
Mobil yang keluarga Eva tumpangi terus melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam yang terbilang ramai mengingat ini malam minggu maka banyak para pasangan atau orang tua keluar rumah hanya untuk sekedar jalan jalan atau makan malam bersama.
Setengah jam berlalu satu per satu mobil itu memasuki area parkir khusus keluarga buat malam ini.
Mama Kevin menyewa aula hotel bintang lima di daerah itu,yang mana hotel itu adalah hotel paling mewah serta desainnya yang tidak kalau bagus.
Jika orang biasa yang punya acara maka akan berfikir puluhan kali menyewa hotel itu mengingat harga selangit apa lagi hanya di gunakan buat satu malam maka merasa hanya menghamburkan uang saja.
Tapi tidak bagi mama Kevin karena dia ingin setiap acara yang dia adakan berkesan dan juga tidak mungkin mengadakan acara di kemudian hari sebab Kevin anak bungsu di keluarga itu.
Maka tidak ada salahnya ingin memberikan yang terbaik buat Kevin dan juga banyak mengundang kolega bisnis kantor papanya.
"Tempatnya mewah sekali."
Keluarga Eva tidak menyangka kalau acaranya di adakan disana.
Karena pembahasan mereka dulu hanya menyerahkan semua persiapan acara pada mama Kevin dan itu juga permintaan mama Kevin,tidak menyangka akan berlangsung di hotel itu.
"Aku juga ngak tau kalau di adakan di sini,Kevin juga ngak memberi tau."
Yang Eva tau cuma waktu itu Kevin mengajak dia membeli cincin dan untuk yang lain tidak di beri tau atau di ajak melihat tempat dimana akan di adakan acara.
"Ngak apa kita terima aja toh udah kejadian juga kita bisa apa coba."
Yona yang baru keluar dari mobil kagum sama pilihan tempat mama Kevin yang tidak tanggung tanggung memilih tempat.
Ini baru tunangan gimana nanti kalau acara nikahan bisa lebih mewah dari ini.
Orang kaya mah bebas ya mau acara seperti apa tidak masalah selagi ada uang semua bisa terwujud keinginan mereka.
Lah kalau orang biasa hanya bisa gigit jari atau menghayal saja dan berfikir kapan dia bisa seperti itu juga.
"Kita bisa maklum Kevin kan anak bungsu dan kakaknya udah nikah jadi ngak ada salahnya mengadakan acara mewah."
Setelah selesai berbincang di luar sebentar mereka masuk melalui pintu khusus agar tidak perlu berdesakan sama tamu undangan.
Di dalam dekor ruangan tidak kalah mewah sama hotel itu.
Hiasan bunga di setiap dinding,meja serta kursi yang di susun rapi serta panggung buat acara nanti.
Meja khusus buat keluarga,teman Kevin dan Eva,kolega bisnis papa Kevin dan tamu undangan lain.
Semua sudah di atur sedemikian rupa hingga sudah di pastikan semua tamu mendapatkan tempat duduk.
Menu hidangan tidak kalah mewah dan beragam tapi semua makanan hanya dalam negeri saja sekalian melestarikan serta cinta terhadap makanan lokal.
"Yang di tunggu akhirnya datang juga."
Mama Kevin menyambut kedatangan keluarga Eva.
Mengajak duduk di kursi yang sudah di sedikan buat mereka.
"Maaf kita telat jeng."
Sapa Marta tidak enak sebab mereka datang para tamu sudah hampir memenuhi aula besar itu.
"Udah ngak apa,saya maklum karena mereka harus dandan dulu kan,apa lagi rumah jeng banyak para bidadari."
Balas mama Kevin melihat saudara Eva yang mengelili mereka,juga terlihat cantik malam ini.
Bagaimana Eva tidak cantik punya saudara tidak kalah cantik sama dia.
Bahkan mama Kevin senang ada di antara mereka berasa muda lagi.
"Ah tante bisa aja."
