TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Bertemu Lagi.


__ADS_3

"Pagi sayang."


Sapa kevin saat Eva baru saja keluar rumah sudah di sambut sang pujaan hati di pagi hari.


"Pagi juga sayang,kenapa ngak ngetuk pintu?."


Eva juga ingin berangkat ngampus pagi ini dan kebiasaan Kevin yang selalu menunggu Eva terus berlanjut walau kadang dia tidak ada jadwal pagi.


"Kan sudah biasa gini,ngak baik namu pagi pagi yuk di antar."


Seperti biasa mereka hanya akan jalan kaki pergi ke kampus Eva kalau pakai mobil percuma baru juga duduk sudah turun lagi saking dekatnya.


"Udah sarapan sayang?."


Tanya Eva di sela langkah mereka,kadang Eva buatkan Kevin sarapan kadang tidak juga tergantung mood,ya seperti itu cewek moodnya gampang berubah.


"Sudah kok kamu tenang aja.Nanti pulang aku ngak bisa jemput ya,aku masuk siang."


Jelas Kevin pada Eva biar tidak nungguin nanti.


"Iya ngak apa,orang dekat ini juga ngak di jemput juga ngak apa."


Eva mengerti sama kesibukan Kevin dan dia juga tidak pernah minta Kevin buat jemput hanya keinginan Kevin sendiri.


"Masuk sayang,belajar yang benar jaga mata jaga hati ingat kamu punya aku,bye sayang."


"Iya kamu juga hati hati jangan lirik sana sini,bye sayang."


Kevin menunggu Eva sampai masuk dulu baru pergi memastikan jika Eva sudah tidak terlihat lagi.


Untuk Sisi sudah ada Bastian yang akan menjemut setiap pagi sama seperti Eva.


Untuk masalah di mall Sisi hanya ingin menguji Bastian saja tidak beneran marah.


"Kok duluan tadi Si?."


Eva duduk di samping Sisi yang sudah sampai duluan dari dia.


"Sorry Va, Bastian datang pagi pagi ngajak sarapan bareng,banyak banget alasan dia kalau mau ketemu gue."


Bukan risih hanya saja tidak enak sama Eva yang dia tinggal sendiri beruntung Kevin tiap pagi jemput Eva.


"Kamu juga senangkan."


Eva menyenggol lengan Sisi pelan membuat Sisi tersenyum malu.


Mereka sedikit mengobrol sambil menunggu dosen masuk dan pagi ini jadwal Renal mengajar mereka.


"Selamat pagi semua."


Sapa Renal masuk kelas dengan wajah cool dan tampang datar tapi tidak akan mengurangi kadar ketampanan dia.


"Pagi pak."


Jawab semuanya serentak lalu bersiap menerima materi pagi ini.


"Kesal gue ngak di mana mana liat muka dia mulu."


Keluh Sisi melihat wajah tampan sang abang yang mengajar pagi ini.


"Yang di belakang kenapa asik bicara,kalau tidak suka silahkan keluar."


Tegas Renal melihat Sisi jika di kelas di akan tegas tidak akan membedakan siapa pun termasuk adik sendiri.


Sisi diam tidak menjawab memilih melihat buku yang lagi di atas meja jika menjawab bukan waktu yang tepat.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


"Maaf pak Renal,saya mau mengantarkan siswa baru,silahkan maauk."


Setelah mendapat persetujuan Renal siswa baru itu masuk dan dosen yang mengantarkan tadi pergi.


"Silahkan perkenalkan diri."


Suruh Renal tegas pada siswa itu.


"Perkenalkan nama saya Sandra Cantika,panggil Sandra saja.Makasih."


Perkenalan singkat itu lalu Renal menyuruh duduk pada kursi kosong disana.


Pelajaran di mulai saat Renal mulai menjelaskan tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun bahkan buat menarik nafas saja pelan takut kedengaran.


Begitu Renal jika sedang melakukan pekerjaan ketegasan dan wibawa dia terpancar jelas membuat siapa saja yang melihat akan terkagum namun takut juga mendekati karena terkenal tegas jika di kampus tapi jika di lingkungan keluarga jangan tanya lagi dia bisa jadi apa saja tapi bukan jadi power ranger ya wk wk wk.


"Baiklah sampai di sini dulu materi hari ini,untuk pertemuan selanjutnya akan di adakan kuis dan saya harap nilai kalian tidak mengecewakan."


Setelah itu Renal keluar kelas karena jam mengajar dia sudah selesai.


Setelah Renal tidak terlihat lagi semua bisa bernafas lega,selama Renal di dalam pasokan oksigen sedikit membuat mereka sulit bernafas.


"Ah Va Va aku rindu."


Siswa baru tadi adalah Sandra teman Sekolah Eva dulu bahkan sekarang mereka bisa bertemu lagi.


"Sandra aku juga rindu,aku kira tidak akan bertemu kamu lagi."


