
"Maaf Bu bukunya mau taruh dimana ? "
Eva terus bertanya karna belum mendapat respon dari gurunya itu.
"Bu,, hello "
Melambaikan tangan melihat guru itu seperti melamun sedang memikirkan sesuatu atau lagi banyak fikiran.
"Bu,, "
Meninggikan sedikit suarany biar sadar dari lamunan yang ngak pada tempatnya itu.
"Eh Eva kamu sudah sampai, maaf ibu melamun tadi oh ya tarus disini saja"
Sadar dari lamunannya,ternyata dia lagi membayangkan jika Eva sudah berada dalam jebakannya dan rencana berjalan lancar.
Menunjuk meja depannya dan Eva segera meletakan buku yang dibawa tadi.
"Kalau begitu saya permisi dulu Bu"
Pamit Eva dia ngak mau pulang telat belum lagi menempuh perjalanan jauh.
"Iya makasih Eva hati hati di jalan"
Mempersilahkan Eva keluar.
__ADS_1
"Ternyata tadi cuma lamunan ku saja tapi aku ngak sabar sampai kesempatan itu datang"
Bersandar pada sandaran kursi sambil membayangkan berjalannya dengan lancar semua yang sudah tersusun rapi.
"Hanya untuk mendapatkan dia saja aku harus seperti ini dan aku harap ngak akan ada yang berani menggagalkan.
Senyum kemenangan terpancar di wajahnya.
\=≠\=≠\=≠\=≠
Eva melangkah keluar sekolah menuju pangkalan angkot yang siap mengantarnya menuju persimpangan jalan dan melanjutkan berjalan kaki menuju rumah, mungkin kakaknya sudah berada di rumah menunggu pulang Sekolah.
Di perjalanan Eva bertemu anak sekolah dari sekolah lain jadi dia ada teman sepanjang jalan.Membuat di ngak merasa bosan jalan sendirian sebab kalau berjalan sendiri akan terasa lama sampai serta akan banyak yang dirasakan dan jenuh sendiri.
Langkah kaki saling beriringan ke depan capek sudah pasti dirasakan lelah keringat mulai keluar dan letih karna terik sinar mentari. Hembusan angin meniup setiap langkah kaki membawa sedikit masalah meninggalkan kesejukan hati.
" Kakak kemana kok ngak ada dirumah, kenapa aku di tinggal sendiri mungkin lagi dapat kerjaan tambahan.
Masuk ke dapur menuju meja makan lalu membuka penutup makanan ternyata ada makanan yang sudah disiapkan Efi sebelum dia pergi.
Makan dengan lahap dan tenang selesai makan membersihkan piring bekas makan lalu duduk lagi kemeja tadi. Disana terdapat secarik kertas pesan yang Efi tinggalkan dan Eva membacanya.
"Dek kakak lagi keluar tadi dapat kerja tambahan jadi kakak pulangnya malam nanti, jaga diri ya makanan sudah kakak siapkan jangan lupa makan, kalau mau tidur kunci pintu semua ya"
"Ternyata kakak lagi kerja, semoga kakak selalu diberi kesehatan dan selalu dilindungi setiap langkahnya amin"
__ADS_1
Berdoa dan membantu apa yang bisa di lakukan Eva jika ada pekerjaan Efi di rumah atau setidaknya menemani saja jika itu sulit.
"Aku harus belajar lebih giat lagi ngak mau bikin kakak kecewa jika nilai ku jelek"
Jika tidak bisa melakukan yang membuat orang tersayang bahagia jadi cukup lakukan hal yang ngak akan membuat dia kecewa. Kalau tidak bisa juga cukup ikuti alurnya saja dan tetap berada di jalan yang benar.
"Mendingan aku mengerjakan tugas sekolah selesai itu beres beres rumah dan pergi mandi sekalian mencuci pakaian"
Tinggal sendirian di rumah membuat Eva melakukan pekerjaan dalam kesunyian cuma ada suara benda yang sedang di bereskan. Hening jika sang kakak ngak ada padahal cuma ditinggal sebentar dan nanti malam juga akan pulang
Mulai melihat jadwal Sekolah besok takut ada tugas yang belum selesai setelah memastikan beres lanjut menyapu rumah hingga kedalam depan sampai belakang terakhir membakar sampah yang telah di kumpulkan tadi.
"Kalau ngak ada kakak selain capek juga sepi ngak ada teman bisa di ajak bicara, cepat pulang kak sepi ngak ada kakak"
Eva memasak untuk makan malam nanti sebab tadi makan cuma sedikit ngak cukup buat malam dan harus memasak lagi. Walau ngak sehebat Efi soal memasak tapi masih bisa dimakan dan ngak akan membuat sakit perut. Makanan sederhana sudah masak juga sudah di salin ke dalam mangkok dan di taruh atas meja ngak lupa di tutup.
"Baiknya aku sekarang pergi mandi mumpung belum terlalu sore pasti belum rame"
Mengambil baju ganti dalam lemari serta peralatan mandi tidak lupa mengunci pintu rumah dan pergi mandi.
Jika pulang sekolah tadi punya teman beda halnya saat dirumah harus sendirian pasti akan terasa beda seperti ada yang kurang.
Tanpa disadari sepanjang jalan pulang sekolah tadi ada sepasang mata yang selalu mengawasi setiap kegiatan Eva bahkan ngak pernah tertinggal sedikit pun. Memantau dari jauh seolah mempunyai rencana entah baik atau jahat.
Jika jahat kenapa ngak mendekat untuk melaksanakan rencananya sebab dari tadi Eva selalu sendirian tanpa teman tapi kalau baik buat apa diawasi segala ngak ada bahaya yang mendekat atau ada tanda tanda bahaya.
__ADS_1
"Fokus sekali dia apa ngak sadar aku dari tadi selalu memperhatikan ngak takut apa kalau ada yang niat menyakitinya, ceroboh"
Tbc.