TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pernikahan ReFi.


__ADS_3

Setelah menyiapkan segala semuanya dengan matang,pesta pernikahan yang akan di gelar di rumah kakek saja sesuai permintaan Efi yang tidak mau menyewa gedung mahal serta meminta pesta yang sederhana saja tapi itu sulit bagi Efi dapatkan karena mengingat ini pesta pertama bagi kedua keluarga dan juga akan mengundang para teman serta rekan bisnis keduanya jadi mau tidak mau Efi menerima semuanya.


Bagaimana bisa pesta itu akan sederhana saja apa lagi kedua keluarga besar banyak kenalan dan juga kakek ingin mengenalkan pada semuanya cucu yang selama ini orang belum tau beda dengan yang lain sudah pada kenal.


Kamar Efi sudah di hias ala pengantin baru tidak lupa taburan bunga yang sebenarnya Efi agak kurang nyaman melihat kamar dia seperti itu.


Semua sudah di atur para orang tua di rumah itu Efi hanya terima beres saja.


Malam hari Efi sudah melakukan perawatan sesuai keinginan para mama mami serta Ibu itu yang ingin penampilan Efi perfek.


Jika boleh jujur ini kali pertama Efi melakukan perawatan full seluruh badan mengingat biaya yang mahal dan juga belum terbiasa dengan hal berbau salon.


"Kak ngak terasa kita udah pada besar ya,padahal baru kemarin Bunda sama Ayah ninggalin kita tapi sekarang kakak udah mau nikah aja."


Malam ini Eva meminta tidur bareng kakaknya anggap saja sebelum kakaknya itu menikah dan mempunyai teman tidur baru.


Cuma beberapa tahun terakhir keduanya pisah kamar dan sekarang beneran akan pisah tidak mungkin ada kesempatan buat keduanya tidur bareng lagi.


Apa lagi jika keduanya menikah maka akan ada suami masing masing yang akan menemani tidur mereka dan tentunnya terasa berbeda serta lebih hangat dari biasa.


"Iya kakak juga ingat masa di mana kita selalu tidur bersama bahkan pergi mandi bareng dan sekarang mulai beda.


Mulai dari kita pisah kamar,pindah ke sini, menemukan pasangan masing masing hingga bertemu keluarga Bunda lagi dan berkumpul sama mereka.


Semua terasa seperti mimpi buat kita berdua yang dulunya hanya hidup berdua dan hanya Bibi yang mau menerima kita.


Sekarang kita mempunyai segalanya keluarga yang utuh serta sangat menyayangi kita,sungguh rencana tuhan sangat indah.


Nikmat mana lagi yang mau kita dustakan jika impian kita dulu tercapai."


Efi masih ingat masa sulit hidup berdua dengan adiknya itu harus banting tulang buat hidup mereka berdua,harus bisa membagi waktu antar Sekolah,bekerja serta mengurus rumah serta tidak lupa mencurahkan kasih sayang pada adiknya itu.


"Ini akan jadi malam terakhir kita tidur berdua setelah ini akan ada bang Re yang menemani kakak."


Agak sedikit berat harus menerima itu bagi Eva jika bersama kakaknya dia merasa masih kecil yang butuh perhatian serta kasih sayang.


"Kita cuma ngak tidur berdua dek,untuk yang lain kita masih bisa bersama.


Kalau kamu nikah nanti pasti akan ada teman tidur nanti."


Itu tidak bisa Eva pungkiri jika sudah menikah maka dia akan ada suami menemani tidurnya dan lebih pasti lagi dia ikut suami pindah rumah.


Jika membayakan semua itu ingin rasanya Eva balik kecil lagi dan bisa selalu bersama kakaknya tapi semakin hari umur berjalan tidak bisa di hindari semua orang akan menuju masa itu juga tanpa di pinta.


