
Selama menjalin hubungan bersama Kevin, Eva tidak pernah memberi tau teman tempat kerja takut Eva di bilang hanya memanfaatkan Kevin saja sebagai pemilik caffe sebab tidak semua orang akan berfikir positif tentang kita.
Ibarat kata pepatah sebanyak mana orang sayang kita sebanyak itu pula ada yang membenci kita, jadi tidak perlu terlalu membanggakan sesuatu apa yang di punya.
Malam hari suasana berbeda Eva rasakan tanpa ada kakaknya yang pulang kampung dua hari lalu. Walau selalu bertukar kabar tetap saja rasa rindu itu ada, ini bukan kali pertama mereka berjauhan sudah sering terjadi dulu jika Eva pergi mengikuti lomba antar Sekolah.
Sekarang Eva dan Sisi lagi duduk di luar sambil memangku laptop di paha mereka mengerjakan tugas kampus yang akan di kumpulkan besok.
Selalu menjadi rutunitas mereka berdua mengerjakan tugas bersama selain biar tidak cepat bosan bisa juga bertukar fikiran.
"Gimana Si apa ada yang sulit tidak ?. "
Tanya Eva tidak seperti biasa Sisi diam saja mengerjakan tugas, dulu saja baru duduk sudah sibuk meminta bantuan Eva.
"Ngak kok Va, perhatian banget sih makin sayang deh. "
Haru Sisi, karena perhatian sama dia langsung saja memeluk Eva tapi tidak lama datang tamu yang tidak di undang membuat Sisi kesal namun tidak buat Eva, dia tersenyum melihat orang yang datang.
"Sama gue ngak sayang . "
Orang yang datang itu Bastian dan Kevin , dia datang kesana karena Eva tidak masuk kerja hari ini padahal dia sudah datang ke caffe tadi alhasil mendatangi Eva ke kos dan keberuntungan Kevin , Eva lagi duduk di luar.
"Ogah sama play boy kayak lo. "
Balas Sisi kesal buat apa sama orang kayak Bastian tapi itu hanya di luar tapi beda jika di dalam hati.
Kevin duduk di samping Eva yang sibuk dengan tugasnya yang sedikit banyak.
"Kenapa ngak masuk kerja tadi ?. "
Tanya Kevin tidak tau alasan Eva libur padahal Eva termasuk rajin bisa di bilang tidak pernah libur.
"Lagi banyak tugas kampus jadi libur dulu, lagian tidak akan ada yang marah juga caffe punya pacar ini. "
Ledek Eva membuat Kevin terdiam iya juga kata Eva siapa juga yang berani memarahi dia walau sekali pun bukan kekasih Kevin, dia anak yang rajin jarang juga libur sudah sepantasnya juga sesekali libur.
"Sudah pintar memanfaatkan status ya.Mau di bantu ngak ? . "
Kevin dapat melihat banyaknya tugas Eva membuat dia sedikit mengabaikan keberadaan Kevin di sampingnya.
"Ngak usah masih bisa kok, tinggal dikit lagi . "
Tolak Eva dia bukan tipe orang yang suka minta tolong apa lagi kalau soal pelajaran dia tidak butuh bantuan bukan sombong tapi dia masih bisa.
"Sudah makan malam ? . "
Eva menjawab hanya dengan anggukan kepala, kenapa tidak di jawab langsung lagi puasa atau sariawan.
Saat sedang asik dengan tugasnya hp Eva berbunyi ada panggilan masuk dari kakaknya langsung saja dia angkat.
, Assalamu'alaikum kak, ada apa bagaimana kabar kakak,
Tanya Eva begitu mengangkat panggilan itu.
.......
, Kok bisa terjadi seperti itu kak, siapa yang melakukan itu?.
__ADS_1
Syok Eva mendengar kabar dari kakaknya di kampung membuat dia terdiam tidak habis fikir.
....
, Jadi kakak kapan balik lagi?
.........
, Ya udah kakak hati hati, kalau sudah mau balik kabari ya ?
Panggilan berakhir Eva terdiam mencerna ucapan kakaknya, kenapa bisa, siapa orangnya dan kenapa dia melakukan itu, menjadi tanda tanya dalam kepala Eva sekarang.
Siapa yang melakukan ini sama kami, kenapa mereka begitu tega sekali, apa tujuan mereka.
Tapi apa mungkin mereka yang melakukan, kenapa bisa tau kami tinggal di sana kalau iya berarti ini maksud ucapan mereka tempo hari.
Kenapa mereka datang di saat kami hidup sudah baik baik saja kemana mereka selama ini saat Ayah dan Bunda pergi meninggalkan kami hanya berdua.
Yang kami butuhkan mereka itu dulu tempat bersandar saat kami rapuh.
Mereka tidak tau perjuangan kami kenapa bisa sampai berada di posisi sekarang.
