TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Becanda mu Ngak Lucu !!


__ADS_3

Mata cantik yang sejak tadi terpejam sudah mulai menunjukan tanda bahwa akan terbuka.


Perlahan tampak bergerak keatas menyesuaikan sama cahaya yang masuk ke dalam sana terasa silau cahaya itu.


Pandangan itu masih buram belum sepenuhnya jelas, kelihatan kabur seperti kaca kena embun lama kelamaan jelas juga yang pertama kali dilihat pemandangan yang indah.


"Aku dimana ? apa aku sudah tiada ? "


"Pemandangan juga sangat indah, udaranya terasa sejuk sekali masih asri. "


"Tapi kok pakaian ku sudah di ganti juga, siapa yang ganti ?. "


Setelah kesadarannya terkumpul semua dia duduk mengedarkan pandangan kesegala arah menikmati sesaat suasana baru itu tanpa curiga sedikit pun.


Walau bingung dengan pakaian yang sudah berganti dengan yang lebih cantik bahkan sangat cocok ia kenakan.


"Ternyata aku sudah berakhir. "


Bicara sendiri tidak tau sekarang berada dimana yang jelas tempat itu terasa sangat menenangkan bisa di gunakan untuk seperti menjernihkan fikiran yang kacau,melepas lelas, atau sekedar bersantai bisa juga untuk orang yang tidak suka keramaian.


"Van kamu tega sama aku, aku ngak nyangka kamu akan lakukan ini sama pertemanan kita bahkan aku sudah memaafkan mu jauh jauh hari sebelum kamu kembali. "


"Kamu tau ngak walau kamu ngak lagi bersama ku dulu tapi di hati ku kamu masih ada walau ngak selalu aku fikirkan.


Sekarang kamu mengirim aku kesini sendiri. "


Eva asik sama fikiran sendiri membayangkan teman beda alamnya itu entah apa yang ada dalam fukirannya hingga tega sama teman sendiri.


Memori bersama dulu terbayang lagi, menari indah dalam fikirannya.Tampak jelas kalau dulu mereka selalu bersama bahkan dalam senang atau sulit sekali pun.


"Asik sekali kamu melamun sampai ngak sadar aku disini?. "


Suara yang tidak asing itu lagi terdengar di belakang Eva, sangat jelas dan sangat dekat juga, apa dia sudah berada di surga atau hanya mimpi saja.


"Apa aku sudah berada di surga tapi kenapa ada suara Evan ?. "


Bukannya menjawab pertanyaan Evan malah bicara sendiri juga.


"Surga apa ?, memang nya amal kamu sudah cukup untuk masuk surga. "


Pertanyaan menohok itu ia lontarkan begitu saja tanpa memikirkan perasaan Eva yang ia sindir.


Eva berbalik badan menghadap Evan langsung dengan wajah kaget, khawatir dan takut.


Kenapa dia ada disini juga. batin Eva.


"Kamu, ngapain disini ? Belum puas apa yang sudah kamu lakukan ?. "

__ADS_1


Menunjuk lurus pada Evan yang berdiri si depannya.


"Memang nya apa yang sudah aku lakukan sama kamu ?. "


Konyol, sungguh konyol pernyataan dia.


Dia bertanya apa yang sudah dia lakukan lupa atau pura pura lupa atau bodoh.


"Jangan pura pura lagi, pergi kamu aku benci !. "


Mengusir Evan dari sana, tidak mau melihat muka dia lagi atau cuma sekedar mendengar suara atau mendengar orang menyebut nama dia.


"Kamu kenapa Va? Memang aku sudah melakukan apa sama kamu?. "


Memasang wajah heran seolah tidak tau apa apa.


Padahal dalam hati tertawa senang setelah sejak tadi mengerjai Eva sampai temannya itu ketakutan setengaj mati.


Makin lucu dan menggemaskan kalau lagi panik begini. Evan menyeringai tipis menyaksikan wajak pucat Eva.


"Pergi Van, pergi aku ngak mau lihat kamu lagi. "


Semakin lantang Eva meneriaki Evan menyuruh pergi dari sana.


Sudah cukup dia tertekan dari tadi hingga sekarang apa salahnya kalau dia menginginkan ketenangan.


