
Waktu begitu cepat bergulir kini sudah dua minggu berlalu acara pernikahan Efi di langsungkan,tidak lama lagi waktu magang akan segera tiba,sesuai janji mereka beberapa waktu lalu yang akan ikut Eva pulang kampung.
Dari semalam mereka sudah sibuk menyiapkan semua barang yang akan mereka bawa buat selama di sana.
Yang ikut cuma empat pasang kekasih itu saja sebab yang lain tidak bisa ikut karena tidak bisa meninggalkan Sekolah atau pekerjaan.
Pagi ini mereka selesai sarapan semuanya berkumpul di ruang keluarga sambil menunggu Kevin dan yang lain berkumpul.
Efi juga sudah pindah ke rumah orang tua Renal beberapa hari yang lalu.
Kini menunggu dua cogan yang belum datang siapa lagi kalau bukan Kevin dan Bastian karena kalau Sandra masih tinggal di rumah kakek sebab orang tuanya belum kembali jadi saat pulang nanti akan mampir sebentar ke rumah lamanya.
Balik dari kampung nanti pertunanganan Eva dan Kevin akan di langsungkan sebelum magang di mulai.
"Assalamu'alaikum,maaf kita telat ya?."
Kevin datang bersama Bastian menggunakan satu mobil saja karena mau ke bandara akan di antar supir keluarga saja.
"Wa'alaikumsalam ngak telat kok,kita juga baru selesai sarapan.
Sebelum berangkat periksa lagi barang bawaannya takut ada yang ketinggalan."
Sarah mengingatkan lagi pada mereka takut ada yang lupa atau ada yang kurang.
Karena kalau sudah sampai sana semua serba jauh dan jauh dari pusat perbelanjaan.
"Semua udah langkah kok Ma,kita langsung pamit aja ini waktu udah mepet juga,assalamu'alaikum."
Akhirnya mereka semua berangkat di antar menggunakan dua mobil mengingat mereka pergi delapan orang jadi tidak muat satu mobil saja.
"Wa'alaikumsalam hati hati semoga selamat sampai tujuan."
Cuma itu doa yang bisa mereka berikan sekarang agar perjalanan anak anak mereka selalu dalam lindungan.
Setelah keberangkatan muda mudi itu mereka semua masuk rumah lagi.
"Sar kamu udah kasih tau Efi dan Eva kalau rumah itu sudah kamu bangun lagi?."
Tanya Marta saat mereka sudah berkumpul di ruang keluarga,karena waktu itu Sarah pernah bilang kalau dia lagi proses membangun kembali rumah peninggalan orang tua Efi.
"Belum mbak biar itu jadi kejutan buat mereka sampai di sana.
Untung rumah itu cepat selesai sebelum mereka kesana jadi sudah bisa di tempati."
Jelas Sarah dia ingin ngasih sedikit kejutan buat kedua anak Sena.
Makanya diam diam dia dirikan lagi rumah itu dan sedikit lebih besar dari semula.
"Papa jadi pengen kesana juga sekalian ziarah ke tempat Sena."
Nimbrung kakek ingin juga ke kampung itu dan juga sudah rindu anaknya walau hanya bisa melihat gundukan tanah saja tapi setidaknya kakek masih bisa menjumpai anaknya.
"Nanti pa kita kesana,kita bareng sama yang lain.
Sekarang biar yang muda menikmati waktu mereka sebelum memasuki dunia kerja."
Walau dunia kerja yang di maksud hanya beberapa bulan saja mereka geluti tapi cukup menambah pengalaman kerja.
"Sekarang papa istirahat ya biar sehat selalu dan bisa ke tempat Sena."
Sarah menuntun kakek ke kamar yang berada di lantai dasar,sejak kakek sakit kamarnya pindah ke bawah dan juga mengingat usia kakek sudah tidak kemungkinkan buat naik turun tangga.
Di jalan raya mobil yang membawa mereka sudah masuk ke dalam area bandara.
Tepat di depan pintu keberangkatan mereka semua turun dan tidak lupa barang bawaan yang tidak banyak hanya satu koper satu orang dan itu isinya sudah lengkap semua.
"Wah ngak sabar Sisi ke kampung Eva pasti suasananya sangat sejuk dan juga asri.
Pasti ada sungai,sawah dan pegunungan juga ya."
Senang Sisi selama ini dia belum pernah kesana walau ada Bibi yang tinggal di sana.
Sisi lebih suka menghabiskan waktu libur kumpul keluarga dari pada pergi jauh jauh.
"Iya sama Si,abang juga senang bisa ke sana,apa lagi itu juga kampung my hun."
Timpal David yang belum pernah ke daerah perkampungan biasanya daerah kota yang suka dia datangi.
