
Malam setelah semua masuk kamar masing masing Eva berbaring di kasurnya sambil memikirkan apa yang menimpa dia barusan.
"Kakak kenapa ?. "
Sapa seseorang dari arah jendela kamar Eva membuat Eva kaget langsung berdiri melihat siapa yang datang menyapa dia di tengah malam seperti ini.
"Ka.. ka.. kamu !. "
Kaget Eva melihat siapa yang menyapa dia, Eva tidak menyangka kalau yang dia lihat itu anak kecil yang dia tolong beberapa bulan lalu.
"Iya kak ini aku. "
Jawab dia lirih seperti menahan kesedihan did lihat dari penampilannya jauh dari kata rapi dan juga kenapa juga dia mendatangi Eva.
"Apa yang terjadi sama kamu kenapa kesini lagi. Waktu itu kakak sudah membantu mu. "
Eva ingat sekali membantu anak kecil itu menemui keluarganya bahkan Eva harus meyakinkan mereka supaya percaya sama apart yang dia bilang hingga sampai dia bilang tidak waras karena mengarang cerita.
Tapi sekarang kenapa dia mendatangi Eva lagi bukannya dia sudah berkumpul sama keluarganya lalu apa yang membawa dia kesini.
"Semua itu hanya berlangsung sebentar kak, mereka hanya bersandiwara ada yang tidak suka sama aku hingga akhirnya mereka... "
Tidak melanjutkan lagi ceritanya, dia diam menahan tangis tersirat kesedihan disana.
Kesedihan yang dapat Eva rasakan, Eva merasa dia berada di posisi itu .
\=\=\=\=
Pagi Hari setelah kejadian yang menyesakkan dada, kejadian yang tidak pernah Efi bayangkan menimpa dirinya.
Dia tidak habis fikir kenapa mereka tega melakukan itu pada dia , apa salah dia apa yang telah dia lakukan hingga mendapatkan semua ini.
Efi lagi membereskan baju yang akan dia bawa balik, dia tidak mau meninggalkan adiknya terlalu lama, berdiam diri disini tidak ada guna juga.
Sekarang dia benar benar hanya punya Eva tidak ada yang lain, harta berharga yang selama ini dia sayangi dan jaga sepenuh hati.
"Kamu yakin Fi balik sekarang ? . "
Bibi tidak tega pada Efi yang rapuh seperti sekarang, dulu yang dia lihat Efi yang tegar dan kuat.
"Efi yakin Bi, makasih selama ini Bibi telah banyak membantu kami.Efi tidak mau meninggalkan Eva terlalu lama tanpa pengawasan. "
Efi sudah memikirkan ini dari semalam, mau bertahan apa yang mau dia lakukan semua sudah terjadi.
"Bibi tenang sama, Renal akan temani Efi hingga sampai. "
Sela Renal sudah memutuskan menemani Efi hingga sampai dengan selamat.
Renal kasihan pada gadis yang bisa menggetarkan hatinya itu, gadis kuat dan tegar itu yang Renal dengar dari cerita Bibi tentang kisah hidup Efi.
"Makasih Renal tapi aku bisa sendiri. "
Tolak Efi tidak mau merepotkan orang lain apa lagi Renal kesana buat liburan bukan untuk membantu dia.
"Jangan nolak Fi, ini demi kebaikan mu. "
__ADS_1
Bibi mendukung ucapan Renal yang menemani Efi balik ke kota dan Efi pasti butuh teman selama dia perjalanan.
"Ya udah Bi, Efi berangkat dulu, Assalamu'alaikum. "
Pamit Efi selesai membereskan semua barang bawaannya.
Mereka berangkat menggunakan mobil Renal yang sudah datang kemarin sore dia bawakan oleh supirnya.
Tidak ada bantahan yang bisa Efi lontarkan sekarang dia fikir ada benarnya juga ikut Renal.
Mobil sudah mulai melaju meninggalkan perkampungan sejuta kenangan itu.
Kenangan mulai Efi kecil hingga sekarang, kampung itu jadi saksi perjalanan hidup dia sejak ada kedua orang tua sampai mereka hingga berdua saja.
Ayah Bunda aku harus apa sekarang, aku bingung Ayah, kecewa sedih semua jadi satu.
Kenapa semua ini bisa terjadi maafkan Efi yang tidak bisa menjaga wasit Ayah.
Mereka terlalu berkuasa untuk kami lawan Ayah, kami ibarat seekor semut yang akan mati jika dia injak.
