
Kevin dan Bastian melajukan mobilnya menuju kos Eva dan Sisi,mereka ingin cepat sampai dan segera bertemu.
Ingin menjelaskan bahwa apa yang mereka lihat itu tidak seperti itu hanya kesalah pahaman saja.
Bagi orang yang menyayangi kita kesalahan kecil saja akan sangat takut buat di lakukan baik di sengaja atau pun tidak.
Tau rasanya sakit maka tidak akan pernah untuk saling menyakiti,tau rasanya tidak jujur maka jangan pernah lakukan itu juga.
Jika ingin melakukan sesuatu maka tanyakan pada diri kita dulu apa enak kalau orang lain yang melakukan itu pada kita,jika jawaban tidak enak jangan pernah lakukan pada orang lain.
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamu'alaikum."
Kevin mengetuk pintu kos Eva namun tidak ada jawaban dari dalam atau Efi juga tidak lagi di rumah.
"Eva,,, Va,,, buka pintunya."
Teriak Kevin tetap saja tidak ada jawaban bahkan rumah terkesan sunyi.
"Maaf mas Eva belum pulang dari siang dan kakaknya tadi pergi juga sama mas mas yang sering kesini."
Tetangga kos Eva menghampiri Kevin buat memberi tau jika Eva belum pulang dan juga tidak enak di dengar yang lain dengan teriak gitu.
"Makasih mba."
Ucap Kevin lalu duduk sebentar mengatur nafas,sudah buru buru datang dan ternyata orang yang di cari malah tidak ada di rumah.
"Gimana ini Vin,mereka kemana ya?ah ini bikin gue pusing aja,tau gini mending jujur aja tadi padahal kita hanya ngumpul sambil bikin tugas."
Bastian frustasi juga tidak menemukan Sisi dan ucapan Sisi tadi masih terngiang di pendengaran dia kalau Sisi akan menerima laki laki itu,jika saja itu sampai terjadi jangan salahkan Bastian akan menyingkirkan laki laki itu dengan cara dia sendiri.
"Gue juga bingung Tian,mereka tadi cepat banget ngilangnya padahal ngak sampai lima menit."
Kevin ingat sekali tadi kalau mereka cepat menyusul dan kehilangan jejak juga.
"Atau mereka pulang ke rumah besar ya."
Tiba tiba terlintas di fikiran Kevin bisa saja Eva ke rumah kakeknya dan tidak mengasih kabar.
"Atau kita kesana aja Vin tapi kita mau ngasih alasan apa jika sampai sana ngak mungkin jujur juga kan,ketahuan banget ngak mau kehilangan mereka, aaahhh bikin pusing.Udah dapetinnya susah giliran udah dapat ini juga yang terjadi."
Kesal Bastian merutuki kebodohan sendiri padahal jika jujur belum tentu tidak akan di izinkan juga.
"Apa bedanya lo sama gue,berjuang setengah ****** lagi."
Rasa nyaman yang mereka dapatkan membuat sulit untuk jauh atau melakukan kesalahan.
Banyak cewek di luar sana yang mau sama mereka tapi jika tidak nyaman dan hati menolak kita bisa apa coba.
Masuk lagi ke dalam mobil melajukan entah kemana lagi untuk mencari sang pujaan.
Banyak sering terjadi di antara dua insan beda jenis kelamin,ada yang suka seseorang tapi tidak nyaman jika berdekatan atau sebaliknya ada yang merasa nyaman tapi hanya sekedar teman ingin menjalin hubungan lebih takut akan merusak hubungan yang sudah lama.
\=\=
Dua lelaki tadi sibuk mencari sang pujaan hati tapi berbeda yang lagi di cari mereka menikmati waktu bersama hingga lupa jika ada orang yang lagi mencemaskan mereka tapi tidak peduli anggap saja itu balasan buat mereka.
"Sekarang kita kemana lagi nih?makan udah,beli gaun udah,nonton juga udah,hhmm apa lagi ya."
Cukup melelahkan serta menyenangkan bagi mereka dan sekarang sudah sore juga tapi masih memikirkan main main saja.
"Balik yuk tapi gimana kalau mereka ada di kos Sisi lagi malas bertemu."
Keluh Sisi malas pulang ke kos bukan marah ingin ngasih pelajaran saja.
"Gimana kalau kita ke rumah besar,tapi baju ganti gimana? ."
