TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Hari Terakhir Liburan.


__ADS_3

Besoknya mereka tidak melukan perjalanan mengelilingi kota asri itu,mereka lebih memilih mengadakan acara api unggun sambil bakar bakar ikan,jagung dan ayam.


Tinggal di villa tidak hanya mereka saja tapi Bibi penjaga villa dan suaminya juga ikut tinggal disana selama mereka liburan,hanya sebagai anti sipasi takut mereka lakukan kesalahan jadi ada mengingatkan.


"Kita shalat dulu baru mulai acara."


Usul Efi mereka semua beranjak menuju kamar buat shalat baru setelah itu berkumpul lagi.


Buat segala kebutuhan nanti sudah siap tinggal menunggu waktunya saja.


Akan lebih baik sebelum melakukan pekerjaan menyelesaikan kewajiban dulu.


"Semua sudah siapkan sekarang kita mulai."


Masing masing membawa peralatan ke halaman belakang villa di sana sudah tersedia temp at buat membakar.


Bumbu buat bahan ikan dan ayam Bibi sudah siapkan di bantu yang lain juga.


"Sepertinya enak di lihat dari bentuknya saja apa lagi sudah matang nanti."


Exel memperhatikan yang cewek lagi membakar sedangkan yang cowok menyiapkan tempat duduk,mereka memilih lesehan saja biar lebih santai biar seperti piknik tapi malam hari.


"Iyalah enak bee siapa dulu yang masak."


Balas Keysi mendengar ucapan kekasihnya.


"Nyesel gue muji."


Exel memilih bergabung dengan para cowok saja.


Tidak salah sifat Keysi begitu orang mamanya juga begitu punya tingkat narsis yang tinggi.


"Key jangan gitu,ngak liat tu wajah Exel kesal."


Tegur Efi tapi bagaimana lagi harus maklum punya keluarga mulut mereka kadang tidak punya saringan kalau bicara.


"Kita mah udah biasa dan kebal sama mulut dia."


Sisi sudah biasa mendengar mereka bicara lepas lepas tapi justru orang seperti itu jarang ada dendam dalam diri mereka.


Mereka bicara akan mengeluarkan yang baik,yang jelek tidak ada yang di simpan jika orang lain tersinggung berarti mereka belum tau sifat asli orang itu.


Lebih punya teman yang kalau bicara lepas lepas dari pada banyak diam dan menyimpan banyak dendam pula.


"Jangan lupa kasih bumbu kalau sudah setengah matang."


Efi memperingati takut nanti ikan atau ayam sudah matang baru di kasih bumbu maka akan terasa gosong.


"Iya,kalau tenang saja."


Jawab mereka semua kompak,mereka asik membakar menu makan malam memang sengaja tidak minta masakin buat makan malam cukup itu saja sudah cukup.


"Ada yang bisa kita bantu ngak?."


Para cowok menghampiri yang cewek ingin membantu jika butuh bantuan mereka.


"Bantu doa dan balik sana,yang ada ganggu bukan membantu."


Usir Sisi menyibaskan tangan sambil memegang kipas sedikit lebih maju maka kipas akan mengenai salah satu dari mereka.


"Eh bocil kalau ngusir yang benar,lo ngusir atau mau melukai kita."


Renal yang hampir kena kipas Sisi mengambil kipas lalu membawa pergi.


"Eh bang mau di bawa kemana kipas Sisi."


Mengejar Renal yang melarikan kipas itu sambil kejar kajaran.


Kalau beradik itu selalu ada saja yang di ributkan,yang besar tidak mau mengalah dan yang kecil tidak tau kecil juga.


"Dasar masa kecil kurang bahagia."

__ADS_1


Yang lain hanya bisa geleng kepala melihat tingkah dua orang itu,Renal sendiri tidak malu kalau tingkahnya di lihat Efi sebagai tunangan.


Mereka tidak pernah malu menunjukkan sifat asli jika bersama keluarga atau orang terdekat,senang menjadi diri sendiri.


"Biarlah dia melanjutkan masa kecil mungkin belum puas bermain malah keburu besar maka begini jadinya."


Setiap masa yang kita lalui tidak akan pernah bisa di ulang lagi,walau di masa depan kita melakukan hal yang sama di masa lalu tetap saja tidak akan bisa sama lagi seperti dulu.


Dan yang paling jauh di antara kita yaitu masa lalu sebab beberapa menit yang sudah kita lewati tidak akan bisa di ulang lagi.