Nana tersenyum ramah membalas ucapan mama Kevin.
"Tapi calon mantu mama cantik banget malam ini.
Ngak salah Kevin milih kamu sayang,bentar lagi acara di mulai."
"Mama tinggal bentar ya,jeng saya ke sana dulu ya."
Pamit mama Kevin meninggalkan keluarga Eva setelah minuman serta makanan datang sebagai teman mengobrol.
"Iya ma."
"Iya jeng."
Mereka semua menikmati pesta malam ini dengan senang.
Semua tamu sudah datang lalu memenuhi kursi yang sudah di sediakan sehingga beberapa saat kemudian terdengar suara MC memulai acara.
"Assalamu'alaikum selamat malam semua dan selamat datang di acara pertunanganan Kevin dan Eva yang akan berlangsung sebentar lagi."
MC mulai membuka acara serta beberapa ungkapan kata sambutan sudah di dengar kini tiba acara yang di tunggu.
"Baiklah sebelum ke acara inti di mulai dari pihak laki laki ada yang ingin di sampaikan dan untuk Kevin di persilahkan naik ke atas panggung buat menyampaikan sesuatu."
Pinta MC lalu Kevin naik ke atas panggung dengan gaya cool serta sangat tampan menggunakan baju yang seragam dengan Eva.
"Ya ampun kenapa malam ini bang Kevin gantengnya pake banget ya."
Lebay Nana melihat Kevin naik ke atas panggung memang tidak bisa di pungkiri kalau Kevin tampan melebihi hari biasa.
"Ingat Na dia akan jadi abang ipar mu,jangan sampai suka."
Ledek Kesya menimpali ucapan Nana barusan.
"Ya elah kak walau bang Kevin tampan pake banget tetap aja Rasya tak terganti gimana dong."
Nana tidak mau kejadian tadi terulang lagi dengan dia berujung kekesalan.
"Syukur kalau nyadar,lagian Kevin mana mau sama anak kecil."
Cocok sebagai adik kakak Kesya dan Kesyi serta tidak salah memiliki orang tua seperti Salman dan Marta perlu di lestarikan biar tidak punah.
Hewan kali di lestarikan segala.
"Ye Nana juga ngak mau kali kak."
Lalu memilih diam dari pada berlanjut lagi sehingga tidak bisa mendengar rangkaian acara.
"Assalamu'alaikum selamat malam dan terima kasih sudah mau meluangkan waktu buat menghadiri acara pertunanganan saya malam ini.
Dan terima kasih buat keluarga yang sudah merestui hubungan kami juga.
Terima kasih buat dia yang sudah mau menerima saya apa adanya bukan karena ada apanya.
Terima kasih sudah mau menerima serta sabar dalam menghadapi sifat saya selama ini atau mungkin ada perlakuan saya yang membuat kamu kurang nyaman.
__ADS_1
Tapi saya melakukan itu sebagai bentuk tanda sayang saya sama kamu."
Kevin menjeda ucapannya lalu pandangannya tertuju pada di mana Eva duduk bersama saudaranya.
Di sana Eva tampak beda dari yang lain,selain pakaian yang berbeda juga lebih cantik juga,itu yang Kevin lihat sekarang.
"Terima kasih buat waktu selama ini atas kebersamaan kita hingga sekarang,kamu wanita pertama yang bisa menggetarkan hati ini tanpa kamu dan saya sadari.
Kamu yang dulunya cuek serta bodo amat sama keberadaan saya sehingga membuat saya makin penasaran sama kamu.
Kamu yang cuek saya dekati,kamu yang ngak peduli jika saya kasih perhatian hingga saat di mana semua terungkap ternyata kamu juga mempunyai rasa yang sama dengan saya."
Pandangan Kevin tidak lepas dari Eva walau masih bicara panjang lebar.
Kini pusat perhatian Kevin lagi terpaut pada Eva hingga tidak menoleh walau hanya satu detik.
