
Liburan sebentar lagi dan itu waktu yang di tunggu para anak muda yang sudah merencanakan liburan jauh hari.
Merencanakan sesuatu tidak ada salahnya juga yang penting selalu di jalan yang benar.
Setelah kejadian makan malam dadakan yang Efi lakukan beberapa hari yang lalu menyebabkan David mulai suka sama Sandra dan mencari alasan untuk bertemu.
"Kita makan dimana nih?makan di kantin atau di luar?."
Tanya Sisi,sekarang mereka sudah selesai kuliah dan jam sudah waktunya makan siang.
"Makan di luar enak kali Si,cari suasana baru."
Balas Sandra memberi usul ingin merasakan yang beda juga,kadang bosan juga selalu makan di tempat yang sama.
"Ya udah kita makan di luar,tuh kita udah di tungguin juga dan sekarang formasi sudah lengkap."
Eva menyenggol Sandra sedikit karena melihat David juga ikutan menunggu di sana,siapa lagi di tunggunya kalau bukan Sandra.Sekarang David lagi gencarnya mendekati Sandra.
"Udah di tunggu aja nih,pepet terus bang."
Sisi paling suka ngegoda sahabatnya apa lagi kalau yang di goda malu malu gitu makin semangat dia.
"Tenang Si ngak akan lama lagi."
Balas David berjalan di samping Sandra di barisan paling belakang.
"Sudah makan sayang?."
Tanya Kevin di jawab gelengan sama Eva.
"Kenapa?."
Lanjut Kevin lagi lalu melihat jam sudah waktunya makan siang.
"Kita lagi pengen makan di luar."
Jawab Eva,Kevin mengerti lalu menurut saja kemana di bawa para perempuan.
Dan jangan tanya mereka pakai apa pastinya jalan kaki karena tempat makannya dekat taman sana.
Mereka masuk ke dalam sebuah tempat makan lalu mengambil tempat duduk saling menghadap.
Mereka memesan makan sesuai selera masing masing dan menambah es krim sebagai penutup.
"Aku ke toilet dulu."
Pamit Eva melangkah pergi sendiri tapi cukup lama Eva belum balik juga hingga akhirnya Kevin menyusul karena cemas.
Sampai toilet cewek Kevin mendengar suara orang lagi bicara disana.
"Maaf aku ngak bisa dan aku ngak mau cari orang lain saja.Aku ngak mau berurusan sama dunia kalian lagi sudah cukup aku terjebak selama ini dan itu sangat menyiksa."
Eva keluar toilet tapi Kevin sembunyi supaya Eva tidak melihat.
__ADS_1
Kevin menunggu beberapa waktu ingin tau tau sama siapa Eva bicara tadi namun orang yang dia tunggu tidak kunjung keluar lalu lewat seorang pelayan disana.
"Maaf mba saya mau tanya apa di dala masih ada orang?."
Kevin mencegah pelayan itu ingin memastikan sesuatu itu.
"Sebentar mas saya cek dulu."
Pelayan itu masuk tapi suka sebentar keluar lagi terus memberi tau Kevin apa yang dia lihat.
"Makasih mba."
Kevin balik lagi ke meja di sana sudah tersedia makanan lalu ikut makan bersama.
Mereka makan dengan tenang hingga semua pesanan habis dan bersiap untuk pulang.
Kali ini David yang membayar makanan mereka.
"San kita boleh bicara berdua saja?."
David ingin bicara berdua saja,sedangkan Sandra memperhatikan kedua sahabatnya lalu mendapat anggukan dari Eva.
"Iya boleh bang."
Jawab Sandra,tinggal mereka berdua yang memisahkan diri menuju taman dekat sana untuk bicara.
mencari tempat duduk yang tidak terlalu ramai supaya bebas bicara dan tenang.
Sandra duluan membuka suara dia juga penasaran apa yang ingin David bicarakan sama dia.
"Tapi sebelum abang selesai bicara jangan di potong dulu,biar abang bicara sampai selesai dulu dan apa pun keputusan Sandra nanti abang terima."
