
Bahagia tidak selamanya bertahan lama begitu juga sebaliknya tidak selamanya juga masalah itu betah bertahan kala yang terus di usir pasti akan bilang juga.
Kehidupan di masa depan tidak ada yang tau apa yang akan terjadi termasuk cuma beberapa menit ke depan karena cuma masa lalu yang bisa kita lihat termasuk beberapa menit yang lalu.
Masalah yang hadir merupakan suatu bentuk pendewasaan diri supaya kita bisa lebih baik atau mempersiapkan diri buat ke depan.
Jangan anggap masalah merupakan hal yang harus kita benci karena tanpa datangnya masalah maka kita tidak akan tau apa kita sudah lebih baik atau belum.
Masalah datang bukan tanpa alasan.
Masalah pergi pun juga punya alasan.
Segala hal yang terjadi di bumi ini sudah punya alasan serta tujuan mengapa hal itu bisa datang atau terjadi.
Jangan mengeluh atau berkata tidak sanggup sebab segala hal yang menghampiri kita berarti sudah tau kalau kita bisa melewati semuanya.
Jangan berkata ah jika mungkin aku tidak melakukan ini mungkin ini tidak akan terjadi atau jangan berkata kalau aku tidak lewat sini mungkin aku tidak mengalami ini.
Atau kita malah betah berada di dalam mode PW (posisi wenak) kalau itu kita lakukan maka kita tidak akan tau apa yang terjadi di depan sana.
Begitu juga dengan Eva jika dia tidak mengikuti orang yang dia anggap mencurigakan maka dia tidak akan tau siapa dia.
Tapi justru keadaan berkata lain karena rasa ingin taunya maka di sini sekarang dia berada.
Sang kekasih datang tepat waktu saat ini kalau tidak mungkin Kevin akan merasa bersalah membiarkan Eva pergi tanpa dia awasi,untung dia cepat tanggap dan cepat mengikuti Eva tadi.
Jika di tanya kenapa Kevin bisa cepat tau Eva berada dalam ke adaan yang kurang baik karena firasat dia lebih dulu bicara sebelum itu terjadi.
"Sayang ini aku!."
Menepuk pundak Eva yang lagi terduduk hingga suara teriakan Eva tidak bisa di tahan.
Wajar Eva berteriak tadi karena dia merasa situasi tidak lagi baik.
"Ke Kevin.''
Lirih Eva mendongakkan kepala melihat apakah benar itu Kevin kekasihnya.
Saat kepala itu sudah mendongak sempurna maka dapat Eva lihat kalau yang memanggil dia beneran Kevin.
" Ini beneran kamu bukan dia?."
Jika di telaah dari ucapan Eva kini maka kejadian itu hampir saja terulang lagi.
Ada yang ada dalam diri Eva hingga makhluk beda alam itu sangat suka mengusik kehidupan manusia lain.
Apa manusia punya data tarik tersendiri buat mereka hingga begitu suka datang menghampiri.
"Iya ini beneran aku sayang.
Kamu kenapa ada di sini,untung aku ikutin kalau ngka! apa yang akan aku jelaskan pada yang lain."
Bukan takut ada yang marah tapi Kevin lebih kepada rasa bersalah jika Eva terluka atau kejadian itu terulang lagi.
"Sini tangan kamu."
Meminta Kevin mengulurkan tangan buat memastikan sesuatu agar dia percaya kalau yang ada di depan dia beneran Kevin bukan yang lain.
"Ini."
Dengan senang hati Kevin mengulurkan tangan buat Eva pegang,bukan cari kesempatan tapi memang itu yang harus Eva lakukan agar tidak terjebak lagi.
Ternyata hangat.Beneran ini Kevin bukan dia lagi.
Eva ada ada saja bicara langsung atau tidak akan sama saja Kevin akan tetap bisa tau.
Kevin hanya tersenyum menaggapi ucapan Eva saat seperti ini tampak lucu Eva bicara seolah di sana bukan dia berdua saja.
"Sudah percaya?(Eva mengangguk) sekarang berdiri kita cari tempat duduk.
Kamu harus cerita sama aku apa yang terjadi barusan."
Pegangan tangan itu sudah terlepas mereka duduk di sebuah kursi yang tidak terletak di pojok taman rumah kakek.
Posisi Eva tadi tidak terlalu jauh dari taman hanya saja tidak ada orang yang lewat sana hingga tidak ada yang tau kalau dia berada di tempat itu.
"Sekarang cerita apa yang terjadi?."
