
Kevin dan Efi sudah mulai masuk kedalam hutan itu baru beberapa langkah tempat itu sudah berbeda dari yang tadi.
Hutan itu lebih tepatnya seperti hari sudah menjelang senja padahal yang sebenarnya masih sangat terik saat mereka mulai masuk tapi jika berada di dalam sana sinar matahari tidak bisa menembus dedaunan pohon yang menyatu satu sama lainnya.
Sepertinya dedaunan itu saling berpegangan satu dengan yang lain sehingga menempel kuat dari sinar matahari tidak bisa melewati celah yang ada.
"Kak kok beda tempat ini ya rasanya,tadi saat kita masuk ngak seperti ini."
Kevin memperhatikan tempat sekitar yang memang berbeda dari tadi saat masih berada di luar.
"Iya Vin,kakak juga merasa begitu.Tempat ini terasa lebih dingin lagi dari tadi."
Efi merasa bulu bulu halus sekitar tangan dan tengkuknya sudah berdiri semua,jika tidak ingat kalau semua yang dia lakukan demi adiknya mungkin sudah berlari sekencang yang dia bisa keluar dari sana.
Berada disana bukan hal mudah harus kuat iman serta mental yang memadai sebab akan ada kejutan yang tidak akan terduga nanti.
Kini mereka harus fokus pada apa yang menjadi tujuan utama mereka masuk ke sana,waktu mereka tidak banyak jika harus memperhatikan tempat sekitar dulu.
"Kita harus fokus mencari Eva dan tandai tempat yang sudah kita lewati Vin biar tau jalan keluar nanti."
Efi tadi sudah membawa tali buat memberi tanda setiap tempat yang akan mereka lewati dengan cara mengikatkan tali tersebut pada ranting atau pohon yang ada.
"Iya kak,biar aku aja yang beri tanda."
Kevin mengambil tali yang Efi pegang biar dia saja yang memberi tanda.
Mereka mulai masuk lebih dalam lagi buat mencari keberadaan Eva,semakin ke dalam tempat itu tidak ada yang berubah masih sama seperti yang tadi.
Menjadikan mereka bingung mau melangkah kemana lagi sebab tidak tau mana yang sudah di lewati atau belum.
"Kenapa tempat ini sama semua ya kak?membuat kita bingung ingin melangkah kemana."
Bingung Kevin melihat tempat itu,bagaimana mereka akan melangkah jika mereka tidak tau mana tempat yang sudah di lewati.
"Gimana kita ke arah sana Vin,ini kayaknya ada jejak deh."
Efi melihat ada sedikit tanda seperti ada orang lewat karena semak sekitar sana miring.
__ADS_1
"Iya kak,ayo."
Mereka mengikuti tanda itu hingga sampai pada sebuah pohon besar yang terletak di pinggir sungai yang mengalir deras.
Jika di perhatikan sungai itu maka apa saja yang jatuh ke dalam tidak akan selamat dengan arus sungai yang kuat.
"Sungai kak."
Kevin memperhatikan ke dalam sungai itu hingga sekilas melihat bayangan Eva lewat seiring dengan arus itu lewat.
"Kak aku ngak salah liatkan,aku barusan liat wajah Eva dalam suangi ini."
Kaget Kevin melihat itu tapi setelah itu menghilang dengan sendirinya.
"Udah Vin jangan terlalu lama memandang ke dalam sungai ini,karena ini bukan tempat kita dan ingat bisa saja ini hanya jebakan nanti kamu terpedaya dan mengikuti perintah mereka."
Memperingati Kevin buat jangan terlalu lama memandang sungai itu.
"Ini masih ada petunjuk Vin,kita ikut ini aja."
Tanda itu belum habis masih ada lanjutan berarti sungai tadi hanya manipulasi saja buat mengecoh mereka biar terperangkap disana.
"Vin itu apa?."
Efi kelihatan takut melihat bayangan putih itu.
"Kakak tenang dan jangan panik nanti kita kejebak,ngak perlu takut aku akan selalu sama kakak."
Sebagai laki laki Kevin harus lebih berani dari Efi,jika saja bisa lebih banyak orang yang bisa masuk ke dalam sana mungkin bisa berpencar dan masalah cepat selesai.
Terus melangkah sambil menenangkan Efi yang secara perlahan sudah mulai tenang.
Sampai sejauh ini belum ada kelihatan tanda tanda ada Eva disana dan berarti harus masuk lebih jauh lagi.
\=\=
Eva tidak tau harus berbuat apa lagi sekarang hanya bisa terus menghindari makhluk apa saja yang bisa menangkap atau menyakiti dia.
__ADS_1
Kenapa dia bisa terjebak dalam permainan mereka yang menakutkan ini dan terjebak disana.
"Kakak kau takut kak,kakak dimana?apa kakak ngak merasa kalah aku ngak ada kabar."
Lirih Eva duduk di batang pohon yang sudah tumbang,keringat terus membanjiri badannya yang sedari tadi terus berjalan kadang juga berlari jika merasa dia kurang aman.
"Kevin aku takut,apa kamu ngak dengar suara hati aku,mana bukti kalau kamu bisa dengar apa yang aku bilang dan sampai sekarang kamu ngak datang jemput aku."
Setelah merasa cukup tenaga buat berjalan Eva melangkah lagi mencari jalan keluar hingga melihat ada tali yang terikat pada ranting pohon dengan jarak beberapa meter.
"Ini tali apa dan tadi seingat ku ngak ada tali sejak mulai masuk ke dalam ini."
Sekarang Eva bingung arah mana yang akan dia ikuti buat jalan keluar.
Tali itu memberi dia arah antara masuk atau keluar Eva tidak tau yang mana.
"Sekarang ini bisa jadi petunjuk tapi yang jadi masalahnya jalan keluarnya yang mana,kalau akau salah ambil keputusan bisa aja masuk lagi ke dalam sana."
Dilema mana arah yang akan Eva ambil,menimang sambil berfikir biar tidak salah.
"Ngak semudah itu kamu bisa keluar dari sini."
Bisik suara itu tepat di telinga Eva hingga dengan secepat mungkin Eva berlari dari sana buat menghindar dan melupakan petunjuk yang dia dapat.
"Saya belum dapat melepaskan kamu sekarang jadi jangan harap buat bisa pergi,sekali kamu sudah masuk ke dalam sini berusaha sekuat yang kamu bisa keluar dari sini dengan selamat."
Sosok itu terus datang jika Eva menemukan jalan keluar dan akan menuntun lagi buat masuk ke dalam menuju tempat yang jauh dari jalan keluar.
Eva berlari terus tidak tau dia berlari ke arah mana yang ada dalam fikirannya menghindar sejauh mungkin.
Tenaga yang sudah dia kumpulkan tadi harus terkuras habis lagi buat berlari dan baju yang dia kenakan bagian bawah sudah kotor dan sedikit robek saat berlari tersangkut kayu sepanjang jalan.
"Kenapa di saat aku sudah mulai menemukan petunjuk malah di hadapkan lagi pada sosok itu dan sekarang aku kehilangan petunjuk buat keluar."
Disaat merasa sudah aman Eva berhenti tidak sanggup lagi buat berlari,jangankan lari buat jalan saja sudah tidak mampu.
Sekarang harus mulai mencari petunjuk lagi dan berharap ada di sekitar dia istirahat.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.