TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Rindu.


__ADS_3

Baru beberapa hari Eva sendirian dia sangat merasa kesepian di tinggal kakaknya, rasa rindu sebagai seorang adik tidak ia pungkiri ingin sekali bertemu kakaknya dan melepas rindu.


"Kakak kok lama kali pulangnya ya, telpon aja kali biar jelas. "


Eva masuk kedalam rumah mengambil hp buat menghubungi kakaknya, tidak tenang jika belum mendengar kabar kakaknya itu.


**Tut,,,


Tut,,,


Tut**,,,


*Hallo assalamu'alaikum kak, kakak kapan balik aku udah kangen tau ?.


Wa'alaikumsalam ,kakak juga kangen kamu, ini kakak udah di jalan palingan siang juga sampai.


Ya udah kakak hati hati ya, aku tunggu loh. Aku libur hari ini.


Iya sayangnya kakak, baru berapa hari di tinggal udah kayak anak kecil gitu. Kan bukan pertama kali ini kita jauhan.


Kakak tutup dulu assalamu'alaikum.


Ih kakak nyebelin wa'alaikumsalam*.


Sambungan telpon terputus Eva lega sudah mendengar kabar kakaknya, dia juga sudah tau jika kakaknya sudah balik dalam perjalanan.


"Jalan jalan enak kali ya. Sisi mana ya tumben ngak keluar. "


Mengusir rasa bosan sambil menunggu kakaknya sampai ini hari minggu jadi Eva free kuliah.


Menuju kis Sisi di sebelah, biasanya Sisi akan keluar pagi pagi tapi hari ini masih betah di dalam.


"Si keluar yuk !. "


Ajak Eva masuk kedalam kos Sisi, memang pintu tidak di kunci Sisi sudah biasa jika dia di rumah dan Eva bisa masuk tanpa harus gedor pintu dulu.


"Apa Va, bentar ya Sisi siapin cucian Sisi dikit lagi. "


Jawab Sisi dari arah kamar mandi, ternyata Sisi lagi nyuci pakaian, rutinitas Sisi tiap minggu beda dengan Eva akan mencuci pakaian tiap kali mandi dan tidak akan menumpuk.


"Aku tunggu jangan lama!. "


Eva balik keluar duduk santai menunggu Sisi selesai, Eva lupa mungkin sama kegiatan Sisi kalau hari minggu.


Cukup lama Eva menunggu, bagaimana tidak lama itu cucian seminggu ya lama lah selesainya.


Lagi rajin Sisi itu kalau malas dia akan laundry saja biar cepat.


"Kakak lagi apa?. "


Dia datang lagi menghampiri Eva yang duduk sendiri menunggu Sisi selesai.

__ADS_1


"Eh kamu ngagetin tau . "


Kaget Eva dia tiba tiba muncul tanpa permisi lalu duduk di depan Eva.


Dia yang sekarang tidak seusia Evan masih kecil jika di lihat masih Sekolah Dasar , laki laki juga badan agak gemuk tidak terlalu tinggi jika di lihat sekilas badannya tembus pandang.


"Kakak kapan bisa bantuin aku?. "


Lirih dia menunduk sedih, mungkin sudah rindu keluarga dia. Padahal mereka baru beberapa bulan bertemu kini harus terpisah lagi.


"Kakak belum ada waktu, kuliah kakak bentar lagi libur baru kakak bantu ya. Jangan sedih gitu, kakak pasti bantu. "


Eva juga tidak bisa bantu sekarang dia tidak mungkin meninggalkan kuliahnya yang ada beasiswa dia di cabut.


"Tapi kamu masih hidupkan seperti waktu itu ?. "


Jika dia masih hidup masih ada kesempatan berkumpul dengan keluarganya.


Dan juga kasian dia masih kecil hidup dia masih panjang tidak harus menjalani seperti ini.


Eva juga pernah berada di posisi itu, sudah tau gimana sedihnya.


"Iya kak, tapi mereka menyembunyikan aku jauh dari mama, dan sekarang mama stress kehilangan aku. "


Isak tangis terdengar dari dia bahwa dia sangat merindukan keluarga.


Andai Eva bisa bergerak bebas mungkin secepatnya akan di bantu tanpa harus menunda nunda.


Hibur Eva pada anak itu, dia masih beruntung di bandingkan Eva yang sudah yatim pintu sejak dulu.


