
Malam semakin larut rasa dingin terasa menusuk kulit walau sudah tertutup selimut namun dingin itu terus berusaha mengusik.
Selimut itu sering tersingkir dari badan sebanyak itu pula kembali ketempat semula dengan sabar dan selaten menunggu wajah cantik terlelap.
Sepasang mata yang masih terjaga itu senantiasa menunggu mata terpejam itu hingga bangun lagi, dia tidak mau meninggalkan barang sederik pun.
Apa aku akan bisa selalu bersama mu dimasa yang akan datang.
Aku ngak tau sampai kapan akan bisa menemani mu secara langsung.
waktu ku sudah ngak banyak lagi bersama mu.
Evan bingung memikirkan Eva jika dia tinggalkan pergi suatu hari nanti. Waktu yang dia dapat masa itu tidak banyak saat hilang beberapa waktu lalu.
Ternyata yang dia lakukan itu tidak sepenuhnya bisa bertahan lama, sebab mereka berbeda jadi ada batas waktunya juga.
"Aku harus bagaimana Va bilang sama kamu jika waktu itu tiba, aku cuma berharap kamu bisa menerima semua ini.
Yang jelas aku akan selalu lindungi kamu dari jauh tanpa kamu sadari.
Sebenarnya aku ingin selalu bersama mu memulai hidup baru tapi itulah yang tidak mungkin untuk kita lakukan.
Aku tidak mau merusak hidup mu karna selama ini kamu sudah cukup menceritakan. "
Setiap keinginan tidak selalu dapat terpenuhi semua ada kalanya harus menelan pahit nya kecewa.
Kecewa yang kita dapatkan kadang bisa membuat kita gelap mata, lupa arah.
Semua kemungkinan itu pasti akan terjadi bila waktu yang di tentukan sudah tiba maka jauh hari kita harus mempersiapkan diri.
"Jika waktu itu tiba lepaslah aku dengan tangan terbuka Va tapi satu kamu harus ingat kalau kamu pernah punya teman seperti aku. "
Evan terkekeh saat membayangkan waktu yang sudah banyak mereka lalau bersama dalam suka duka,susah senang bahkan sifat jahil Evan entah dari mana datangnya.
"Kamu tau Va kenapa kadang aku jahil karena aku mau membuat kenangan yang tidak akan kamu lupakan saat aku sudah ngak bersama mu lagi. "
"Rasanya berat tapi itu harus terjadi dan harus kita terima.
__ADS_1
Tapi aku selalu bersama mu satu lagi Va tempatkanlah aku di tempat spesial di hati mu.
Jika kamu ngak bisa terima aku pergi maka ingatlah saat pertama kita bertemu karna waktu itu kamu juga ngak menerima kehadiran ku, ingatlah sampai kamu bisa terima"
Kebersamaan ada masa waktunya untuk berpisah, semua itu memang sudah ada yang mengatur jalannya kita cuma menunggu kapan giliran kita tiba.
Ibarat sebuah kita memasak sebuah makanan membutuhkan waktu beberapa lama juga hingga matang sempurna dan siap untuk di angkat.
Seumpama Sekolah ada waktu juga untuk menempuh pendidikan tiap jenjangnya tidak bisa seenak kita saja misalkan Sekolah Dasar enam tahun kita tidak bisa minta empat tahun biar tamat karena semuanya sudah ada aturannya.
"Nyenyak banget sih tidurnya sampai sampai dari tadi aku cerita kamu ngak kebangun.
Lagi mimpi indah ya atau lagi mimpiin aku ya disana, kok aku jadi narsis gini mana mungkin kamu mau mimpiin aku kalau kamu mimpiin aku pasti itu mimpi burukan tapi wajah tampan gini ngak mungkin juga mimpi buruk buat kamu. "
Senyum senyum sendiri membayangkan jika Eva mimpiin dia di alam sana.
Kenapa harus jauh jauh kealam mimpi jika yang bertemu dia lagi, di alam nyata juga ada tampak jelas dan nyata juga cuma asalnya saja entah dari mana atau dari planet mana.
Mungkin dari planet pluto lalu nyasar kesini bisa jadi juga di buang dari planet nya karena suka jahil dan nakal.
"Mau aku bantuin besok ngak pas Olimpiade nya Va, kalau mau biar aku bantu cariin jawaban buat kamu. "
"Tapi buat apa aku bantuin kamu cari bocoran jawaban tanpa aku bantu pun kamu pasti bisa tapi kalau kamu mau ngak apa juga. "
Aneh dia kira apaan di bantuin segala, orang orang yang berada disana adalah murid pilihan terbaik buat menjadi perwakilan Sekolah buka asal pilih atau karena anak orang kaya.
"Ngak bosan apa Va ? Siang bangun,belajar, belajar dan belajar terus makan, mandi lalu makan lagi lalu tidur.
Aku aja kadang yang lihat suka capek.
Mending kayak aku Va ngak mandi pun tetap ganteng kok. "
"Respon dong Va capek tau dari tadi bicara sendirian kayak orang gila atau aku mau gila ya tapi jangan lah Va masa kamu nyumpahin aku gila sih. "
Evan yang katanya ganteng kapan pula Eva nyumpahin kamu jadi gila padahal kamu sendiri yang bilang gitu.
Kalau mau gila ya gila saja Van jangan bawa bawa orang buat jadi kambing hitam, iya kalau hitam kambingnya kalau coklat bagaimana.
__ADS_1
"Eh kamu dari tadi kan tidur ya Va kapan nyumpahin aku jadi gila juga maaf ya Va suka lupa. "
Iya Van ngak apa kok aku maklum kalau obat sudah habis pasti suka gitu suka linglung sendiri.
Apa perlu di kurung atau di pasung Van biar tidak meresahkan warga.
"Kok aku ngak ngantuk ya padahal sudah mulai dini hari juga eh lupa aku ngak tidur pun juga ngak apa. "
Palu mana palu buat ketok pala Evan biar tidak error lagi dari tadi ngoceh mulu perasaan.
"Va kamu tau ngak ?. "
Plis Van kayaknya beneran obat kamu habis masa orang tidur malah nanya nanya.
"Pasti kamu ngak tau kan makanya diam saja tapi tenang akan aku beritahu karena kamu memang suka tahu dari pada tempe. "
Benar benar di minta di jitak itu kepala tanya sendiri jawab juga sendiri padahal orang gila tidak gitu amat atau tinggal level gila nya sudah akut kali ya makanya error gitu.
"Udah itu aja Va aku cuma mau ngasih tahu sekarang kamu sudah tahu kan lanjut aja tidurnya. "
Ada baygon tidak buat Evan minum kayaknya mati lebih baik buat dia dari pada ngoceh tidak jelas tapi kalau dia mati gimana cara nguburnya dia saja tidak kelijatan dan dia kalau mati harus manggil dia apa secara dia aja tak kasat mata.
Rasanya aku pengen 'kumenangis membayangkan betapa sulitnya aku mau ngasih panggilan kamu apa kalau mati'
malah nyanyi lagi bukan waktu yang tepat tapi harus bagaimana lagi cuma itu yang ingat sekarang mmentok ide kayaknya, butuh rreferensi lagi.
\=\=\=\=\=
Ayo dong dukung terus masa turun lagi rate nya.
Kasih saran atau apa gitu authornya.
tapi tetap like, rate, komen and vote.
Makasih.
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.