"Saya ngak mau menjanjikan sesuatu di sini cuma saya mau bilang kalau saya akan berusaha buat membahagian orang terkasih saya sebisa dan semampu saya selama saya masih bernafas.
Saya juga sudah berjanji di depan kedua calon mertua saya beberapa hari yang lalu kalau saya akan menjaga serta melindungi anaknya."
"Terima kasih buat semuanya dan terima kasih juga kamu ngak pernah mengeluh dengan saya jemput setiap hari sampai di katai orang kalau saya satpam kamu bahkan kamu juga ikut mengatai itu tapi saya terima saja asal kamu senang.
Dan juga kakek ikut bilang kalau saya tukang ojek karna menjemput hanya sampai depan gerbang saja dan ngak mampir.
Maaf saya terlalu banyak bicara ya,makasih buat waktunya dan saya berikan lagi pada pembawa acara."
Kevin turun setelah bicara panjang lebar,acara di ambil alih lagi sama MC sehingga pada acara puncak yaitu pemasangan cincin oleh kedua belah pihak.
"Inilah acara yang kita tunggu yaitu pemasangan cincin,untuk Kevin dan Eva di persilahkan naik ke atas panggung."
Seketika suasana menjadi hening saat Kevin dan Eva munuju ke arah panggung serta semua mata tertuju pada pasangan yang menjadi bintangnya malam ini.
Sangat cocok dan serasi di tambah senyum manis yang Eva berikan pada semua orang saat sudah berdiri di atas panggung.
"Silahkan di mulai memasangkan cincinnya."
Di mulai dengan Kevin duluan yang memasang cincin di jari manis Eva setelah itu baru Eva memasang cincin di jari Kevin.
Pas sekali di jari mereka serta serasi siapa saja yang menyaksikan acara itu pasti iri dan ingin berada di posisi itu.
"Sangat cocok ya mereka berdua,ah saya juga mau kalau cowoknya setampan mas Kevin.
Apa mas Kevin punya kakak ngak?mau dong buat saya."
Canda MC menghangatkan suasana dari pada haru sama moment ini.
"Tapi mbaknya harus kecewa karena kakak saya juga perempuan.
Maaf ya."
Jawab Kevin singkat nampak jelas wajah kecewa MC tapi itu hanya gurauan saja tidak sungguhan juga dia ucapkan.
"Yah saya harus kecewa gini padahal sudah ngarep."
Semua tamu tersenyum sama celoteh MC itu.
"Kita sudah sampai pada penghujung acara,terima kasih atas kehadirannya malam ini dan selamat menikmati pestanya assalamu'alaikum."
MC menutup acara malam ini dan semua tamu bebas menikmati hidangan yang sudah tersedia.
Kevin mengajak Eva duduk berdua saja memisahkan diri dari yang lain walau masih dalam gedung yang sama.
"Di makan dulu sayang,aku tau kamu belum makan sejak datang tadi kan."
Menyodorkan piring makanan ke hadapan Eva di ikuti Kevin makan juga.
"Iya sayang makasih ya."
Kevin dan Eva mulai makan tidak lama makanan itu sudah habis karena makanan yang Kevin ambil buat Eva tidak banyak karena sudah tau porsi makan Eva.
Lalu mereka di datangi para sahabat mereka.
"Selamat ya Vin,semoga lanjut ke pelaminan."
"Selamat Va semoga hubungan kalian lancar ya ngak ada konflik serius dan lanjut ke pelaminan."
"Wih yang udah tunangan aura bahagia tampak jelas selamat buat kalian berdua."
"Selamat ya jangan lama lama tunangannya kalau bisa secepatnya nikah aja."
Masih banyak lagi ucapan selamat dari para sahabat Kevin dan Eva turut bahagia atas pertunanganan mereka berdua.
Karena selama ini hubungan Kevin dan Eva jarang di landa konflik tapi tidak tau di kemudian hari.
Semua tidak tau apa yang akan terjadi ke depan bisa saja konflik itu sudah ada hanya menunggu waktu yang tepat buat datang.
