
Pandangan Kevin tidak lepas dari wajah pucat Eva tapi masih memancarkan aura kecantikan dan keteduhan yang memenangkan.
Mata itu tidak bisa berpaling dari barang sedetik pun buat melihat yang lain hanya wajah Eva yang betah terus dia pandangi.
"Kak aku mau bilang sesuatu sama kakak."
Ucap Kevin memecahkan keheningan di antara mereka yang tadi sama sama larut dalam fikiran masing masing.
"Mau bilang apa Vin,kamu berubah fikiran Vin mau ninggalin Eva ya?."
Cerca Efi padahal Kevin belum mengatakan sesuatu tapi Efi malah berfikir terlalu jauh.
Wajar karena Eva begitu menyayangi Kevin dan bagaimana nanti menjelaskan kalah Kevin sudah tidak bersamanya lagi.
"Kakak kok mikir itu terus sih,aku belum ngomong aja udah main tebak malah salah lagi jawabannya."
"Dulu aku udah pernah minta buat kita segera tunangan dan Eva setuju tapi setelah nikahan kakak karena sekarang ke adaannya udah beda lagi aku ingin acaranya di percepat sebelum itu gimana kak dan setelah tamat aku akan segera nikahin Eva.
Aku ngak mau kejadian ini terulang lagi makanya aku ingin segera mengikat hubungan ini ke jenjang yang lebih serius."
Jelas Kevin yang membuat Efi bernafas lega sungguh tadi jauh sekali fikiran Efi,kenapa tidak ada kefikiran ke arah sana dan kenapa selalu itu yang Efi fikirkan.
"Nanti kakak coba bilang sama yang lain tapi sebelum kakak bicara kamu kenalkan Eva sama keluarga kamu biar bisa saling kenal dan mengenal Eva dulu."
Lebih baik begitu sebab kalau Efi sudah nikah tidak bisa selalu mengawasi Eva dan mulai sibuk sama keluarga barunya.
Biar rumah mereka berdekatan tetap saja tidak satu rumah lagi dan itu akan menyulitkan Efi mengontrol Eva.
"Iya kak papa mama udah nanyain Eva terus kapan aku ajak Eva kerumah tapi aku janjiin sebelum kita magang tapi karena kejadian ini aku percepat aja dan juga aku udah usulin sama papa biar Eva magang sama aku di kantor papa."
Ternyata keputusan Kevin mengajak Eva magang di kantor papanya sudah tetap jadi dia bisa mengawasi Eva setiap hari apa lagi mereka satu jurusan jadi Kevin bisa mengatur buat selalu dekat sama Eva.
Biarlah dikatakan bucin asal selalu dekat sama sangat pujaan hati dan biarlah orang memandang mereka dengan tatapan iri karena selalu bersama yang jelas mereka tidak merugikan orang lain.
"Kakak Kevin aku takut disini sendiri,aku mau pulang.Mereka semua jahat mereka terus meneror ku dan tadi aja dia menyerupai wajah kalian.
Kalian dimana aku ngak mau lama berada dalam sini,di sini seram aku takut jemput aku."
Eva mengigau di dalam alam bawah sadarnya masih belum tau kalau dia sudah di temukan dan lagi mencari jalan keluar.
"Kasihan kamu sayang harus mengalami ini semua aku janji akan selalu ada buat jagain kamu.
Maaf kemarin aku teledor jagain kamu,aku harap kamu ngak benci aku saat sudah sadar nanti."
Hati siapa yang tidak miris mendengar ucapan Eva harus melewati itu sendiri tanpa ada siapa pun di disisinya.
Jika mereka terlambat sedikit lagi saja tidak tau apa yang akan terjadi sama Eva selanjutnya.
Tidak ada usaha yang sia sia setiap usaha pasti akan membuahkan hasil baik cepat atau lambat.
Cepat mendapat hasil mungkin karena ada faktor pendukung atau mungkin karena sebelum itu usaha kita sudah maksimal bisa lambat karena kita ingin di uji lebih lagi apakah akan pantas menerima sebuah hasil bagus.
