TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
KEVA 2


__ADS_3

Mobil terus melaju menuju tempat tujuan Eva masih merasa deg deg kan kalau dekat Kevin padahal mereka sudah biasa bersama.


Kenapa ini jantung ngak bisa diam ya kalau dekat Kevin, minta di ganti kali nih jantung, hey jantung bisa diam ngak atau lo mau aku ikat biar diam.


Eva berusaha menenangkan jantungnya yang tidak bisa diam kalau berdekatan sama Kevin.


"Jangan di ikat juga kasian dianya. "


Sela Kevin tersenyum mendengar perkataan Eva walau tidak di ucapkan langsung.


"Kesal kalau kamu bisa dengar gini aku jadi ngak bebas ih. "


Membuang wajah keluar jendela malas melihat Kevin yang tersenyum manis gitu kalau melihat dia bukannya marah malah luluh.


"Bagus dong jadi kamu ngak akan bisa bohong sayang. "


Balas Kevin menggenggam tangan Eva dengan tangan kiri Kevin sedangkan yang kanan memegang stir.


"Siapa juga yang mau bohongin kamu kurang kerjaan tau."


Jika saja Kevin tidak bisa dengar,Eva masih bisa mengelak tapi sekarang apa lagi hanya pasrah.


"Manggilnya jangan kamu terus dong sayang,ganti aku ngak suka. "


Keluh Kevin malah mendengar Eva masih memanggil dia dengan sebutan kamu sama saja dengan menggil orang lain.


"Aku sudah biasa manggil seperti itu. "


Elak Eva juga bingung mau manggil Kevin dengan sebutan apa.


"Pokoknya mulai sekarang harus ganti ngak boleh kamu lagi, gimana kalau panggil aku sayang juga biar kita sama. "


Usul Kevin biar sama panggilan mereka,nama panggilan itu penting dalam suatu hubungan menandakan kalau posisi kita berbeda dengan orang lain.


"Ngak mau, aku sudah biasa sama panggilan itu."


Tolak Eva tidak mau memanggil Kevin sayang padahal hal wajar saja.


"Ok kalau tidak mau, aku akan buktikan ucapan ku waktu itu. "


Kevin memberhentikan mobilnya lalu mendekati Eva membuat Eva gugup dengan jarak mereka yang dekat.


"Vi Vin kamu mau ngapain dekat dekat gini. "


Gugup Eva melihat Kevin mendekati dia hingga terpojok pada pintu mobil.


"Panggil aku sayang baru aku lepaskan."


Kevin makin mendekat bahkan hanya tinggal beberapa senti lagi.


"Vin jangan gini dong, menjauh sana. "


Mendorong Kevin agar menjauh tapi Kevin tidak bergerak sama sekali.


"Panggil sayang. "


Kekeh Kevin ingin mendengar Eva memanggil dia dengan kata sayang, biarlah dia di bilang memaksa tapi Kevin tidak peduli.

__ADS_1


"Sa sa sayang. "


Eva terbata bata menyebutkan satu kata itu bahkan kata itu gampang buat di ucapkan.


"Yang ikhlas sayang bilangnya."


Ucapan Eva terdengar terpaksa hingga Kevin ingin mendengar ulang.


"Sayang udah dong menjauh sana. "


Mendorong Kevin lagi biar duduk pada posisi tadi, ini bukan posisi nyaman tapi posisi ektrim bagi Eva.


"Pintar cup. "


Kevin ambil kesempatan mencium Eva sekilas membuat Eva mematung dan Kevin duduk lagi lalu melajukan mobil.


"Kenapa diam apa masih kurang? . "


Melirik Eva sekilas yang masih terdiam mendapat ciuman dadakan itu bahkan itu yang pertama kali di cium sama lawan jenis.


Eva diam malas menjawab pertanyaan Kevin yang menurut dia tidak penting jika boleh ingin rasanya Eva memukul Kevin yang dengan lancang mencium dia.


"Yuk turun kita sudah sampai. "


Membukakan pintu Eva agar mudah turun tapi Eva masih diam duduk.


"Kenapa masih diam, mau lagi?."


Mendekatkan wajahnya ke arah Eva hingga BBUUKK.


Eva melayangkan tasnya ke lengan Kevin lalu keluar mendahului Kevin masuk mall.


Menyusul Eva mensejajarkan langkah mereka masuk ke dalam mall lalu menggandeng Eva menuju lantai atas tempat bioskop.


