
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 🇮🇩KE-75
Pergi ke pasar managih hutang
Sampai di pasar beli rambutan
*Jika pahlawan yang berjuang
Maka kita yang mempertahankan.
**Selamat membaca Reader***.
\=\=\=\=\=\=
Ini hari terakhir Eva dan teman tingkatannya menghadapi ujian akhir semua mereka lalui penuh suka cita.
Ada berbagai ekpresi yang mereka tampilkan setiap keluar kelas dari muka murung,wajah kusut,wajah ngantuk bahkan wajah masam apa ada jeruk nipis dalam soal tadi makanya pas keluar dengan wajah masam.
"Sumpah ini ujian sudah banget sih. "
"Itu yang buat soal ngak mikir apa kalau soal itu sudah banget. "
"Pertanyaannya satu kampung malah jawabannya cuma dua kata. "
"Kalau gue yang bikin tu soal pasti bikin yang mudah saja. "
"Kalau gue yang jadi pengawas mungkin suruh saja murid berkelompok asal jangan ribut. "
Banyak keluhan yang terdengar dari murid yang habis menyelesaikan ujian mereka.
Bagaimana tidak komen panjang kadang soalnya panjang kali, banyak perumpamaan eh pas tiba di jawaban cuma beberapa kata bahkan tidak sampai lima kata atau mau di kata katai.
Kadang sebagai murid kita cuma bisa menerima dengan lapang dada walau dada sudah penuh isinya bahkan harus mengeluarkan isi yang tidak perlu biar muat.
"Pusing kepala gue Va sama ujian ini, bisa bisa kepala gue botak karna kebanyakan mikir. "
Keluar Sandra sama Eva sekarang dia merasakan sulitnya ujian karena dia biasanya cuek saja sama yang namanya belajar bahkan saat Eva mengajak pasti selalu menolak dan sekarang dia rasakan akibatnya.
"Ye sekarang baru ngeluh kemarin kemana saja saat aku ajak belajar. "
Nyatanya memang begitu kita akan merasakan kebodohan jika mengikuti malasnya belajar.
"Kemarin ada kok masa kamu ngak lihat aku segede ini. "
__ADS_1
Canda Sandra dia sudah tidak tegang lagi, ujian sudah selesai tinggal menunggu hasilnya nanti.
Apa pun hasilnya nanti itulah kemampuan yang mereka punya setiap orang punya batas kemampuan dan keterampilan.
Yang bisa di lakukan sekarang adalah berdoa semoga mendapatkan hasil memuaskan dan membawa senyum kebahagian nanti saat pulang kerumah jika sudah tahu hasilnya.
"Kamu kok biasa aja Va ekpresi nya ngak ada cemas atau apa gitu. "
Memperhatikan raut wajah Eva yang tampak biasa saja dari luar tapi tidak dari dalam.
Debaran jantungnya belum mau berhenti dari tadi jujur dia juga takut hasil yang biasa saja.
Bagi dia jika dapat hasil biasa akan mengecewakan semua orang maka dari itu dia tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Kamu ngak tau aja San gimana aku, kamu rasakan tangan aku dingin kali. "
Memegang tangan Sandra menyalurkan rasa dingin pada tangan Eva, jika di bilang dia biasa saja maka semua itu hanya bohong belaka dan setiap orang bisa menyembunyikan kegugupan masing masing.
"Dingin banget tangan kamu Va kayak es batu, pantas dari tadi kamu diam saja. "
Laget Sandra memegang tangan Eva justru Eva lebih cemas lagi.
"Kamu tau San aku takut nanti akan di cibir jika hasil ujian ku jelek dan di bilang tidak pantas dapat beasiswa itu. "
"Semuanya akan kecewa jika hasil ujian ku jelek dan aku malu jika itu terjadi. "
Rasa cemas itu datang dengan sendiri tanpa di duga bahkan tanpa di undang.
