TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
K'Caffe.


__ADS_3

Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan sore terbilang cukup rame di penuhi kendaraan yang berlalu lalang pulang kerja juga.


Dalam mobil Eva suasana terbilang sepi,kevin fokus pada jalanan dan Eva memilih diam juga.


Entah mengapa dua anak manusia itu saling bungkam.


Cuma suara deru mesin mobil yang menghiasi perjalanan mereka.


Apa mereka tidak punya bahan obrolan atau masih marah mengenai masalah di kantor tadi.


Jika di ingat lagi di antara mereka berdua tidak ada yang salah Eva yang cuek soal kado itu hanya saja Kevin kesal sama orang itu.


Ingin marah tapi tidak tau pada siapa.


Saling diam rasanya tidak enak sekali rasa canggung itu terasa dominan dalam mobil itu,jika saling bicara mungkin tidak akan berbuntut panjang juga masalah kecil itu.


"Sayang maaf tadi aku cuma ke bawah emosi,ngak suka aja ada yang berani kasih kamu kado."


Kevin membuka suara sebab dia merasa bersalah juga dan tidak sepatutnya kesal sama Eva yang tidak tau apa apa malah kena imbas.


Eva diam saja tidak menjawab pandangan lurus ke depan tidak peduli sama permintaan maaf Kevin barusan.


Apa ada yang di fikirkan gadis cantik itu atau lagi ada masalah.


Bahkan suara Kevin tidak di gubris sedikit pun dan menoleh pun tidak sama sekali.


Larut dalam lamunan sendiri lupa sama keadaan sekitar.


"Sayang."


Tidak ada respon dari Eva hingga Kevin mencari tempat parkir buat bicara sama Eva.


Saat di rasa sudah aman Kevin memiringkan badan menghadap Eva lalu menarik tangan mungil itu hingga Eva tersentak kaget.


"Hah sayang kenapa?ada apa?apa ada masalah?."


Kerena tiba tiba Kevin memegang tangannya dan mengedarkan pandangan sekeliling mereka lagi berada di pinggir jalan.


"Seharusnya aku yang tanya kenapa?kamu kenapa diam aja?aku ajak bicara."


Merasa lucu melihat ekpresi yang Eva tampilkan ingin rasanya Kevin mencubit pipi Eva tapi Kevin sadar tidak mau melampaui batas cukup pegangan tangan saja sudah cukup.


Toh cuma sementara bukan untuk selamanya hanya menunggu ijab qobul maka Kevin memliki SIM (surat izin memilik) dalam konten yang sesunguhnya makanya jika sekarang bersabar tidak ada salahnya.


"Aku ngak apa hanya fokus sama jalanan saja."


Elak Eva tidak tau harus bicara apa karena hari pertama magang cukup membuat dia lelah.


Mengingat Eva sudah beberapa bulan banyak santai pulang kuliah dan sekarang harus bekerja lagi maka butuh menyesuaikan lagi.


"Yakin cuma itu,bukan marah sama aku karena masalah tadi?."


Sebisa mungkin dalam hubungan mereka tidak ingin ada masalah atau secepatnya menyelesaikan sebuah masalah dari pada berlarut larut dan memburuk keadaan.


Masalah itu paling cepat datangnya tapi kalau buat pergi sulit kadang harus di usir baru bisa pergi maka dari itu sebisa mungkin jangan beri celah buat masuk.


"Masalah apa?yang tadi mana?orang yang ngasih aku kado tadi?bagi ku ngak masalah lagian aku ngak tau dia siapa dan juga dia ngak akan mempengaruhi apa pun termasuk hubungan kita.


Kita saling percaya aja jangan pernah menaruh curiga berlebihan sebab orang akan mencari celah buat bisa merusak hubungan kita."


Tadi cuma sebentar Eva sempat terusik tapi kalau di fikir fikir lagi buat apa menanggapi hal yang tidak penting selagi orang itu tidak melebihi batas Eva akan maklum.


Ada saatnya orang akan bertindak jika seseorang mengusik terlalu jauh maka tidak salah juga kalau kita bertinda lebih,kita bertindak hanya semata mata mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik kita.


"Maafin aku karena tadi udah nyuekin kamu sayang,aku ngak terima ada orang yang terang terangan ngasih kamu sesuatu."


Jujur Kevin bagi dia akan sangat marah jika sesuatu yang sudah jadi miliknya di usik walau sebenarnya belum sepenuhnya jadi milik dia juga tetap saja dia tidak terima.