Kenapa kalian begitu cepat meninggalkan kami. Apa aku harus marah pada takdir yang menyakitkan ini.
Apa aku harus protest sama jalan hidup yang kami terima, sudah cukup kami kehilangan kalian jangan tambah lagi beban ini.
Batin Efi menangis pilu meratapi nasib yang dia terima, air mata tidak bisa dia bendung, pipi mulus itu harus basah karena air mata.
Dia berharap ini hanya mimpi dan jika bangun nanti semua akan baik baik saa tapi kenyataan ini harus dia terima.
Kenapa melihat air mata kamu keluar itu terasa menyakitkan Fi. Stop menangis lagi sudah cukup kamu menderita selama ini, aku janji akan membantu mu menemukan orang yang telah menyakiti mu dan membalas mereka.
Itu janji Renal pada dirinya sendiri tidak akan membuat Efi bersedih lagi.
"Fi!. "
Renal membuyarkan lamunan Efi supaya tidak larut terlebih lama pada kesedihannya.
"Iya Re. "
Segera menghapus air matanya walau sebenarnya sudah Renal lihat dari tadi.
"Hari ini aku izinkan kamu nangis tapi tidak untuk hari berikutnya. "
Efi tersenyum mendengar perkataan Renal ada perhatian tersirat dia sana.
"Makasih Re . "
Balas Efi, sedikit lega ada orang yang perhatian sama dia di saat seperti ini.
"Semua ngak gratis Fi. "
Senyum Renal penuh misteri memandang Efi membuat Efi bingung sendiri.
"Aku harus bayar gitu Re ?. "
Renal menganggukkan kepala tanda iya.
__ADS_1
"Pake apa ? aku ngak punya apa apa Renal. "
Tau gitu Efi menyesal mengucapkan terima kasihan tadi.
"Cukup dengan kamu tersenyum dan diri mu. "
"Diriku . "
Beo Efi semakin bingung dengan kata diri mu itu.
"Iya diri mu, izinkan aku lebih dekat lagi sama kamu . "
Jelas Renal,Efi terdiam mencerna ucapan itu.
"Tidak ada yang lain Re ?. "
Tawar Efi belum siap berdekatan dengan lawan jenis dia juga harus memikirkan kebahagian adiknya dulu, selama ini dia selalu mementingkan adiknya di bandingkan dirinya.
Kebahagian dia berasal dari adiknya jika adiknya bahagia maka dia ikutan bahagia.
"Kenapa ? apa kamu sudah punya kekasih (Efi memenggeleng) lalu apa alasannya?."
Renal tidak mungkin menyerah begitu saja jika tanpa alasan yang jelas.
"Aku saat ini hanya fokus pada adik ku Re, dia yang jadi prioritas ku sekarang hanya dia yang aku punya tidak ada yang lain lagi."
Jelas Efi supaya Renal mengerti dia saat ini,jika adiknya sudah punya kebahagian sendiri maka dia akan cari kebahagian dia juga.
"Itu ngak masalah Fi,aku ngerti dan juga aku bangga sama kamu punya sifat penyayang .Itu yang buat aku suka sama kamu. "
Renal kira Efi sudah punya kekasih maka pupus sudah harapan dia ternyata hanya masalah adiknya Renal bisa mengerti.
Renal juga punya adik perempuan yang begitu dia sayangi walau lagi tidak tinggal bersama dia sekarang.
"Sekarang tidak ada alasan lagi Fi, hanya itu yang aku minta tidak lebih,bolehkan ?."
Efi menganggukkan kepala setuju tidak ada salahnya dia memikirkan sedikit kebahagian dia selama dia bisa adil pada keduanya.
Efi bukan tidak tau maksud Renal mendekati dia,dia perempuan dewasa sama halnya dengan Renal hanya saja dia terlalu cuek sama lawan jenis.
"Sekarang tidur ya,perjalanan masih jauh.Nanti kalau sudah sampai aku bangunkan. "
Menyerderkan kepala Eva pada bahunya supaya Efi tertidur.
Setelah mendapatkan lampu hijau untuk mendeki Efi dia akan lebih giat lagi mendapatkan Efi sepenuhnya.
"Kamu cantik dan manis kalau lagi tidur gini, buat aku makin sayang saja. "
Memperhatikan wajah cantik Efi yang tertidur dengan damai tersirat hanya ketenangan dan kesedihan tadi larut dalam tidurnya.
\=\=\=\=\=
**Mampir ke PERJALANAN HIJRAH KU 👌👌
Tbc**.
__ADS_1