TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Ketakutan dan Kedatangan Kevin.


__ADS_3

Eva menoleh kebelakang melihat siapa yang bicara dengan dia,saat menoleh sontak Eva kaget sekali gus takut pada sosok yang berdiri di belakangnya itu.


Ya,sosok itu yang dulu pernah menyekap Eva saat Evan pernah menyelamatkan dia tapi dengan bodohnya Eva percaya dan mengikuti sosok itu.


Kini sosok itu menemui Eva lagi sekarang,tampak jelas bahwa dia sangat tertarik buat membawa Eva kembali dunia dia.


"Aaaaa... "


Eva berlari lagi sekencengnya menghindari sosok itu yang hanya berjalan mengikuti Eva dari belakang.


"Teruslah berlari hingga kamu capek serta dengan sendirinya dan menyerahkan diri."


Mengikuti Eva yang terus berlari yang tidak tau dia berada di mana sekarang yang ada dalam fikiran Eva harus bisa menyelamatkan diri.


Dengan sisa tenaga yang ada Eva terus berlari tiada tau arah tujuan sambil sesekali melihat kebelakang apakah sosok itu masih mengikuti dia atau tidak.


"Kenapa dia masih mengikuti juga,aku harus apa sekarang?dimana aku harus bersembunyi sedangkan ini dunia mereka bersembunyi pun pasti dengan mudah aku di temukan tapi kalau terus berlari gini aku merasa udah mau habis tenaga."


Yang bisa Eva lakukan sekarang meminta pertolongan pada sang pencipta tidak ada yang lain lagi,kalau minta tolong pada orang lain akan terasa percuma dan untuk berteriak minta tolong hanya akan membuang tenaga dan mempercepat dia di temukan.


Masih belum menyangka kalau dia akan mudah tertipu seperti ini bahkan dengan orang yang begitu dia sayangi.


Andai dia menggubris ke anehan yang terjadi pada diri Kevin pasti ini bisa dia menimalisir atau menanyakan langsung saat dia mulai merasa aneh,bukan mendiamkan seperti kemarin dan berakhir disini.


Nasib yang Eva jalani tidak semulus yang di bayangkan,jika di lihat tampak luar biasa saja tapi siapa sangka sudah banyak hal menyeramkan yang dia lalui dan kini terulang lagi.


"Sekarang aku harus kemana,kenapa tempat ini ngak ada ujungnya?apa yang harus aku lakukan?kemana harus mencari pertolongan di tengah hutan seperti ini."


Sudah jauh langkah kaki Eva pergi tapi belum menemukan tanda tanda bahwa akan keluar dari tempat menyeramkan itu.


Ah kau lelah sekali,kakiku sudah capek berlari jauh dari tadi.


Aku ingat dulu saat tersesat di hutan waktu camping dan kini terulang lagi.


Dulu ada Evan yang akan menolong ku tapi sekarang dia sudah lama menghilang dan ngak tau dimana dia berada sekarang.


Evan,Kevin aku takut berada di tempat ini sendiri tolong aku, aku takut takut.


Dimana aku harus bersembunyi dari mereka yang terus mengejarku.


Andai aku lebih teliti bisa membedakan Kevin dengan dia pasti ini ngak akan terjadi.


Saat seperti ini ingatan bersama Evan dulu melintas di fikiran Eva,di mana Evan pasti datang buat menyelamatkan Eva seperti janji dia awal berjumpa Eva di rumahnya yang berada di kampung.


Kevin aku takut disini,tolong aku Vin.


Kalau memang iya kamu bisa mendengar suara hati aku datang tolong aku Vin.


Hanya kamu yang bisa mendengar dan aku harap sekarang kamu bisa mendengar juga.


Eva ingat kalau Kevin bisa mendengar suara hatinya dan berharap sekarang Kevin juga bisa mendengar.


"Hp."


Eva merogoh hp yang berada di dalam tas lalu mengeluarkan tapi Eva harus menelan pahitnya kecewa,hp dia mati padahal sebelum pergi tadi dia sudah memastikan kalau hp dia hidup dan daya batrai penuh tapi kenapa bisa mati saat di butuhkan.


\=\=


Seperti sebuah ikatan yang sudah melekat lama perasaan gelisah menyelimuti hati Kevin.