"Yuk jalan lagi kak."
Ajak Kevin terus menggendong Eva lagi,jika di ingat lagi rasa sayang Kevin pada Eva sungguh besar kalau tidak mana mungkin harus ikut turun tangan mencari Eva,kan bisa saja dia mencari alasan biar tidak ikut dan menerima hasil bersih tapi nyatanya dia orang pertama yang paling cepat mengetahui Eva dalam bahaya dan paling cepat mencari Eva.
"Iya Vin,kamu yang kuat ya gendong Eva nya dan untuk masalah rencana kalian kakak pastikan akan segera di laksanakan walau nanti dapat sedikit tentangan dari anggota keluarga yang lain.
Yang jelas kakak akan jadi orang pertama yang akan mendukung kalian berdua ingat kalau ada apa apa jangan sungkan bilang sama kakak."
__ADS_1
Efi akan jadi orang pertama mendukung hubungan keduanya.
Walau seandainya jelek di kata tiba tiba saja seluruh keluarganya menolak Kevin menjadi pendamping hidup Eva maka Efi akan menolak mereka semua serta menjauhi sejauh mungkin.
Tidak ada yang bisa menentukan pada siapa dua kakak beradik itu menentukan pilihan sebab kehidupan mereka yang sedari kecil hanya berdua maka apa pun akan mereka lakukan jika diantara mereka sudah saling setuju.
Bukan ingin menjadi durhaka melawan mereka tapi bagi Efi tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaan Eva dalam hidupnya.
"Eh Vin liat deh ini kata tanda kita tadi,berarti sebentar lagi kita akan keluar."
Senang Efi melihat tanda yang mereka buat tadi sudah mereka temukan jadi peluang besar mereka keluar dari sana semakin besar.
"Tapi kita pilih yang mana kak,ini ada dua pilihan."
Mereka menemukan tanda itu pada bagian tengah jadi bingung mau pilih arah yang mana,kalau salah pilih yang ada mereka masuk lagi ke dalam.
"Kita pilih ke arah matahari terbit aja Vin,tadi sebelum masuk kakak melihat arah matahari dan condong ke ke dalam hutan berarti jalan keluar ke sana."
Selama di kampung Efi sudah biasa membaca tanda alam setiap akan pergi karena tidak punya kompas atau barang yang bisa di jadikan petunjuk.
Selama kita bisa menggunakan tanda tanda alam sekitar maka tidak akan tersesat jika berada di alam bebas.
"Ya udah kak kita lewat sana."
Mengikuti Efi dari belakang dengan terus menahan berat badan Eva,berat badan seseorang akan terasa bertambah saat sedang lagi tidur sebab di dalam ke adaan yang benar benar santai dan membiarkan berat badan begitu saja kalau lagi sadar bisa saja meringankan berat badan dengan beberapa cara.
"Syukur lah Vin kita ngak salah ambil langkah tadi dan sepertinya kita udah hampir sampai luar."
Sebab tanda tadi sudah hampir habis Efi kumpulan dan menghitung jadi bisa tau kalau mereka sudah mau sampai di jalan keluar.
"Iya kak ternyata usaha kita ngak sia sia masuk kedalam,aku bersyukur bertemu orang itu walau pernah bikin aku hampir jantungan karena dia menghilang secara tiba tiba tapi perkataan dia benar."
"Lihat itu mereka,Eva kenapa di gendong Kevin."
Mereka yang menunggu di luar melihat Efi dan Kevin sudah keluar dengan Eva dalam gendongan Kevin.
"Vin Eva kenapa kok dia di gendong."
Semua orang pasti penasaran sama ke adaan Eva yang tidak sadarkan diri.
"Banyak hal yang kita lalui dan Eva tapi yang jelas saat kita menemukan Eva dia terus berteriak tidak percaya kalau kita datang mencarinya jadi karena kecapekan ya pingsan."
Jelas singkat Efi pada semua orang biar tidak berfikir jelek atau takut Eva kenapa napa.
