
Pagi menjelang sinar matahari sudah mulai masuk melalui celah garden yang tertutup memancarkan sinar menyilaukan mata bagi siapa saja yang kena sinarnya.
Gadis cantik itu mulai membuka mata karena sinar matahari yang mengusik tidur nyenyaknya.
Perlahan bangun dari tidur nyenyak yang indah itu dan masuk kamar mandi buat menyegarkan badan, semalam dia tidak sempat mandi karena sudah terlalu malam dan juga tidak baik buat kesehatan jika mandi tengah malam.
"Segarnya jika sudah mandi gini, kakak sudah bangun belum ya. "
Memasang baju lalu tidak lupa bedakan dan keluar kamar di lihat sang kakak lagi memasak sarapan pagi.
"Pagi kak, masak apa kak ? emang ada yang buat kita makan pagi ini ?. "
Apa Eva lupa jika sebelum berangkat Efi sudah menyiapkan semua termasuk makanan buat mereka pagi ini.
"Ada dong kemarin kakak sudah siapkan buat makan pagi kita, kakak juga belum tau daerah sini takut lama jika keluar dulu. "
Menata di atas meja sarapan pagi itu tampak beda sekali.
Mandi pagi dalam rumah saja, memasak sudah menggunakan kompor gas jauh berbeda jika di kampung dia semua serba sederhana termasuk mandi harus jalan jauh dulu.
"Iya ya kok aku lupa ya kak. "
Memang waktu mau berangkat Eva lebih fokus sama barang bawaan sesuai perintah Efi tanpa tau apa yang Efi bawa
"Yuk makan jangan bengong saja . "
Menyendokkan makanan dalam dua piring dan dua gelas air minum.
Makan dengan tenang seperti biasa dan di lanjutkan dengan Eva yang mengambil bagian mencuci piring.
"Kakak jadi hari ini cari kerja, apa tidak capek ?. "
Semalam baru sampai dan hari ini harus jalan lagi buat cari kerja untuk bertahan hidup di kota besar ini.
"Iya kakak yakin kok dan juga uang kita cuma cukup buat beberapa bulan saja, ngak mungkin kakak di rumah saja. "
Mengganti baju dengan yang lebih rapi buat cari kerja apa saja yang akan dia dapatkan nanti.
"Kamu juga siap siap sana buat liat daftar ke kempus jangan sampai telat juga. "
Eva akan kuliah lusa jadi harus tau dulu jadwal dia karena kuliah beda dengan sebelumnya.
Bersyukur pihak Sekolah mencari kosan dekat kampus jadi hemat biaya juga.
"Iya kak ini juga mau siap siap. "
Masuk kamar juga buat pergi ke kampus melihat jadwal kuliahnya.Kalau ada waktu luang mungkin dia akan manfaatkan buat cari kerja paruh waktu buat bantu kakaknya.
Keduanya sudah rapi dengan penampilan masing masing siap untuk menjalani hari baru di tempat baru juga.
Tempat di kos cuma khusus cewek saja jadi tidak perlu khwatir.
"Eh kalian tetangga baru ya ? ".
Sapa seseorang gadis yang seumuran dengan Eva saat mereka baru keluar dari rumah.
Jika di lihat dari cara nyapa dia ramah dan baik juga.
" Iya kak kami baru sampai semalam. "
__ADS_1
Efi balas menyapa berbeda sekali jika di kampung sudah saling kenal malah cuek jika berpapasan lain disini malah di sapa duluan.
Tiap orang mempunyai sifat berbeda maka tidak perlu heran lagi.
"Jangan panggil kakak saya masih kecil,kenalkan nama saya Sisi saya kuliah disana. "
Memperkenalkan diri dan menunjuk kampus yang terlihat dari sana.
"Saya Efi dan ini adik saya Eva. "
Memperkenalkan diri balik dia senang baru disini sudah punya teman baru apa seumuran akan lebih senang.
"Oh kakak kuliah disana juga ?. "
Karena kos itu rata rata anak kuliahan isinya bahkan semua.
Maka tidak heran juga karena dekat kampus, harga mural dan fasilitas lengkap siapa yang tidak akan tergiur.
"Ngak kok adik saya yang kuliah disana, ini saya mau cari kerja. "
Jelas Efi dia bangga memperkenalkan adiknya, kuliah disana masuknya susah harus melalui banyak tes.
"Eva yang kuliah disana, semester berapa ?. "
Sisi senang ada teman baru juga, dia sendiri disana karena baru sampai juga seminggu yang lalu.
