
Selesai sarapan rasanya enggan buat keluar kamar walau hanya sekedar jalan jalan di area sekitar, sebab acara kemarin cukup menguras tenaga dan di sambung acara berdua malam hari di kamar.
Jadi mereka memutuskan buat istirahat saja sambil menikmati hari pertama sebagai suami istri dan itu sungguh membuat mereka sedikit canggung berada dalam satu ruangan hanya berdua saja.
Untung sudah halal jadi kalau khilaf pun akan dapat pahala bukan dosa.
Menu sarapan pagi ini hanya menu sederhana yang penting sehat dan mengenyangkan.
"Masih sakit ngak?"
Itu pertanyaan bisa tidak di filter sedikit ya walau hanya mereka berdua yang dengar tetap saja sukses membuat wajah Eva bersemu merah.
Tidak usah malu malu Va kan udah halal udah buka bukaan juga semalam.
"Sedikit kok tapi ngak apa, mungkin cuma sebentar,"
Balas Eva bersandar di dada Kevin yang ternyata sangat nyaman.
Kini dada itu yang jadi sandaran Eva sekarang, sungguh nyaman, aman dan terasa di lindungi.
"Mau aku obati ngak?"
Menaik turunkan alis seperti menggoda.
"Kok aku merasa merinding ya, kayak ada tujuan tersembunyi ya?"
Menegakkan badan dan di cegah oleh oleh Kevin hingga posisi itu kembali seperti semula.
"Jangan berfikir negatif sama suami sendiri, dosa tau,"
Mengusap wajah Eva pelan lalu menciumnya.
Yang udah halal sekarang bebas ya mau apa aja, wajar kan selama pacaran hanya sebatas pegangan tangan, ciuman saja cuma sekali itu juga di pipi dan menggendong Eva juga dalam ke adaan darurat benar benar pacaran sehat lah.
"Siapa yang berfikir negatif coba, aku ngak bilang gitu ya.
Yang dosa itu nolak ajakan suami,"
Berkilah dengan jawaban sendiri walau sebenarnya fikiran Eva mengarah kesana sedikit tapi tidak salah bukan langsung menuduh.
"Ya udah ayo,"
Berdiri menarik tangan Eva buat ikut berdiri juga.
"Eh eh ini apa an?"
Heran dapat tarikan tiba tiba dari sang suami.
Suami kok rasanya kata itu masih terasa asing ya atau karena masih baru masih anget anget.
"Ngajak ibadah,"
__ADS_1
Spontan Kevin.
"Kan belum adzan,"
Cengo Eva yang belum mengerti maksud Kevin.
"Kalau ini ngak perlu nunggu adzan,"
Menarik Eva dan kini mendorong ke atas ranjang.
"Vi Vin ini masih siang lo,"
Tau apa maksud Kevin sekarang.
"Iya tau, aku hanya capek mau istirahat,"
Memeluk badan Eva dari depan setelah mereka berbaring.
"Usap ya,"
Menaruh tangan Eva di kepala dan menggerakkan.
Eva menuruti perintah Kevin, mengusap dengan lembut seperti usapan seorang ibu pada anaknya.
Lima belas menit bukan Kevin yang tertidur melainkan Eva yang terlelap.
Kenapa terbalik gitu lain di usap lain yang tidur.
"Kok malah kamu yang tidur sayang?"
Lalu tiba tiba hp Kevin berdering dan dengan cepat Kevin angkat supaya tidur Eva tidak terganggu.
"Mama,"
Ucap Kevin melihat siapa yang menghubungi.
Assalamu'alaikum ma
menjawab telpon mama dengan suara pelan.
Wa'alaikumsalam Vin, kenapa suaranya bisik bisik gitu?
Heran mama mendengar suara anaknya pelan sekali.
Eva lagi tidur ma
Mengarahkan kamera pada Eva sebab mereka lagi melakukan panggillan video.
Cantiknya mantu mama kalau lagi ngak pake hijab
Kagum mama sama seperti Kevin dan selama ini Eva tidak pernah membuka hijabnya walau hanya berdua bersama mama Kevin.
__ADS_1
Iya dong ma, kan istri Kevin.
Bangga Kevin memiliki istri seperti Eva.
Iya deh, mama cuma mau ngasih tau kalau besok kalian berangkat bulan madu.
Udah dulu ya takut ganggu Eva tidur.
Panggillan itu terputus dari seberang sana dan Kevin memperhatikan wajah tenang Eva lagi tidur.
Membelai pelan pipi Eva yang cukup berisi, kini bebas mau memegang tidak akan dosa.
Kevin cukup bisa menahan gejolak jiwa lelaki nya selama ini dan bisa menjaga wanitanya selama menjalin hubungan mengingat mereka sering menghabiskan waktu bersama hampir setiap hari.
Memeluk badan yang kini sudah halal itu dengan penuh kasih sayang dan ikut tertidur juga mengingat kurang istirahat.
Adzan asar Eva terbangun dan baru menyadari kalau dia ketiduran saat mengusap kepala Kevin tadi.
"Kenapa kamu tiba tiba jadi manja sih Vin pake di usap segala kepala seperti anak kecil,"
Mengusap lagi kepala Kevin yang lagi tidur.
"Cuma sama kamu aku manja sayang,"
Ucap Kevin masih menutup mata.
"Nanti malam lagi ya kita bikin anak kecil nya,"
Lanjut Kevin lalu membuka mata dan tersenyum.
"Adem ya kalau bangun tidur liat bidadari,"
Mencium pipi Eva dan memejamkan mata lagi.
"Jangan tidur lagi, udah adzan tuh,"
Bangun dari tidur dan beranjak turun.
"Mau kemana sayang?"
Tanya Kevin.
"Mandi mau shalat,"
Jawab Eva masih lanjut jalan.
"Ikut,"
Ini kedua kali mereka mandi bersama dan akan jadi kebiasaan Kevin yang baru.
Tetap ya tidak ada adegan tambahan sebab Kevin tak mau membuat istri nya kelelahan kan masih bisa nanti.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Bersambung Okey,,,