
"Eh kalian dari mana saja ? Aku dari tadi nyariin kamu Va tapi ngak ketemu, kamu kemana sih Va ?. "
Rafa datang menghampiri saat melihat Eva datang bersama Evan menuju kelas, selama jam istirahat berlangsung dia mencari Eva ke tempat biasa berada saat istirahat tapi nyatanya tidak ada dan bertanya pada Sandra pun dia tidak tau dimana Eva.
"Ngak dari mana mana Fa,dari tempat biasa kok. "
Memberitahu Rafa kalau dia dari tempat biasa bersama Evan tapi bukan taman Sekolah melainkan tempat khusus mereka berdua.
Tempat itu menjadi saksi pertama kali Evan balik lagi sama dia, saat Eva ngambek sama Evan, mendiamkan Evan sampai akhirnya Evan juga ngerjain Eva balik dengan tingkah usil yang dari mana dia dapatkan.
"Aku udah cari tempat biasa ngak ada kamu Va. "
Masa dia punya tempat lain lagi setau Rafa cuma taman Sekolah yang akan menjadi langganan Eva saat istirahat begitu fikir Rafa.
"Bukan taman Fa,tapi ada satu tempat yang enak banget buat santai. "
"Bye aku masuk dulu, yuk Van. "
Meninggalkan Rafa penuh dengan tanda tanya, Eva berlalu bersama Evan menuju kelas karena menurut Eva tidak penting juga ngasih tau orang lain biarlah tempat itu cuma dia berdua yang akan kesana.
"Kok aku kayak kalah satu langkah sama Revan ya, dia seperti dekat gitu sama Eva. "
Memperhatikan kedekatan mereka berdua sudah jelas sekali bahwa mereka bukan seperti baru kenal melalui Sekolah ini.
"Pokoknya aku ngak boleh kalah saing sama Revan, lihat saja nanti. "
Rafa masuk kelas juga, soal Eva bisa di fikirannya nanti saja supaya lebih dekat lagi sama Eva.
Semua murid memasuki kelas masing masing sebelum bel tanda masuk berbunyi, mengikuti pelajaran dengan tenang tapi tidak semua kelas juga mengikuti pelajaran ada juga jam kosong diantara kelas itu dan membuat keributan sampai kelas sebelah.
Memang masa putih abu adalah masa yang paling indah, disana kita lagi giatnya mencari jati diri, menyukai lawan jenis, jika kita kurang suka sama pelajaran ada jalan alternatif yaitu ada alasan ke toilet padahal cuma bosan atau tidur dalam kelas.
Sama halnya dengan kelas Eva ternyata Guru tidak masuk juga padahal dia sudah buru buru masuk kelas tapi malah kecewa.
"Aku kira kita akan belajar tapi malah ngak ada sih, bikin bete aja. "
Keluh Eva, dia paling malas jika jam kosong begini.
Bukan berarti Eva tidak suka tapi masa sudah jauh jauh ke Sekolah malah tidak belajar dan untuk mengisi waktu luang Eva palingan mengerjakan soal latihan dalam buku atau sekedar baca novel di perpustakaan.
"Kan enak Va sesekali kita santai gini, ini otak rasanya tegang tau belajar terus.
Emang kamu ngak bosan apa belajar terus, ini lagi udah tau jam kosong malah ngeluarin buku. "
Sandra heran sama teman satunya ini paling benci jika jam kosong tapi buat dia malah enak bisa santai atau ngobrol sama teman teman lain.
Pantas saja pintar gitu tidak bosan atau ngeluh saat belajar mungkin dalam kepalanya cuma ada pelajaran saja kali ya.
Eva termasuk anak rajin bukan cuma belajar datang pun tidak pernah telat atau pun libur.
"Kamu ini San teman rajin belajar malah bicara gitu, kasih semangat gitu punya teman rajin kayak Eva, emangnya kamu pemalas."
Evan membela Eva jika masalah belajar dia memang salut sama Eva yang rajin dan jangan meledek Sandra juga jika Sandra begitu dia tetap teman Eva yang paling baik dan pengertian.
__ADS_1
"Kamu juga sama aku Van, kamu juga pemalas.
Pemalas kok teriak pemalas. "
Sandra tidak terima di katakan pemalas, setiap orang itu punya masa jenuh sendiri. Ada kala kita merasa malas melakukan apa pun disaat tertentu atau bahkan bergeser duduk.
"Aku bukan malas San, cuma lagi bosan saja belajar. "
Elak Evan tidak mau juga dikatakan pemalas sama halnya dengan Sandra.