Masih kemarin dia minta di temani tidur,main bersama,menunggu kakaknya memasak makanan buat mereka berdua,pergi mencuci pakaian bersama,berangkat Sekolah dengan jalan kaki dan terakhir bertemu dengan Evan tapi sekarang semua sudah jauh berbeda.


Dan jika mengingat Evan rasa rindu itu menguap lagi ke permukaan seakan selalu bertanya dimana dia sekarang?apa dia tidak mau balik lagi?apa Eva sudah dia lupakan?apa pertemana mereka berdua sudah berakhir?.


Masih banyak yang menjadi beban fikiran Eva sekarang.


"Sekarang kita tidur kak,besokkan hari bahagia kakak ngak lucu aja nanti masa pengantin ngantuk."


Mereka memang tidak tidur di kamar Efi melainkan di kamar Eva yang masih sama tidak seperti kamar Efi.


Akan ada juga masanya kamar Eva di hias seperti itu tapi bukan sekarang.


Kedua berbaring di tempat tidur saling berhadapan,ternyata mereka sudah tidak kecil lagi dan mungkin sebentar lagi akan ada anak kecil juga di antara mereka terutama buat Efi yang sudah menikah.


Malam ini sangat terasa panjang bagi Eva matanya sulit di bawa tidur beda dengan Efi yang langsung tertidur setelah beberapa saat rebahan mungkin karena efek kelelahan mengurus semuanya hingga rasa lelah dan kantuk itu cepat membawa Efi ke alam mimpi.


Karena belum bisa tidur Eva hanya memilih rebahan saja di samping Efi yang sudah terlelap.


Mata indah itu memandangi langit langit kamar yang minim pencahayaan hingga pandangannya tidak terlalu jelas apa yang di lihat.


Samar samar dia melihat ada bayangan berdiri di pojok kamar itu walau pandangan Eva tidak tertuju kesana tapi dia tau ada yang berdiri di sana.


Saat Eva menoleh kesana bayangan itu menghilang padahal tadi sangat jelas dia melihat ada yang berdiri disana,kenapa tiba tiba tidak ada.


"Mungkin akan salah lihat."


Eva memilih tidur juga tidak mau besom dia ngantuk juga dab tidak bisa menyaksikan hari bahagia kakaknya.


"Ternyata kamu bisa merasakan kehadiran ku tanpa melihat ku langsung."


Sosok itu muncul lagi tepat berdiri di samping Eva tidur,memperhatikan wajah cantik itu tidur dengan damai.


"Tunggu aku kembali dan membawa mu pergi."


Ada pandangan yang sulit di artikan buat siapa yang melihat tapi sayang tidak ada yang bisa melihat itu semua.


Cukup lama berdiri di sana sosok itu menghilang lagi.


Pagi menjelang setelah shalat subuh suasana rumah ramai dengan segala aktifitas masing masing begitu juga dengan Efi sehabis sarapan Efi langsung di rias buat akad nikah nanti yang akan di adakan pukul sepuluh pagi.


Eva serta saudara dia yang lain masuk kamar Efi menyaksikan sang kakak yang terlihat cantik dengan riasan itu.


"Kalau liat kak Efi aku jadi iri."


Nana mengeluarkan suara membuat semua pandangan mata tertuju padanya.


"Kenapa melihat Nana seperti itu apa ada yang salah sama ucapan Nana,emang kalian ngak iri melihat kakak akan nikah dan ngak mau seperti ini juga."


Lanjut Nana yang tidak mengerti sama saudaranya itu,dia tidak lagi bicara yang salah .


"Bukan omongan kamu yang salah Na tapi umur mu belum saatnya bahas nikah nikahan Sekolah yang bener dulu."


Rani tidak habis fikir sama adiknya itu Sekolah saja belum tamat malah mikir kejauhan yang punya pacar saja maaih betah menjalani hubungan mereka yang seperti itu nah anak kecil malah mikir nikah.


"Bilang aja pacar kakak ngak ngasih kepastian iya kan?."


