TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Perebutan.


__ADS_3

"Oh kau berani juga datang ke tampat ku ya, sudah punya nyali rupanya ? "


Sejak ke datangan sosok baru itu Sarah sudah menyadari tapi memilih pura pura tidak menyadari, pas lagi posisi berdiri tepat di belakangnya langsung saja membalikkan badan memberikan sedikit sambutan selamat datang.


Sosok itu adalah bernama Fani musuh bebuyutan Sarah selama ini. Fani selalu mengincara apa yang Sarah miliki mencari untuk merebut dari tangan Sarah, sama hal sekarang datang untuk merebut tawanan Sarah tanpa fikir panjang bahwa Sarah bukan lawan yang mudah untuk di kalahkan.


"Ternyata kamu masih sehebat dulu ya,, Sarah. "


Selama ini Fani tidak pernah jera merebut milik Sarah. Dulu Fani hampir tewas bertarung berebut mangsa untuk menambah kekuatan masing-masing.


"Apa kamu belum jera juga setelah kejadian lalu Fani. "


Menyadarkan Fani kalau dia bukan tandingannya dari dulu hingga sekarang.


"Dan kamu juga lupa Sarah kalau saya ngak pernah takut untuk terus merebut milik mu ha ha . "


Fani punya cara untuk menyulutkan emosi Sarah. Dia punya emosi yang sulit di kontrol jika terus dipancing dan akan mengakibatkan dia hilang kendali sehingga tenaganya cepat terkuras.


"Pergi kamu sekarang sebelum ini hari terakhir kamu menghirup udara segar lagi. "


Aura membunuh Sarah mulai keluar melingkupi ruangan itu.


*Kenapa mereka seperti musuh saja, apa mereka akan memperebutkan aku juga saat ini", bagaimana cara aku membebaskan diri. Apa yang sudah di oerbuatnya hingga aku sulit bergerak begini.


Aku harus kuat agar bisa terbebas tanpa ketahuan sama mereka berdua, aku kira cuma manusia saja yang punya sifat angkuh ternyata mereka juga sama*.


Eva berusaha melepaskan diri dari ikatan tidak kasat mata itu. Menggerakkan badan berusaha lepas saat ini punya kesempatan kabur tapi kenapa tidak bisa lepas juga dari iktan itu.


"Bagaimana ini kenapa sulit sekali sih, huft kenapa aku selalu terjebak dalam dunia mereka padahal aku ngak tau dia dan juga ngak pernah mengganggu lagi. "


Sambil berusaha lepas tidak lupa juga memperhatikan mereka berdua yang sibuk memperebutkan hal yang belum tentu juga menjadi milik mereka salah satunya.


"Jangan banyak bicara kamu Fani terima ini. "


Sarah melancarkan aksi menyerang Fani secara brutal karena sudah di bakar emosi hingga BBUUKK,, melayangkan pukulan mengenai tepat diwajah Fani hingga tumbang membentur dinding hingga roboh.


"Apa masih mau melawan ku hah. "


Mendekat ke arah Fani lalu mengangkat hingga melayang dari lantai dan


BBUUKK,,

__ADS_1


BBRRAAKK,,,


AARRGGHH,,,


"Itu akibat jika kamu masih mau melawan ku dan satu lagi carilah lawan seimbang untuk mu "


Sarah membalikan badan membelakangi Fani sudah terkapar di lantai dengan keadaan mengenaskan.


BBUUKK,,,


Fani berdiri melayangkan pukulan tepat mengenai pundak Sarah hingga tersungkur di lantai tapi itu bukan seberapa mungkin dia lagi lengah saja tadi, dia fikir Fani tidak bisa melawan lagi melihat dari keadaan sekarat dilantai.


"Oh ternyata kamu masih punya tenaga untuk melawan ku itu pun cuma lawan dari belakang


"


Membalas serangan Fani tadi hingga


BBUUKK,,


BBRRAAKK,,


Membanting sekuat tenaga kini dia tidak akan melepaskan lagi sudah cukup selama ini membiarkan dia hidup lebih lama dan selalu mengganggu setiap kesenangan yang dimilikinya.


Setelah mengucapkan itu Fani menutup mata tidak sanggup menahan semua luka di badannya.


"Aku tunggu hari itu Fani dan berharap dia bukan makhluk bodoh seperti mu lagi. "


Menyingkirkan Fani dari dalam ruangan itu menyeret keluar membuang ke suatu tempat tanpa meninggalkan jejak sebab akan bahaya jika ada yang tau maka mereka akan mencari tau penyebab perseteruan dan merebut tawanan selama ini di incarnya.