Pertanyaan itu lebih menjurus pada sebuah perintah agar Eva menceritakan kejadian yang barusan Eva alami.
Tapi apa!Eva diam antara masih takut atau bingung mau mulai bercerita dari mana.
Atau masih ragu sama Kevin takut tidak percaya tapi apa selama ini Kevin pernah meragukan setiap apa yang Eva ceritakan.
Bahkan jika di ingat lagi maka seharusnya Eva ragu bercerita saat awal mereka baru berjumpa bukan sekarang.
Dari awal Kevin sudah banyak tau tentu Eva hingga apa yang di ceritakan maka Kevin akan percaya karena dapat di lihat dari kondisi Eva.
"Tenang dulu.Kamu atur nafas jangan takut lagi sudah ada aku di sini."
"Tunggu sebentar di sini aku ambil minum."
Kevin hendak berdiri tapi tangannya di cekal Eva.
"Jangan pergi."
Suara itu terdengar lirih enggan buat di tinggal sendiri di sana.
Suasana tempat itu sudah tidak sepi lagi masih bisa di pantau dari jauh.
"Cuma sebentar aku ngak lama,cuma ambil minum.
Kamu aman di sini,ingat masih ada tuhan buat kamu minta perlindungan."
Meyakinkan Eva baik dia akan aman di tinggal sebentar tidak lama.
Tapi pancara mata Eva masih ada tersisa rasa takut hingga akhirnya Kevin memilih duduk lagi dari pada meninggalkan Eva sendiri di sana.
"Kamu kok bisa tau aku di sana?."
Bukan jadi rahasia lagi jika Kevin bisa tau di mana Eva karena kejadian sebelumnya sudah jadi bukti bahwa tanpa mereka sadari sudah mulai ada ikatan batin di antara mereka.
"Kamu mau tau aku bisa ada di sana?."
__ADS_1
Eva mengangguk sebagai jawaban,mungkin saja Eva lupa kalau Kevin punya firasat atau rasa peka yang tinggi terhadap Eva.
"Karena ini(menunjuk dadanya) dia bilang harus mengikuti kamu tadi hingga ini(menunjuk kakinya) melangkah mengikuti tanpa di suruh."
Itu bukan kata gombalan tapi apa yang di rasa Kevin tadi,karena kakinya melangkah mengikuti Eva tanpa di minta.
Insting yang kuat atau memang sudah tau ada yang kurang beres hingga dengan mudah semua di cegah.
"Sekarang cerita apa yang terjadi?kenapa bisa berada di sana.
Di sana ngak ada orang satu pun yang lewat kalau aku ngak datang tau kan apa yang akan terjadi?."
Eva terdiam,benar apa yang Kevin bilang.
Kenapa dia bisa berada di sana,seingat dia tadi cuma mengikuti seseorang tapi tanpa dia sadari sudah keluar dari tempat pesta.
"Tadi itu aku lihat orang agak aneh dan seperti pernah lihat di mana tapi aku lupa.
Terus aku ikuti,pandangan orang itu seperti magnet hingga aku mengikuti dia tanpa sadar.
Hingga setelah aku sadar ternyata aku sudah ngak berada di acara pesta lagi,cukup beberapa lama orang yang aku ikuti menghilang.
Aku berniat buat balik lagi tapi saat akan melangkah ada yang menutup mulut ku hingga membawa aku kesana.
Saat sampai sana aku ngak bisa melihat jelas wajah orang yang menyeret aku tapi terlintas di ingatan ku bahwa aku pernah liat dia dulu di rumah tua itu."
Jelas Eva yang singkat,tapi tidak bisa di bilang singkat juga karena cukup panjang juga Eva jelaskan hanya detail saja belum di sampaikan.
Rumah tua yang Eva maksud adalah rumah di mana awal kejadian panjang yang menimpa Eva dulu saat masih Sekolah.
Tapi kejadian itu membuat Eva yakin akan pertemanan yang mereka jalani berdua.
Beda alam yang tidak ada jarak pembeda antara mereka berdua.
Beda alam yang bukan jadi alasan buat mereka terus berteman baik hingga waktu yang memisahkan mereka berdua.
Evan memang waktu itu menepati janji buat melindungi Eva dari segala bahaya serta memastikan Eva keluar dari hutan itu dengan selamat.
"Dan selanjutnya."
Flashback On.πΎπΎ
Saat Eva membalikkan badan tiba tiba ada sebuah tangan yang membekap mulut dia dari belakang dan membawa sedikit menjauh dari tempat itu walau masih berada di lingkungan rumah kakek.
