
Setelah pagi dimana Sandra menangis dan di bawa ke rumah sakit ternyata memang benar dia lagi hamil.
Terasa keluarga itu sangat bahagia apa lagi Marta dan Salman yang merupakan itu cucu pertama mereka.
Tapi kehamilan Sandra membawa ke bahagiaan tapi buat calon papa itu tampak sedikit tersiksa karena pagi sekali harus masuk kamar sebelum Sandra bangun karena kalau tidak maka drama pagi hari akan terjadi lagi.
Setiap selesai makan malam bersama mood Sandra mulai bermasalah karena tidak mau di dekati David namun saat bangun pagi sudah harus ada David di sampingnya.
Butuh perjuangan yang akan menjadi papa muda, harus ektra sabar menghadapi masa kehamilan Sandra di trimester pertama ini.
Waktu terus berlanjut tidak lama lagi pernikahan Kevin dan Eva yang akan di langsungkan dua minggu lagi dan kini mereka juga menjalani masa pingitan seperti sebelummya yang sudah pernah David dan Bastian alami.
Hari minggu ini ke tiga laki laki itu berniat berkumpul di rumah Kevin, bukan tanpa alasan sudah pasti ada niat terselubung atas kehadiran mereka di sana.
"Ma kalau ada yang datang atau nyari Kevin bilang Kevin lagi ngak mau bertemu siapa siapa dulu!."
Pagi ini mereka lagi berkumpul di meja makan bersama dengan kakak Kevin dan juga suami beserta anaknya.
"Iya, nanti mama bilangin. Sebelum nikahan banyak istirahat ya biar nanti semangat buat malam pertama.
Mama udah ngak sabar nunggu cucu dari kamu."
Seru mama yang tanpa fikir panjang dulu sebelum bicara.
Tapi benar juga apa kata mama, malam pertama itu yang selalu di tunggu bagi siapa saja yang akan menikah.
"Mama udah mikir itu aja, masih dua minggu lagi ma dan doain Eva ngak datang bulan saat nikahan nanti."
Malah ikutan mama ngebahas hal gituan.
"Tenang Vin semua sudah di atur jadi malam pertama ngak akan tertunda."
Tambah kakak Kevin yang bernama Viola, ya Viola ikut andil dalam menentukan tanggal pernikahan Kevin dan Eva walau di jauh di negara orang.
"Mama sama kakak apaan sih, udah Kevin mau ke kamar dulu."
__ADS_1
Beranja dari meja makan sebelum obrolan itu makin jauh pembahasannya.
"Malu dia ma."
Kekeh Viola melihat tingkah Kevin yang malu malu mau sambil membereskan meja makan.
Viola memilih pulang lebih cepat sebelum acara karena tidak ingin melewatkan setiap rangkaian acara pernikahan Kevin yang akan di langsungkan dua minggu lagi.
Viola jarang pulang lagi sejak ikut suaminya ke negara tempat dia bekerja hanya mama dan papa nya yang sering mengunjungi.
Jarang pulang bukan karena larangan suami tapi Viola tidak mau pulang tanpa suaminya ikut walau suaminya tidak pernah melarang dia pulang berdua saja bersama anaknya.
"Assalamu'alaikum ma."
Suara seorang laki laki menyapa dari pintu utama.
"Wa'alaikumsalam, sini masuk Tian."
Yang datang adalah Bastian dan kedua pria tampan yang sebentar lagi jadi papa muda.
"Iya ma, Kevin ada ma?."
Karena di ruangan itu cuma Kevin yang tidak ada.
"Katanya tadi kalau ada yang nyari bilang nya lagi ngak mau bertemu siapa siapa."
Mama menjelaskan sambil tersenyum sudah tau kenapa Kevin tidak mau bertemu orang hari ini.
"Oh jadi ceritanya mau ngehindar gitu, kita langsung ke kamar Kevin aja ya ma."
Di balas anggukan sama mama Kevin, ketiga pria tampan itu berjalan menuju kamar Kevin.
Karena sudah dari dulu ke rumah Kevin jadi Bastian tidak akan merasa canggung lagi.
"Woy Vin menghindar dari kita ceritanya?."
__ADS_1
Masuk kamar Kevin tanpa mengetuk pintu dulu, di lihat Kevin lagi duduk di balkon kamar.
"Brisik Tian, siapa yang izinin lo masuk?."
Niat hati mau menjalani hari tenang tapi semua itu tidak sesuai harapan karena gangguan baru saja datang.
"Gimana rasanya Vin menahan rindu? udah mulai kusut kayaknya?.
Tapi Eva di rumah biasa aja wajahnya apa karena biasa bertemu tiap hari makanya dia mulai bosan jadi pas ngak bertemu ada aura ke bahagiaan."
Ih David siapa bilang seperti itu, yang ada itu kalau tidak bisa bertemu pasti akan murung bukan bahagia.
"Jangan tambah di panasi bang! nanti gosong loh."
Timpal Bastian senang sekali karena Kevin juga merasakan apa yang dia rasakan sebelum menikah sama Sisi.
"Sabar Vin, cuma dua minggu aja."
Ini lagi dosen tampan tidak ada memberi solusi padahal wanita mereka sama adik kakak tapi tidak ada sama sekali mendukung dia.
Kevin masih diam tidak mau menjawab, menjawab pun tidak akan menang melawan tiga orang.
"Nanti setelah akad akan bertemu lagi Vin, pasti saat hari itu tiba maka Eva akan terlihat sangat cantik tapi ya gitu harus galau galau dulu sekarang."
Setelah di angkat tinggi tinggi setelah itu di jatuhkan ke tanah, rasanya sakit tapi tidak bisa membalas.
"Udah ngomongnya? kalau udah sekarang udah boleh pulang.
Tuh pintu masih terbuka, masih ingat jalan keluar kan atau mau di antar?."
Sekali menjawab langsung mengusir tamu yang tak di undang itu.
\=\=\=\=\=
Tbc
__ADS_1