TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Selama Liburan.


__ADS_3

Selama di perjalanan mereka sesekali berhenti untuk makan dan shalat setelah itu melanjutkan lagi perjalanan mereka.


Beberapa jam menempuh perjalanan mereka sampai di sebuah villa di puncak milik keluarga David lebih tepatnya milik kakek yang sudah ada sejak dulu.


Setiap kali mereka liburan ke puncak akan menginap disana,villa selalu di bersihkan dua kali seminggu oleh penjaga disana yang tinggal di belakang villa tersebut.


"Wah villanya indah sekali."


"Perjalanan yang melelahkan."


"Rasa capek terbayar sudah sama keindahan yang di suguhkan."


"Ini baru liburan beneran."


"Sungguh aku ingin istirahat sangat capek."


"Ingin rebahan."


Seperti itu ucapan para cewek yang habis melakukan perjalanan jauh menggunakan motor yang harus menahan segalanya termasuk capek duduk lama.


Andai saja mereka menggunakan mobil pasti bisa senderan,tidur sebentar atau setidaknya tidak akan capek duduk lurus terus.


"Buat para cewek silahkan istirahat saja,nanti sore kita jalan jalan lagi. Biar Bibi yang tunjukin kamar masing masing."


David memanggil Bibi pengurus villa buat mengantarkan mereka buat istirahat.


Karena kelelahan mereka menurut saja padahal hanya duduk saja beda dengan yang lelaki harus capek dan konsentrasi juga supaya selamat sampai tujuan.


"Kita duduk di sana saja sambil hilangin capek."


Ajak David pada gazebo yang ada di samping villa mereka tidak langsung istirahat sebab dengan bersantai sudah cukup mengusir lelah.


"Bang kapan jadi nikahannya."


Sekarang mereka sudah pada mengambil posisi nyaman buat istirahat.


Ada yang duduk,nyender atau rebahan yang penting nyaman.


"Lima bukan lagi kalau ngak ada gangguan."


Balas Renal berbaring sambil menutup mata mungkin capek beberapa jam membawa motor.


"Semoga lancar ya bang."


Yang bertanya tadi pacar Keysi dan Nana mereka sopan pada yang lebih tua hanya Bastian yang berani mengajak Renal berdebat.


Mereka santai di temani minuman dan kue yang di bawa Bibi buat mereka semua.


Sore menjelang semua masuk kamar buat membersihkan diri siap untuk jalan jalan menikmati masa liburan.


Para cewek sudah rapi saat mereka keluar kamar menunggu yang cowok belum satu pun yang menampakan diri.


Hampir setengah jam duduk akhirnya yang di tunggu datang juga dengan wajah segar dan tampan.


Buat sore ini mereka memilih jalan kaki sambil menikmati kuliner dan juga sekalian buat makan malam agar Bibi tidak perlu repot memasak dan hanya akan membuatkan sarapan pagi saja.


"Lama amat sih,ngapain dulu dandan."


Melihat yang cowok menghampiri mereka dan dapat jitakan sayang dari Renal.


Kapan adiknya itu tidak protes jika orang telat dikit sedangkan dia telat orang pada maklum.


"Sakit tau bang,main jitak saja kepala Sisi,kalau geger otak terus lupa sama bebeb Bastian gimana lo mau tanggung jawab?."


Mengusap dahi dan pura pura sakit padahal tidak ada yang perlu di usap juga.


"Baguslah biar dia dapat yang waras dikit dari lo bocil."


"Abang kira Sisi gila apa."


Sanggah Sisi lalu mereka menghiraukan saja ucapan Sisi dan memilih jalan saja menarik tangan kekasih masing masing.


"Udah sayang jangan cemberut gitu,aku ngak akan pernah berpaling kok."


Menggandeng Sisi menyusul yang lain sudah berjalan duluan.


Mereka mulai keluar villa di sana mereka jalan di tepi jalan saling beriringan.


"Kayaknya semua enak enak deh."


"Jadi bingung mau makan yang mana."

__ADS_1


"Perutku jadi keroncongan melihat makanan."


"Rasanya ingin makan semua."


"Badan kecil kok makan banyak."


"Diam lo jangan berisik."


Menunju tempat yang akan menjual berbagai macam makanan khas daerah sana.


Mereka mencicipi makanan satu persatu setiap akringan.


Terus menikmati makanan disana sampai lupa jika waktu sudah mulai tengah malam.


"Yah sudah malam aja,padahal baru sebentar rasanya."


Keluh salah satu dari mereka saat tau sudah satanya balik villa.


"Besok kita lanjutkan lagi,sekarang istirahat buat ngumpulin tenaga buat besok jalan jalan lagi."


Semua setuju buat balik villa tidak lupa yang cewek membeli makanan buat sampai villa sebelum tidur.


Cewek lah makhluk tuhan yang paling aneh,suka makan,hobi ngemil tidak bisa jauh yang namanya makanan lah cita cita langsing.


Sebagai cowok hanya menurut saja selagi itu buat mereka bahagia lagian tidak setiap hari juga dan tidak mungkin juga langsung gemuk hanya sesekali.


"Habiskan makanan terus istirahat jangan."


Titah sang pangeran pada tuan putri sambil menunggu makanan mereka habis baru masuk kamar.


Selesai makanan habis mereka masuk kamar masing masing buat istirahat,yang cewek kamar satu berdua hanya cowok kamar sendiri sendiri.


\=\=


Pagi menjelang suasana puncak jika pagi terasa sangat dingin yang akan membuat siapa saja betah di bawah selimut.


Selesai shalat subuh ada yang memilih rebahan lagi dan tarik selimut.