Usul Eva dan juga tadi Efi sudah ngasih kabar jika dia di suruh ngumpul di rumah kakeknya.
"Ya udah ayo,Sandra ikut aja ya kita ngumpul malam ini,besok juga libur dan disana juga ada bang David kok,tenang soal baju bisa pakai baju Sisi aja."
Sisi ikut setuju dengan usulan Eva barusan lagian sambil ngumpul bareng keluarga juga.
"Tapi aku belum izin juga takut di cariin nanti."
Balas Sandra belum minta izin takut akan buat papa mamanya cemas jika di tidak pulang.
__ADS_1
"Gampang nanti kita mampir dulu,sekarang kita beli cemilan buat nanti malam yuk."
Menuju sebuah minimarket buat beli cemilan buat malam nanti.
Membeli berbagai macam makanan hingga penuh beberapa kantong kresek yang hanya berisi cemilan.
"Kamu mau ngemil apa mau jualan Si?banyak banget."
Eva melihat kantong cemilan yang Sisi bawa,itu sudah jadi kebiasaan Sisi yang suka ngemil jika ada waktu luang.
Jadi tidak perlu heran atau kaget jika Sisi banyak beli cemilan.
"Kayak ngak tau Sisi saja Va."
Balas Sisi tersenyum akhirnya mereka ke rumah Sandra dulu buat minta izin sekalian ambil baju ganti.
Sampai rumah Sandra mereka minta izin,setelah dapat izin langsung saja ke rumah kakek buat ngumpul disana juga sudah ada Efi yang di antar Renal tadi.
"Assalamu'alaikum."
Sapa Eva dan Sandra sedangkan Sisi pulang ke rumah papanya buat mandi dan ambil baju untuk Eva.
"Wa'alaikumsalam,sudah sampai sayang,ini siapa cantik sekali sayang?."
Sambut Marta ramah melihat Eva datang membawa teman selain Sisi.
"Kenalkan tante aku Sandra sahabat Eva dari Kampung."
Sopan Sandra menyalami Marta hingga di sambut hangat juga oleh Marta.
"Kurang lengkap San perkenalannya."
Sanggah Eva membuat Marta bingung,biasanya kenalan juga begitu itulah isi fikiran keduanya.
"Maksud kamu apa sayang."
Marta ingin tau apa maksud Eva bicara begitu.
"Kurang lengkap Bu,Sandra kan calon bang David."
Jelas Eva membuat Sandra malu dia tidak tau jika orang yang ada di depannya ini mama David.
"Beneran sayang kamu calon David,ah Ibu senang ternyata David ada juga yang mau sama dia."
"David..David."
Teriak Marta memanggil anak sulungnya itu yang lagi berada di kamar.
"Apa sih ma teriak kayak di hutan ngak tau apa aku lagi tidur."
Kesal David keluar kamar dengan wajah kusut bangun tidur sebab dia kerja sebentar tadi dan siang sudah pulang.
"Mandi sana ngak malu apa di lihat calon mantu mama."
Mengusir David lagi padahal dia juga yang manggil memang perempuan makhluk tuhan paling sesuka hati.
"Eh ada Sandra kok ngak bilang mau datang."
Kaget David baru menyadari kalau ada Sandra juga yang melihat penampilan berantakan dia tapi tetap saja masih tampan.
"Mandi sana David nanti Sandra berpaling dari kamu masa mau jomblo lagi."
Kalau tidak dosa mungkin David ingin menyumpal mulut mama tersayangnya dengan tisu biar diam sebentar.
"Iya ma iya."
David masuk kamar lagi meninggalkan tiga wanita yang dia sayangi itu walau kesal tapi bisa apa.
"Kalian masuk kamar terus mandi nanti kita ngumpul lagi."
Di patuhi keduanya menuju kamar Eva yang sudah ada di rumah itu sejak awal datang kesana.
Masuk ke dalam kamar yang luasnya sama besar dengan kos Eva bahkan ini lebih mewah dari yang Eva bayangkan.
"Jadi mereka keluarga Bunda San,kami juga baru bertemu beberapa bulan ini,mereka semua baik sama kami menerima dengan tangan terbuka tapi hanya satu yang tidak suka yaitu tante Sarah bahkan dia sempat mengancam kami dulu juga dan menghancurkan rumah peninggalan Bunda.