Memelik Sandra melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu saat hari perpisahan dulu dan sekarang berjumpa lagi.


Memperkenalkan kedua sahabatnya itu lalu mereka keluar kelas menuju kantin buat makan.


"Kok kamu bisa sampai sini San?."


Sambil menunggu pesanan mereka datang Eva ingin tau kenapa sahabatnya itu bisa sampai di kampusnya.


"Aku ikut Ayah pindah tugas kesini dan sebelum berangkat aku tanya sama pihak Sekolah lama kita kamu kuliah dimana.Makanya aku kuliah disini juga."


Jelas Sandra pada sahabat karibnya itu bagaimana pun mereka sudah berteman lama maka rasa rindu itu bertumpuk.


"Nanti kalau ada waktu aku mau cerita banyak sama kamu San,tapi nanti ya dan kamu pasti senang mendengarnya."


Akan ada banyak cerita yang akan Eva bagi sama sahabatnya itu dan Sisi sekarang hanya sebagai pendengar setia memaklumi mereka berdua yang sudah lama tidak bertemu.


"Maaf ya Si kita jadi nyuekin kamu."


Sesal Eva mengacuhkan Sisi padahal Sisi biasa saja.


"Ngak apa Va kalau lo yang nyuekin gue tapi kalau dia hhmm tau akibatnya."


Jawab Sisi tersenyum walau bagaimana dia senang Eva bertemu temannya lagi.


"Kalau dia kenapa?."


Suara itu terdengar dekat di telinga Sisi hingga menoleh pada sumber suara menyebabkan bibir sisi menyentuh pipi orang itu.


"Ih bikin kaget aja,katanya kuliah siang kenapa kesini?."


Memukul orang yang mengagetkan dia lalu memberi ruang buat duduk.

__ADS_1


"Dosennya ngak datang jadi ngapain juga di kampus."


Balas Bastian lalu meminum minuman yang di depan Sisi tanpa bertanya sudah tau siapa yang punya.


Kok dia mirip Evan, apa dia beneran Evan tapi waktu itu ngak bilang kuliah disini.Batin Sandra melihat orang yang baru datang dan duduk di samping Eva sambil tersenyum.


"Sayang dia teman kamu?."


Bisik Kevin di telinga Eva pelan.


"Oh ya kenalin dia Sandra sahabat aku dulu."


Bastian dan Kevin berkenalan tapi nama Kevin membuat Sandra bingung sendiri.


Kok nama dia ganti sih kenapa jadi Kevin,nanti tanya Eva saja.


Masih belum percaya sama apa yang Sandra lihat sekarang orang yang sama tapi kenapa nama berbeda.


"Sayang kok dia tau Evan juga?."


Bisik Kevin lagi makin penasaran sama sahabat lama Eva itu.


Mau tidak mau Eva harus menjelaskan pada Kevin.


Dulu Evan sempat Sekolah di tempat aku cuma habis lulus dia menghilang tidak tau kemana dan Sandra teman debat Evan waktu Sekolah.


Jelas Eva seperti orang lagi telepati saja menjelaskan pada Kevin biar tidak bingung sama Sandra.


"Senang ya yang dosennya ngak masuk,lah kita pagi pagi dapat dosen galak."


Kesal Sisi sama abangnya itu pada saat dalam kelas.


"Kalau dosen cowok rayu dikit biar GR."


Hasut Bastian pada Sisi hingga suara tegas itu menyadarkan Bastian.


"Hasut terus ngak saya restui kalian berdua."


Renal datang saat Bastian menjawab pernyataan Sisi hingga menjadikan Bastian terdiam kikuk,ancaman mematikan buat dia jika tidak di restui masa harus berjuang lagi buat yang kedua kali.


"Eh bang Re,gabung sini bang.jangan galak galak nanti kak Efi kabur lo. "


Bukan Bastian namanya jika lama diam,tadi juga bukan takut hanya kaget dapat ancaman dan sekarang malah ngancam balik.


"Saya ngak level gabung sama anak kecil."


Balas Renal membawa makanan dia ke ruangan dosen.


Hellow anak kecil katanya yang wakyu ngumpul itu apa namanya sampai debat tidak jelas.


"Balik yuk ngak ada kelas juga."


Ajak Sisi mulai berdiri mengambil tas di ikuti yang lain.


"Ikut kita San."


Eva ingin lebih lama lagi bersama Sandra tapi dapat gelengan dari Sandra.


"Lain kali ya Va,aku masih ada yang mau di urus.Bye aku duluan."


Pamit Sandra pergi duluan meninggalkan temannya karena memang Sandra baru datang jadi masih ada yang ingin dia urus dulu.


Mereka semua berjalan beriringan menuju kos Eva dengan jalan kaki lagi dan untuk mobil para cowok sudah terparkir di caffe Kevin.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.


__ADS_2