"Alhamdulillah kalau ngak apa."
Syukur mereka semua sekarang sudah bisa bernafas lega dan tinggal menunggu Eva sadarkan diri.
"Sekarang mending kita pergi dari sini,kayaknya sudah mau malam."
Mereka setuju lalu masuk mobil lagi dengan Eva masih sama Kevin di temani Efi dengan di sopiri Bastian dan Sisi duduk di samping.
Mobil mereka pergi meninggalkan tempat itu secara perlahan karena waktu sudah mau malam dan berarti kalau di dunia mereka sudah mau pagi.
"Semoga kalian tidak kembali lagi ke tempat ini."
Sosok itu terus mengikuti mereka sedari tadi hingga pergi,menemani Eva sejak dari dalam tapi tidak bisa berbuat banyak karena kekuatan mereka yang berbeda.
Jika ingin melindungi Eva pasti akan memberi jalan buat Eva supaya bisa kabur selain itu tidak bisa jika melawan hanya akan kalah.
__ADS_1
"Hhmm."
Eva membuka mata secara perlahan lalu melihat sekitar yang terasa asing lagi seperti berada di dalam mobil.
Iya lah berada dalam mobil kan sudah di temukan tadi sama kakak tersayang dan pujaan hati.
"aku dimana?."
Hanya sebentar saja lalu setelah itu Eva berteriak lagi.
"Lepaskan aku lepaskan,kalian mau bawa aku kemana lagi?."
"Pergi kalian pergi pergi."
Eva meronta dan di pegangi Efi dan Kevin lagi,inilah mengapa Eva di letakkan di tengah antara Efi dan Kevin untuk mengantisipasi kejadian seperti ini.
"Dek ini kakak sadar sayang jangan seperti ini."
Dengan polosnya air mata Efi keluar tidak sanggup melihat adiknya seperti ini,jika boleh biar dia saja yang menggantikan posisi itu.
"Ngak kamu bukan kakak ku,kamu pasti mereka yang menyerupai wajah kakak ku,pergi pergi."
Eva menolak itu biar bagaimana pun tidak mudah percaya dan juga untuk Kevin pasti akan lebih hati hati lagi.
"Dan kamu belum puas menyeret ku ke dunia mu,sekarang lepaskan aku."
Tunjuk Eva menggunakan wajahnya melihat Kevin yang duduk di sampingnya.
"Sayang ini aku bukan dia,lihat aku jangan seperti ini terus kasihan kakak kalau kamu terus histeris."
Menggenggam tangan Eva menyalurkan kehangatan buat Eva biar tau kalau itu memang Kevin beneran.
Eva terdiam merasakan gengaman hangat tangan Kevin di tangannya.
Apa iya ini Kevin tapi sepertinya iya karena tangan ini hangat bukan dingin seperti tangan dia itu.
Eva terdiam dalam genggaman Kevin dan Kevin bisa tersenyum senang karena Eva percaya kalau itu beneran dia.
"Iya ini aku sayang jadi jangan takut lagi ya,aku janji akan lebih lagi lindungi kamu.
Sekarang kamu minum dulu biar lebih tenang."
Efi bisa bernafas lega melihat Eva sudah mulai tenang dan mengikuti perintah Kevin buat minum.
Mereka yang menyaksikan Kevin bisa menenangkan Eva tersenyum senang serta takjub selain baik dan tampan Kevin juga bisa memberi ketenangan saat Eva lagi kacau.
\=\=\=\=\=
*Untuk kejadian yang Eva alami selama tersesat akan di ceritakan pada up mendatang tapi bukan dalam waktu dekat ya.
Yang setuju cerita mereka di lanjut di judul ini akan author usahakan lanjut disini tapi agak sedikit beda nantinya tapi tetap teman beda alamnya akan tetap ada kok.
Makasih buat dukungannya selama ini,makasih yang selalu setia nungguin cerita author yang belum ada apa apanya ini.
But
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
Tbc.
__ADS_1