TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Akhir Bahagia.


__ADS_3

Perjalanan cinta yang sebenarnya akan segera di mulai saat satu pasang insan yang saling menyayangi memutuskan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Lika liku segala hal yang pernah di alami hanya sebagai pacuan buat kita mempersiapkan diri buat menghadapi perjalanan cinta yang sesungguhnya.


Awal perjalanan cinta sebenarnya saat kita memutuskan buat melangsungkan sebuah hubungan ke jenjang pernikahan, maka saat itulah perjalanan cinta akan mulai di uji dengan segala hal.


Sebab pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan yang saling menyayangi untuk bersatu namun menyatukan dua hati yang berbeda, dua fikiran yang bertolak belakang juga dua keluarga yang berbeda.


Semua tidaklah mudah, jika kita tidak mempersiapkan diri akan segala kemungkinan yang terjadi di depan maka bisa di pastikan kita akan kalau di awal.


"Ngak aku sangka perjalanan cinta kami akan segera di mulai hari ini,"


Gadis cantik itu pagi sekali sudah bangun untuk melaksanakan kewajiban dan juga membersihkan diri.


Ini hari terakhir dia menyandang status sebagai seorang gadis karena setelah jam sepuluh nanti maka status dia akan berganti menjadi istri orang.


"Bismillah semoga acaranya lancar dan aku bisa menjadi istri yang berbakti juga menantu yang baik,"


Sejak bangun tadi perasaan gelisah terus menghampiri dia, tapi bukan hanya dia saja hampir semua perempuan yang akan mengadakan pernikahan pasti akan merasa gugup menjelang akad nikah.


"Ngak usah tegang gitu, nanti malam aja kalau mau tegang tegangan,"


Suara itu dan sosok itu datang pagi pagi gini.


"Kamu tau apa soal itu? jangan sok tau.


Mending diam aja,"


Datang datang bukannya membantu menenangkan setidaknya tapi malah meledek lagi, lagian dia tau apa kalau soal pernikahan.


"Iya iya aku diam,"


Duduk di samping perempuan cantik itu dan mulai hari ini juga dia tidak bisa bebas datang lagi seperti biasa.


"Tapi kamu udah mempersiapkan diri buat nanti malamkan?"


"Bukannya tadi mau diam? kenapa bicara lagi?,"


Bahkan waktu dia diam tidak sampai satu menit dan bicara lagi.


Hingga akhirnya sang perias datang buat me make up dia dan berganti baju kebaya.


Acaranya akan di laksanakan di sebuah hotel milik salah satu keluarga Kevin dan acaranya berlangsung mulai pukul sepuluh dengan akad dan di sambung dengan resepsi juga tidak menunggu waktu lagi.


"Wah yang mau jadi manten udah cantik aja,"


"Iri bilang Na,"


"Ah merasa ngak rela gitu harus di langkahi adik sendiri,"


"Sabar kak Key,"


"Yuk keluar acaranya akan segera di mulai,"


Menggandeng sang pengantin berjalan keluar kamar menuju tempat akad.


Disana sudah ada Kevin yang menunggu sudah rapi dengan jas yang senada di gunakan kebaya Eva.


"Kamu makin cantik sayang,"


Bisik Kevin saat Eva sudah duduk di sampingnya dan membalas dengan senyuman.


"apa acaranya sudah bisa di mulai?"

__ADS_1


Tanya penghulu mau memulai acara akad.


"Silahkan pak,"


Acara akad segera di mulai dengan membaca doa serta segala hal menyangkut pernikahan setelah itu baru memulai ijab qabul.


Dengan lantang Kevin mengucapkan dengan satu tarikan nafas dan sekarang perempuan cantik yang duduk di sampingnya sudah sah menjadi istrinya.


"Assalamu'alaikum imam ku,"


Ucap Eva seraya menyalami Kevin.


"Wa'alaikumsalam makmum ku,"


Membalas Eva dengan mengecup kening Eva.


Ini pertama kali Kevin mencium Eva semenjak mereka menjalani hubungan.


Ada rasa lega di hati mereka masing masing dengan status baru yang mereka miliki sekarang.


Acara di lanjut dengan acara minta doa restu pada semua anggota keluarga.


"Doain aku kak bisa menjalani rumah tangga yang bahagia, bisa menjadi istri yang berbakti pada suami.


Makasih selama ini kakak sudah memberikan yang terbaik buat aku, kamu kakak terbaik yang aku punya selama ini.


Makasih atas segala yang pernah kakak korbankan buat aku, jasa kakak ngak akan pernah aku lupakan dan makasih sudah mau menjadi pengganti Ayah dan Bunda buat aku selama ini,"


Kenapa Eva memilih minta restu pada kakaknya terlebih dahulu karena dia merasa tanpa kakaknya itu mungkin dia tidak akan bisa berada pada titik ini sekarang.