"Norak lo bang."
Balas Bastian jengah melihat tingkah dua orang itu yang tergolong dalam kategori lebay.
Biasanya orang akan senang di ajak ke kota lah ini dua orang senangnya tidak ketulungan saat di ajak ke kampung.
Perlu di periksa kali ya itu isi kepala mereka tidak sadar apa para pengunjung sana memperhatikan tingkah konyol itu.
"Bodo amat,yang jelas gue senang.
__ADS_1
Setidaknya bisa sebentar lepas dari kota yang penuh polusi serta manusia yang berdesakan.
Awas aja nanti lo ikutan norak saat sampai sana karena kita belum ada yang tau keindahan apa yang menunggu kita."
David tidak may di bilang norak,baginya daerah perkampungan itu adalah tempat yang pas buat menenangkan fikiran serta tempat liburan yang asik.
"Gue ngak kampungan kayak lo ya bang."
Emang ya kalau dua orang itu sudah bertemu lupa cara bicara yang baik.
Udah lah biarkan saja yang penting mereka senang dan tidak bikin rusuh.
"Udah dengar kalian ribut ngak akan pernah kelar,yuk check in ntar lagi berangkat."
Lerai Renal sama dua makhluk yang tidak mau mengalah salah satu di antara mereka.
Hingga mereka semua masuk tidak lupa koper di bawakan sama yang lelaki dengan menggunakan troli biar mudah.
Cuma menunggu beberapa saat terdengar panggilan keberangkatan mereka hingga mereka menuju ke arah pintu masuk pesawat sebelumnya barang mereka sudah masuk bagasi pesawat.
Pesawat lepas landas meninggalkan bandara menuju bandara yang akan menjadi perantara mereka buat melanjutkan perjalanan.
Hanya membutuhkan waktu satu jam penerbangan mereka sudah sampai bandara BIM dan keluar dari pesawat lalu mengambil barang masing masing.
Keluar bandara mereka pergi mencari mobil sewaan buat melanjutkan perjalanan.
Mereka menyewa mobil dua mobil biar tidak terlalu pengap serta bisa menikmati perjalanan.
"Ah akhirnya sampai juga ya,ngak nyangka ternyata benar indah banget,padahal belum sampai tujuan ini baru bandaranya lo."
Kagum Sisi melihat sekeliling bandara yang sangat kental sama nuansa bandara menandakan ciri khas daerah itu.
"Kamu benar Si,ternyata di sini ngak kalah sama kota ya.
Ah ngak nyesal kita ikut ya,perjalanan jauh kita yang melelahkan terbayar sudah sama keindahan ini."
Tambah Kevin bukan ikutan norak tapi mengungkapkan apa yang dia lihat di depan mata.
Apa yang di lihat maka itu yang di ungkapkan karena memang benar benar indah,bagaimana jika sudah sampai tujuan.
Tidak lama setelah itu mobil yang di tunggu datang,tadi hanya Renal,Efi dan Bastian yang ikut mencari mobil sewaan sedangkan yang lain menunggu di kursi bandara.
(Maaf kalau gambaran bandaranya agak melenceng dari kenyataan sebab nyatanya author juga belum pernah naik pesawat cuma baru pernah ngantar orang naik pesawat.yah ngenes dan juga author dulu katrok di tawari naik pesawat ke jkt malah milih naik bus yang menempuh perjalanan dua hari dua malam demi apa coba demi ingin naik kapal.)
Tidak lupa juga mereka sewa supir biar tidak lelah menyetir dan juga mereka tidak terlalu hafal jalan.
"Nah tu mobilnya sudah sampai."
Mobil itu berhenti tepat di depan mereka hingga satu mobil di isi dua pasang.
Mobil itu melaju membelah jalanan yang ramai karena masih berada di sekitar daerah ramai padat penduduk.
"Jika di lihat mulai dari sini ngak beda jauh dari kota ya,masih rame berasa ngak berada di kampung gitu."
Sisi sangat menikmati perjalanan kali ini,matanya sangat di manjakan sama pemandangan yang ada.
"Ini masih padat penduduk Si,kalau bentar lagi beda lagi beda ceritanya.
Semua deretan bangunan toko ini sudah jarang di sana.
Sepanjang jalan hanya ada rumah atau kedai kecil yang berjejer."
Jelas Eva karena di mobil itu mereka berempat di tambah dengan dua orang supir,sengaja Renal memesan dua supir satu mobil biar jika yang satu lelah menyetir bisa gantian jadi perjalanan tidak terganggu.
"Iya kah Va,jadi ngak sabar pasti pemandangan di sana jauh lebih adem dari ini."