Sudahlah malas berdebat sama anak kecil tidak akan mau mengalah apa lagi jalan fikiran dia yang masih labil jadi mana tau soal itu.


"Dek kamu kapan nyusul?."


Tanya kesya pada Eva yang sibuk memperhatikan kakaknya hingga tidak ikut bergabung sama obrolan yang lain.


Fokus melihat kakaknya yang sebentar lagi akan jadi milik orang tapi Eva tidak perlu sedih karena kakaknya menikah sama Dosen dia sendiri sekali gus abang sahabatnya dan juga tetanggaan.

__ADS_1


"Ya elah kak,kakak nanya Eva kapan nyusul orang kakak sendiri belum punya gandengan."


Bukan Eva yang menjawab atau pun Nana melainkan kesyi sebagai adiknya sendiri hingga kesya di buat mati kutu sama jawaban kesyi dan menyesal telah menanyakan hal yang jadi boomerang buat dia sendiri.


Cukup lama Efi di rias akhirnya selesai juga dan mereka semua ikut ganti baju dengan seragam yang sudah di sediakan.


Hingga saat yang di tunggu itu tiba keluarga Renal juga sudah pada datang hanya satu yang kurang siapa yang akan menjadi wali nikah Efi sekarang karena saat mengurus semuanya dia tidak ke fikiran sampai ke sana.


Kedua mempelai sudah duduk berdampingan dan di depan mereka juga sudah duduk penghulu tapi acara belum juga di mulai.


"Baiklah apakah akadnya bisa segera di mulai?apakah wali mempelai perempuan sudah datang?."


Pertanyaan penghulu itu sontak membuat semua orang terdiam terutama Efi yang melupakan hal penting itu,bagaimana bisa dia menikah tanpa ada wali yang akan menikahkan dia dan sekarang tidak ada di antara mereka.


"Dimana walinya?."


Semua orang yang hadir di sana juga ikutan bingung,kenapa tidak belum ada wali?sedangkan acara akan segera di mulai.


"Honey wali kamu mana?."


Seharusnya bukan sekarang Renal menanyakan hal itu tapi saat akan mempersiapkan segalanya.


Efi hanya diam tidak menjawab karena sejujurnya dia juga tidak tau tentang keluarga Ayahnya atau bertanya pada keluarga yang lain.


Lupa atau memang terlalu sibuk hingga lupa kalau nikah tanpa wali tidak bisa berlangsung.


"Maaf saya datang terlambat karena mobil kami mogok tadi."


Sebuah suara memecahkan keheningan tadi hingga semua orang bertanya tanya siapa orang itu,apa tujuannya datang kesana dan bicara seperti itu atau hanya sebagai tamu saja.


"Selamat datang pak Daren,iya ngak apa acara juga belum di mulai."


Salman menyambut kedatangan tamu itu,semua orang yang berada di sana hanya beberapa orang saja yang kenal pak Daren yaitu keluarga inti kakek saja.


"Kenalkan dia kakaknya Ayah Efi."


Ucapan Salman membuat semua orang bernafas lega terutama Efi yang sudah tegang sadari tadi tidak tau harus berbuat apa jika walinya tidak datang masa harus batal nikah atau mengundur acara buat mencari wali dulu.


Akan lucu saja jika sampai itu terjadi dan itu akan mencatat sepanjang sejarah pernikahan.


"Baik karena walinya sudah datang mari acaranya kita mulai."


Renal mulai menjabat tangan Pak Daren dengan pasti lalu mengucapkan ijab kabul dengan satu tarika nafas hingga kata sah terdengar memenuhi ruangan itu.


Sekarang gadis cantik yang duduk di sampingnya sudah resmi menjadi istri Renal.


Gadis yang dia temui saat perjalanan menuju kampus Bibinya untuk menghabiskan waktu libur,sungguh takdir tidak ada yang tau.


Sebegitu banyaknya perempuan di kota besar itu nyatanya jodoh dia tidak ada di antara mereka bahkan banyak Dosen muda yang menyukai dia di kampus.


