TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
KEVA Jalan Jalan.


__ADS_3

Mobil terus melaju Kevin membawa Eva belanja di sebuah mall sekali dia juga ingin jalan jalan selagi ada waktu luang seperti sekarang.


"Kamu mau beli apa aja sayang?."


Kevin menggenggam tangan Eva menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanan memegang stir.


Selama pacaran mereka hanya sebatas pegangan tangan saja dan tidak lebih mencium Eva hanya sekali itu dulu saja sudah itu tidak pernah lagi.


Mereka tidak mau pacaran melewati batas cukup pegangan tangan saja sudah cukup kalau jalan sendiri sendiri seperti orang lagi marahan saja.


"Mau bali baju yang nyaman buat di pakai liburan nanti,kamu kan tau aku kebanyakan gamis mana bisa di pake naik motor."


Eva tidak masalah jika hanya sekedar berpegangan tangan.


Memang baju Eva hampir semua gamis bahkan kakak ipar Bundanya membelikan Eva gamis juga katanya lebih kelihatan anggun kalau pakai gamis.


"Iya juga ngak mungkin pakai gamis,mana nyaman nanti aku bantu pilihkan."


Selama bersama Eva selalu memakai gamis cuma sesekali pakai celana jika mereka pergi jogging pagi.


Mobil sampai di mall setelah memakirkan mobil mereka berjalan bergandengan masuk menuju toko pakaian yang banyak menyediakan pakaian tunik beraneka ragam model.


"Kamu tunggu disana aja sayang biar aku sendiri yang milih ngak lama kok cuma beberapa saja,kita kan pergi ngak lama juga."


Eva menyuruh Kevin menunggu sambil duduk di kursi tunggu toko itu dengan menurut Kevin duduk jika Eva sudah bicara.


Bukan tidak mau menemani Eva jika di suruh menunggu maka dia akan menunggu sesuai perintah saja,kalau sudah begitu berarti Eva belanja tidak akan lama.


Setelah Eva berhenti kerja semua kebutuhan dia di penuhi oleh keluarga Bundanya mulai dari keperluan kecil hingga kuliah.


Mereka memberikan semua itu menganggap bahwa itu hak Eva dan Efi yang pantas mereka terima selama ini.


Bukan hal mudah juga melarang Eva berhenti sampai sang kakak harus membujuk juga baru Eva mau menuruti.


"Kalau ada apa apa kabari ya sayang."


Kevin duduk sambil memainkan hp mengusir rasa bosan hingga datang seseorang mendekati Kevin lalu duduk di samping Kevin tanpa di suruh.


"Kevin kamu ngapain disini?."


Kata orang itu setelah memastikan kalau tidak salah orang.


"Belanja lah jelas ini toko baju."


Jawab Kevin melirik sekilas saja pada orang yang mengajak dia bicara.


"Tumben aja gitu,bukan sifat kamu yang suka nunggu orang belanja."


Tambahnya masih heran sama Kevin yang suka menunggu orang belanja dulu saja dia sampai ninggalin Bastian yang membereskan alat tulisnya.


"Ngak ada yang tumben buat dia."


Tunjuk Kevin pada Eva yang lagi mimilih baju sambil menjajal pada badannya,dia mengikuti arah tunjuk Kevin.

__ADS_1


"Dia orangnya yang pakai gamis itu?."


Memastikan jika dia tidak salah lihat bahwa benar itu orang yang Kevin maksud.


"Iya kenapa?kalau ngak ada keperluan silahkan tinggalin gue."


Usir Kevin risih mendengar dia menilai penampilan Eva.


Selera lo merosot jauh banget Vin,padahal di luar sana banyak yang lebih cantik dan menarik menyukai lo kenapa milih yang model gitu.Kayaknya lo perlu periksa mata."


Mengejek cara pakaian Eva yang serba tertutup bahkan hanya wajah dan telapak tangan saja yang kelihatan.


"Udah ngomongnya?sekarang lo silahkan pergi gue ngak butuh penilaian lo pada cewek gue."


Usir Kevin mulai kesal tidak ada hak dia menilai Eva jika hanya melihat dari jauh saja apa lagi tentang cara pakaian Eva yang serba tertutup.


"Lo ngak salah pilih tu Vin,masih banyak yang lain kalau lo mau."


Belum beranjak dari sana walau sudah di usir Kevin.


Dia juga sudah lama menyukai Kevin tapi sama sekali tidak mendapat respon balik dari Kevin dan sekarang dia melihat cewek pilihan Kevin jauh dari kata ideal.


"Kalau lo ngak mau pergi biar gue yang pergi."


Kevin menuju tempat Eva masih memilih baju dan berdiri di sampingnya.


"Kenapa sayang?cewek tadi siapa?."


Walau Eva sibuk memilih baju sesekali dia melihat ke arah Kevin jadi tau sama siapa Kevin barusan bicara.