"Kita nonton yuk, kamu suka film apa?. "


Berusaha merubah mood Eva lagi tidak mungkin lagi jalan malah diam diaman seperti orang marahan.


"Apa aja sayang asal jangan film horor aku lagi malas. "


Jawab Eva santai tidak seperti orang marah, tadi Eva bukan marah hanya kaget saja.


Kalau menyangkut hal horor dia bukan takut tapi malas saja sudah biasa juga .


"Duduk tunggu di sini aku beli tiket sama cemilan dulu. "


Mendudukan Eva pada bangku bioskop yang sudah tersedia sambil menunggu Kevin selesai.


"Toilet dulu kali udah kebelet kalau nunggu Kevin selesai takut ngak tahan. "


Mencari toilet dekat sana setelah menemukan Eva masuk untung tidak ramai jadi tidak perlu menunggu.


"Loh Eva mana? kok ngak ada. Tadi di suruh nunggu malah menghilang. "


Kaget Kevin kembali Eva sudah tidak ada di tempat tadi hingga suara seorang perempuan menyapa Kevin.


"Kevin lo disini juga sama siapa?gue boleh ikut ngak?mumpung kita sendiri sendiri. "

__ADS_1


Sapa teman Kevin saat melihat Kevin sendiri jadi inisiatif mengajak bareng.


"Sorry gue sama seseorang jadi lo ngak bisa gabung. "


Tolak Kevin tegas dia mau menikmati waktu berdua sama Eva tanpa gangguan orang lain.


"Mana teman lo jelas jelas lo sendirian jadi kita bisa bareng. "


Tidak mendengar alasan Kevin tetap mau bareng kevin padahal sudah di tolak.


Baru di tinggal sebentar sudah ada saja yang nempel susah ya punya wajah tampan banyak yang suka.


Eva berdiri di belakang Kevin memperhatikan sampai mana cewek itu ingin nempel sama Kevin.


"Sayang kamu dari mana kok ngak bilang mau pergi? . "


Kevin berbalik saat mendengar Eva bicara, di lihatnya Eva berdiri santai memperhatikan mereka.


"Aku dari toilet sayang tadi kebelet. "


Jawab Eva singkat malas melihat cewek yang masih berdiri disana memperhatikan perbincangan Eva dan Kevin.


"Jadi maksud kamu sama dia Vin, apa tadi sayang lo sama dia pacaran kayaknya selera lo udah turun ya Vin. "


Ejek cewek itu memandang penampilan Eva jauh sekali sama cewek yang menyukai Kevin selama ini.


"Ngak dengarin dia sayang yuk masuk filmnya udah mau mulai. "


Menggandeng tangan Eva masuk bioskop tidak mau meladeni ucapan cewek itu tidak penting bagi Kevin.


Cewek tadi teman satu kampus Kevin yang menyukai Kevin tapi Kevin tidak peduli baginya Eva jauh lebih baik.


"Dia siapa sayang kok nekat terus mau dekat kamu?."


Eva tidak mau salah paham lagi dan akan membuat dia malu sendiri dengan penilaian salahnya.


"Dia teman kuliah ku sayang dan dia salah satu di antara cewek yang menyukai ku. "


Jelas Kevin agar Eva tidak salah paham dan membuat mereka marahan.


Eva kalau sudah cemburu diamnya bisa lama lama seperti sebelum mereka menjalin hubungan.


"Kamu masih ingatkan sayang kalau aku ngak suka lihat kamu sama cewek lain dan aku harap kamu masih ingat. "


Bukan mengekang Kevin tapi Eva merasa sesak jika melihat Kevin dekat sama cewek lain apa lagi hanya berdua jika ada dia tidak apa.


"Iya aku selalu ingat sayang. "


Kevin akan mengingat hal sekecil apa pun yang Eva tidak suka, bukan tanpa alasan dia juga tidak mau Eva dekat sama cowok lain jadi dia memaklumi sifat Eva itu.


Mereka menikmati waktu bersama mulai dari nonton,makan bersama, main timezoon sampai membeli barang couple buat mereka.


Hingga malam menjelang sebelum mengantar Eva pulang mereka makan malam dulu.


Mereka benar benar menghabiskan waktu bersama karena selama ini belum pernah jalan bersama hingga kini benar benar memanfaatkan momen itu.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2