"Ini baru mau masuk lusa jurusan manajemen bisnis, Sisi semester berapa ?. "
"Wah benar kah kamu anak baru juga dan jurusan kita sama lagi, yes ada teman juga. "
Girang Sisi tau Eva baru masuk juga jadi ada teman dia nantinya.
Efi berangkat cari kerja sedangkan Eva dan Sisi ke kampus bareng, Eva bersyukur ada teman jadi tidak perlu sendiri lagi berangkat kampus.
\=\=
Di sebuah rumah mewah dua anak manusia itu baru bangun dari tidur nyenyak yang seharian kemarin dia habiskan waktu buat jalan jalan merayakan hari lulus.
"Woi cepetan napa lo kayak cewek aja kalau mau pergi lama kali dandannya. "
Jengah sama teman yang selalu repot jika mau pergi , kenapa semalam tidak pulang saja kenapa harus nginap juga bikin lama saja.
"Sabar napa lo Vin ngegas terus sih, gue harus tampil ganteng setiap waktu. "
Merapikan penampilan di depan cermin mengacuhkan ocehan temannya itu seolah cuma angin lalu saja.
"Lo mau kuliah atau cari jodoh sih lama amat gue tinggal nih. "
Kesal dia keluar kamar menuju ruang makan disana sudah ada kedua orang tua yang menunggu sarapan bersama.
"Pagi pa ma . "
menyapa kedua orang tersayangnya yang sudah menunggu di meja makan.
"Pagi sayang. Tumben lama Vin biasanya cepat ?. "
Heran mama tidak biasa anak lajangnya itu lama turun biasanya dia duluan sebelum orang tuanya turun.
"Biasa ma nungguin anak gadis mama dandan dulu. "
__ADS_1
Keluhnya sambil mengambil sarapan seperti biasa cuma roti selai dan segelas susu.
"Jadi dia nginap disini, dasar anak kurang ajar sekarang sudah jarang nginap kalau ngak ke pepet. "
Mama ikutan kesal sudah menganggap teman anaknya sebagai anak sendiri.
"Pagi pa ma. "
Sapa seseorang yang dianggap anak gadis sebab dandan lama padahal tidak ada bedanya juga.
"Masih punya nyali kamu nginap di sini hah. "
Berdiri menghampiri lalu menjewer telinga dengan kencang karena kesal.
"Aduh duh ma jangan di jewer dong sakit telinga Tian ma, nanti gantengnya hilang ma. "
Memegang tangan mama yang masih bertengger di telinga yang sudah memerah.
"Makanya kalau ngak mau mama jewer sering sering nginap disini. "
Melepaskan lalu duduk lagi untuk melanjutkan sarapan yang tertunda.
"Kamu makan apa Tian sayang ?. "
Tawar mama pada Bastian setelah puas menyiksa lalu di kasih perhatian lagi.
"Apa saja ma asal jangan racun saja, kalau di racun nanti orang tampan di bumi berkurang. "
Sabar jika mode on sudah keluar cukup pasang telinga dan anggap tidak dengar apa apa.
Semua sarapan tenang setelah acara tarik tarikan telinga selesai sudah biasa di lakukan jika Bastian nginap akan dapat hadiah dari mama keduanya itu.
"Ma kita berangkat dulu ya. "
Pamit keduanya harus ke kampus menyelesaikan segala keperluan sebelum memulai jadwal kuliah.
"Iya kalian hati hati ya jangan ngebut bawa mobil nya, ingat ke kampus bukan kerumah sakit. "
Nasehat mama jika mereka sudah ngebut pasti ada saja dapat telpon dari rumah sakit bukan karena dia yang masuk rumah sakit melainkan orang lain yang jadi korban.
"Mama tenang saja ngak kencang kok cuma lima menit yang biasa setengah jam, dadah mama. "
Berlari sebelum mendapat amukan lagi sebelum telinga jadi korban.
"Dasar kurang asupan ceramah ya gini. "
Cuma bisa geleng kepala dan tidak heran lagi tiap minggu anak dia gitu dan harus terima notif uang keluar bukan untuk belanja tapi mengobati orang.
Punya hobi aneh masa suka sekali bawa orang kerumah sakit sesekali ajak belanja kek ini malah kerumah sakit.
\=\=\=\=\=
Tinggalkan jejak ya reader cukup like, rate, komen and vote
Makasih
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
Tbc.
__ADS_1