TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Bertemu Kembali


__ADS_3

Sosok yang berdiri di belakang saat Eva membalikkan badan terlihat sosok yang lama menghilang sekarang lagi berdiri di hadapannya dengan tatapan sulit di artikan. Tatapan ingin memangsa saat ini juga dan tatapan penuh damba saat bertemu lagi seolah ingin membawa saat ini juga.


"Ternyata kamu masih ingat saya, bagus jadi saya ngak perlu lagi memperkenalkan diri ha ha "


Bicara seperti berteman dekat saja dan kayak teman lama bertemu lagi.


"Bukan ingat bahkan aku sudah lupa siapa kamu "


Rasa takut itu perlahan antara hilang dan muncul lagi. Jika di gambarkan hanya pasrah kalau ngak ada orang datang membuka pintu.


"Wow sekarang kamu sudah mulai berani ya, apa kamu ngak takut akan ngak ketemu kakak mu lagi ? "


Ancaman itu mungkin akan sedikit mempengaruhi fikiran Eva.


"Ancaman mu itu ngak akan ngaruh buat ku, apa kamu ngak ingat selama ini selalu gagal ''


Mengejek tentu saja bahwa berbagai cara dia lakukan membawa Eva tapi sampai sekarang belum berhasil.


"Tapi tidak sekarang "


Berjalan mendekat kearah Eva mengikis jarak di antara mereka hingga makin mendekat.


Senyum kemenangan mulai terbit di wajahnya saat sudah tepat berdiri di depan Eva kalau Eva jangan ditanya lagi sudah pasti wajahnya mulai pucat jika benar akan di bawa pergi. Tapi satu yang belum Eva ketahui buat apa mereka selalu mengusiknya ingin membawa pergi alasan itu belum di ketahui jika di lihat caranya pasti untuk kepentingan besar.


"Katakan selamat tinggal pada dunia nyata ini atau ada pesan terakhir buat kakak dan teman mu "


Memegang pundak Eva pelan cukup membuat badan Eva menegang di tempat saat tangan dingin itu menembus seragam Sekolah itu.


Mata Eva terpejam saat tangan itu semakin kuat memegang pundaknya, sudah pasrah jika berakhir tragis saat ini juga. Cukup lama tapi ngak ada tanda tanda kalau sudah berada di tempat asing terasa jelas jika aroma tempat itu masih sama ngak ada beda sedikit pun.

__ADS_1


Kok rasanya ngak ada bedanya ya, sekarang aku lagi dimana, aku takut buka mata jika di buka ternyata di tempat asing lagi aku ngak tau jalan pulang, kakak maaf kan aku jika selama ini selalu membuatmu susah.


Sebuah senyuman terhias di wajah itu dengan indah, untung dia datang saat waktu yang tepat jika tidak entah lah apa yang akan terjadi. Memperhatikan secara seksama wajah cantik yang masih senantiasa memejamkan mata nampak jelas ketakutan di wajahnya.


"Sekarang buka mata mu "


Sebuah suara memerintah membuka mata Eva tapi di jawab gelengan pelan.


"Buka mata mu "


Suara itu lagi, Eva belum sadar jika suara yang sekarang sudah berbeda dari suara tadi.


"Eva buka matamu"


Deg,, suara itu suara itu terdengar lagi di pendengaran Eva saat ini terasa mimpi bahkan Eva semakin kuat memejamkan mata.


"Ngak mau aku rindu suara ini walau hampir lupa tapi aku masih ingat jelas suara kamu"


"Kalau rindu sekarang buka mata mu dan lihat aku"


Sekian lama ngak bertemu sifatnya masih sama ngak pernah berubah masih menggemaskan.


Mata itu perlahan bergerak terbuka bahkan saking pelannya ngak keliahat pergerakannya. Samar samar wajah itu mulai kelihatan berdiri gagah sambil menunjukan senyum yang sudah lama hilang.


"Ka kamu "


Menunjuk wajah tampan di depannya, senyum di wajah masih sama dari dulu.


"Iya aku "

__ADS_1


Suara itu, wajah itu, bahkan senyuman itu selalu membuat tenang. Tapi jika di ingat lagi seketika wajah Eva kembali biasa ada rasa kecewa si hatinya tapi senang juga bisa bertemu kembali.


BBRAK,, Eva keluar dari toilet menutup pintu dengan cara membanting keras ada rasa kesal juga melihat Evan saat ini ngak ada rasa bersalah di wajah tampan itu. Evan mengikuti dari belakang mengekori setiap langkah Eva kemana pergi.


"Eva kenapa kamu langsung pergi aja "


Cuma cara di diamkan akan terasa sakitnya di abaikan sama lawan bicara kita itu yang Eva lakukan sekarang. Antara masih kecewa, marah atau ngak tau mau bilang apa.


"Kamu ngak rindu aku Va, tadi katanya rindu lho "


Mungkin tadi iya sebelum tau siapa orang yang bicara dengan dia tapi sekarang beda lagi.


"Bilang sama aku biar kamu mau maaf kan aku karna aku sudah lama pergi tanpa bicara sedikit pun sama kamu Va. Oke aku akui kamu marah tapi bicara lah jangan diam begini. Tapi ada satu hal yang mau bilang sama kamu mungkin ini akan membuatmu lebih marah lagi sama aku"


"Ok kalau kamu belum mau bicara aku pergi dulu "


Setelah mengucapkan itu Evan menghilang dari sana.


Masih melanjutkan langkah kaki tanpa menghiraukan perkataan Evan tadi, baru beberapa meter berhenti dan membalikkan badan, Evan sudah ngak ada lagi di belakang pergi entah kemana.


"Menyebalkan sekali bukannya terus di bujuk malah menghilang awas kalau muncul lagi "


"Aku benci kamu tau, udah pergi tanpa pesan datang main muncul gitu aja,aku benci kamu"


Terus bicara sendiri tanpa menghiraukan tatapan aneh setiap orang yang melihatnya.


"Aku benci kamu "


Berteriak kuat saat sampai lorong paling ujung yang menghubungkan dengan taman Sekolah.

__ADS_1


"Kamu benci siapa ???


Tbc.


__ADS_2