Memegang pundak Eva dengan kedua tangannya sampai badan Eva menegang saat tangan Evan menyentuh pundak Eva.


Badan mungil itu gemetar hebat menahan takut akibat Evan terlalu dekat sama dia.


"Lihat dan tatap aku maka kamu ngak akan takut lagi. "


Mengangkat dagu Eva dengan sebelah tangannya agar tatapan mereka berdua bertemu dan Eva sekuat tenaga menahan kepala agar tetap menunduk karena takut.


"Va lihat aku. "


Berusaha lagi sampai Eva mau mengangkat kepala menatap ke dalam mata Evan.


Dia dapat melihat kalau di dalam sana sama seperti hal saat mereka bersama dulu cuma ada Kedamaian dan ketenangan jauh berbeda saat tadi dengan wajah datar tanpa ekpresi.


"Aku minta maaf sama kamu sudah buat kamu takut, sudah bikin kamu kecewa.(Evan tersenyum memandang Eva, senyum tulus). Tadi aku cuma becanda sama kamu, aku ngak mungkin nyakitin kamu, aku sudah janji sejak awal kita bertemu akan selalu melindungi kamu, akan selalu jagain kamu.


Kamu tau saat kamu menangis aku merasa sakit karna air mata kamu jatuh karna di sebabkan sama aku sendiri.


Aku melakukan ini supaya di kemudian hari kamu akan jauh lebih kuat lagi jika dalam hahaha jangan menyerah sama keadaan, jangan tunjukan wajah takut kamu, tunjukan kalau kamu bisa menghadapi semua rintangan. "


Penjelasan panjang Evan membuat Eva diam seribu bahasa, tidak tau harus bicara apa.

__ADS_1


Perasaan bercampur aduk antara senang, sedih,haru atau tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.


Tapi tunggu dulu kalau Evan tidak menyakitinya dimana dia berada sekarang, kenapa tempat ini berbeda begitu banyak pertanyaan yang mau Eva tanyakan tapi tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mungil itu.


"Hey apa kamu masih takut sama aku, lihat aku perhatikan aku apa kamu tidak benar benar merindukan ku, kenapa diam saja ? bicaralah sedikit mana suara kamu yang teriak teriak tadi. "


Eva masih diam mesti Evan sudah bicara panjang kali lebar kali tinggi yang hasilnya cuma kebisuan (kaya rumus matematika dong).


"Aku,,, aku,,, aku. "


Cuma kata aku saja begitu sulit dia ucapkan.Bingung mau bilang apa lagi.


"Aku apa ?. "


Sudah tidak sabar mendengar suara Eva lagi padahal barusan tadi sudah mendengar juga. Apa karena mereka sudah lama berpisah atau Eva masih syok apa yang barusan dia dengar dari mulut Eva.


"Aku dimana ?. "


Tentu saja dia menanyakan dimana berada sekarang. Tadi sudah jelas Evan bilang tidak mungkin menyakiti dirinya kenapa tempat berada sekarang berbeda dengan tadi bahkan jauh lebih indah.


"Di alam ku. "


Jawaban singkat Evan tidak bisa di cerna Eva. Di alamnya tapi kenapa bisa indah sekali, kenapa dia membawa kesini apa beda nya sama yang tadi.


"Alam mu ?. "


Mengulang kembali jawaban Evan.


"Jangan takut lagi, tadi aku sudah bilang aku cuma becanda ngak mungkin nyakitin kamu apa lagi sampai menghabisi nyawamu itu tambah tidak mungkin aku lakukan. Kamu sudah punya tempat sendiri disini (menunjuk dadanya sendiri) . "


"Kamu harus percaya satu hal aku akan selalu lindungi kamu. Jika aku ingin menghabisi mu sudah dari dulu aku lakukan karna apa begitu banyak kesempatan buat aku tapi apa aku selalu ada buat kamu kan jadi jangan takut lagi. "


Meyakinkan kembali lalu mendapatkan lagi kepercayaan Eva yang sempat tadi di hancurkan.


Kenapa mempermaikan di saat yang tidak tempat, carilah momen dimana kepercayaan itu tidak runtuh seperti tadi.


"Becanda mu ngak lucu. "


Hy salam sayang dari author, maaf sering telat update.


Tapi tetap kasih like, rate, komen and vote ya.


Makasih.


LOVE YOU.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2