"Akhirnya masak juga."


Membawa hasil masakan mereka keep tikar yang sudah di gelarkan lengkap dengan tempat dan lainnya,masakan itu tidak perlu di ragukan lagi rasanya dari bentuk saja sudah menggiurkan apa lagi rasanya yang tidak akan mengecewakan.


"Wah mereka memang sudah pantas menjadi seorang istri masak saja sudah seenak ini."


Puji Rasya mencomot sedikit masakan itu dan rasanya tidak perlu di ragukan lagi tidak akan kecewa jika sudah merasakannya.


"Bisa aja mujinya palingan bentar lagi bakal ada yang jatuh."


Sindir David melirik sekilas orang yang akan jadi sasaran.


"Iya kalau Efi dan Eva gue percaya tapi kalau yang lain masih di ragukan,takutnya kalau mereka masak bukannya kita sehat malah masuk ruman sakit."


Balas Renal di antara ke enam cewek itu cuma dua kakak beradik itu yang jago masak,kalau yang lain belum ada di antara mereka yang pernah masak kalau pernah pun masih ragu buat di makan.


"Sindir aja terus sampai lo puas bang,kita mah senang kalau abang bahagia gini."


Timpal Nana yang ikut di sindir juga walau tidak jago tapi lagi proses belajar.


"Syukur kalau nyadar."


Tambah David ikut mengejek saudaranya yang malas belajar masak padahal mamanya sering ngajak masak memang dasar malas mau bagaimana lagi.


"Tapi Sandra bisa masak lo bang Dave,iya lupa abang belum pernah coba masakan Sandra kan nanti lain kali kita ajak."


Eva sudah pernah merasakan masakan sahabatnya itu waktu Sekolah tidak kalah enak sama masakan Eva juga.


David melirik Sandra yang berada di sampingnya,mereka duduk sama pasangan masing masing.


"Iya bang pulang dari sini."


Balas Sandra menyetujui permintaan David ingin mencoba masakan Sandra juga.


Mereka makan dengan nikmat di selingi canda tawa,saling ejek tidak lupa juga dan itu sudah jadi kebiasaan mereka jika lagi berkumpul.


"Nikmat mana lagi yang akan di dustakan."


Ucapan sembrono itu keluar dari mulut mereka selesai makan.


"Makanan sederhana berjuta rasa dan kenangan."


Tambah yang lain juga karena masakan yang tidak perlu di tanyakan lagi kalau masalah rasa dan untuk kata kenangan sebab besok mereka akan balik lagi maka yang terjadi malam ini akan jadi kenangan.


"Ini ada gitar gimana kalau kita nyanyi."


Bastian mengambil gitar siap buat di mainkan.


"Tapi lagi apa?."


"Gimana sahabat sejati saja."


"Ok."


SAHABAT SEJATI.


Sahabat sejatiku


Hilangkah dari ingatanmu


Di hari kita saling berbagi

__ADS_1


Dengan kotak sejuta mimpi


Aku datang menghampirimu


Kuperlihat semua hartaku


Kita slalu berpendapat


Kita ini yang terhebat


Kesombongan di masa muda yang Indah


Aku raja kaupun raja


Aku hitam kaupun hitam


Arti teman lebih dari sekedar materi


Pegang pundakku jangan pernah lepaskan


Bila ku mulai lelah


Lelah dan tak bersinar


Remas sayapku jangan pernah Lepaskan


Bila ku ingin terbang


Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho


Ku slalu membanggakanmu


Kaupun slalu menyanjungku


Aku dan kamu darah abadi


Demi bermain bersama


Kita duakan segalanya


Merdeka kita kita merdeka


Pegang pundakku jangan pernah Lepaskan


Bila ku mulai lelah


Lelah dan tak bersinar


Remas sayapku jangan pernah Lepaskan


Bila ku ingin terbang


Terbang meninggalkanmu ho ho ho ho ha ho


Tak pernah kita pikirkan


Ujung perjalanan ini


Tak usah kita pikirkan


Ujung perjalanan ini ho ho ho ho


Semua orang bernyanyi bersama mulai dari suara yang bagus,sedang dan berantakan menjadi satu.


Yang penting happy yang menikmati masa liburan walau cuma dua hari sebab David,Exel dan Rasya tidak bisa lama ambil libur kerja.


\=\=\=\=\=


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2