Sebelum Kevin datang percakapan itu tidak seperti yang Kevin dengar tadi walau hanya suara Eva yang bisa Kevin dengar.
"Kamu."
Ternyata apa yang Eva ikuti berbeda sama yang Eva lihat sekarang.
Sungguh manipulasi mata yang bagus hingga bisa menyeret Eva mengikuti dia.
"Ternyata daya ingat kamu sungguh masih bagus,setelah sekian lama kita tidak bertemu."
"Kita bertemu lagi,bukan kita tapi saya yang ingin bertemu kamu.
Tau kenap?karena dia yang bisa melindungi kamu sudah tidak ada di samping mu lagi.'
Pelindung itu tidak selamanya harus selalu menampakkan diri atau dia yang harus melindungi langsung sebab banyak cara yang bisa dia lakukan buat bisa melindungi.
" Aku ngak pernah mengusik mu tapi kenapa kamu selalu mengusik ku.
Apa mau mu?
Sebaiknya kita hidup sebagai mana mestinya aja ngak perlu saling usik atau menganggu."
Rasa takut Eva tekan sebisa mungkin,walau sudah sering mengalami tetap saja rasa takut itu datang dengan sendiri.
Rasa takut yang Eva rasakan tidak sebesar dulu saat pertama kali mengalami hingga sudah bisa mengontrol agar tidak terlihat takut.
Itu yang namanya terbiasa dengan situasi tertentu.
Semua terbiasa karena sudah sering mengalami.
"Tapi kamu tidak perlu tau alasan saya mengusik kamu."
Mendekat ke arah Eva hingga Eva melangkah mundur dengan perasaan was was takut nanti langkah dia ada yang menghalangi di belakang atau sudah mentok tembok.
"Segala sesuatu yang terjadi pasti punya alasan sendiri.
Termasuk kamu."
Rasa takut Eva bukan terletak pada sosok yang berdiri di depan dia lagi tapi rasa takut itu berada pada orang dia sayang.
Takut tidak bisa bertemu mereka lagi,takut waktu sekarang adalah waktu terakhir Eva bersama mereka.
Takut karena dia masih ingin bersama orang yang dia sayang dan juga orang yang menyayangi dia.
"Tapi saya tidak ingin menyebutkan alasan saya."
"Kamu juga tidak bisa lari dari saya karena pelindung kamu sudah lama tidak ada."
Mendengar dia bicara itu sudah bisa Eva pastikan kalau dia bukan dalam waktu dekat mengintai Eva.
"Tapi aku masih punya satu pelindung yang tidak bisa kamu anggap remeh."
Sudah bisa di tebak siapa pelindung yang Eva bilang yaitu sang pencipta bumi beserta isinya.
Pelindung pasti yang tidak pernah lengah memantau setiap gerak gerik umatnya kadang cuma umatnya yang lupa kepada dia karena terlena sama kehidupan dunia.
"Siapa pun pelindung mu saya tidak peduli,setelah pertemuan ini jangan pernah berfikir bisa lepas lagi."
Sosok itu kini makin seram dengan mata putihnya jangan lupa bentuk wajah yang mulai berubah jauh lebih seram dari dulu.
Mata itu tidak lengkap lagi hanya satu dan satunya lagi mengeluarkan darah yang mengalir menetes lewat dagu.
Baju itu tidak bisa di bilang putih lagi tapi sudah menjadi merah putih dengan darah yang terus menjadikan baju itu tempat berlabuh.
Jijik, mual sudah bisa Eva rasakan tapi jika di perlihatkan maka hal yang jauh lebih menjijikkan akan dia lihat lagi.
Dia akan terus memperlihatkan hal menjijikkan jika kita tampak mual.
Dia akan terus menakuti jika kita tampak ketakutan.
__ADS_1
"Itu hanya ada dalam hayalan mu saja."
Entah dorongan dari mana Eva bicara itu tapi yang pasti hati dia sudah berkata kalau dia bisa keluar dari situasi itu.
Kata itu Eva ucapkan begitu saja tanpa dia sadari.
Ingin menunjukkan dia tidak takut atau merasa akan ada yang menolong dia.
Eva melangkah mundur terus hingga mereka tidak sadar kalau di sana bukan hanya ada mereka berdua lagi tapi.
Sudah ada mata yang memperhatikan mereka dari tadi hanya saja tidak menampakkan diri pada mereka berdua.
"Masih ingin berusaha rupanya."
Entah pada siapa dia tujukan kata kata itu,untuk Eva atau pada sosok yang berdiri hadapan sama Eva.
