TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Sebuah Rencana.


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Kevin menemukan keberadaan Eva lagi santai di kursi taman dengan Sisi yang berbaring di paha Eva hingga rasa cemburu itu tidak bisa Kevin hindari.


"Ya elah Si,gue aja belum pernah tidur di sana kenapa lo yang duluan."


Gerutu Kevin merasa tidak terima melihat Sisi tidur berbantalkan paha Eva,bagaimana tidak dia juga mau tidur di tempat nyaman seperti itu.


Tapi yang di ajak bicara malah diam dan ternyata Sisi tidur karena keenakkan dengan suasana sekitar.


"Udah sayang ngak apa,kasihan Sisi capek katanya.


Biar dia istirahat sebentar aja."


Eva tidak mau serta tidak tega menyuruh Sisi bangun yang baru tertidur itu tidak seperti biasa juga.


"Sweety kamu kenapa?Va Sisi kenapa dia sakit ya."


Cemas Bastian menghampiri Sisi yang lagi tidur jadi tidak tau kalau dua cowok tampan itu datang.


Suasana sedikit berisik itu sama sekali tidak mengganggu tidur siang Sisi yang nyaman itu.


"Ngak apa Tian,Sisi hanya capek katanya persiapan mau sidang."


Jelas Eva tidak tega melihat wajah cemas Bastian.


Jika Sisi tau ada mereka mungkin dia akan langsung bangun dan akan malu karena di lihat orang dia lagi tidur.


"Syukur deh kalau ngak apa,gue kira lagi sakit padahal tadi pagi ngak apa apa.


Sini biar gue gantiin takut kamu capek kalau kelamaan."


Mengangkat pelan kepala Sisi lalu memindahkan ke paha Bastian dan yang di angkat diam saja tidak bangun atau bergerak benar benar capek dia.


"Dari tadi kek,ngak rela gue kalau kelamaan.


Gue aja belum pernah masa udah di dulu in aja."


Antara kesal,cemburu atau marah yang jelas Kevin tidak mau berbagi kalau menyangkut Eva yang menganggap hanya dia yang boleh berhak atas diri Eva.


"Ya udah sana ambil Eva nya,yang punya paha biasa aja kenapa malah lo yang ribut sih."


Heran saja kenapa Kevin jadi sensi lagian sama sama perempuan tidak ada salahnya juga kecuali sama cowok baru Kevin boleh sensi kalau perlu adu jotos sekalian.


Eva hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah Kevin yang berlebihan padahal wajar menurutnya dan juga Sisi juga sahabatnya sendiri tapi tidak bisa juga menyalahkan Kevin hanya bisa memaklumi saja.


Sedangkan Sandra bodo amat sama perdebatan mereka yang tidak bermutu itu dan memilih fokus sama hp nya.


Baginya membalas chat David lebih penting dari pada menonton live yang tidak ada kata serunya itu.


"Ada apa sih ribut ribut ini,ganggu tidur orang aja."


Kesal Sisi karena terganggu sama suara ribut di sekitarnya tapi enggan membuka mata.


"Udah tidur lagi aja sweety ngak ada apa apa."


Membelai kepala Sisi agar melanjutkan tidurnya tapi beda dengan Sisi mencerna suara siapa yang dia dengar serta usapan tangan siapa yang ada di kepalanya hingga mata dia terbuka wajah Bastian yang dia lihat padahal dia ingat kalau tadi dia tidur di paha Eva dan kenapa malah di gantikan sama Bastian berarti sekarang bukan paha Eva lagi yang dia gunakan.

__ADS_1


Tanpa persiapan Sisi bangun alhasil dia terduduk di atas rumput saat tau yang dia jadikan bantal adalah paha Bastian.


Kaget plus malu karena tidur di paha laki laki walau itu tunangan sendiri tapi merasa bukan sekarang waktu yang pas.


"Aduh."


Keluh Sisi berdiri karena abis jatuh dari atas kursi.


"Sweety kamu kenapa loncat ke bawah kan bisa pelan pelan bangunnya."


Membantu Sisi duduk ke atas kursi lagi.


"Kenapa bisa ganti gitu,Eva kok tega sih.


Kamu kan tau ngak boleh sembarangan tidur sama orang walau tunangan sendiri ih bikin malu aja."


Keluh sisi lalu mengambil barangnya dan melangkah pergi.


"Sweety mau kamana?."


Menyusul Sisi yang berjalan duluan meninggalkan mereka tanpa pamitan.


Bukan marah sama Eva tapi merasa malu sama mereka yang melihat dia tidur di paha cowok,bagaimana kalau di lihat orang lain akan beda lagi dan di salah artikan serta menganggap dia cewek tidak bener.


"Sisi sorry."


Teriak Eva yang di hiraukan Sisi.


"Yah dia marah kayaknya Va."


"Udah ngak apa nanti aku jelasin ke rumahnya sekalian mau liat kakak."


Saat yang bersamana David datang menjemput Sandra karena waktu memang sudah sore,mereka terlalu lama di sana jadi sampai lupa waktu.


