
Tiga tahun berjalan tidak terasa jika di nikmati dengan suka cita tanpa keluh kesah tanpa beban.
Banyak pengalaman yang di dapatkan selama Sekolah tiga tahun ini, banyak juga yang bisa di jadikan panutan hidup kedepannya nanti.
Pagi ini Eva mulai siap siap untuk berangkat ke Sekolah menghadiri acara Perpisahan Sekolah seangkatan dia dengan menggunakan seragam yang sudah di siapkan jauh jauh hari sebelum acara.
Menngunakan baju yang pas dengan body dia dan tidak lupa dandan simple tapi makin manambah kecantikan yang dia tampilkan. Serta jangan lupa hijab yang ditata serapi mungkin dan highells untuk menunjang penampilan dia hari ini.
"Duh adek kakak cantik bener hari ini jadi pangling kakak lihatnya, andai kakak cowok pasti langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kalau lihat. "
Efi masuk tanpa mengetuk pintu di lihatnya sang adik sudah sangat cantik beda dari hari biasanya.
Memang selama ini Eva tidak pernah dandan kalau untuk hari hari makanya sekali dandan aura kecantikannya akan keluar.
"Iya dong kak emang udah cantik dari lahir kalau kakak lupa ".
Eva sendiri mengagumi kecantikan dia hari ini yang jauh berbeda jika di lihat lihat sungguh dia terpesona sama diri sendiri.
" Iya deh adek kakak memang yang paling cantik. "
Mengalah saja jika mode pede lagi on.
"Yuk berangkat nanti telat lagi. "
Lanjut Efi mengajak berangkat ke Sekolah sebab acara di adakan di lapangan Sekolah dengan mendirikan panggung dan tenda serta keperluan lain untuk acara hari ini.
Sampai Sekolah sudah rame di hadiri oleh para orang tua murid yang datang beda dengan Eva yang cuma di temani oleh kakaknya saja tanpa orang tua disisinya itu membuat dia sedikit sedih di hari spesial tidak bisa membagi kebahagiaan buat orang tua yang sudah lama meninggalkan mereka berdua.
"Kamu kenapa dek kok bangong. "
Eva berdiri sambil memperhatikan temannya yang datang sama orang tua, sebagai anak dia pasti menginginkan hal yang sama tapi apa mau dikata jika takdir berkata lain.
"Ngak kak, aku cuma ingat kedua orang tua kita aja, andai saja mereka masih ada pasti lagi kumpul juga sama kita.
Kenapa tuhan cepat sekali memanggil mereka ya kak padahal kita masih butuh mereka. "
Lirih Eva merasa iri sama teman temannya yang sampai sekarang masih memiliki orang tua sedangkan dia harus di pisahkan saat usia masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang.
"Ikhlas dek semua sudah ada jalannya berdoa semoga orang tua kita bahagia disana dan yakin kalau mereka selalu mengawasi kita dari atas sana. "
Sedih sudah tentu Efi rasakan juga dia harus menjadi orang tua tunggal bukan hanya sebagai kakak saja harus memastikan jika adiknya tidak kurang apa pun termasuk kasih sayang.
__ADS_1
Di umur masih kecil Efi harus kuat demi adiknya jika dia lemah siapa yang akan menjaga adiknya nanti jika dia tidak ada di sampingnya.
Bekerja sambil Sekolah sungguh itu pekerjaan yang berat buat dia, di usia yang sama jika temannya pulang Sekolah pasti akan bermain atau berkumpul sesama dia tapi tidak buat Efi harus bekerja pulang Sekolah.
"Iya kak aku sudah ikhlas kok cuma melihat mereka aku jadi ingat saja. Yuk kak kita ngumpul juga disana. "
Sedih bukan untuk kita ratapi berlama lama atau berdiri di tempat ada waktu dan kondisi yang harus di ingat bahwa jangan terlalu terpuruk dengan rasa sedih itu.
Semua sudah berkumpul pada tempat yang sudah di sediakan dan duduk bersama orang tua masing masing.
mengikuti acara dengan tenang , acara ini akan di jadikan kenangan nanti buat di masa depan.
Memang sudah menjadi hukum alam juga dimana ada pertemuan pasti ada juga yang namanya Perpisahan tapi itu masih perjalanan awal buat mereka masih remaja yang baru mulai menuju dewasa.
Dimana pertemuan di sampingnya pasti ada perpisahan, dimana ada kegagalan pasti ada juga hikmah buat kita, dimana ada kesedihan pasti akan ada kabahagian setelah itu dan setelah hujan pasti ada pelangi setelah itu.