Mungkin dia berfikir jika rumah itu ngak ada lagi kami akan mau ikut bersamanya seperti ajakan dia dari awal tapi kami ngak tau apa tujuan dia ingin kami tinggal bersamanya."
Jelas Eva sekarang mereka lagi duduk di ranjang sambil menunggu Sisi datang membawa baju karena Eva belum ada meninggalkan baju ganti di sana.
"Jahat banget tante Sarah itu sih Va padahal keluarga sendiri juga,tapi kenapa kamu ngak bilang tadi kalau tante tadi mama bang David."
__ADS_1
Sebagai sahabat Sandra senang Eva masih punya keluarga lain dan bisa berkumpul lagi seperti sekarang.
Sandra salah satu saksi gimana hidup Eva dulu walau tidak dari kecil tapi cukup banyak tau gimana jalan hidup Eva dulu.
Senang tentu saja Sandra senang bisa melihat Eva tersenyum bahagia dan kehidupan Eva sudah sangat jauh berbeda.
"Aku senang Va ternyata kamu masih punya keluarga lain dan bahkan sangat menyayangi kalian.Kamu percayakan itulah yang di namakan akan ada pelangi setelah hujan.Aku mandi dulu biar gantian."
Sandra beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Eva sendiri duduk di ranjang sambil memainkan hp di lihatnya ada chat Kevin.
Kevin
Sayang kamu dimana?kenapa ngak ada di kos.
Kevin
Sayang yang tadi kamu lihat tidak seperti itu sebenarnya.
Kevin
Sayang jawab kamu di mana sekarang?aku jemput ya.
Kevin
Sayang kamu mau tampil di tv jika ngak balas chat aku.
Begitu isi chat Kevin yang ingin tau dimana Eva,walau dari tadi sudah di telpon Kevin tapi Eva tidak mengangkat.
Eva
Aku di rumah kakek Vin.
Balas singkat Eva lalu menarok hp lagi,balasan singkat itu sudah akan membawa Kevin datang kesana nanti tinggal tunggu saja.
Malam telah menjelang satu persatu orang sudah muali berkumpul di meja makan lalu Eva datang bersama Sandra.
"Sini sayang duduk dekat mama."
Menarik Sandra duduk di samping Marta dengan patuh Sandra menurut saja.
"Dia siapa ma?."
Tanya Salman baru melihat Sandra pertama kali dan juga sang istri sangat suka sama Sandra.
"Papa belum tau ya,dia kan calon mantu kita pa,kekasih David."
Jelas Marta senang padahal orang yang di bahas belum menjalin hubungan apa pun lebih tepatnya Sandra belum menjawab ungkapan perasaan David.
Kasian David masih di gantung kayak jemuran yang udah kering minta di angkat.
"Ternyata cucu kakek sudah punya pasangan saja,jadi kakek merasa muda lagi di kelikingi para anak muda."
Canda kakek memang di meja makan memang kakek yang paling tua,iyalah paling tua namanya saja sudah kakek kakek.
"Wah ada juga yang mau sama kamu Dav."
Ejek tante Yona menimpali memang di antara yang lain David harus banyak menyediakan stop sabar jika sudah berkumpul.
"Tuhan apa salah hamba punya keluarga seperti ini,boleh tidak ganti keluarga saja."
Ucap dramatis David meratapi nasib yang selalu di bully,biasanya pembulian akan terjadi di Sekolah,kampus atau tempat lain tapi ini apa keluarga sendiri.
"Boleh."
Jawab semua orang hanya Sandra yang diam belum tau saja sifat keluarga David yang suka mengejek anak sendiri.
Acara saling ejek sudah berakhir di lanjut dengan maka bersama,di rumah itu hanya Salman dan Yona yang tinggal di sana dua lagi tinggal di rumah masing masing.
Bukan berarti Salman dan Yona tidak punya rumah hanya saja mereka ingin menemani sang ayah yang tidak muda lagi.
Di usia senja seperti sekarang akan sangat membutuhkan waktu berkumpul bersama anak dan cucunya.
Masa tua akan terasa bahagia jika ada orang yang kita sayang menemani kita.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga dengan di temani minuman hangat tidak lupa cemilan.
Mereka terus berbincang hingga waktu menunjukkan tengah malam lalu membubarkan diri buat istirahat di kamar masing masing.
\=\=\=\=\=
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.