Di dalam sana masih berusaha melepaskan diri kenapa semakin lama ikatan itu semakin kencang mengikat dirinya hingga badan Eva terasa akan remuk.


"Kenapa sulit sekali sih, aku takut dia segera kembali dan melenyapkan ku. "


"Disaat genting begini ngak ada satupun datang menolong ku, jika ada yang datang aku akan melakukan apa saja jika aku bebas nanti. "


"Kuat sekali ikatan ini, apa yang di lakukan makhluk jelek tadi sampai aku susah lepas. "


Tanpa Eva sadari sosok yang dinanti mendekat dari arah kepala hingga dia tidak menyadari kedatangan sebenarnya dia sudah dari tadi datang tapi belum punya kesempatan mendekat akan bahaya jika ketahuan sebab Sarah buka lawan dia saat ini.


Fani yang hebat saja bisa tewas ditangan dia dalam sekejab.

__ADS_1


Dia mengarahkan telapak tangan ke muka Eva hingga Eva kehilangan kesadaran dalam sekejab. Kesempatan ini dia manfaatkan untuk membawa Eva pergi dari sana tanpa menimbulkan suara kegaduhan.


Dengan mudah dia melepaskan ikatan itu cuma sesama dia bisa melepaskan ikatan itu dengan mudah.


Dia mengangkat badan Eva kedalam dekapan melangkah pergi berlawanan arah dari tempat Sarah keluar tadi.


"Kenapa dia bisa terperangkap disini lagi, kenapa ceroboh sekali mau ditipu mudahnya. "


"Aku akan menagih janji mu nanti jika sudah sadar, bersiaplah menuruti keinginan ku. "


Langkagnya kian menjauh dari tempat penyekapan Eva tadi hingga tibalah di sebuah bangun tidak terlalu besar dia masuk dengan Eva masih dalam dekapan dia lalu setelah sampai dalam kamar dia meletakkan Eva perlahan di atas tempat tidur dan menyelimuti Eva hingga dada.


"Makanya jangan suka percaya sembarang kalau satu ngak ada melihat apa pun jangan buka pintu jadi ini akibatnya. "


Memperhatikan Eva damai dalam tidurnya, duduk di samping Eva merapikan rambut yang berantakan. Ya Eva kalau dalam rumah tidak pakai hijab makanya sekarang tidak pakai hijab juga jadi kecantikan Eva bertambah dengan tanpa hijabnya.


"Kamu cantik juga tanpa penutup kepala begini, jangan biarkan lagi kepala kamu terbuka aku ngak bisa berpaling dari mu. "


Membelai lembut wajah Eva yang tidur pulas rasanya sejuk dipandang mata ada kedamaian yang terpancar dari wajah Eva.


"Aku harap bisa selalu melindungi mu dari mereka yang berniat jahat demi kepentingan sendiri, sebenarnya aku juga mau melakukan hal yang sama dengan mereka tapi ngak bisa lakukan itu pada mu , biarlah aku begini saja. "


Setelah membuang Fani, dia kembali masuk ke dalam lagi menuju tempat Eva berbaring tadi sudah siap melanjutkan kegiatan yang tertunda tadi.


"Aku harus menunda aktivitas ku tadi gara gara datang pengganggu, sekarang rasakan kamu ngak akan bisa merebut milik ku lagi Fani. Tenang lah dalam dunia baru mu. "


Masuk kedalam melihat sekeliling ruangan terdapat hanya ke kosongan saja tanpa Eva lagi, itu membuat Sarah murka setelah susah payah membawa Eva kesini sekarang malah tidak ada lagi.


"Aaaahhh siapa yang berani membawa pergi sandraan ku, kurang ajar beraninya dia. "


Sarah mengamuk karena Eva sudah tidak ada lagi, dia membanting semua yang bisa di raihnya menghancurkan ruangan itu hingga tampak berantakan.


"Setelah satu pengganggu lenyap sekarang datang yang baru lagi. "


"Tunggu tikus kecil aku akan menemukan mu dan merebut kembali milik ku. "


Usahakan yang kita lakukan sendiri hilang begitu saja setelah mendapat hasilnya dan orang lain dengan mudah merebut saat kita lengah, marah, emosi, murka tentu saja dirasakan.


Jangan lupa dukungan dan sarannya


like, komen, rate and vote

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2