"Tetap berfikir positive Va jangan negative sebab apa yang kita fikirkan itu yang akan terjadi, tetap optimis. "
Memberi semangat pada Eva.
Walau Eva lebih pintar dari Sandra tapi dia tidak pernah iri atau minder begitu juga sebaliknya Eva tidak pernah memilih teman dan akan dengan senang hati mengajarkan jika ada teman yang minta bantuan.
Jika kita pintar maka jangan pelit untuk berbagi sebab dengan berbagi ilmu yang kita punya tidak akan berkurang justru sebaliknya akan bertambah jika sering berbagi.
Jika berbagi ilmu itu akan mengurangi kadar kepintaran maka akan banyak Guru yang tidak pintar sebab sudah di berikan pada anak muridnya.
Sudah menunjukan waktu pulang Eva berpisah dengan Sandra di gantikan Evan sekarang yang menemani.
Berjalan saling beriringan menuju rumah dan soal Evan dia lebih sering mendatangi Eva saat malam hari sejak pisah kamar dengan kakaknya dan Eva tidak kesepian juga karena ada Evan yang menemani.
"Sulit ngak Van ujiannya?. "
__ADS_1
Di sela langkah mereka di selipkan dengan obrolan ringan biar tidak bosan selama berjalan.
"Lumayan Va. "
Cukup singkat jawaban Evan, ini merupakan pengalaman pertama dia juga.
Jika di alamnya dia tidak perlu melakukan semua itu bahkan tidak perlu Sekolah sekali pun.
"Lagian kamu ngapain Sekolah coba, buang waktu kanu saja. "
Selama Evan Sekolah tidak pernah bicara apa alasan masuk Sekolah dan dia cuma pernah bilang akan lebih gampang jagain Eva jika selalu dekat Eva, alasan yang cukup ambigu.
"Aku cuma mau selalu jagain kamu Va dan jika saat itu tiba aku akan pergi kalau sudah ada orang yang bisa jagain kamu sama seperti aku yang jagain kamu sekarang. "
Dia sudah besar tidak perlu dijaga dan sudah bisa jaga diri sendiri lagi pula setiap kehidupan akan pasti ada yang namanya rintangan baik itu kecil atau besar dan bagaimana cara kita melewati serta menyelesaikan.
"Ngak perlu Van aku bisa jaga diri kok, kamu tenang saja "
Senyum Eva membalas ucapan Evan dia juga tau tidak akan selamanya Evan berada di sisinya pasti ada waktu dia akan pergi sebab setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan di setiap perpisahan akan ada juga pertemuan baru di waktu mendatang.
"Kalau aku masih bisa kenapa tidak Va. "
Jika bisa minta satu permintaan mungkin Evan akan minta bisa selalu berada di samping Eva tapi itu cuma hayalan yang tidak mungkin jadi nyata.
"Makasih Van selama ini kamu selalu ada buat aku. "
"Kamu memang teman terbaik ku dan aku ngak akan pernah lupain kamu.
Jika suatu hari nanti kamu pergi, sesekali datanglah buat menemani ku aku pasti akan merindukan mu Van. "
Ucap tulus Eva ada rasa keberatan jika Evan pergi dia sudah terlalu nyaman dengan Evan berada di samping dia tapi apa mau di kata jika waktu dan masa datang buat memisahkan mereka.
Itulah sebab nya jika kita jangan terlalu bergantung pada sesuatu karena tidak akan kakak atau bertahan lama, jika kita ingin bergantung cukup pada sang pencipta saja yang tidak akan pernah meninggalkan kita walau kadang kita lupa sama dia.
\=\=\=\=\=\=
*Mau nebus up yang tertunda kemarin kadang ada rasa kehabisan idea atau rasa bosan menghampiri.
Author cuma manusia biasa kadang rasa bosan juga sering menghadang.
Makasih dukungan selama ini dan tidak akan bosan minta dukungan berupa
Like, rate, komen and vote*
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
Tbc. l