama hati hati di rumah ya doain kami selamat sampai pulang lagi,"


Memeluk mama mertuanya dengan erat, sudah menganggap mama sendiri juga dan sangat merasakan kasih sayang yang tulus dari orang orang sekitar.


"Hati hati sayang dan pulang bawa in mama cucu ya,"


Pamitan lalu meninggalkan kediaman mertuanya dan menuju rumah kakek.


Kakek ya, kalau mengingat itu rasanya sangat rindu apa lagi pertemuan mereka yang terbilang singkat itu.


"Assalamu'alaikum,"


Salam mereka saat tiba di tempat tujuan.


"Wa'alaikumsalam,"


Jawab mereka semua yang kebetulan lagi berkumpul di ruang keluarga beserta Efi juga ada di sana.


Efi dengan perut besar, Sandra dengan perut yang baru sedikit kelihatan dan dia termasuk suka makan sejak hamil bahkan David harus membawa makanan pulang dari kerja.


"Yang pengantin baru wajahnya berseri kali,"


Goda David yang pertama kali buka suara.


"Kayak ngak pernah aja lo bang,"


Balas Kevin duduk di samping Eva.


"Iya iya gue tau, gimana udah gol belum?"


Boleh tidak sih menjitak kepala David itu sekali saja tapi tak dosa.


"Tanya yang lain aja bang, kurang kerjaan banget sih,"


Kini Kesyi yang buka suara.


"Anak kecil jangan ikut campur,"


Melempar sedikit makanan yang lagi di makan Sandra hingga dapat tatapan horor.


"Maaf hun,"


Menangkup tangan kedada dan dapat gelak tawa dari semua orang.

__ADS_1


"Aku mau ke kamar dulu buat beres beres,"


Lanjut Eva hendak berdiri.


"Ngapain beres beres Va kan belum di usir,"


Canda David yang dapat jeweran telinga dari sang mama yaitu Marta.


"Heh seharusnya di tahan bukan ikut ngusir.


Iya Va kan belum kita usir ngapain beres beres,"


Lah sama saja emak sama anak untung sayang.


"Mau berangkat bulan madu ma,"


Balas Eva lalu berdiri dari sana di ikuti Kevin dari belakang setelah permisi.


"Vin ngapain ikut ntar yang ketiga setan lo,"


Ucap David sedikit teriak.


"Kalau abang ikut baru ada setannya,"


Balas Kevin sambil terus berjalan.


"Lah,"


Kicep sudah di bilang setan, mana ganteng lagi.


Masuk kamar Eva sama seperti Eva tadi yang pertama kali masuk kamar Kevin begitu juga dengan Kevin sekarang.


"Nyaman rasanya sayang,"


Duduk di ranjang Eva yang beralaskan bad cover berwarna biru laut.


"Bentar ya aku beres sebentar dulu,"


Cukup banyak barang bawaan Eva dari pada Kevin yang hanya membawa pakaian ganti saja.


Kevin memperhatikan sekitar kamar Eva yang sangat rapi dan juga ada beberapa foto mereka berdua terpajang di sana.


"Mau kemana?"


Sosok yang entah datang dari mana berdiri di samping Eva.


Eva tidak menjawab hanya melihat sekilas lalu melanjutkan kegiatannya.


"Yah di cuekin ya udah aku pergi lagi,"


Menghilang dari sana dan Eva selesai.


Keluar dari kamar Eva lalu berpamitan sama semua orang.


"Pulang bawa in mama cucu ya sayang,"


Para mama memeluk Eva secara bergantian.


"Doain ya ma,"


Balas Eva memeluk balik.


"Hati hati ya dek, jaga diri disana,"


Memeluk adik satu satunya dengan erat tapi tidak bisa karena terhalang perut besar Efi.


"Iya kak,"


Eva dan Kevin berangkat menuju bandara sengaja tidak mengizinkan mereka mengantar sebab tidak mau merepotkan.


Menuju negara tujuan dengan menggunakan jet pribadi yang sudah di siapkan orang tua Kevin.


Niat sekali menyiapkan segalanya dan tujuan bulan madu mereka adalah swiss.


\=\=\=\=\=


Bersambung wokey,,,,

__ADS_1


__ADS_2