Selesai ijab kabul acara akan di lanjut habis shalat magrib nanti karena mengingat keluarga Ayah Efi yang baru sampai membutuhkan istirahat.


Semuanya sudah Salman atur,dia menemui keluarga Ayah Efi buat hadir di acara pernikahan Efi.


Kedatangan Salman di kediaman Pak Daren di sambut hangat mengingat sudah lama sekali Salman tidak pernah datang kesana.


Hingga mereka tau kedatangan Salman meminta mereka semua datang sebagai keluarga sekali gus menjadi wali nikah Efi.


Tampak raut wajah bahagia mendengar anak yang selama ini mereka cari sudah ada kabar tapi seketika wajah itu murung saat tau Ayah serta Ibu dari anak itu sudah tiada.


Bagaimana tidak sedih cukup sekian lama mencari tapi yang mereka dapat berita duka dan lebih membuat mereka terpukul cerita Salman tentang perjalanan hidup kedua anak Sena.


Hanya kenapa Sena menghilang saja tidak Salman ceritakan sebab belum tentu mereka akan menerima.


Dengan sangat bahagia mereka semua mempersiapkan diri buat hadir serta mencari hadiah buat pernikahan Efi nanti.


Matahari sudah terbenam di gantikan dengan cahaya bulan serta langit bertabur bintang menghiasi langit malam.


Suasana malam mewakilkan kebahagian kedua keluarga bukan dua lagi tapi tiga keluarga sekarang yang tak bukan keluarga Ayah Efi.


Acara sudah di mulai para tamu berdatangan menyaksikan kebahagian kedua mempelai itu yang tampak sangat bahagia.


Bagaimana tidak bahagia menikah dengan orang yang kita cintai serta dukungan semua keluarga hingga tidak ada lagi keraguan buat mereka melangkah lebih maju lagi.


Dan tidak lupa Kevin datang bersama kedua orang tuanya atas undangan Eva sebagai calon menantu dan itu di ucapkan langsung oleh mama Kevin.


"Ma Pa kita kak Efi dulu ya,habis itu baru cari Eva dan yang lainnya."


Kevin mengajak kedua orang tuanya menghampiri kedua mempelai ikut mengantri menyalami keduanya.


Hingga tiba giliran mereka.


"Selamat ya kak bang Re semoga samawa dan cepat dapat momongan."


Menyalami keduanya Kevin ikut bahagia melihat itu dan membayakan jika dia yang berada di posisi itu bersama Eva pasti akan sangat bahagia juga.


"Makasih Vin."


Jawab keduanya lalu pandangan mereka terarah pada pasangan paruh baya di samping Kevin.


"Oh ya kenalin orang tua aku."


Mereka berkenalan tidak lupa mama Kevin memeluk Efi erat.


"Selamat sayang kamu cantik pantas aja Eva juga ngak kalah cantik."


Puji mama Kevin setelah pelukan itu terlepas.


"Makasih tante."


Efi masih canggung di peluk tiba tiba begitu,ini pertama kali bertemu mama Kevin dan ternyata juga baik.


"Kak bang aku mau mencari Eva dulu sebelum mama ngamuk."


Pamit Kevin melangkah mencari sang pujaan hati yang belum terlihat batang hidungnya saat Kevin sampai tadi dan mengatas namakan mamanya buat mencari Eva.


Eva masih belum terlihat dan Kevin bertemu keluarga Eva yang lain lagi menyambut tamu yang sudah hampir memenuhi tempat pesta itu.

__ADS_1


"Malam tante."


Sapa Kevin kepada Yona yang berkumpul hingga menoleh melihat siapa yang menyapa.


"Malam Vin,sini gabung sama kita.


Ini siapa yang kamu bawa Vin?."


Bukan Yona yang menjawab tapi Marta karena perempuan itu sudah bisa menebak yang di bawa Kevin.


"Bawa calon besan rupanya calon menantu kita ini."