Udara sejuk sangat cocok buat bermalasan.


Beda dengan Efi yang sudah biasa tidak tidur lagi selesai shalat jadi dia memilih keluar kamar buat bikin sarapan buat mereka semua.


Sapa Efi menghampiri Bibi yang lagi memasak sarapan.


"Pagi neng,mau di buatkan sesuatu?."


Tawar Bibi pada Efi.


"Ngak ada Bi,ada yang bisa di bantu Bi?."


Efi tidak enak harus santai saja bukan sifat dia yang suka duduk sedangkan orang lain bekerja.


"Ngak ada,neng duduk aja."


Tolak Bibi merasa itu sudah menjadi kewajiban Bibi memasak disana dan juga tidak tiap hari hanya saja jika ada yang berkunjung seperti sekarang.


"Sini Bi biar aku bantu."


Mengambil alih penggorengan biar Efi selesaikan supaya cepat selesai juga.


"Ngak usah neng,ini tu pekerjaan Bibi."


Tapi Efi tetap kekeh mau membantu memasak sarapan.


Sebagai perempuan Efi menganggap kalau memasak pekerjaan perempuan bukan hanya tugas pembantu saja.


Baru masakan akan selesai satu persatu dari mereka sudah mulai berkumpul buat sarapan.


"Honey kamu ngapain,kan ada Bibi yang masak."


Kaget Renal saat dia datang Efi lagi membantu menata makanan di atas meja.


"Ngak apa Re,masak doang ngak berat kok."


Jawab Efi mengisi gelas dengan air lalu menata di setiap sebelah piring.


"Sudah Bibi larang tapi neng nya tetap mau bantu."


Bibi tidak enak hati saat Efi membantu pekerjaan dia,takut David marah sebagai cucu yang punya dan Bibi belum tau kalau Efi juga cucu yang punya villa.


"Ngak apa Bi,emang dasar dia aja yang keras kepala.Sekalian nanti kasih pekerjaan lagi Bi."

__ADS_1


Timpal David ikut bicara jika dia tidak bisa membalas mamanya yang suka mengejek dia tidak salahkan jika orang lain jadi sasaran.


"Eh lo berani bayar dia berapa lo suruh kerja."


Balas Renal tidak terima kesayangan dia jauh jauh datang hanya untuk di jadikan pembantu.


"Sudah debat mulu,mending sekarang kita sarapan."


Lerai Efi buat mengakhiri perdebatan tidak berfaedah itu yang ada capek iya lapar iya.


Sarapan sudah selesai sambil menunggu perut tenang sebentar mereka duduk sebelum melanjutkan liburan mereka.


Hari ini mereka akan mengelilingi hingga berkunjung ke kebun teh.


Suasana sana masih sangat asri buat menghirup udara serta merilekskan fikiran yang lelah bekerja sepanjang hari.


Udara yang sejuk tidak menyurutkan semangat mereka buat jalan jalan.


Kali ini mereka akan menyewa mobil yang bisa menampung mereka semua dan itu sudah mereka pesan saat baru sampai kemarin.


Yang jadi supir dengan berat hati yaitu Bastian dengan ancaman Renal tidak akan merestui hubungannya dengan Sisi.


"Jadi begini rasanya punya supir tampan."


Celetuk Renal senang saat mobil sudah mulai melaju.


"Sialan lo bang,kalau ngak di ancam mana mau gue."


Kesal Bastian ingin sekali menabrakkan mobil itu jika tidak ingat dia akan celaka juga.


Walau kesal Bastian tetap memastikan keselamatan mereka semua kalau mereka celaka maka dia yang akan di minta tanggung jawab sebagai supir.


Sampai tempat tujuan mereka semua turun melupakan Bastian yang masih memakirkan mobil dengan wajah kesal.


"Dasar teman sialan udah nyuruh gue jadi supir sekarang ninggalin lagi."


Kesal Bastian menyusul mereka yang mulai menikmati kebun teh dan kebetulan lagi panen juga.


Mereka ingin tau cara memanen teh jadi minta ajarkan sama Ibu Ibu disana.


"Assalamu'alaikum Bu boleh kita belajar cara manennya?."


Sapa Eva ramah dengan senang hati para Ibu Ibu itu mengajarkan hingga beberapa saat mereka selesai.


"Makasih Bu."


Mereka semua menghampiri yang cowok lagi duduk memperhatikan tingkah mereka yang jadi tukang panen.


"Ya elah jauh jauh kesini jadi tukang panen,ngapain jauh jauh coba."


Itu suara siapa,ya itu suara David yang akan lepas kendali jika ada nanti yang ikut menimpali.


"Kalau cantik gini siapa juga yang mau nolak kita bekerja."


Pede Sisi sambil minum yang yang di belikan Bastian tadi sebelum bergabung sama mereka.


"Sekarang kita foto foto yuk."


Ajak Sandra pada sahabatnya di ikuti yang cowok tidak mau ketinggalan.


Mulai dari foto bareng,khusus cewek hingga sama pasangan masing masing.


Siang datang perut mereka minta di isi akhirnya memutuskan mencari makanan dekat sana saja.


Memilih tempat makan lesehan supaya lebih santai dan tempatnya juga terletak di dekat taman dan kebun teh jadi bisa menikmati pemandangan sambil makan.


"Kenyang juga nih perut."


"Sungguh makanan sini enak semua."


"Lo apa saja yang di masak pasti bilang enak."


"Diem bentar napa sih lo pada berisik terus."


Begitu celoteh mereka selesai makan.


\=\=\=\=\=


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😍😘❤


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2