"Maaf kak aku ngak maksud buat kakak sedih, baiklah aku ngak akan sedih lagi. "


Senyum dia mengembang mendengar perkataan Eva mengatakan dia masih seberuntung dari Eva.


"Va kamu bicara sama siapa ?. "


Suara seseorang mengagetkan Eva mendengar Eva bicara sendiri.


\=\=\=\=\=\=


Efi masih dalam perjalanan sudah memasuki daerah perkotaan. Di mobil Renal tertidur karena dari kemarin dia tidak tidur menemi Efi.


"Kamu kalau tidur tampan juga, baik lagi, perhatian. Apa pantas kamu mendekati ku yang hanya seorang yatim pintu ini. Aku takut banyak halangan di antara kita nanti, lebih baik kamu cari perempuan lain saja jangan aku. "


Efi memperhatikan wajah tenang Renal yang sedang tidur.


Merasa tidak pantas jika Renal mendekati dia, cukup tau diri dengan ke adaan mereka jika di lihat lagi Renal juga sepertinya bukan orang biasa.


"Maaf jika kemarin aku mengasih kamu harapan tapi setelah aku fikirkan lebih baik setelah ini aku menghindar saja. Aku takut suatu hari nanti akan mempermalukan kamu saja Re. "


Membelai pelan wajah tampan Renal yang tertidur .

__ADS_1


Biarlah dia menikmati waktu yang tinggal sebentar lagi dan setelah itu Efi akan menjauh.


"Anggap ini pertemuan kita yang terakhir, aku bahagia bisa mengenal mu Re. Di pertemuan kita yang singkat ini kamu sudah banyak membantu ku, kamu juga yang menenangkan ku. Makasih untuk semuanya Re, aku pergi dulu. "


Setelah puas memandang wajah Renal takut terasa air mata Efi tumpah mengenang pertemuan singkat mereka dan hari ini harus berakhir.


"Pak berhenti di sini saja, aku sambung pakai angkutan umum. "


Pinta Efi pada supir Renal, ini akan jadi kesempatan dia buat pergi.


"Tapi non nanti den Re marah kalau non turun di jalan. "


Supir itu tidak mau akan jadi bahan amukan Renal nanti jika tau Efi tidak ada.


"Dia ngak bakalan marah pak, lagian kita ini ngak ada apa apa jadi dia tidak akan marah. "


Efi harus secepat mungkin turun sebelum Renal bangun dan akan mencegah dia pergi.


"Maaf non Bapak ngak mau nanti den Re marah sama Bapak. Den Re kalau marah seram siapa saja akan jadi amukan dia. "


Supir itu sudah lama bekerja sama Renal jadi sudah tau bagaimana kalau Renal marah, bisa bisa nanti menyuruh supir itu mencari Efi yang tidak tau alamatnya.


"Plis pak berhenti ya, sebelum Renal bangun. "


Mohon Efi yang di hiraukan supir Renal, biarlah dia mendengar Efi memohon dari pada harus kena amukan Renal.


Renal kalau sudah ada keinginan pasti akan di usahakan untuk mendapatkan apa pun caranya dan selagi itu baik tidak merugikan orang lain.


Keinginan Renal juga tidak muluk muluk hanya ingin lebih dekat dengan Efi tapi dengan fikiran pendeknya ingin menjauhi dia.


"Plis pak berhenti ya . "


Pinta Efi masih berusaha membujuk supir untuk berhenti.


"Baik non Bapak akan berhenti tapi kasih dulu alamat non jadi kalau den Re marah nanti Bapak bisa bawa dia ke rumah non. Tapi alamat asli non jangan alamat palsu. "


Cerca supir Renal menantang Efi, dia sudah tau kenapa Efi minta turun di jalan hanya tidak ingin Renal tau dimana dia tinggal.


"Tapi pak ngak ada yang lain. "


Tawar Efi jika itu yang di minta lebih baik di antar sampai alamat sekalian.


"Berhenti pak . "


Mobil berhenti pada sebuah jalan sepi di sepanjang jalan hanya hutan saja tidak ada rumah, toko atau sekedar pondok kecil.


Aura jalan sangat mencekam udara dingin menembus kulit, siapa saja yang turun di sana pasti tidak akan sanggup melangkahkan kaki jika melihat keadaan sekitar.


\=\=\=\=\=\=


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2