TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Mimpi.


__ADS_3

Jika penyesalan itu datangnya belakangan ini yang sekarang Sarah rasakan,merasa bersalah sama adiknya yang tidak pernah iri terhadap dirinya.


Kenapa sebagai seorang kakak dia bisa merasa iri apa yang di raih dan di dapatkan Sena semasa hidupnya bahkan apa yang dia dapatkan semua murni usaha dia tanpa bantuan siapa pun.


Seharusnya sebagai kakak dia bangga bukan malah sebaliknya merasa iri dan merasa berada di bawah adiknya.


Seorang anak di didik serta di besarkan dengan kasih yang sama tanpa di bedakan namun entah dari mana datanya sifat yang bertolak belakang dengan yang di anjarkan selama ini.


Sesama saudara harusnya saling mendukung bukan ingin menjatuhkan salah satunya.


Sarah melangkah di suatu tempat dia sendiri tidak tau itu dimana,tempat itu tampak asing bagi dia dan baru pertama kali kesana.


Tempat yang indah namun tidak ada orang disana hanya dia sendiri,terus menyusuri tempat itu masih belum bisa menemukan orang dia bingung kenapa tempat seindah itu tidak ada orang.


"Aku dimana kemana semua orang?kenapa cuma aku sendiri disini?."


Melangkah dengan perasaan bingung,dia juga tidak tau berada di mana.


"Pa! Papa dimana?


Memanggil suaminya yang tidak ada sautan dari suaminya,rasa cemas mulai menghantui dirinya.


" Papa dimana? kenapa mama di tinggalin sendiri di sini?."


"Lexa kamu dimana?kenapa mama di tinggal di sini sendiri?."


Memanggil anak sulungnya,sama tidak ada jawaban sama sekali.


Seindah apa pun suatu tempat jika tidak ada orang akan terasa menyeramkan.


"Pa,mama takut sendiri disini jemput mama pa.Mama takut hiks."


Duduk memangku kaki sendiri rasa takut itu kian terasa mendera diri Sarah,di saat seperti sekarang tidak ada satu orang yang menolong,peduli atau sekedar menjawab panggilannya.


"Mama takut berada di tempat asing ini sendiri,kenapa kalian semua tega meninggalkan mama sendiri hiks."


Jika sudah seperti ini siapa yang akan bisa mengeluarkan dia dari sana.


Mencari pertolongan tapi kemana sudah jauh dia berjalan tidak ada yang dia temui.


Mau mencari jalan keluar juga tidak ada petunjuk buat dia,seperti berada labirin dia tersesat dan cuma berputar putar saja di dalam labirin.


"Kak Sarah."


Suara lembut itu terdengar dekat di telinga Sarah namun dia enggan mengangkat kepala buat melihat siapa orang yang menyapa dia,bukannya tadi tidak ada orang tapi kenapa tiba tiba ada suara orang begitu fikir Sarah.


"Kakak ngapain disini?."


Itu suara Sena menghampiri Sarah yang duduk memangku kakinya.


"Se.. Se.. Sena."


Mengangkat kepala di lihatnya Sena berdiri di depannya dengan sangat cantik masih seperti waktu muda dulu.


"Iya ini Sena kak,kakak ngapain disini?."


Sena tetaplah Sena yang dulu setiap tutur katanya penuh dengan kelembutan dan tidak lupa senyum menawan milik dia.

__ADS_1


"Se.. Sena maafkan kakak,kakak salah sama kamu selama ini,kakak udah jahat sama kamu bahkan sampai membuat kamu meninggalkan rumah."


Meminta maaf pada Sena yang masih mengembangkan senyum di wajah cantik itu.


"Kakak ngak salah kok,semua orang punya masa lalu kak baik atau jelek termasuk kakak sendiri."


"Ngak!kakak sudah jahat sama kamu selama ini,kakak selalu iri sama kamu.Maafkan kakak Sena kakak menyesal melakukan itu sama kamu."


Memegang tangan Sena dengan erat,rasa penyesalan itu terpancar di mata Sarah bahwa perbuatan dia selama ini tidak baik dan hanya merugikan orang saja.


"Sebelum kakak minta maaf Sena udah maafkan kakak kok,Sena senang bisa bertemu kakak disini.


Sena rindu kakak,rindu semua orang kak hiks tapi Sena sudah bahagia sekarang disini kak,kakak liat itu(menunjuk seorang laki laki berdiri agak jauh membelakangi mereka berdua) dia orang yang selalu menemani Sena selama ini bahkan saat Sena pergi jauh dia menyusul Sena juga tapi."


Menjeda ucapannya sendiri tidak kuat rasanya jika di lanjutkan lagi,saat baru berada disana dia harus bersedih sepanjang hari memikirkan dua buah hati mereka yang di tinggalkan buat selamanya dalam ke adaan masih kecil.


Sebagai seorang Ibu dia sangat sedih kenapa Tuhan memberikan ujian berat pada kedua anaknya di usia sangat kecil,beruntung dia memiliki anak anak yang kuat dan sabar bisa melalui ujian hidup itu dan sekarang anaknya bisa bertemu lagi dengan keluarga dia dan bahkan sekarang anak sulungnya sudah menemukan pasangan hidup yang menyayangi begitu tulus.


Sepanjang hari hanya bisa melihat apa yang di lalui anaknya tanpa bisa melakukan apa pun untuk membantu.


Ingin merangkul saat anaknya sedih atau lagi tertidur lelap tapi semua itu hanya angan yang tidak bisa jadi kenyataan.