David sedikit ragu dan predikat jomblo dia selama ini membuat dia gugup juga padahal hanya bicara sama cewek saja bukan lagi menghadap dosen yang paling galak.
"Iya bang Sandra janji."
Balas Sandra pasti semakin dia penasaran saja dan jantung Sandra tidak bisa diam.
"Sejak awal kita bertemu abang sudah mulai menyukai mu entah itu namanya jatuh cinta pandangan pertama atau yang lain abang juga ngak tau yang jelas abang suka setiap kali berdekatan sama kamu.
Rasa nyaman itu setiap kali jumpa,ada rasa senang jika melihat mu,ada rasa yang kurang jika belum melihat mu ada rasa gundah jika tidak tau kabar mu.
Jangan tanya abang mulai kapan yakin akan perasaan ini,abang sendiri juga ngak tau itu kapan tapi makin kesini perasaan ini kian besar dan jika selalu di pendam rasanya sesak.
Kamu mau kan jadi kekasih abang?."
David bicara panjang lebar dan kata kata itu sudah di siapkan jauh jauh hari seiring juga dengan tumbuh perasaan dia yang makin besar.
Itu lah perasaan tidak tau kapan datang dan tidak tau pada siapa akan berlabuh.Dia datang tanpa permisi serta selalu mendesak sang pemilik hati untuk mendapatkan keinginannya.
Sandra terdiam mendengar ucapan David yang panjang lebar itu dan jantung Sandra jangan di tanya lagi bagaimana ia berdetak semakin kencang jika itu jantung buatan manusia mungkin sudah lepas dari tempatnya.
"Gimana apa kamu mau menerima abang atau."
__ADS_1
David ingin meminta kepastian dan untuk melanjutkan ucapan dia rasanya mulut dia berat untuk mengucapkan kata itu dan kemungkinan yang terjadi.
"Atau kamu sudah punya laki laki lain?."
Lanjut David dia ingin jelas hari ini dan jika kemungkinan itu terjadi dia juga harus siap,harus menerima keputusan Sandra.
Sandra masih diam membisu membuat David menerka nerka jawaban apa yang akan Sandra lontarkan.
"Sudah ngak apa jika tidak bisa menjawab abang anggap itu kamu sudah punya yang lain."
"Makasih sudah memberi waktu abang buat mengungkap ini setidaknya abang sudah lega."
Ungkap David berusaha tegar menerima semuanya,mungkin belum jodoh begitu fikir David.
Jodoh tidak akan pergi kemana dan tidak akan tertukar juga,jodoh tau kemana dia akan pulang dan bukan ke tempat yang salah.
"Abang mau kemana?."
Cegat Sandra saat David sudah berdiri siap untuk melangkah pergi mungkin tidak sanggup lebih lama lagi berada disana.
Walau itu tempat bebas tapi pasokan oksigen dia rasa sedikit.
"Aku kan belum jawab kenapa dari tadi ambil keputusan sendiri."
Lanjut Sandra dan David duduk kembali seperti mendapat sebuah angin segar.
"Aku aku diam bukan karena apa tapi aku masih ngak nyangka abang bilang itu.Tapi."
Sandra ragu untuk bilang apa David mau mengerti atau tidak nanti.
"Tapi kasih aku sedikit waktu lagi supaya aku semakin yakin sama perasaan ini dan keputusan aku nanti tidak salah."
Jelas Sandra ingin memastikan lagi bahwa perasaan yang dia punya bukan perasaan sesaat saja.
"Iya abang akan menunggu tapi jangan lama ya."
Senang David mendengar jawaban Sandra setidaknya masih ada kesempatan buat mendapatkan Sandra.
"Sekarang abang antar pulang ya,abang masih ada pekerjaan juga."
"Kalau masih ada kerjaan kenapa mengajak aku ngobrol dulu,abang pergi aja aku bisa pulang sendiri juga dekat kok."
Sandra menyuruh David pergi balik kerja lagi tidak mau di bilang tidak professional dalam bekerja.
"Ngak apa mengantarkan kamu dulu.Yuk"
Sandra mengikuti saja dan tempat tinggal Sandra tidak jauh juga dari sana.
\=\=\=\=\=
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
Tbc.
__ADS_1