Berkat kakaknya lah dia bisa melangkah lebih jauh bahkan kakaknya selama ini yang berjuang sendiri buat mereka berdua.


"Ibuk, mama, mami makasih atas kasih sayang selama ini yang kalian berikan.


Makasih atas segalanya bahkan aku ngak akan pernah bisa membalas segala kabaikan yang sudah di berikan,"


Kebahagian yang selama ini Eva impikan kini sudah terwujud, keluarga yang saling menyayangi hingga punya suami yang sangat mencintainya.


Setelah shalat zuhur acara di lanjut dengan tamu undangan yang sangat banyak mulai dari kenalan keluarga kedua belah pihak, teman kampus kedua pengantin hingga teman dan juga para tetangg sekitar mereka.


"Selamat bahagia.Yang tidur sudah punya teman, ngak sendiri lagi,"


"Semoga langgeng. Yang tidur walau pakai AC tapi masih merasa hangat,"


"Cepat kasih kita ponakan. Kalau tidur sudah ada yang kelonin,"


"Kalau mandi ada yang nyiapin air,"


"Kalau pagi ada yang bangunin,"


"Kalau mau makan ada yang ambilin,"


Masih banyak lagi ucapan buat pasangan pengantin baru itu.


Mereka semua turut bahagia satu persatu perjalanan cinta di antara mereka sudah memasuki babak baru yang sebenarnya.


"Makasih, kita tunggu undangan dari kalian juga,"


Serangkaian acara sudah selesai kini kedua pengantin baru itu sudah berada di kamar hotel yang sudah di sediakan khusus buat mereka.


Memasuki kamar dengan perasaan deg deg an karena ini kali pertama di dalam kamar dengan lawan jenis namun sayangnya itu pasangan halal mereka sendiri.


"Aku atau kamu yang mau mandi dulu sayang?"

__ADS_1


Kevin juga merasa deg deg an berdua saja di dalam kamar seperti sekarang.


"Kamu aja duluan, aku mau bersihin make up dulu,"


Kevin masuk kamar mandi meninggalkan Eva sendirian di sana.


"Kok aku deg deg an banget ya.


Tenang Eva tarik nafas lalu buang, ingat dia suami kamu sekarang jadi jangan cemas ok,"


Eva sangka tadi kegugupan sudah berakhir ternyata masih ada lagi.


Membersihkan make up yang menempel di wajah cantik itu.


Setelah setengah jam Kevin keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi aset berharganya saja.


"Sayang sekarang kamu mandi ya,"


Eva langsung masuk kamar mandi tanpa menjawab ucapan Kevin.


"Bikin gemas saja,"


Geleng geleng kepala melihat Eva yang lagi malu malu.


Di dalam kamar mandi Eva langsung mandi, sebelum masuk ke dalam tadi Eva sudah menyiapkan baju ganti Kevin dan membawa baju gantinya.


Tidak lama Eva keluar dengan baju lengkap dan menggunakan kerudung karena belum terbiasa membuka kerudung di depan laki laki walau itu suami sendiri.


"Sayang sini duduk,"


Meminta Eva duduk di sampingnya dan Eva menurut saja.


Wajah cantik alami itu membuat Kevin terpesona.


"Kenapa menunduk,"


Eva tidak berani menatap Kevin yang sudah menyandang status sebagai suami.


Menarik dagu Eva dan pandang mereka bertemu.


Lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Eva hingga jarak mereka kian menipis.


Tangan Kevin teraangkat berniat membuka kerudung Eva karena dia merasa tidak masalah melakukan itu pada Eva dan Eva hanya membiarkan apa yang mau Kevin lakukan pada dirinya.


"Bismillah hirrahma nirrahim, kamu sangat cantik sayang tanpa kerudung ini.


Percayakan semuanya sama aku ya,"


Kevin berhasil melihat wajah cantik Eva tanpa penutup yang menurut Kevin sangatlah cantik dan tidak lupa Kevin membisikkan doa sebelum memulai.


...TAMAT. ...


Terima kasih atas dukungannya selama ini, dan akhirnya cerita ini tamat juga.


Jika nanti ada yang mau cerita ini di lanjut maka akan aku usahakan dan kalau komennya tembus seratus komen ya.


Oh ya sebelum aku pamit,kenalkan dulu nama aku pitri, aku berasal dari padang, sumatra barat asli minang ya dan sekarang tinggal di pekanbaru.


Siapa tau disini ada yang satu tempat tinggal sama aku.


Bye,, Bye,,,


MAMPIR YA KE KISAH TRIO Z DI MY HANDSOME DADDY.

__ADS_1


DI TUNGGU YA.,,, 😘😘😘😚


__ADS_2