Sarah ikutan juga tidak bisa mengelak karena Kevin datang bersama orang tuanya.


"Iya tante kenalin papa dan mama aku."


Mereka semua berkenalan tapi Kevin tidak bisa lama lama bergabung sama mereka membiarkan orang tuanya saja yang berada di sana.


"Semuanya aku mau mencari Eva dulu."


"Baru kemarin ngak bertemu Vin udah rindu aja,kenapa tadi pagi ngak datang?kalau datangkan bisa langsung kita nikahin aja."


Marta bicara tidak pandang tempat kalau bicara padahal orang tua Kevin berada disana tapi tidak masalah bagi dia.


"Mba kayak ngak pernah muda aja,ngak apa Vin gih sana cari Eva sebelum di gandeng yang lain."


Dengan sopan Kevin menjauh mulai mencari keberadaan Eva.


Di tempat lain Eva baru keluar dari toilet karena tadi tidak sengaja baju yang dia kenakan terkena tumpahan minuman saat dia makan bersama yang lain.


Dia juga belum tau kalau Kevin sudah datang dan lagi mencari dia.


Keluar dari toilet pandangan Eva tertuju pada orang yang berdiri di antara tamu.


Eva menghampiri orang itu dengan langkah pelan dengan sedikit ragu takut dia salah lihat.


"Itu Kevin ya?."


Bicara pada dirinya sendiri apakah benar itu Kevin atau bukan kalau iya ngapain berdiri di sana saja.


Masih meneruskan langkahnya hingga jarak mereka kian dekat Eva memberhentikan langkahnya karena seseorang memegang pundaknya dari belakang.


"Ada apa kak?."


Tanya Eva saat melihat ternyata kesya yang memegang pundaknya,cukup kaget Eva tau ada yang memegang dia.


"Ada yang nyariin tuh,cowok ganteng lagi.


Selera kamu tinggi juga ya dek."


Memberi tau Eva kalau ada yang nyari dia padahal lagi mau mendatangi seseorang juga atau dia salah lihat tadi.


"Dimana kak?."


Kesya menunjuk ke arah yang berlawanan sama arah Eva tadi hingga dengan cepat dia harus menemui orang yang lagi menunggu.


"Makasih kak."


Menuju tempat yang di beri tau kesya,belum sampai tempat tujuan pandangan Eva ada yang menyita perhatiannya hingga tanpa sadar Eva mendekati orang itu.


Tapi yang di dekati terus berjalan ke Taman belakang tanpa menoleh ke belakang tidak tau ada yang lagi mengikuti dia.


"Vin tunggu."


Eva menyangka orang yang dia ikuti itu Kevin hingga mengikuti dari tadi sampai pada taman.


Orang itu tidak menoleh hanya berhenti saja saat ada yang memanggil.


"Kamu mau kemana?kan pestanya di dalam."


Tetap masih belum membalikkan badan hingga Eva sudah berdiri di belakang dia.


"Kamu mau kemana?aku panggil juga ngak jawab."


Heran sama yang di ajak bicara tidak menjawab atau membalikkan badan sama sekali.


Lalu Eva memberanikan diri memegang tangan orang itu hingga panggilan dari belakang Eva menyadarkan dia akan sesuatu.


Tangan nya batin Eva.


"Sayang kamu ngapain di sini?."


Suara itu berasal dari belakang Eva padahal yang di ajak bicara orang di depannya.


Eva membalikkan badan menghadap siapa yang memanggil dia.


"Sayang kok kamu di sana lalu ini siapa?."


Tanya Eva heran kenapa sekarang Kevin ada di belakang dia padahal tadi sangat jelas Kevin berada di depan.


"Kamu lagi sama siapa?."


Bingung sama kekasihnya itu ngapain berada sendirian disana padahal semua orang berada di dalam.


"Aku lagi sama."


Ucapan Eva terhenti saat apa yang dia lihat.


\=\=\=\=\=


*Like Komen and vote


Makasih


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2