
"Aku dimana ini ?. "
Yang di ajak bicara masih belum menyadari sosok yang bicara padanya.
"Tempatnya begitu asing bagiku, kenapa ini terjadi lagi padaku, apa salah ku selama hidup ini sampai harus mengalami hal seram ini"
"Aku harus apa sekarang, siapa yang akan menolong ku kali ini. Van kamu dimana sejak siang tadi kamu belum muncul lagi hingga aku berada tempat asing lagi"
"Kakak aku takut jika terus seperti ini ngak sanggup lagi hidup penuh teka teki "
Memikirkan nasib hidup kedepannya bagaimana. Kenapa juga tadi membuka pintu hingga berakhir di sini sekarang. Menjalani hidup kadang tidak semulus yang orang lain lihat dan kehidupan orang pun ngak sebaik di pandang dari luar. Jika kita ingin merasakan hidup tenang memang jalannya semudah yang di bayangkan.
Hidup terus berlanjut pahit atau manis harus diterima. Bersyukur jika tidak banyak rintangan dan bersyukur juga karena rintangan itu membuat kita memperbaiki diri kedepannya jadi lebih baik lagi.
"Hey kamu sudah selesai melamunkan hidup mu yang sebentar lagi akan selesai ?. "
Ucapan itu seperti bom waktu yang akan menghancurkannya tempat itu saat ini juga
"Kenapa diam saja apa kamu punya permintaan terakhir sebelum ngak bisa melihat indah dunia "
Suara itu terdengar familiar di pendengaran Eva, seperti tidak asing lagi bahkan sangat tau siapa punya suara itu.
"Bu sarah . "
Lirih Eva pelan masih bisa di dengar sangat pemilik nama.
"Iya ini saya , akhirnya kamu sadar juga . "
Entah apa motifnya menculik Eva. Padahal sejak pertama kali masuk menjadi guru di Sekolah tidak ada kecurigaan yang di perlihatkan bahkan tergolong biasa saja.
"Kenapa Ibuk membawa aku, apa salah aku Bu ?. "
Bingung tentu saja sama gurunya itu. Mereka tidak pernah ada terlibat perselisihan sedikit pun tapi kenapa tiba tiba membawa Eva pergi.
"Kamu pasti ingat bahwa banyak yang menginginkan dirimu begitu juga saya yang inginkan dirimu juga"
Penjelasan masih sulit di cerna fikiran Eva, apa maksud itu semua.
__ADS_1
"Maksud Ibu apa bilang begitu, untuk apa semua orang menginginkan aku, ngak ada istimewa sama sekali. "
Sedikit mulai memahami apa maksud pembicaraan kali ini tapi di tutupi supaya terlihat tidak mengerti.
"Apa kamu lupa yang selama ini kamu alami, mulai dari teror anak kecil, tersesat di hutan, masih banyak lagi terakhir saat di toilet Sekolah andai saja penolong mu tidak datang saya ngak perlu repot menjemput mu ke rumah. "
Penjelasan panjang itu menyadarkan Eva, tapi dia masih bingung apa istimewa dirinya sehingga begitu banyak yang mengincar dirinya dari alam berbeda.
"Bukan aku lupa tapi dalam diri aku ngak ada istimewa sedikit pun. "
Memang itu kenyataannya yang Eva ketahui.
Dia cuma gadis sederhana yang hidup berdua tanpa orang tua yang di sepanjang hidupnya. Hidup sederhana serba keterbatasan, serba kekurangan dan cuma paras cantik, pintar serta baik hati yang spesial dalam dirinya.
"Kamu memang ngak tau tapi para kaum kami kamu itu istimewa yang akan membuat siapa saja akan hidup abadi dan ngak bisa di kalahkan jika bisa menumbalkan gadis polos seperti mu, jadi terimalah takdir mu ha ha. "
Tumbal yang benar saja kenapa jalan hidup yang dimiliki Eva sungguh pahit sekali. Kenapa Tuhan masih mau memberi ujian hidup begitu berat untuk diterimanya. Apa tidak ada pilihan lain selain menerima kenyataan pahit ini. Jika harus ini terjadi lebih baik dia tidak perlu di lahirka ke dunia ini.
"Ngak,, ngak mau .?
" Ngak ada penolakan atau pilihan lain kamu cuma perlu menunggu saat itu yang sebentar lagi akan menjemput mu. "
Perlahan wujud manusia cantik di depan Eva merubah bentuk menjadi menyeramkan dengan penampilan rambut panjang, mata merah, hidung datar, kuku panjang semua jari jangan lupakan baju putih panjang menjuntai ke lantai.
Ketakutan semakin menghantui Eva tidak menyangka jika guru di Sekolah dia menjadi sosok menakutkan yang berdiri di depannya. Ingin pergi dari sana tapi seperti ada sebuah ikatan kuat yang menahan dirinya tetap berada disana.
"Bersiap lah sebentar lagi kamu akan tenang untuk selamanya, ngak akan hidup sulit lagi dan bebas dari semuanya . "
Berjalan mendekat tempat Eva berbaring sebab sejak kesadaran menghampiri dia tidak bisa bangun dari pembaringannya. Semakin dekat tampak jelas bahwa wajah itu memancarkan aura seram serta terasa merinding menusuk tulang. Aura itu berbanding terbalik dengan aura yang Evan keluarkan sama dingin tapi Evan masih mempunyai aura positif jadi jika dekat dia kita tidak setakut ini.
"Ngak jangan mendekat, aku ngak mau menuruti keinginan mu .?
Penolakan Eva tidak membuahkan hasil. Cuma berdoa yang bisa Eva lakukan sekarang semoga datang pertolongan yang akan membawanya pergi keluar.
" Bersiaplah . "
Satu kata penuh makna penuh ancaman. Tangan dengan kuku panjang itu sudah melayang di udara siap menjalankan kegiatan selanjutnya. Semakin cepat bertindak semakin cepat pula tujuannya tercapai.
__ADS_1
"Tunggu . "
Pinta punya Eva mengulur waktu.
Siapa dia di belakang itu kenapa ngak kelihatan wajahnya.
"Kenapa kamu mengulur waktu saya, ok karna saya lagi senang maka akan kabulkan. "
Tersenyum tapi senyuman itu sama sekali tidak ada manisnya bahkan masih menyeramkan.
"Aku,,, aku,, ingin. "
Eva terbata bata mengucapkan karena dia juga tidak tau apa keinginan yang akan di mintanya.
"Apa cepat katakan, apa keinginan terakhir mu ?. "
Marah tentu saja jika mengulur waktu tanpa jelas.
"Aku aku aku . "
Sosok di belakang tampak melakukan pergerakan berjalan mendekat tepat dibelakang guru yang sudah berubah wujud itu.
BBBUUKKK,,
Terdengar suara pukulan keras mengenai sesuatu.
\=\=\=\=\=\=
*Siapa sosok yang datang itu apa dia akan menyelamatkan Eva atau malah sebaliknya yang menginginkan Eva juga .
tinggalkan komen, like dan vote
biar author sema semangat nulisnya.
makasih😘😘*
Tbc.
__ADS_1