"Berarti kalau kamu ngak tau ngak apa ya?."


Tidak bisa di pungkiri wajah Kevin berubah cemberut lalu melajukan mobil itu lagi.


Dia sudah terang terangan bicara serius tapi malah dapat ledekan sejak kapan tunangannya itu punya selera humor juga.


"Cie ada yang marah,ngak cocok tau pasang wajah gitu.


Senyum dong."


Mencolek lengan Kevin pelan tapi kini Kevin memilih diam padahal tadi dia lagi serius tapi di ajak becanda siapa yang tidak akan kesal tapi itu hanya alibi saja mana bisa marah sama kesayagannya.

__ADS_1


"Yakin nih mau marah beneran?ngak nyesel nanti aku cuekin balik.


Ngak ingat dulu aku cuekin malah uring uringan atau mau aku hilang tanpa kabar lagi."


Jika saja mereka sudah bebas mengepresikan rasa sayangnya mungkin sudah di peluk Kevin.


Ah rasanya waktu begitu lama atau mereka yang tidak sabaran menunggu.


"Stop sayang jangan di lanjut."


Cegah Kevin sebelum Eva bicara terlalu jauh sebab semua itu tidak mau Kevin alami lagi cukup sekali tidak ada lain kali atau apalah alasannya.


Eva terkekeh jika mengingat masa itu ingin mengulang lagi dimana Kevin harus menebak segala sikap Eva yang beda hanya karena sebuah kesalahan tanpa Kevin sadari.


Masa itu adalah waktu yang tidak bisa Kevin lupakan bagaimana segala cara di lakukan tapi Eva seolah tidak peduli dan terkesan cuek.


"Kamu paling bisa ya buat aku nyerah."


Bagaimana tunangannya itu bisa membuat Kevin tidak bisa berkutik sama ucapannya.


Mobil itu kini sudah sampai di parkiran caffe Kevin,setelah parkir mereka berdua masuk ke dalam disana para sahabatnya sudah menunggu kedatangan mereka.


Kevin sengaja mengajak kumpul bersama supaya tidak terlalu memikirkan masalah magang yang terbilang cukup melelahkan di hari pertama makanya Kevin ingin menenangkan fikiran dengan kumpul bersama.


"Kalian ada di sini juga,aku kira cuma aku dan Kevin aja."


Ikut bergabung sama dengan yang lain.


"Ya itu maunya kalian berduaan mulu."


Jawab teman debat David yang lebih awal datang tadi.


Dia pasti tidak mau melewatkan momen itu.


Menikmati masa muda dengan berkumpul bersama teman sebaya akan menjadi sebuah kenangan dan bisa jadi sebuah cerita yang bisa di bagi buat anak mereka nanti.


Selagi muda nikmati masa itu dengan tau batasan ,jangan jadikan masa muda buat kita bermalasan tapi jadikan masa muda mengukir banyak cerita yang bermanfaat baik buat diri sendiri dan orang lain.


"Bukannya lo juga gitu."


Timpal rival Bastian yang tidak bisa diam kalau sudah ada temannya.


"Apa bedanya sama lo bang."


Lah mereka pada ngomongin diri sendiri kalau begitu ceritanya.


Berdebat tapi malah buka kartu masing masing.


"Kenapa belum pesan?ngak lapar ya?."


Tegur Kevin menghentikan celotehan unfaedah itu melihat meja masih kosong.


Debat juga butuh tenaga dan asupan supaya bisa lanjut lagi nanti.


"Kita kan nunggu tuan rumah,mau di bayarin atau bayar sendiri."


Mereka datang juga beda beberapa menit dari Kevin jadi belum sempat mesan udah keburu Kevin datang.


Jadi sekalian saja buat minta traktiran secara tidak langsung.


"Kayak orang miskin aja lo minta gratisan tapi kalau gratis gue juga ngak nolak."


Cibir David tapi juga mengharapkan hal yang sama juga,kapan lagi makan gratis di caffe Kevin apa lagi sebentar lagi akan jadi adik ipar David juga.


"Sa ae lo bang."


Cibir balik Bastian tidak habis fikir sama David yang tidak bisa di pungkiri kalau mereka akan jadi satu keluarga juga nantinya.


"Udah pesan sesuka kalau ngak sanggup bayar nanti cuci piring di belakang.


Gue ke dalam bentar ada dikit kerjaan."


Kevin meninggalkan mereka berlima masuk ke dalam ruangan yang ada di caffe itu.


"Ngak tegang tu otak Vin di ajak kerja terus."


