TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Perjalanan Pulang Kampung.


__ADS_3

Sesuai pernyataan Efi beberapa waktu lalu dia akan pulang kampung untuk melihat kondisi rumah yang sudah lama dia tinggali dan juga sudah rindu sama kedua orang tuanya.


Bukan tanpa alasan dia akan pulang melainkan perasaan dia beberapa hari ini tidak enak saja di tambah kedatangan orang yang mengaku kakak Bundanya menjadikan dia sedikit waspada bisa saja dia datang kapan saja.


Pagi sekali Efi sudah menyiapkan segala keperluan selama di kampung, dia juga sudah mmembeli oleh oleh buat bibi yang selama ini membantu dia.


Cuma tetangga berasa keluarga buat dia, Bibi itu yang selalu membantu mereka saat dalam kondisi apa pun bahkan Bibi sangat sedih saat keberangkatan mereka ke kota.


Pagi setelah sarapan bersama Efi pamit juga sama adiknya tidak lupa berpesan buat jaga diri selama dia tidak ada.


Efi berangkat menggunakan jasa bus untuk sampai kampung.


"Bissmillah semoga selamat sampai tujuan . "


Tidak lupa berdoa sebelum memulai sesuatu supaya kita selalu berada dalam lindungan tuhan.


Bus yang Efi tumpangi sudah melaju hingga siang hari sampai berhenti pada sebuah rumah makan buat makan siang.


Selesai makan siang bus melanjutkan perjalanan menuju tujuan hingga baru beberapa saat berjalan bus berhenti naik seorang laki laki muda seumuran Efi menggunakan tas ransel di punggungnya.


"Hy aku boleh duduk di sini ? . "


Takut ada pemilik kursi itu, supaya afdol lebih baik nanya dulu.


"Iya duduk saja, kursinya kosong kok. "


Mempersilahkan duduk di samping Efi jadi punya teman juga biar tidak sendiri juga ada teman bicara nanti.


"Kenalkan saya Renal, kamu siapa namanya ?. "


Renal nama cowok itu yang menjadi teman satu kursi Efi.


Biar enak bicara lebih baik kenalan dulu supaya manggil pun enak.


"Aku Efi, kamu mau kemana Re ?. "


Ikut memperkenalkan diri juga tidak sopan kalau tidak di jawab.


"Aku mau ke kampung xx tempat Bibi ku . "


Jawab Renal menaruh ransel yang dia bawa ke bawah kaki supaya tidak sempit tempat duduk.


"Sama dong aku juga kesana mau lihat rumah bentar lalu balik lagi. "


Efi merasa nyaman dan nyambung bicara sama Renal dia juga sopan sama Efi jadi tidak risih.


"Beneran sama, jadi kita bisa bareng ?. "


Senang Renal dia punya teman sekarang, ada untungnya juga mobil dia rusak jadi punya teman sekarang.


Sebenarnya Renal tadi menggunakan mobil sendiri bersama supirnya entah kenapa dalam perjalanan mobilnya tiba tiba mogok jadi memutuskan naik bus meninggalkan mobil bersama supir hingga montir datang memperbaiki.


"Jadi kampung kamu asli sana lalu di kota hanya merantau ?. "

__ADS_1


Salut Renal ada gadis berani merantau jauh ke kota seorang diri bahkan hanya menggunakan bus.


Jika kita menggunakan bus banyak kesempatan kejahatan menghampiri yang tidak akan kita duga.


Perjalanan dari kota ke kampung banyak melewati jalanan hutan dan jurang, disana akan banyak hal yang tidak terduga akan terjadi jika beruntung akan selamat sampai tujuan, jika ada kecelakaan dan jurang siap menanti di bawah serta sering terjadi pembegalan dengan cara menghadang kendaraan.


"Aku di sana sama adik ku yang kuliah di kampus xx jadi ikut dia sekalian jagain . "


Jelas Eva tidak mau cerita lebih jelas, orang juga baru kenal ngobrol seadanya saja sekedar basa basi.


Setelah bicara panjang lebar akhirnya Efi tertidur di samping Renal dengan bersender pada dinding bus menyebabkan sesekali kepalanya terbentur karena bus yang tiba tiba berbelok atau ngerem.


"Dia cantik dan manis juga kalau lagi tidur. "


Memindahkan kepala Eva pada bahu Renal supaya tidur Efi tidak terganggu.


