TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Masih Di Tempat Sama.


__ADS_3

Sedangkan di luar hutan itu para sahabat mereka masih menunggu di luar,menunggu dengan harap harap cemas apakah akan berhasil atau tidak.


Kemungkinan berhasil mendapatkan apa yang di inginkan hanya lima puluh lima puluh dan harus bisa di manfaatkan sebaik mungkin,walau kecil sekali pun kesempatan itu pasti akan di manfaatkan juga.


Sinar matahari masih begitu terik belum ada tanda tanda mau sore dan itu bisa membuat mereka sedikit tenang karena malam akan lama.


Meski malam masih lama tapi para lelaki mulai mengumpulkan kayu bakar buat api unggun jika Efi dan Kevin belum keluar dan malam sudah menjelang.


Tidak ada salahnya mereka hanya berjaga jaga saja dan bisa di manfaatkan bila malam serta tidak terpakai nanti pun tidak masalah alangkah baiknya sedia payung sebelum hujan.


"Semoga mereka cepat menemukan Eva di dalam sana."


Mereka tidak hentinya berdoa demi keselamatan ketiga orang yang berada di dalam sana.


"Iya,sungguh seumur hidup baru kali ini melihat kejadian ini."


Memang di antara mereka hanya Sandra yang pernah ikut mengalami karena waktu itu Eva menghilang kalau tidak akan sama seperti mereka.


"Hun kamu ngak takut gitu?."


Pandangan semua orang tertuju pada Sandra yang duduk di samping Sisi sambil memakan cemilan yang mereka bawa nanti.


"Takut kenapa bang?kalau takut itu pasti tapi ini kedua kalinya aku ikut dalam hal ini."


Menjawab pertanyaan David tadi,apa dia sepenakut itu berada di sana tapi kalau di tinggal sendiri tidak perlu di tanyakan lagi sudah pasti langkah seribu Sandra pasang buat beranjak sejauh mungkin dari tempat itu.


"Kalau takut bilang aja ya dan jangan jauh jauh duduknya dari kita."


Pinta David dia yang laki laki saja merinding kalau lama lama berada di sana.


Beruntung ini masih siang kalau sudah malam beda lagi ceritanya akan seperti apa tempat itu.


"Sayang dekat kita aja duduknya jangan jauh disana."


Panggil Bastian pada Sisi biar bagaimana pun dia takut nanti Sisi kenapa napa atau dia lepas dari pandangan.


"Iya, yuk San para lelaki takut kita duduk jauh dari dia."

__ADS_1


Menarik tangan Sandra ikut duduk bergabung bersama pasangan mereka dan membuat satu orang yang berada di sana merasa sedikit emosi.


"Enak ya yang pacaran,udah tau ini tempat seram dan sepi malah ambil kesempatan."


Cerca Renal yang tidak bisa berduaan bersama Efi,kalau ada mungkin dia tidak akan mau kalah dari pasangan muda itu.


"Kasian ya yang sendiri ngak ada pasangan,nyamuk ada tuh bang."


Balas Bastian meledek Renal yang duduk sendiri.


"Ngak apa lah mau nikah ini,jangankan duduk berdua tidur aja nanti juga berdua.Mau apa lo."


Jawab Renal berharap Bastian terdiam tapi nyatanya tidak sama sekali.


"Ngak mau apa apa bang,nanti setelah nikahan lo kita juga nyusul kok."


Untung David tidak ikutan kalau tidak tuh hutan yang sepi udah kayak pasar kali karena rame.


"Tian jangan di ladeni kasian bang Re lagi LDR."


Mereka terus bicara untuk mengusir rasa bosan yang melanda,mulai bicara serius hingga hal yang tidak penting dibahas juga,bagi mereka bicara dan tidak sepi sunyi saja.


\=\=


"Kak ini kita udah makin jauh berjalan dan talinya udah mau habis juga."


"Tunggu kak aku seperti dengar suara Eva tapi agak jauh dari sini dan arahnya seperti dari sana."


Tunjuk Kevin ke arah tempat Eva lari tadi,dengan cepat mereka melangkah yang Kevin tunjuk.


"Kamu yakin Vin dengar suara Eva atau ada meniru suara Eva aja.Ingat Vin disini antara asli dan palsu susah di bedakan."


Efi tidak mau terjebak nantinya hanya karena tipu daya tempat itu.


"Aku yakin kak ngak salah dengar kok."


Menyusuri jalan itu hingga melihat semak yang masih bergoyang seperti ada yang baru lewat.

__ADS_1


"Tuh kan kak benar,semaknya aja masih goyang berarti Eva lewat sini barusan."


Yakin Kevin tidak mungkin dia salah dan berharap melihat Eva sekitar sana.


"Vin lebih cepat lagi,kayaknya memang benar Eva lewat sini dan lihat arahnya ke depan."


Setidaknya sekarang ada sedikit harapan buat bertemu Eva walau belum pasti tapi dengan adanya tanda itu mereka bisa sedikit lega dan hanya perlu mengikuti saja berharap ada titik terang.


\=\=


"Kakak,Kevin aku takut berada lama di dalam sini."


Keluh Eva memijit kakinya yang terasa sakit di bawa bergerak selama tadi.


"Hanya pada kalian berdua aku berharap sekarang,entah ini hanya perasaan ku aja atau bukan tapi aku merasa kalian berada di sekitar sini juga.


Kayaknya aku ngak salah pasti mereka ada di sini juga,sekarang aku mulai mencari mereka aja."


Eva mulia melangkah menyusuri tempat itu lagi buat mencari Efi dan Kevin.


"Berarti tanda tadi mereka yang buat agar bisa mudah mencari jalan keluar."


Menghiraukan rasa lelah yang masih ada yang terpenting bagi Eva bisa bertemu Efi dan Kevin.


Tapi sayangnya arah mereka sama Eva yang terus melangkah ke dalam buat mencari kakaknya dan Efi serta Kevin yang mengikuti dari belakang hingga mereka akan sulit bertemu nanti.


Andai saja arah mereka berlawanan pasti akan cepat bertemu mungkin waktu belum berpihak pada mereka sekarang.


"Seperti ini makin masuk ke dalam lagi,mending aku balik ke tempat tadi aja lagi.


Kalau di lihat dari tempat ini ngak ada tanda tanda orang lewat sini."


Eva berbalik arah lagi menuju tempat tadi,memutar badan mengikuti jejak dia tadi lagi.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2