"Gimana sayang perasaanya?."
Kevin terus menggenggam tangan Eva sedari tadi selesai makan.
Tidak mau di lepas walau sahabat mereka tadi pada menghampiri.
"Aku sangat bahagia sayang,makasih buat pestanya aku suka walau awal aku hanya ingin acara sederhana tapi ngak bisa menolak keinginan mama juga."
Balas Eva menggenggam tangan Kevin dengan kedua tangannya.
Siapa yang tidak akan bahagia kalau bersatu bersama orang yang kita suka apa lagi keluarganya juga menerima kita dengan tangan terbuka lalu kata apa lagi yang bisa di gunakan buat mengungkapkan rasa bahagia serta terima kasih kita.
Hingga hampir tengah malam acara selesai para tamu sudah mulai meninggalkan aula pesta buat pulang kini tinggal anggota keluarga saja yang belum pulang.
"Sayang pulang aku antar ya."
Ajak Kevin sebab tadi dia di larang buat menjemput Eva maka kini tidak ada yang bisa melarang lagi.
"Tapi Sayang."
Eva ingin menolak takut Kevin kelelahan harus mengantar Eva pulang dulu mengingat ini sudah tengah malam.
"Ngak apa sayang dari pada anak mama ini ngak tidur semalaman gara gara ngak bisa antar kamu."
Potong mama Kevin sebelum Eva menolak ajakan Kevin.
"Iya ma."
Kalau sudah mama Kevin yang bicara maka tidak ada alasan Eva menolak.
Hingga Kevin tersenyum senang karena sang mama mendukung dia kalau tidak mungkin Kevin akan uring uringan nanti di rumah.
Lagian kalau hanya untuk mengantar Eva pulang Kevin tidak terlalu capek juga dan besok bisa istirahat seharian karena hari libur.
Di dalam mobil Eva diam saja tidak bicara sama sekali.
__ADS_1
Hanya pandangan lurus ke depan seolah lupa kalau dia lagi bersama Kevin sekarang.
"Sayang kamu kenapa diam aja?marah sama aku,bilang aja biar aku tau dimana letak salah aku kalau diam gini aku juga bingung."
Kevin paling tidak tahan kalau di diamin karena hanya tidak akan selesai suatu masalah jika di diamkan dan tidak di bicarakan.
"Sayang plis ngomong ya jangan diam atau kamu marah aku antar pulang."
Tebak Kevin mendapat respon dari Eva.
"Aku bukan marah kamu antar pulang tapi aku ngak mau kamu kelelahan harus antar aku dulu,apa lagi acaranya selesai tengah malam gini belum kamu harus balik lagi ke rumah mama makanya aku nolak kamu antar biar langsung bisa istirahat lo.
Kamunya ngeyel ingin antar aku pulang,apa ngak bisa di tahan tuh rindu sehari saja tanpa berduaan sama aku."
Ucap Eva menjelaskan kenapa dia diam saja dari tadi.
"Jadi kamu diam karena ngak mau aku kelelahan sayang,ya ampun aku kira apa tadi.
Segitu perhatiannya kamu sayang sama aku,untuk ke depannya aku akan mencoba ngerti setiap ucapan kamu ya,maaf."
Lega Kevin ternyata alasan sepele karena tidak ingin Kevin kelelahan saja sampai Eva harus mendiami Kevin dulu.
"Lain kali jangan gitu lagi,harus ngerti ke adaan badan sendiri.
Kadang kita merasa baik baik tapi badan kita berkata lain dan butuh istirahat."
Kini mereka sampai di rumah kakek yang lain juga sudah sampai duluan dari Eva.
"Aku masuk dulu,kamu hati hati baliknya jangan ngebut dan satu lagi jangan rindu assalamu'alaikum."
Setelah itu Eva keluar mobil Kevin sebelum mendapat balasan dari Kevin.