Sejak bangun tidur dia terus merasa gelisah dan dengan posisi bangun tidur masih mengenggam hpnya buat menghubungi Eva yang belum mendapat jawaban di seberang sana.


"Eh udah pagi,aku ketiduran sampai pagi."


Menghubungi Eva lagi dan kali ini hp Eva di luar jangkauan tidak seperti biasa.


"Kenapa sekarang malah ngak aktif no dia,ada apa ini?kenapa tiba tiba perasaan ku jadi ngan enak gini.


Dan kenapa aku terus memikirkan Eva,apa ada yang terjadi sama dia atau."


Kevin tidak melanjutkan lagi ucapannya,tidak mau berfikir jelek sebab kata adalah doa maka berucaplah dengan kalimat yang baik saja.

__ADS_1


Sebisa mungkin Kevin siap siap buat pergi ke kos Eva ingin memastikan sendiri kalau Eva memang baik baik saja dan itu dia lihat dengan mata kepala sendiri.


"Pagi pa,ma!."


Sapa Kevin saat sudah selesai membersihkan diri dan turun ke bawah buat ikut sarapan bersama.


"Pagi sayang kok buru buru gitu sih?ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi?."


Jawab mama Kevin yang lagi mengambilkan sarapan buat papa.


"Iya ma aku mau ke tempat Eva karena dari tadi perasaan ku ngak enak tentang Eva."


Jawab Kevin sambil mengambil makanan juga buat dia lalu memakannya dengan terburu buru.


"Loh ada apa sayang dan kenapa sampai sekarang kamu belum juga memperkenalkan pacar kamu sama papa mama?."


Selama ini Kevin baru merencanakan terus akan membawa Eva bertemu orang tuannya dan sampai sekarang belum terlaksana juga.


"Dalam waktu dekat ini ma aku usahakan sebelum kami magang,oh ya pa nanti bisa ngak Eva magang di kantor papa juga?."


Kevin ingin memastikan bahwa masih ada tempat buat Eva magang di kantor papanya.


"Kamu beneran sayang pacar kamu magang di kantor papa,ah mama jadi sabar mau ketemu dia tiap hari."


Senang mama saat mendengar Eva akan magang di kantor suaminya.


"Bisa Vin nanti papa sediakan tempat buat pacar kamu itu tapi sebelumnya kenalkan dulu sama kami."


Jawab papa dan meminta Kevin membawa Eva bertemu mereka dulu.


"Iya sayang papa benar,mama ingin tau seperti apa gadis yang bisa meluluhkan hati anak tampan mama ini."


Ujar mama sebab selama ini mereka tau Kevin sendiri terus dan kalau pergi pasti bersama Bastian terus.


"Cantik mah,pintar dan yang paling penting solehah serta yang terpenting dia pintar masak ma."


Kevin bangga bisa membawa Eva ke rumahnya selain cantik rasa sopan pada orang tua itu yang membuat Kevin makin kagum sama Eva.


Khayal mama bisa memasak bareng Eva karena kakak pertama Kevin dulu tidak terlalu pintar masak dan juga tidak mau di ajak memasak bersama.


"Iya ma secepatnya aku akan bawa Eva kesini,udah dulu ya aku berangkat dulu.Assalamu'alaikum."


Pamit Kevin menyalami kedua orang tuanya lalu berjalan keluar menuju garasi mobil.


"Anak kita sudah besar ya pa,udah punya pacar lagi ngak sabar mama mau bertemu dia."


Mama Kevin senyum senyum sendiri mengingat pacar Kevin dari cerita tadi.


"Iya ma,papa juga."


Jawab papa lalu setelah itu pamit juga berangkat ke kantor.


Sepanjang jalan menuju kos Eva,perasaan Kevin kian gelisah.


Semakin dekat ke tempat Eva perasaan itu semakin gelisah tidak tau apa sebabnya yang jelas saat ini Kevin semakin tidak karuan saja.


Mobil itu melaju sedikit lebih kencang dari kecepatan yang biasa.


Entah itu namanya ikatan batin atau perasaan Kevin saja yang sudah dua hari belum bertemu makanya timbul perasaan itu.


"Mudah mudahan ini cuma perasaan ku saja.Sayang kenapa no kamu ngak aktif segala sih bikin aku makin cemas aja.