Teriak Bastian yang di abaikan Kevin terus berjalan.


"Ngak capek tu otak di ajak kerja terus,gitu gitu otak juga butuh istirahat."

__ADS_1


Kasihan sama Kevin tapi tidak kasihan tepatnya tapi prihatin sama otak Kevin yang di ajak kerja keras.


"Dia gitu juga buat masa depannya nanti,mana mau gue adek gue yang cantik ini hidup susah lagi."


Sebagai kakak David tidak mau Eva hidup susah lagi,merasa sudah cukup selama ini yang Eva alami tidak mau terulang lagi.


David selaku yang tertua di antara cucu kakek merasa punya tanggung jawab memastikan kalau saudara dia nanti mempunyai kehidupan yang layak bersama pasangan mereka masing masing terutama yang perempuan karena David merasa yang perempuan seperti Mama kedua bagi David jika kelak tidak ada Mamanya maka saudara yang perempuan lah jadi tempat dia pulang.


Mereka memesan makanan lalu Kevin keluar dari ruangannya bergabung sama mereka lagi,Kevin hanya mengecek laporan caffe selama dia tidak ada.


"Mau nambah lagi ngak?."


Melihat makanan di meja sudah mau habis.


"Sayang mau nambah ngak?."


Eva sudah mau selesai makan karena cuma memesan cemilan dan tidak mau makan di sana karena ingin makan makan bersama di rumah.


"Ngak sayang,ini udah cukup nanti makan lagi di rumah sama yang lain."


Balas Eva memang sejak berkumpul lagi sama keluarga Bundanya Eva selalu mencari cara supaya bisa berkumpul bersama dengan cara sarapan dan makan malam kalau makan siang jarang terjadi karena sibuk kuliah.


Keinginan yang Eva dambakan selama ini bisa terwujud maka tidak akan Eva sia siakan.


Momen yang dambakan tidak mungkin Eva abaikan andai dia bisa makan siang bersama juga pasti akan Eva lakukan tapi tidak bisa mengingat jarak yang sedikit jauh dari kampus atau kantor tempat magang Eva sekarang.


"Jangan diet diet Va,makan aja apa yang di suka."


Mulut makhluk tuhan yang satu itu tidak bisa diam lama hanya selama makan saja setelah selesai pasti akan bicara lagi.


"Bukan diet Tian,emang mau makan lagi nanti di rumah.


Lagian diet buat apa badan udah kecil gini."


Eva kecil bukan kurus tapi memang bodynya selama ini sudah seperti itu tidak kurang kadang cuma nambah dikit dan itu tidak kelihatan karena memakai baju yang longgar.


"Iya sayang kamu jangan pernah diet ya,apa adanya aku tetap suka."


Tidak suka kalau ada orang diet apa lagi pasangan sendiri,diet itu hanya menyiksa diri sendiri dengan memilih mengurangi porsi makan atau cuma sesekali saja makan dan jarang makan malam apa lagi makanan berat.


"Siapa yang mau diet sih sayang,jangan dengerin Bastian ucapan dia kurang filter.


Aku malah mau nambah berat badan dikit lagi kalau bisa sama tinggi sekalian tapi kalau tinggi ngak bisa kayaknya udah abis masa pertumbuhan kayaknya."


Jika sebagian cewek ingin langsing beda dengan Eva ingin menambah berat badan biar sedikit berisi.


Badan berisi itu lebih Eva sukai karena baginya kalau badan berisi menandakan kalau kita bahagia tapi tidak bagi sebagian kecil orang yang berfikir gitu.


Kadang bobot badan tidak menentukan apakah bahagia atau tidak.


Bahagia itu tergantung pada kita menikmati hidup dan menjalani dengan cara kita sendiri.


"Yuk balik."


"Lah langsung ajak balik,nih makanan ngak di bayar dulu."


Bastian masuk dalam mode lemot sekarang orang di ajak pulang malah nanya bayaran makanan.


"Lo di kasih gratis kenapa minta bayar ****."


Memukul pelan lengan Bastian,kesal kadang otaknya tidak berfungsi saat di perlukan.


Mereka semua pulang bersama pasangan masing masing.


Pekerjaan hari ini sudah cukup membuat mereka lelah maka istirahat lah jalan terbaik agar besok bisa fress lagi dan siap memulai hari baru yang mungkin lebih melelahkan dari sekarang.


\=\=\=\=\=


***Jangan lupa like


Komen


and


Vote


Makasih***


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2