"Vin Va aku duluan ya udah di jemput bang David."


Pamit Sandra,sekarang tinggal mereka berdua yang berada di sana.


"Sekarang tinggal kita berdua sayang,mau pulang atau jalan dulu?."


Eva juga berdiri beranjak dari sana,walau kampus belum sepi karena masih banyak mahasiswa yang belum pulang dan masih ada kelas juga.


"Pulang aja ya sayang udah sore juga ngak enak kalau harus pulang telat."


Kini mereka lagi di parkiran dan seperti biasa Kevin menjemput Eva tadi pagi jadi sekarang mereka balik bersama juga.


Dan untuk mobil Eva dia akan gunakan kalau Kevin tidak bisa jemput atau pergi keluar kalau ada keperluan.


"Beneran langsung pulang?ngak mau jalan dulu?."


Eva menggeleng dan masuk mobil di susul Kevin.


Di perjalanan Kevin ingat percakapan dia sama temannya tadi dan ingin membahasnya sama Eva.


"Sayang menurut mu gimana kalau kita bicarakan tentang pernikahan kita sama keluarga kita."

__ADS_1


Ucapan Kevin membuat Eva terdiam tidak tau mau jawab apa.


"Kenapa?apa ada yang salah atau belum mau menikah dalam waktu dekat ini?."


Takut Eva belum siap dan terkesan Kevin memaksakan kehendak sama Eva.


Lagian hubungan mereka bukan sekedar pacaran lagi sudah bertunangan jadi sudah sewajarnya Kevin mempertanyakan soal pernikahan.


"Bukan ngak siap sayang nanti aku bahas sama yang lain dulu ya dan kamu bilang juga sama keluarga mu setelah itu kita cari waktu yang pas,gimana?."


Jawaban Eva membuat Kevin bernafas lega dia fikir Eva belum siap nyatanya Kevin salah dan bentar juga kata Eva harus di bahas dulu sama keluarga nya.


"Nanti aku kabari gimana hasilnya,kita bertukar kabar aja kalau udah ada jawaban baru aku datang sama yang lain ke rumah kakek buat menentukan tanggal dan segala halnya ya."


Mereka sama sama setuju karena hubungan itu akan lebih baik punya ikatan yang jelas dan tidak perlu berduaan terus tanpa ikatan pasti.


"Gimana acaranya kita adakan setelah wisuda kita aja."


Usul Kevin lebih cepat lebih baik.


"Apa ngak kecepatan sayang?."


Takut Eva kenapa terkesan dadakan kalau setelah mereka wisuda dan itu hanya beberapa bulan lagi.


"Ngak apa sayang lagian hubungan kita udah lama juga kan dan ngak ada yang salah kok dalam waktu dekat ini."


"Iya ngak ada yang salah,nanti aku bicarain sama yang lain dulu kalau mereka setuju dan ngak sibuk aku kasih kabar ya."


Eva setuju saja dan Kevin benar hubungan mereka juga sudah terjalin lama jadi tidak salah kalau mau segera di halalkan dan juga kuliah mereka juga sudah selesai tidak ada hambatan lagi.


"Tapi setelah menikah aku masih boleh kerja kan sayang?."


Eva juga ingin bekerja setelah kuliah dan tidak ingin pernikahan dia menghambat dia untuk berkarir.


"Iya ngak apa yang penting kerjanya bareng aku dan ingat setelah ada Kevin junior harus terus di rumah aja ngak boleh ke capek an."


Kevin tidak mau mengekang Eva buat terus di rumah saja setelah menikah dan juga sayang kuliah Eva selama ini kalau tidak di gunakan ilmu yang dia dapat.


"Makasih sayang,aku janji akan teruti apa kata kamu yang penting aku bisa kerja."


Eva senang Kevin masih mengizinkan dia tetap bekerja setelah menikah nanti berarti dia tidak akan bosan di rumah harus menunggu Kevin pulang bekerja.


Walau satu tempat kerja sama Kevin tidak apa yang penting dia ada kegiatan bukan gaji yang Eva cari tapi menyalurkan ilmu yang dia dapat selama kuliah kalau masalah uang Eva tidak perlu kwatir sebab Kevin pasti sanggup mencukupi.


"Apa pun untuk mu sayang."


Bagaimana bisa Kevin melarang Eva bekerja kalau yang dia lihat Eva sangat senang saat dia izinkan bakerja walau sedikit berat tapi demi melihat senyum Eva akan dia lakukan.


Sampai di rumah Eva pamit dan Kevin tidak mampir karena dia sudah tidak sabar untuk membahas rencana yang sudah lama dia nanti.


Bahagia sederhana dimana saat kita bisa bersama orang yang kita sayang dalam ikatan suci dan menghabiskan sisa hidup bersama mereka.


Bukan harta yang bisa membuat kita bahagia seutuhnya tapi kebersamaan yang sudah lama kita nanti yang segera terwujudlah yang sangat berarti.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2