Apa mereka tau kami hidup sudah bahkan untuk bertahan hidup saja kakak harus bekerja keras dan sekarang mereka datang menghancur semuanya.
Batin Eva terdiam melupakan masih ada temannya disana melihat Eva melamun tidak mau mengganggu.
"Maaf aku jadi melamun, aku masuk dulu buat minum buat kita. Masa tamu ngak di suguhkan apa pun walau tidak di undang. "
Eva melangkah masuk menyembunyikan kesedihan di depan teman temannya.
Apa yang terjadi pada mu sayang kenapa sesedih itu setelah menerima telpon dari kakak mu.
Aku sakit jika melihat kamu sedih.
Nanti aku tanya Eva jika dia sudah tenang dan siap bercerita.
Apa maksud dia Ayah Bunda dia pergi meninggalkan mereka berdua, apa jangan jangan orang tuanya sudah tiada berarti dia yatim piatu.
Kevin mendengar jelas keluhan Eva dari awal hingga akhir membuat dia miris mendengar kesedihan Eva yang begitu mendalam.
Eva keluar membawa empat gelas minuman tidak lupa sedikit cemilan sebagai pelengkap.
"Silahkan di minum jangan sungkan anggap saja rumah orang . "
Canda Eva menaruh minuman diantara mereka membuat mereka tersenyum mendengar ucapan Eva.
"Iyalah rumah orang kitakan kos disini dan mereka tamu yang tidak di inginkan. "
Sindir Sisi memakan cemilan itu tanpa sungkan sedikit pun.
Dia tidak perlu menjaga image di depan Bastian lagian dia tidak suka pura pura apa adanya saja.
"Itu kamu tapi aku ngak . "
Sela Eva dia sedikit tenang ada Kevin sekarang di dekatnya.
"Iyalah ngak orang di apelin pujaan hati. "
__ADS_1
Andai Bastian juga kekasihnya pasti senang juga dan andai Bastian sudah berubah pasti dengan senang dia menunjukan rasa suka dia.
Kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang di dapat, harus sabar menerima semua kemingkinan yang terjadi.
"Kaya lo ngak aja, di mulut nolak padahal senang di apelin juga. "
Melirik Bastian duduk di samping Sisi membuat Sisi gelagapan sendiri bagaimana jika Eva memperjelas ucapannya bisa malu Sisi.
"Kamu ngomong apa sih Va, jangan ngaco deh . "
Kilah Sisi tidak mau Eva kelepasan bicara, mau di taruh dimana muka dia jika ketahuan suka Bastian.
"Iya deh sorry. "
Suka aja tapi gengsi nanti di ambil orang nangis bombai. Batin Eva hingga mendapatkan bisikan dari Kevin.
"Kayak kamu ngak aja, lihat aku bicara ama cewek aja langsung hindarin aku. "
Bisik Kevin membuat Eva kesal jika membahas hal bodoh yang pernah dia lakukan.
"Jangan bikin aku marah Vin, mau aku cuekin lagi. "
Marah Eva jika di ungkit lagi, cukup sekali dia malu tidak ada dua kali atau kali kali berikutnya.
"Sorry sayang. "
Ceplos Kevin membuat Eva blushing mendengar Kevin memanggil dia sayang untuk pertama kali.
"Cie ada yang blushing nih di godain. Anggap kita ngak ada disini. "
Sisi menggoda Eva dia juga suka melihat sahabatnya malu malu mau gitu.
"Udah ah pada suka godain aku. "
Kesal Eva sedikit menjauh dari temannya menyembunyikan wajah bersemunya biar tidak tambah di goda lagi.
"Maaf jangan marah gitu dong jelek tau. "
Kevin mendekat duduk ke Eva takut akan di cuekin Eva sudah cukup satu kali terjadi.
"Jelek gini kamu mati mati an ngejar aku. "
Sindir Eva pada Kevin, memang kenyataan gitu Kevin berjuang keras mendapatkan Eva hingga tidak sia sia dia berjuang selama ini.
Mereka terus bicara sampai jam menunjukan pukul sepuluh Kevin pamit tidak mau terlalu malam balik tidak enak di lihat tetangga juga jika ada tamu apa lagi laki laki nanti mereka di pandang jelek.
Bahagia sederhana itu sangatlah indah cukup bersama orang yang di sayangi dalam keadaan apa pun sudah cukup.
Eva beruntung ada Kevin saat suasana hati dia lagi sedih jadi bisa sedikit melupakan apa yang dia rasakan.
Bencana, musibah atau kebahagian tidak tau kapan hadirnya bisa saja saat sedang bahagia kesedihan datang pada saat bersamaan atau malah kebalikannya.
Sejak tadi Eva selalu memikirkan keadaan kakaknya entah apa yang dia rasakan melihat langsung semua itu dia saja yang mendengar setengah cerita merasakan kesedihan begitu dalam.
"Kakak kenapa ?. "
\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.