TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pergi Olimpiade..


__ADS_3

Waktu terus berputar, hidup terus di jalani suka suka harus diterima, pahit manis memang itulah jalan yang harus di tempuh, tidak selalu kebahagian menyertai kita kadang rasa sedih dan kecewa menghampiri tapi apa perlu kita meratapi basin tidak perlu juga ratapi seperlunya saja lebih nya gunakan waktu untuk memperbaiki diri.


Ingin mendapatkan hal baik maka lakukan kegiatan yang positive tapi jika hasilnya tidak seperti apa yang di inginkan mungkin usaha kita belum keras maka usahakan semuanya dengan segenap kemampuan dan keikhlasan.


Pergunakan waktu sebaik mungkin, manfaatkan kesempatan yang ada dengan sempurna.


Jangan terminal saat di atas jangan terpuruk saat berada dibawah ibarat kata pepatah roda akan selalu berputar tidak akan selalu berada di tempat yang sama di waktu yang berbeda.


Belajar dengan giat,pautkan hati untuk fokus, kesampingkan hal yang kurang penting bukan berarti di tinggalkan, itu bisa di lakukan jika waktu sedikit longgar dan urusan sudah selesai.


"Kak aku pamit dulu ya, doain aku dapat mengharumkan nama Sekolah lagi. "


Hari ini hari keberangkatan Eva pergi Olimpiade tinggat Sekolah yang di adakan di luar kota.


Ujian Sekolah pun sudah selesai tinggal menunggu hasilnya saja nanti lagi, dia juga sudah usahakan yang terbaik selama ujian.


"Hati hati dek jaga diri, pulang dengan selamat, jaga kesehatan dan selalu berdoa. "


Efi pasti akan merasa kesepian selama Eva tidak ada di rumah tapi dia bangga punya adik yang pintar setidaknya dia ada semangat buat kerja keras mewujudkan cita cita adiknya itu.


"Iya kakak hati hati juga dirumah, kalau sepi sendiri di rumah numpang sama ibu Fat saja. "


Ibu Fat itu orang yang sering mengajak Efi pergi kerja selama ini, dia perhatian sama dua kakak beradik itu ditambah dia juga jauh dari anaknya yang merantau ke kota besar.


Eva berangkat Sekolah dengan tas ransel yang agak besar tempat baju ganti yang dia gunakan selama disana.


Dan satu lagi akan selalu ada Evan yang akan menemani dia kemana pun pergi seperti bayang bayang sama tubuh saja selalu ikut.


"Ngintil terus sih Van, ngak capek apa ?. "


Tapi dia senang juga akan ada temannya dia nanti disana jadi tidak akan sendirian.


"Ngak apa Va, aku juga ngak ada kegiatan. "


"Sejak kapan juga kamu punya kegiatan.


Kamu aja lihat aku kayak cicak ketemu dinding nempel mulu. "


Memang benar Evan selalu ikutin Eva tapi dalam hal wajar ya. Jangan negative dulu fikirannya.


"Itu kamu tau. "


Meneruskan perjalanan menuju Sekolah setelah beberapa lama mereka sampai juga tapi Sekolah lagi tidak ada kegiatan cuma class meeting saja jadi agak santai.


Eva menuju kantor Guru untuk siap siap berangkat menuju tempat Olimpiade di laksanakan.


"Ayo Eva masuk mobil teman kamu sudah ada dalam mobil cuma nunggu kamu terus kita berangkat. "


Eva datang agak telat sebab rumah yang jauh di tambah dengan jalan kaki juga.


"Van kamu ngapain ikut juga mana ada tempat duduk buat kamu. "


Bisik pelan Eva saat melihat Evan mengikuti dia masuk mobil juga yang akan membawa rombongan mereka.

__ADS_1


"Kamu tenang saja ok. "


Jawab santai Evan tetap masuk kedalam mobil dengan wajah tanpa dosanya.


Dalam perjalanan Eva tetap terus belajar hingga rasa lelah dan kantuk menyerang dia menyenderkan kepala pada kursi tidak butuh waktu lama akhirnya tertidur juga.