Dua cogan itu hanya diam menjadi pendengar setia saja,bukan tidak mau bicara tapi lebih tepatnya membiarkan yang cewek saja bicara.
"Sayang kamu kenapa diam?ngak suka ya sama liburan kita kali ini?."
menoleh ke arah Kevin yang duduk di samping karena sedari tadi hanya diam begitu juga dengan Bastian.
"Aku suka sayang,ini lagi menikmati pemandangan.
Ngak nyangka masih ada suasana asri yang terjaga ya.
Coba kalau kota pasti udah pada di jadikan segala macam bentuk bangunan serta ngak menyisakan beberapa meter tanah pasti pada sudah di bangun habis."
Nampak jelas kalau sepanjang jalan yang mereka lewati masih banyak lahan kosong yang di biarkan begitu saja.
Hanya di tanami sayuran atau pohon lindung saja sebagai penyejuk jalan jadi sangat jauh dari polusi.
"Aku kira kamu ngak suka sama perjalanan kita."
Eva bernafas lega mendengar jawaban Kevin.
Tidak semua orang mau ikut ke daerah perkampungan apa lagi kampung Eva masih di bilang sangat kampung sekali dan jauh dari segala akses.
__ADS_1
"Mana mungkin Kevin ngak suka Va,asal ada kamu di sampingnya pasti akan betah."
Tambah Bastian dengan jawaban Kevin secara tidak langsung dia juga mengungkapkan apa yang dia rasa.
Asal ada Sisi dia juga akan betah dan mau ikut saja.
Sedangkan di mobil Renal suasana tidak jauh berbeda dari mobil Eva.
David sangat antusias sama perjalanan kali ini.
Membawa David sama seperti membawa anak kecil pergi ke tempat taman hiburan.
"Kalau seperti pemandangannya aku jadi betah tinggal di sini lama lama."
Dasar aneh kebanyakkan orang ingin tinggal di kota yang rame ini malah akan betah tinggal di kampung.
Itulah dunia orang kota ingin tinggal di kampung karena bosan kebisingan
Dan orang kampung ingin tinggal di kota karena sepi tidak banyak orang.
Kebanyakkan orang kampung merantau selain karena sepi juga ingin merubah nasib tapi tidak semua orang juga akan berhasil,ada juga yang pulang kampung lagi sama seperti waktu berangkat dulu.
"Kalau lo betah di sini maka dengan berat hati Sandra pindah ke lain hati."
Goda Renal karena dia tau sebesar apa rasa yang David miliki buat Sandra.
"Jangan ngaco Re,mana ada gitu.
Senyaman tinggal di kampung tapi lebih nyaman berada di sisi Sandra."
Balas David memang itu kenyataannya,tidak ada yang bisa mengatikan kenyamanan yang Sandra berikan.
"Kirain bang,siapa tau kan."
Tambah Efi juga.
Tiga jam waktu yang mereka butuhkan buat sampai tujuan kini mobil itu sudah berhenti tepat di depan rumah Bibi yang sudah menunggu kedatangan mereka semua.
"Akhirnya yang di tunggu datang juga."
Ucap Bibi lega tamu jauh sampai dengan selamat.
"Assalamu'alaikum Bi."
Menyalami Bibi bergantian.
"Wa'alaikumsalam ayo masuk dulu pasti lelahkan jalan jauh."
Mengajak semuanya masuk,di dalam sudah tersedia beberapa menu sebagai sambutan.
"Ngak capek kok bi kan ke sini pakai mobil bukan jalan kaki."
Jawab Eva membuat semua orang tertawa,padahal jawaban Eva tidak ada yang lucu dia rasa.
"Aduh kamu ya,udah lama ngak bertemu udah bisa ngelawak."
Mereka semua berbincang menceritakan bagaimana perjalanan mereka hingga sampai sana.
Setelah cukup lama berbincang Bibi ingat akan sesuatu.
"Fi bisa ikut Bibi,ada yang ingin Bibi tunjukan."
Menarik tangan Eva berjalan keluar rumah sambil membawa sebuah kunci yang Efi sendiri tidak tau buat apa kunci itu.
Dengan patuh Efi menurut kemana di bawa Bibi di ikuti yang lain juga karena penasaran.
Hingga sampai pada sebuah tempat yang tidak Efi sangka begitu juga dengan Eva.
"Bi ini apa maksudnya?."
Efi tidak tau kenapa Bibi menunjukkan itu pada dia,semua mata memandang apa yang tersuguh di depan mereka bahkan Eva sampai menutup mulut saking tidak percaya.
\=\=\=\=\=
*jangan
like
komen
vote
Makasih
I LOVE YOU ALL ⬇ 👀❤️😘😍😘😍😘❤*
Tbc.
__ADS_1