"Tapi Sena harus meninggalkan mereka berdua dengan usia yang masih sangat kecil buat menjalani hidup yang begitu keras,Sena hanya menangis melihat mereka menjalani hidup begitu sulit tanpa ada yang peduli bahkan Efi harus Sekolah sambil kerja agar bisa memenuhi segala kebutuhan mereka.


Mereka anak Sena yang kuat dan pintar,andai saja Tuhan memanggil Sena begitu cepat mungkin hari mereka tidak akan sesulit itu."


Lirih Sena walaupun dia sedih mengenang masa itu tapi sekarang tidak lagi anak mereka sudah mendapatkan kebahagiaan yang dulu pernah hilang.


"Saat mereka sudah mulai merasa bahagia kenapa kakak datang membawa luka buat mereka,apa mereka punya salah sama kakak dan menghancurkan rumah sejuta kenangan kami.


Kakak tau betapa hancurnya mereka saat itu apa yang kakak lakukan?."


Kakak selalu di kuasai emosi kala itu sebab selama ini selalu mendapatkan apa yang kakak mau jadi ngak memikirkan apa apa lagi."


Duduk di depan Sena dengan air mata terus mengalir tiada henti seperti sungai yang terus mengalir.


"Semua sudah berlalu kak,perbaiki diri kakak sebelum terlambat.Masih ada waktu buat kakak perbaiki semuanya dan jangan lakukan lagi kesalahan yang sama di masa depan.


Ingat kak keluarga adalah segalanya hanya keluarga yang mau menerima kita apa adanya bahkan saat kita pernah melakukan kesalahan."


Dendam itu tidak ada dalam diri Sena buat Sarah,dia sudah menganggap itu semua hanya cobaan yang Tuhan berikan melalui dia.


"Sena titip anak anak ya kak,jaga mereka,ingatkan jika mereka lupa,tegur mereka jika salah.


Mereka anak Sena yang luar biasa jadi jangan biarkan ada orang lain yang menyakiti mereka kak.


Sena percaya sama kakak bisa melakukan itu semua,Sena pamit kak Sena sayang kakak.


Sampaikan pada yang lain Sena sayang dan rindu mereka,sekarang Sena sudah bisa tenang meninggalkan anak anak."


Perlahan Sena mulai menghilang dari pandangan Sarah dengan seiring cahaya putih yang datang menyilaukan mata hingga Sarah tidak bisa melihat apa apa lagi.


"Sena."


"Sena."


"Sena."

__ADS_1


Sarah terus memanggil Sena yang tidak dia lihat lagi,menghilang entah kemana.


Sarah terus menangis memanggil Sena yang tidak muncul lagi walau sudah di panggil terus bahkan tangisan itu kian kuat kala harus menerima kenyataan bahwa Sena tidak akan pernah bertemu dia lagi.


"Ma! mama bangun."


Suami Sarah mengguncang badan Sarah agar terbangun dari tidurnya yang terus memanggil nama Sena.


Hingga beberapa saat Sarah baru terbangun dengan nafas memburu seperti orang baru habis lari jauh hingga dengan cepat suaminya memberi air minum biar tenang.


"Mama kenapa?kenapa memanggil nama Sena terus dari tadi?."


Seru suaminya yang penasaran sama apa yang di alami Sarah,apa dia mimpi buruk begitu fikirnya.


"Ma mama mimpi ketemu Sena pa."


Lirih Sarah masih terasa jelas mimpi itu seperti nyata dia alami.


Suaminya masih diam membiarkan Sarah melanjutkan cerita tentang mimpi barusan.


"Sena bilang dia titip anak anaknya sama mama,dia ngak marah sedikit pun sama mama pa.


Dia menceritakan semua tentang anaknya dulu hingga sekarang tapi saat membahas rumah yitu wajahnya tampak marah walau masih tersenyum.


Mama semakin merasa bersalah sama Sena pa,besok papa beneran temanin mama nemuin anak Sena kan pa?."


Mungkin sekarang saatnya Sarah menebus semua kesalahan dia dulu walau tidak pada orangnya langsung masih ada anak yang bisa di jadikan tempat menebus kesalahan dia.


"Iya besok temani mama ya,sekarang tidur lagi ini masih malam."


Menuntun Sarah buat berbaring lagi supaya melanjutkan tidur yang tertunda itu.


Dengan berat hati Sarah menurut tapi dia tidak bisa memejamkan mata sebab masih membayangkan mimpi tadi.


Apa yang sudah aku lakukan selama ini,kenapa aku di butakan dengan rasa iri pada adikku sendiri sampai anak yang tidak bersalah aku korbankan juga.


Aku menyesal melakukan smua itu,terima kasih Tuhan engkau masih memberi ku kesempatan buat memperbaiki semua kesalahan ku dulu.


Terima kasih buat kesempatan itu ngak akan aku sia siakan.


Sarah hanya memejamkan mata saja tapi tidak bisa tidur hanya menghindari suaminya supaya tidak merasa cemas jika dia masih terbangun.


Terima kasih Tuhan engkau masih memberi kesempatan pada istri ku buat memperbaiki diri supaya lebih dekat lagi sama engkau.


Sebagai suami aku merasa menyesal sudah menuruti keinginan dia selama ini walau aku tau itu salah.


Hamba bersyukur anak anak ngak ada yang mengikuti sifat istri ku selama ini,mereka tumbuh menjadi anak yang baik jadi tugas ku sedikit berkurang hanya buat menuntun dia kembali pada jalan yang engkau ridhoi.


Suaminya sama belum tidur juga,rasa syukur terus dia ucapkan terhadap istrinya yang sudah mulai berubah dan menyadari kesalahan selama ini.


\=\=\=\=\=


Mohon tinggalkan jejak berupa like,rate,komen anda vote.


Makasih 😘


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2