"Anak anak bangunkan teman kalian ya karena kita sudah sampai tempat tujuan. "


Perintah Guru pada murid yang sudah bangunkan duluan untuk membangunkan teman sebangku mereka.


Semuanya sudah bangun dan turun dari mobil lalu menuju tempat menginap selama mereka berada disana.


"Ini kamar kalian silahkan istirahat dulu biar besok segar lagi untuk ikut bertanding. "


Lalu meninggalkan para murid untuk istirahat setelah menunjukan kamar.


"Oh lelahnya perjalanan ini. "


Langsung merebahkan badan di kasur sambil memejamkan mata saking lelahnya Eva ketiduran tanpa mengganti baju dan mandi dulu.


Kadang lebih baik memilih bekerja dari pada harus melakukan perjalanan jauh yang melelahkan.


"Ganti baju dulu napa llangsung tidur aja. "


Damai itulah yang terpancar di wajah Eva saat tidur walau wajah lelah itu masih menghiasi wajah cantik itu.


Cukup lama Eva ketiduran sama lupa makan, ganti baju bahkan mandi dan sekarang hari sudah malam.


Eva mulai mengerjapkan mata perlahan rasa lelah dan kantuknya sudah hilang yang ada sekarang rasa lapar dan badan yang bau keringat.


Mengedarkan pandangan tapi cuma kegelapan yang tersaji yang dapat Eva lihat.


"aku dimana sekarang bukannya tadi berada di kamar tempat Olimpiade ya. "


Bingung, takut, cemas dan sunyi itu yang Eva rasakan sekarang.


Bingung kenapa tempat dia berada sekarang jadi gelap.


Takut kalau dia berada di suatu tempat yang asing lagi.


Cemas siapa yang akan menolong dia nanti sebab sejak turun mobil dan masuk kamar dia tidak melihat keberadaan Evan.


Sunyi karena tidak ada tanda tanda suara atau keberadaan orang lain disana.


"Ini mati lampu atau apa ya. "


"Saklar lampunya mana, kenapa pas sampai ngak aku hidupkan dulu lampunya. "


Meraba raba ruangan itu dengan tangannya, Eva kesusahan untuk menghidupkan lampu sebab itu tempat baru buat dia.


"Evan kemana lagi ngak nongol saat butuh begini. "


Tetap masih berusaha menghidupkan lampu, lama tentu saja lama jika mungkin dia lagi dirumah ini tidak akan lama mencari saklar lampu.

__ADS_1


"Bikin susah aja sih. "


"Tunggu itu apa dipojokan yang putih putih. "


Takut mulai menghampiri Eva, gimana tidak akan takut sudah gelap ada saja yang muncul mau lari tidak tau jalan keluar mau teriak mulut rasanya terkunci dan suara seperti tidak mau keluar.


Gimana caranya minta to long kalau suara aja ngak mau keluar dari mulut, siapa sih yang ngunci ni mulut terus kuncinya dibuang kemana lagi.


Cuma bisa membatin sambil mencari jalan keluar tapi bayangan itu mulai mendekat ke arah Eva berdiri.


Ngapain mendekat ke sini kurang kerjaan aja, berdiri disitu dulu sampai aku kabur baru nyusul.


Mana bisa nego nego gitu ini bukan pasar Va bukan pula waktu yang pas buat becanda.


Mendekat..


Mendekat..


Mendekat..


Mendekat..


Kian delat..


Semakin dekat..


Tambah dekat..


Dan BBBUUKK...


"Aaaaaaaa,,,. "


Terdengar suara benda jatuh dari dalam kamar itu bersamaan dengan teriakan Eva juga.


Apa yang terjadi sama Eva itu Eva yang jatuh, benda jatuh atau dia duanya, Eva jatuh di timpa benda juga.


Seharusnya saat Eva mau Olimpiade begini dapat merasakan waktu tenang dan belajar tapi ada saja kejadian yang buat dia keringat dingin dan jantung maraton tanpa harus berlari.


\=\=\=\=


*Kasih semangat author dong dengan cara.


like


Komen


rate and


vote


MAKASIH


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2