
"Eh mau kemana Van? main tarik aja. "
Yang tadi mau pulang pas di ajak pergi malah lupa sendiri.
Aneh memang atau sudah pikun kayak Evan tadi kali ya.
Walau masih belum menyadari tetap mengikuti langkah kaki Evan menyiratkan tanda tanya dalam kepala Eva.
"Katanya mau pulang, di ajak pulang malah nanya lagi. Ngak mau pulang gitu ?. "
Terus terang langsung Van kadang otak kita tidak bisa nyambung saat itu juga jika di ajak bicara mungkin karena Eva banyak mengalami kejadian aneh beberapa saat yang lalu makanya otak dia sedikit loading.
"Bilang kek tadi Van, main tarik aja. Kamu kira aku sapi apa di tarik tarik begini. "
Perasaan Evan tidak ada nyamain dia sama sapi malah merasa sendiri iya lah sapi yang bisa di tarik kalau ayam kan tidak punya tali gimana sih kamu Va.
"Yang bilang kamu sapi siapa? Kamu kan kebo apa lagi kalau tidur di buang kesungai pun ngak akan tau. "
Sama aja itu sama sama punya tali, kadang kalau bicara suka benar tapi nyes sih rasanya kalau di kasih tau langsung, tidak gitu juga kali kalau bicara memang kadang kenyataan itu lebih menyakitkan.
"Sama aja Van, kamu tuh ya. "
Baru tenang sebentar sudah bikin darah tinggi lagi sama ucapan Evan.
Eva bersyukur kalau sampai sekarang dia masih di beri kesempatan umur panjang awalnya dia takut sama Evan tapi setelah semua jelas dia lega ternyata itu cuma lelucon yang tidak ada unsur kelucuan sedikit pun.
Terkadang isi fikiran seseorang susah di tebak, sekarang baik lalu beberapa saat kemudian saja bisa berubah fikiran entah jahat atau bimbang dengan fikiran sendiri.
"Va capek ngak ? masih sanggup jalan atau kita lanjut lagi?. "
Sudah jauh mereka melangkah harus berjalan lagi hingga sampai di dunia nyata.
Lelah sebenarnya sudah menyerang Eva perlahan tapi dia tahan dulu sampai sampai tidak sanggup lagi. Harus usahakan biar cepat sampai rumah dan istirahat dengan tenang.
"Belum terlalu Van , masih sanggup kok kita lanjut aja. Udah ngak sabar sampai rumah. "
Tidak boleh menampilkan wajah lelah bisa lama sampai rumah dan keduluan sama kakaknya.
"Kalau lelah bilang Va biar duduk dulu, jangan di paksakan. "
Kalau Evan sudah pasti kuat jalan jauh tanpa istirahat beda halnya sama Eva hanya manusia biasa yang akan cepat lelah jika jalan jauh.
"Tenang aja aku kuat kok. "
__ADS_1
Berusaha tegar di depan Evan. Langkah kaki itu semakin lama semakin pelan saja saat lelah itu terasa dan langkah Eva sudah terasa berat hingga di harus menyeret kaki untuk berjalan.
"Kita istirahat dulu ya, kamu duduk dulu. "
Melihat wajah Eva yang tampak pucat dengan keringat sudah membanjiri dari sampai leher.
"Ngak Van aku masih ku, BBUUKK. "
Belum selesai bicara sudah ambruk duluan ketanah, begini kalau keras kepala di pelihara.
Reflek Evan membantu Eva duduk selonjor meluruskan kaki Eva mungkin kram terlalu lama berjalan.
Sekali bandel tetap akan terus bandel dia kira punya tenaga berapa bisa kuat jalan jauh, mesin saja kalau bekerja terlalu lama butuh istirahat juga supaya tidak panas dan meledak apalagi kalau hanya tenaga manusia yang memilik batas kemampuan.
"Kalau bandel jadi gini kan. "
Sudah jatuh begini saja masih sempatnya memarahi Eva, tunggu dia baikan dulu Van biar kamu punya lawan debat.
"Jangan ngomel aja Van aku capek gini malah di marah in. "
Lirih Eva mengatur nafas yang terasa sesak.
Ini semua juga salah dia kenapa tidak di antar pulang langsung saja tadi kenapa malah di ajak kesini dan ngerjain dia segala.
Mengambil kaki Eva lalu memijit pelan hingga lutut saja tidak mau lebih dia tau batasan juga.
Pilitan pelan itu terasa enak sekali sampai Eva memejamkan mata menikmati pijitan Evan mungkin sudah terbiasa melakukan.
"Kamu biasa jadi tukang pijit ya Van ?. "
Bicara di sela aktifitas Evan yang jadi tukang pijit dadakan buat Eva.
"Kenapa ?. "
Heran Evan di bilang tukang pijit, wajah tampan begitu jadi tukang pijit bisa bisa yang tidak sakit pun datang minta di pijit sama dia.
"Ngak, pijitin kamu enak kayak nya kamu berbakat. Gimana kalau kamu buka usah tukang pijit aja Van. "
Ide konyol apa itu di suruh buka usaha tukang pijit dalam mimpi pun dia tidak akan mau kali melakukan itu walau dibayar mahal pasti akan menolak mentah mentah.
"Jangan aneh aneh Va ide kamu itu,pijitin ini khusu buat kamu. Ngapain buka usaha kayak kurang kerjaan aja. "
"Kamu fikir aku mau apa lakukan itu membayangkan saja buat aku geli bin merinding gimana kalau yang datang nenek nenek kulit sudah keriput bisa mati di tempat dia karna tulangnya remuk semua saat di pijit. "
__ADS_1
Tidak lucu sekali jika terjadi hal seperti itu bisa di serang ramai ramai dia dan masuk berita dengan judul berita"seorang nenek meninggal karena patah tulang saat di pijit".
"Sudah jangan bicara aneh lagi, diam saja bentar lagi selesai. "
Melanjutkan memijit Eva dengan tenang dan Eva jangan di tanya lagi dia ketiduran karena saking enaknya di pijit Evan.
Evan tidak sadar kalau Eva sudah tidur sejak tadi.
"Lain kali kalau kasih ide itu yang benar Va , masa jadi tukang pijit yang benar saja. Tapi kalau jadi tukang pijit special untuk kamu aku mau ngak akan nolak kok. "
"Udah baikan Va ? udah ngak capek lagi atau dikit lagi ya. "
"Kita harus cepat balik Va ngak aman buat kamu lama lama disini. "
"Va . "
"Va . "
Yang di panggil malah tidak ada suara malah nafas teratur yang di dengar.
"Dikasih pijitan gratis malah enakan tidur dia, kamu kira aku tukang pijit beneran yang seenaknya di tinggal tidur, lihat saja apa yang akan aku lakukan buat kamu, rasakan. "
Seringai lick muncul Evan merencanakan sesuatu buat Eva terbangun dari tidur nyenyaknya,enak saja dia tidur dan membiarkan Evan bicara sendiri.
Belum jera juga ngerjain Eva dan sekarang malah di ulang lagi punya nyali besar juga Evan, bahkan belum dua puluh empat jam.
"Aaaaaaa."
Teriakan kencang Eva saat tidur entah apa yang Evan lakukan sampai Eva teriak begitu kencang. Eva langsung bangun dengan nafas memburu dan debaran jantung sangat cepat.
\=\=\=\=\=
Salam sayang author buat semuanya.
Kasih like, rate, komen and vote.
Makasih.
Dan maaf bilang ada yang tersinggung sama author jika komen atau pm tolong di kolom komentar tiap aps ya.
Mohon kerja sama nya. 🙏🙏
Tbc.
__ADS_1