"Dan mari kita persilahkan buat murid berprestasi kita tahun ini, kepada Eva kita persilahkan naik ke atas panggung. "
Acara yang tidak pernah Eva bayangkan saat di suruh naik ke atas panggung sebab tidak ada yang ngasih tau dari awal jadi itu membuat dia bingung.
"Kak ini bagaimana soalnya tidak ada yang ngasih tau, aku harus bicara apa di atas sana. "
Kadang orang yang bicara atas panggung butuh persiapan dan latihan bahkan membuat naskah dulu untuk di hafal malah sekarang Eva di suruh naik tanpa persiapan.
Memberi semangat pada adiknya, jika dia di posisi itu belum tentu tau apa yang akan dia bilang nanti kadang bicara itu lebih mudah di bandingkan praktek langsung.
Eva melangkah ragu namun pasti akan naik juga tidak mungkin menghindar juga ini acara dia dan juga dia bukan tipe orang yang suka menghindar atau cari alasan.
Tiba di atas panggung Eva gugup, tangan gemetar menerima mic yang di kasih pembawa acara dan dia di tinggalkan disana sendirian.
"Bismillah."
Mencoba menetralkan detak jantungnya yang berdetak sejak tadi bingung mau mulai bicara dari mana, yang mau di bicarakan pun tidak tau apa.
Jika dia bisa memilih lebih baik ikut perlombaan lagi dari pada harus tampil tanpa persiapan.
"Assalaammu'alaikum wr. wb. Selamat siang bapak ibu teman teman semuanya, maaf pertama saya masih bingung juga tiba tiba di suruh naik kesini bahwa tidak ada konfirmasi sebelumnya dan juga terima kasih buat waktu yang di berikan.
Saya ucapkan terima kasih buat ibu bapak guru yang selama ini mengajar dengan sabar buat kita semua bahkan jika di ingat mulai awal kamu masuk sini sampai sekarang ada begitu banyak suka duka nya yang kami rasakan mungkin para guru juga pernah merasa kesal atau marah saat kami nakal atau mengumpulkan tugas terlambat bahkan mungkin ada juga di antara kami yang loadingnya lama saat belajar, terima kasih sudah sabar selama ini .
Mungkin ucapan terima kasih tidak cukup untuk membalas jasa guru selama ini tapi cuma itu yang mampu di ucapkan sekarang.
__ADS_1
Dan juga selamat buat para teman yang lulus dengan nilai memuaskan jangan bangla dulu sebab perjalanan kita masih panjang, masih perlu banyak belajar lagi karna kita tidak tau akan apa yang kita temui di depan nanti.
Juga buat yang masih punya orang tua buatlah mereka bangga selagi masih berada di sisi kita jangan sampai menyesal suatu hari nanti jika mereka sudah pergi.
Dan semua yang kita gapai terasa sia sia karena kita tidak dapat melihat lagi senyum bangganya buat kita.
Terima kasih juga buat kakak yang selama ini sudah selalu setiap memberi semangat buat sayang hingga berada pada titik saat ini. Kakak terbaik yang pernah saya punya, kakak sekaligus pengganti orang tua buat saya tanpa dia mungkin saya tidak akan bisa merasakan yang namanya masa Sekolah.
Terima kasih buat waktunya saya akhiri sampai disini. "
Eva turun setelah mengucapkan kalimat panjang yang entah dari mana dia dapatkan yang jelas dia bicara apa adanya mengalir begitu saja.
Semua yang mendengar disana merasa terharu ada juga yang kaget bahwa tidak banyak orang yang tau kalau dia tidak ada orang tua lagi.
Dan bangga juga bahwa dia bisa pintar di atas rasa sedih selama ini tanpa orang tua.
"Kamu hebat dek kakak bangga sama kamu. "
Eva duduk lagi di samping Efi setelah melewati waktu mendebarkan itu.
"Kakak tau aka tadi cemas banget tadi ngak tau mau bilang apa, siapa sih yang bikin susunan acara ini bikin kesal saja. "
Kesal Eva jika saja itu dalam kelas pasti sudah marah marah main tunjuk gitu saja.
Kalau iya dia siap coba kalau tidak mungkin sudah malu tidak tau harus bicara apa.
"Jangan marah gitu yang penting kamu bisa kan. "
Sebagai kakak dia bangga punya adik pintar apa lagi bisa membuat usaha dia selama ini tidak sia sia.
Acara terus berlanjut hingga sore di akhiri dengan menampilkan bakat setiap kelas atau pun individu, pembacaan doa dan makan bersama.
\=\=\=\=\=\=\=
*Author minta maaf🙏🙏sudah beberapa hari belum up.
Dan makasih masih setia nungguin
jangan lupa like, rate, komen and vote
Makasih
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.