"Kalau mau ribut keluar sana. "
Eva mulai jengah mendengar perdebatan kedua temannya, mau belajar saja dia jadi tidak konsentrasi lagi mendengar mereka ribut hal yang tidak penting.
"Tu dengar Van keluar kamu sana. "
Usir Sandra pada Evan padahal mereka berdua yang Eva usir malah tidak mengerti juga.
"Kamu juga yang Eva usir. "
Tolak Evan mana mau dia keluar dia akan selalu menemani Eva jika tidak sibuk atau ada waktu luang.
"Kamu."
"Kamu."
"Kamu."
"Stop, kalian berdua keluar. "
Pusing juga kalau lama begini punya teman gitu amat tidak ada yang mau ngalah satu pun.
"Tapi Va. "
Malah kompak sekarang jawabnya seperti paduan suara.
Takut juga kalau Eva marah, ngambeknya itu bikin takut.
Kalau lagi marah di ajak bicara pun seperti tidak ada orang yang bicara sama dia.
"Ya udah kalau gitu, biar aku saja yang keluar.
Kalian berdua bikin aku pusing saja. "
Eva mengalah pada dua orang yang yang bikin pusing kepalanya itu.
Dia cuma fokus belajar karena ujian kenaikan kelas tidak lama lagi jadi dia harus mempersiapkan diri dulu.
"Va mau kemana ?. "
Kan kompak lagi mereka dua saat melihat Eva keluar kelas sambil membawa buku yang dia kerjakan tadi.
"Jangan ikuti aku, apalagi kamu Van. "
__ADS_1
Peringat Eva lalu menunjuk Evan dia tau Evan dengan mudah akan menemukan dia makanya Eva peringati sebelum Evan datang tiba tiba.
Eva melangkah pergi ke perpustakaan untuk belajar dengan tenang.
Dia juga mau dua temannya itu akur sebentar saja kalau lagi dekat, ada saja yang mereka ributkan sampai hal sepele bisa jadi debatan.
"Apa mereka berdua tidak bisa tenang sebentar saja jika lagi dekat apa. Aki juga mau belajar dengan tenang atau mereka tidak ingat apa kalau bentar lagi ujian kalau tidak naik kelas gimana atau malah minta contekan saat ujian. "
"Pengen juga belajar bareng sama mereka tapi gimana caranya supaya mereka ngak ribut saat bertemu. Kayak kucing ketemu tikus saja. Heran aku. "
Eva sampai perpustakaan di lihatnya disana sepi karena pelajaran lagi berlangsung jadi pengunjung sepi cuma ada beberapa murid saja disana.
"Permisi Buk saya boleh masuk ?, soalnya Guru lagi tidak masuk. "
Sopan Eva dia tidak mau main masuk saja siapa tau ada murid lain yang sedang mengerjakan tugas dan akan terganggu.
Walau yang dia lihat sepi tapi sopan santunnya tidak pernah dia lupa kan dimana saja berada.
"Iya silahkan, jangan bikin keributan ya. "
Mempersilahkan Eva masuk, setelah mendapat izin Eva masuk tapi sebelum duduk Eva mencari buku tambahan untuk latihan soal yang akan dia kerjakan.
"Mana buku yang bagus ya, biar aku ngak perlu bolak balik lagi cari buku panduan lain, kalau mengandalkan satu buku kadang suka ngak lengkap.
Banyak juga pilihannya tapi aku bingung juga mau pilih yang mana ya, ini atau yang ini. "
"Aduh bingung juga mau pilih yang mana. "
Eva bingung memilih buku yang mana isi buku itu hampir sama jadi membuat dia pusing sendiri kalau pilih semuanya paling tidak akan terpakai juga, itu membuat pusing sendiri.
"Pilih yang ini saja. "
Tunjuk seseorang menunjuk buku yang berada di tangan kanan Eva setelah itu dia tersenyum tanpa dosa saat Eva melihat siapa orang yang menghampiri dia.
"Kamu ngapain kesini, sudah budek atau pikun. "
Cerca Eva kenapa dia ada disini padahal sudah di peringati tadi.
"Maaf."
Jawab singkatnya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal,lupa atau sengaja dia menyusul Eva kesana.
"Susah kalau di bilangin. "
\=\=\=\=\=
*Semoga semakin suka ya sama cerita author,
Maaf kalau masih ada typo atau kata yang kurang bisa di pahami.
Tetap dukung terus dengan like, rate, Komen and vote.
Makasih.
__ADS_1
LOVE YOU ALLπππππ€*
Tbc.