Kevin memperhatikan beberapa baju yang sudah Eva pilih.


"Sudah menurut kamu bagusan yang mana?."


Eva memperhatikan baju yang dia pilih pada Kevin biar bisa di nilai sendiri.


"Yang ini bagus,sama yang ini dan ini."


Kevin menunjuk tiga baju yang di rasanya cocok buat Eva lalu Eva ingin membayar tapi di larang Kevin.


"Biar aku yang bayar sayang."


Cegah Kevin saat Eva ingin melangkah ke kasir.


"Ngak perlu sayang ini kan belanjaan aku dan juga belum saatnya kamu bayarin ini.Tunggu saatnya dan siap siap tabungan kamu aku bobol."


Canda Eva berjalan ke kasir tanpa menunggu jawaban Kevin dulu,selesai membayar belanjaannya Eva menghampiri Kevin lagi.


Yang di ucapkan Eva tadi itu hanya sebuah candaan dia tidak akan berani melakukan itu walau nanti dengan suaminya kelak.


Bicara tentang suami masih geli terdengar sebab masih belum ke fikiran arah sana dan juga belum tamat kuliah.


"Shalat dulu yuk,udah adzan."

__ADS_1


Mengajak Eva ke tempat shalat yang di sediakan pihak mall di setiap lantai.


Di sana orang pada mengantri mengambil wudhu lalu shalat,disana juga sudah di sediakan mukena buat shalat.


Setelah selesai mereka keluar lalu memilih berkeliling mumpung waktu masih sore.


"Sekarang kita kemana lagi?nonton mau ngak?."


Usul Kevin sebelum pulang ingin menghabiskan waktu bersama lagi lebih lama.


"Memang ada film baru?."


Soal begituan Eva tidak tau apa apa sebab dia tidak ingin tau juga tapi kalau soal pelajaran Eva sudah tau.


"Ada film romantis mau ngak?."


Eva menurut saja belum malam juga buat pulang jadi dia bisa mengabari kakaknya kalau dia pulang agak telat.


"Tunggu di sini jangan kemana sebelum aku datang,kalau mau pergi kabari ok."


Kevin pergi beli tiket,cemilan dan minuman buat mereka berdua nanti nonton di dalam


Eva menunggu di kursi yang sudah di sediakan sambil memperhatikan Kevin yang lagi ngantri,mereka kalau pergi yang Kevin bayarin jika mereka nonton,makan atau hal kecil lain selain itu Eva tidak mau apa lagi kalau kebutuhan dia di bayarin Eva merasa tidak pantas saja.


"Entah ini buah dari yang kamu lalui selama ini,tuhan membalas semua dengan begitu indah mulai dari bisa kuliah,bertemu teman baru,bertemu lagi keluarga Bunda yang sejak lahir kami ngak pernah bertemu jangankan bertemu tau saja ngak pernah sebab Bunda ngak pernah cerita dan juga kala itu kami masih kecil belum mangerti apa apa.


Punya kekasih yang begitu perhatian serta menyayangi ku,dulu fikiran ku ngak pernah sampai memikirkan ini yang ada dulu keinginan ku buat membantu kakak bekerja.


Dan sekarang mereka melarang aku bekerja dan semua kebutuhan ku di penuhi tanpa aku minta.


Itulah namanya setelah hujan akan ada pelangi dan sekarang pelangi itu sedang aku rasakan.


Jadi nikmat tuhan mana yang mau aku ingkari dan kakak sudah menemukan kebahagiannya juga."


Kevin balik membawa yang di butuh kan lalu memilih menunggu di dalam saja biar lebih santai.


Di luar terlalu ramai buat menunggu di tambah jika banyak yang memperhatikan Eva itu membuat Kevin tidak suka,dengan pakaian serba tertutup saja masih banyak yang memandang Eva dengan tatapan kagun dan itu Kevin suka jika milik dia di lihat orang.


"Habis ini langsung pulang ya sayang,kakak ngabari jangan pulang malam malam dan juga aku sudah dari siang pergi."


Jelas Eva biar Kevin tidak mengajak ke suatu tempat lagi dan akan telat pulang nanti.


"Iya sayang tenang aja habis nonton aku antar pulang,nih minuman kamu."


Menyodorkan minuman pada Eva,Kevin membeli dia minuman dan cemilan jumbo buat mereka berdua.Jika cemilan satu berdua tidak masalah beda kalau minuman.


Setelah menunggu setengah jam bioskop sudah penuh terisi dan itu kebanyakan berpasangan dan memang cocok buat film yang mereka tonton.


Dua jam berlalu film selesai semua keluar begitu juga dengan Eva dan Kevin siap untuk pulang mengantar Eva duluan.


Tidak lupa tangan mereka yang sudah seperti di kasih lem nempel terus cuma naik mobil terlepas sebentar.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😍😘❤


Tbc.


__ADS_2