Renal nyaman dengan Efi bersandar pada dia dan jika boleh di bilang tertarik saat baru lihat Efi.


Sepanjang jalan Efi nyenyak tidur sampai tidak sadar kalau kepala dia sudah berpindah tempat.


Renal merasa jantungnya tidak bisa diam dekat Efi, Cewek yang baru di temui dan kenal hari ini mampu membuat jantung dia bergetar tidak seperti biasanya.


"Fi bangun sudah sampai . "


Membangunkan Efi karena tujuan mereka sudah sampai beberapa menit yang lalu.


Renal menunggu Efi bangun tapi tidak kunjung bangun juga maka dia putuskan untuk membangunkan saja biar bisa pulang juga.


"Ehm udah sampai ya, maaf Re kenapa aku jadi nyender sama kamu . "


"Ngak apa saya tadi yang pindahin.Yuk turun sudah sampai. "


Berdiri mendahului Eva menyusul di belakang dengan tas kecil tempat baju Eva dan tidak lupa oleh oleh buat Bibi.


"Kita kesana pakai apa Va, ini kan masih jauh ?. "


Jarak terminal bus sampai kampung membutuhkan waktu setengah jam berkendara.


"Naik ojek ngak apa Re ?. "


Saran Efi takut Renal tidak biasa menggunakan ojek secara dia orang kota pasti kemana mana menggunakan mobil.


"Ngak apa Fi yang penting sampai. "


Memesan dua ojek buat mereka lalu naik setelah memberi tau tujuan mereka.


Hingga sampai di depan rumah Bibi Renal mereka turun lalu bayar ongkos ojek dan menuju pintu.


"Assalamu'alaikum Bibi. "


Ucap mereka barengan lalu setelah itu keluar seorang wanita paruh baya yang masih segar menghampiri mereka.


"Waalaikum Salam kamu sudah sampai, loh kok bisa bareng Efi ?. "

__ADS_1


Heran Bibi melihat Renal datang bersama Efi. Dia juga sudah merindukan gadis yang sudah di anggap seperti anak sendiri.


"Iya Bi tadi ketemu di jalan satu bus juga, mobil Renal rusak. "


Jelas Renal pada Bibi yang mulai mengerti kenapa mereka bisa bareng.


"Yuk masuk Bibi akan masak makanan kesukaaan kalian nanti . "


Anak Bibi masuk kedalam buat ngobrol lebih enak dan santai juga.


"Efi Bibi kangen sekali sama kamu kenapa lama sekali ngak pulang lalu kemana Eva ngak di ajak. "


Rindu juga sama satunya lagi sebab tidak pulang bareng Efi.


"Eva masih kuliah Bibi belum libur nanti kalau libur kita pulang bareng. "


Sungguh Efi beruntung masih ada orang yang sangat menyayangi mereka Seperti anak sendiri.


"Ya udah kalian istirahat dulu biar hilang capeknya. "


Bibi beranjak kebelakanh masih ada pekerjaan yang belum selesai.


Efi dan Renal istirahat dulu di kamar terpisah hingga sore menjelang Efi bangun duluan lalu mencuci muka dan mendekati Bibi lagi bersiap membuat makan malam.


"Sini Bi biar aku aja yang masak. "


Pinta Efi ingin mengambil alih tugas memasak biar Bibi santai duduk sambil menunggu masakan matang.


"Tidak usah,mending bangunin Renal gih ke kamar. Dia kalau ngak di bangunin bisa sampai malam tidurnya. "


Pinta Bibi menyuruh Efi membangunkan Renal, kalau dia disana lagi libur seperti sekarang pasti betah tidur sampai lupa waktu kalau tidak di bangunkan.


"Iya Bi . "


Efi beranjak menuju kamar yang Renal tempati lalu masuk kedalam ternyata benar Renal masih tidur asik sama alam mimpi.


"Re bangun sudah sore. "


Mengguncang badan Renal tapi dia masih belum ada pergerakan.


"Renal bangun, jangan kayak kebo susah di bangunkan. "


Mengguncang lebih kuat dari tadi perlahan Renal membuka mata hal pertama yang dia lihat wajah cantik Efi.


"Bangun saja di bangunkan bidadari. "


Gumam Renal yang masih dapat Efi dengar hingga akhirnya.


"Ini bidadari. "


Mengambil bantal melempar pada wajah Renal lalu keluar kamar itu sebelum Renal bicara ngaco lagi.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2