"Eh langsung di tinggal aja masa ngak mau dengar jawaban aku dulu.
Iya sayang aku ngak akan ngebut tapi ngak janji kalau ngak akan rindu.
Belum satu menit aja aku udah rindu wa'alaikumsalam."
Kevin pergi meninggalkan rumah kakek menuju rumah orang tuanya setelah melihat Eva masuk rumah.
Di dalam kamar selesai ganti baju dan bersih bersih Eva terus memperhatikan cincin yang Kevin pasangkan tadi tidak lupa Eva senyum senyum sendiri.
Seperti orang lagi kasmaran saja melihat cincin itu,ini malam yang paling membahagiakan bagi Eva selangkah lebih maju lagi hubungan dia.
"Itu cincin ngak akan kemana juga ngapain di lihat terus."
Suara itu membuyarkan Eva yang lagi bahagia.
"Kamu lagi kamu lagi,ngak bosan apa?datang datang ngagetin aja tau."
Padahal Eva lagi bahagia membayangkan acara tadi yang masih ingat jelas dalam ingatan Eva namun malah buyar karena suara dia lagi.
"Ngapain bosan,aku ngak ngapain juga."
Balas dia duduk di atas ranjang sedangkan Eva masih duduk di kursi depan meja rias.
"Iyalah kamu ngak bosan,kamu kan ngak ada kerjaan kalau kamu lupa."
Sengit Eva beranjak berdiri lalu duduk juga di atas ranjang bersebelahan dengan dia.
"Eh tapi kamu masih punya hutang sama kamu ya jangan lupa itu."
Eva masih penasaran sama dia yang sampai sekarang belum tau jawabannya jika bukan dia sendiri yang memberi tau pada Eva.
"Hutang apa?kapan aku pinjam uang kamu coba."
Lupa atau gimana dia,hutang itu tidak harus dalam bentuk barang atau uang bisa saja dalam hal lain.
Eva diam tidak menjelaskan rincinya hutang apa yang di maksud.
Dia pun bingung hutang mana yang Eva tagih.
"Pokoknya kamu punya hutang sama aku dan itu harus kamu bayar secepatnya."
Jelaskan hutang yang mana saja dia belum tau,gimana mau bayar kadang kita harus mencari jawaban sendiri atas ucapan yang ambigu.
"Hey ngomong itu yang jelas,hutang apa coba aku sama kamu.
Lagian buat apa aku ngutang sama kamu kurang kerjaan."
Semakin membuat dia bingung saja jika tidak Eva jelaskan datailnya.
Tidak tau ujung pangkalnya tiba tiba sudah punya hutang saja tanpa dia tau,dan di suruh bayar secepatnya sedangkan yang di maksud saja belum tau.
"Pokoknya kamu punya hutang sama aku,titik ngak pake koma apa lagi tanda baca.
Udah sana aku mau tidur,capek"
Eva membaringkan badan lalu menarik selimut hingga dada tidak lupa mematikan lampu besar menyisakan lampu tidur.
Membiarkan dia mencari tau sendiri apa maksud omongan Eva tadi yang jelas Eva tidur sekarang.
"Aku tau apa maksud kamu tadi,kenapa harus berputar putar sih ngomongnya bikin aku pusing aja."
Setelah beberapa saat dia baru tau apa maksud Eva,untung otak dia masih bisa di gunakan secara benar hingga tidak perlu menunggu waktu lama mencerna ucapan Eva.
Yang di ajak bicara sudah berkelana ke alam mimpi meninggalkan dia yang bicara sendiri.
Lagian datang selalu saat Eva hendak tidur ya dengan enteng Eva cuekin.
Dia datang di ajak bicara bukan hal penting juga.
\=\=\=\=\=
*Like
Komen
vote
ya
Makasih
Like lah setidaknya yang paling mudah.
Udah ngemis gini masih aja pelit ngasih.
Udah nasib kali ya. ðŸ˜ðŸ˜*
Tbc.
__ADS_1