Jarak dia yang bersembunyi dengan jarak berdiri Eva sudah tidak jauh lagi hanya beberapa meter lagi serta tembok yang membatasi mereka.
Hingga sepasang telinga mendengar ucapan Eva tapi tidak dengan lawan bicara Eva.
Lalu Eva memutuskan buat lari dari sana hingga kejadian na'as menimpa Eva dia terduduk lalu menyembunyikan wajahnya dia antara kakinya,namun sebuah tangan mendarat di pundak Eva hingga suara teriakan Eva menggema di sekitar tempat sana.
Eva takut yang memegang pundaknya sosok itu hingga dia tidak mau mengangkat kepala buat melihat siapa yang ada dekat dia sekarang.
Lalu Eva tersadar akan sebuah suara yang menyadarkan Eva kalau sosok itu sudah tidak ada lagi di sana.
Tapi bukan suara itu yang mengusir sosok itu pergi namun sosok yang bersembunyi dengan gerak cepat bertindak sebelum terlambat.
Bisa di bilang bahwa sosok itu ingin melindungi Eva tapi belum tau apa motif dia melindungi Eva.
Saat dia ingin mendekati namun langkah itu terhenti mendengar suara yang memanggil Eva.
Lalu dia memutuskan pergi dari sana karena merasa Eva tidak butuh dia lagi.
Flashback off. ππ
"Jadi aku ngak tau kenapa dia bisa pergi gitu aja karena aku nutup wajah ngak mau lihat lagi."
Eva mengakhiri ceritanya setelah cukup panjang dia bicara.
"Aku juga sempat dengar kamu ngomong sayang tapi ngak dengar dia bicara.
Buat selanjutnya jangan pernah pergi sendiri lagi,minta temanin sama siapa saja asal kamu ada teman."
Nasehat Kevin sebab sudah cukup Eva mengalami itu,dia juga ingin Eva hidup sama seperti yang lainnya.
Hidup tenang serta menikmati masa muda dengan tenang.Bukan seperti ini hidup seperti naik roller coaster yang suka mempercepat kinerja jantung.
"Sekarang ganti baju terus ikut gabung lagi sama yang lain."
Menarik tangan Eva buat masuk ke dalam kamarnya buat ganti baju karena baju yang Eva gunakan sedikit kotor jika di biarkan akan banyak pertanyaan yang mereka lontarkan saat melihat Eva yang sedikit berantakan.
"Terus kamu gitu yang nemanin aku ganti baju."
Eva mengikuti langkah kaki Kevin masuk ke dalam,mereka lewat belakang biar tidak ada yang lihat ke adaan Eva.
"Kalau kamu izinkan sayang,dengan senang hati aku temani tapi aku takut."
Ucap Kevin menjeda ucapannya lalu tersenyum.
"Takut apa?."
Emang kamar Eva ada penghuninya atau ada yang tidak beres sama kamar itu begitu kira kira fikir Eva.
"Takut khilaf."
"Aku udah chat Sandra buat datang sebab aku tau kalian berdua paling dekat dari pada Sisi."
Memang benar Eva dan Sandra dekat karena sudah sahabatan sejak dulu sebelum Eva bertemu yang lain.
"Aku kira kamu beneran mau temanin aku."
Bukan ajakan tapi lebih tepat pada sebuah sindiran.
Mereka berdua juga tau batasan dalam menjalin hubungan hanya saja candaan seperti itu membuat hubungan itu lebih berwarna.
"Nanti ada waktunya sayang,sabar ya."
Senyum itu yang membuat Eva tenang dari segala apa yang dia rasakan.
Senyum itu terasa sejuk walau hanya sekedar di pandang saja.
Jika sudah halal mungkin wajah tampan yang menampilkan senyum manis itu akan di pegang sepanjang hari.
"Akan selalu sabar atau kamu yang udah ngak sabar sayang."
Pintar sekali kekasihnya itu membalikkan kata kata yang di tujukan buat Eva.
Kalau jujur tapi belum waktunya tapi sudahlah nanti juga akan tiba masanya.
\=\=\=\=\=
*Maaf kemarin author ngak up,bukan malas ya tapi mentok ide buat nulis.
Pengen nulis kemarin tapi takut pendek sebab author udah biasa kalau up panjang jadi takut buat kecewa.
Komen ya,terserah mau Komen apa tapi jangan bikin sedih ya.
Author orangnya perasa gampang baper.
Like
Komen
Vote
Okππ
Makasih
I LOVE YOU ALL*
Tbc.
__ADS_1