Dari semalam aku hubungi dan sampai sekarang ngak ada balasan dari kamu.


Andai kita udah nikah mungkin aku bisa peluk kamu kalau sudah bertemu ah hubungan yang belum resmi ini membuat ku susah memeluk mu.


Apa kita langsung nikah aja ya ngak usah tunangan dan kamu bisa aku awasi tiap hari juga."


Fikiran untuk menikahi Eva terlintas di fikiran Kevin sekarang karena dengan adanya hubungan resmi dia bisa bertemu Eva tiap hari dan memastikan keadaannya yang baik baik saja.


"Nanti aku bicarakan lagi sama dia."

__ADS_1


Kevin terus memacu mobilnya hingga beberapa saat kemudian dia sudah sampai di tempat Eva.


Tok...


Tok...


Tok...


"Assalamu'alaikum."


Kevin mengetuk pintu itu menunggu untuk di bukakan.


"Wa'alaikumsalam.Loh Kevin kamu sendiri Eva mana?."


Efi membuka pintu dan kaget melihat Kevin sendirian tanpa ada Eva di sampingnya.


"Aku kesini mau ketemu Eva kak."


Jawab Kevin singkat.


"Bukannya Eva tadi pamit mau pergi sama kamu ya?kok sekarang kamu sendiri?."


Jelas Efi masih ingat tadi kalau Eva pamit mau pergi sama Kevin dan kenapa sekarang Kevin datang mau bertemu Eva juga.


"Ngak kak,ini aku dari rumah langsung kesini."


Kevin sendiri juga bingung kenapa Efi bilang Eva pergi sama dia,jelas jelas dari pagi dia belum keluar dan bertemu Eva.


"Beneran Vin,Eva tadi pamit sama kakak katanya kamu ngajak jalan."


Efi juga bingung mendengar Kevin ingin bertemu Eva.


Kalau Eva pergi bukan sama Kevin lalu sama siapa yang jelas kedua sahabatnya juga lagi pergi bersama,biasanya Eva keluar kalau bukan sama Kevin ya sama sahabatnya.


"Aku ngak bohong kak beneran,aku dari tadi di rumah aja ngak ada keluar apa lagi bertemu Eva.


Sejak pagi perasaan aku ngak enak tentang Eva makanya aku buru buru kesini buat mastikan kalau Eva baik baik aja."


Jelas Kevin dengan apa yang dia rasakan dari pagi,tidak mungkin perasaan dia salah dan sekarang mendengar kabar kalau Eva tidak ada di rumah dan lebih anehnya di bilang pergi sama dia.


"Kok tiba tiba perasaan kakak juga ngak enak ya."


Efi cemas memikirkan Eva yang tidak bersama Kevin,tidak mungkin adiknya itu berbohong hanya untuk bisa keluar rumah.


"Aku juga kak,no dia juga ngak aktif lagi."


Ucapan Kevin semakin membuat perasaan Efi tidak karuan.


"Kenapa rasanya sama seperti Eva hilang dulu ya."


Efi terduduk mengingat Eva yang dulu pernah hilang dan kini rasa itu muncul lagi atau jangan jangan terjadi lagi.


"Sekarang kita cari sama sama ya kak,kakak tenang dulu.Jangan kasih tau dulu sama keluarga yang lain terutama kakek."


Pinta Kevin sebab kalau kakek tau akan mempengaruhi kesehatan kakek dan bisa saja drop.


"Iya Vin,sekarang kita harus cari Eva kemana?dia juga ngak bilang dia pergi kemana tadi."


Efi sudah hampir mau menangis memikirkan adiknya itu,tidak mungkin itu terulang lagi tapi bisa jadi juga.


"Kakak ikut aja ya,feeling aku tempatnya agak jauh dari sini."


Mengajak Efi mencari Eva,mereka masuk mobil setelah Efi mengunci kos lalu mengikuti Kevin masuk mobil.


Bukan ingin hal itu terjadi lagi tapi secara reflek ingatan itu berputar lagi seperti lagu yang terus di putar.


Jika kita ingin pasti berharap tidak akan pernah terjadi suatu hal yang tidak di inginkan tapi takdir kita yang tidak bisa di hindari.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2